
" Maksud Lo apa berkata seperti itu Lia?!" Tanya yudha dengan Tegas
" Aku Hamil Yudh.."
Srakkkkkkk
Yudha yang sangat terkejut spontan langsung saja menginjak rem pedal gas mobil miliknya.
Wajah tampannya yang tadi sempat sedikit tegang,kini malah sepenuhnya sangatlah tegang.
" A apa?Ha hamil.?" Pekik Yudha dengan mata terbelalak menoleh kearah Liana yang terus saja mengulas senyum manisnya
Entahlah perasaan yudha tiba tiba saja jadi tak menentu,seharusnya dia bahagia mendengar kabar kehamilan kekasihnya karena sebentar lagi akan mempunyai seorang anak yang terlahir dari rahim wanita yang dia cintai selama ini.
Bahkan dengan begitu Yudha bisa dengan mudah menceraikan Sera,istrinya dan menikahi Liana sahabat dari istrinya itu,meski kebusukan keduanya saat ini belum terbongkar namun seharusnya dia senang bukan akan terlepas dari wanita yang dia nikahi dengan hasil perjodohan itu.
Sesuai dengan tujuan utamanya menikahi sera istrinya itu,yang hanya mengincar harta warisan milik kedua orang tua istrinya.setelah berhasil menguasai perusahaan dan rumah peninggalan mertuanya,Yudha akan langsung menceraikan dan membuang istrinya itu ke jalanan.seperti sampah yang tak berguna. apalagi keinginanya untuk membuat wanita itu hancur sudah tercapai.
karena sudah bisa meniduri istrinya dengan cara licik walau hanya sekali,itupun dia juga sudah menang banyak,karena kenyataanya dia lah Laki laki yang pertama kali bagi Sera.belum lagi Mendapat bonus keprawanan milik Sera.
Tapi kenapa mendengar kabar kehamilan dari Liana,kini membuat hatinya gelisah, seperti ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya,ada rasa tidak rela jika harus melepaskan istrinya saat ini,mungkinkah dia sudah mulai jatuh cinta pada wanita itu,atau hanya sekedar obsesi saja untuk terus mempertahankan wanita itu sebagai istrinya,karena ternyata wanita itu bisa memberikan hal yang beda dari yang lain,termasuk dari Liana yang tak bisa memberikan kenikmatan yang seperti apa yang dia dapatkan dari dalam diri istrinya.
" Yudh...." Panggil Liana sambil mengelus pundak pria itu
" Yudhaa..." Ulang Liana dengan wajah sedikit kesal karena pria itu tak menyahutinya.tergambar jelas jika pria itu rupanya tampak sedikit berpikir keras.
" Kamu kenapa sih yudh malah bengong gitu.mana pakai acara ngerem mendadak lagi." Dengus Liana sambil menekuk wajahnya yang mulai nampak kesal
" Kalau terjadi apa apa sama calon anak kita gimana?kamunya yang fokus dong kalau nyetir." Omel Liana yang terus saja memborondong dan Yudha hanya mampu membungkam mulutnya saat ini.
" Yudhaaaaaa." Karena sangking kesalnya Liana sampai meninggikan suaranya,membuat pria itu tersentak kaget dan membuyarkan lamunannya.
" Apa sih Lia,Kenapa pakai teriak teriak.!"
" Habisnya aku kesal,kamu malah diam saja dan tidak meresponku."
" Bukannya nggak ngerespon tapi aku lagi berfikir keras ini.!" Ketus Yudha membuat Liana menyebikan bibirnya
__ADS_1
" Berfikir gimana maksud kamu.?" tanya Liana memicingkan matanya menatap curiga pada kekasihnya itu
" Ya mikirlah lah,ya gue kaget aja denger Lo hamil ." Sembur Yudha sambil mengusap wajahnya kasar dan mengacak acak rambutnya
Liana bisa dengan jelas melihat raut wajah pria itu tampak frutasi,yang justru membuat Liana menatap curiga dengan sikap aneh dari kekasihnya itu yang beberapa hari ini memang sikapnya sedikit berubah menurutnya.
" Kamu ini kenapa sih yudh,bukannya seneng dapat kabar kehamilanku,ini malah kesannya kayak nggak suka." Cetus Liana
" Ckkk menurut Lo gue harus gimana Lia?" sebuah Pertanyaan bodoh yang seharusnya tak keluar dari bibir kekasihnya itu pikir Lianq
" Ya kamu harus bertanggung jawab dong Yudh ini anak kamu Lhoh.!" Seloroh Liana sambil menggelengkan kepalanya
Yudha Menghembuskan nafasnya kasar,meraup selurah wajah tampannya yang sudah sangat pucat.keringat dingin tiba tiba mengucur di dahinya begitu saja.
" Kamu itu kenapa sih yudha,kamu nggak suka dengar aku hamil hmm?"tanya wanita itu sambil menarik wajah kekasihnya yang sudah tegang itu supaya menatap wajahnya
" Hei sayang kamu kenapa?Lihat aku sayang" Seru Liana sambil mengelus pipi Yudha dengan Lembut
Dengan Nakal tangan Liana sudah Bergeral liar kemana mana bahkan mulai menyentuh area sensitive yudha,memang wanita itu sangatlah pandai jika harus membangkitkan gairah Yudha mahendra.
" Ouhhh Shitttt..Lia.." Erang Yudha yang merasa tangan lincah Liana mengusap usap Kejantananya yang berdiri tegap dibalik celana panjangnya.
" Ya sudah daripada kamu tegang dan milik kamu sudah On.mending mampir ke kontrakan dulu yuk,kita tuntaskan bersama." Bisik Liana dengan seringai menggoda.
Karena tidak fokus atau entah terlalu bertekut lutut pada kekasihnya itu,membuat Yudha menganggukan kepalanya dengan cepat,dan tanpa berpikir panjang langsung menancapkan gas pedal mobilnya kembali menuju kontrakan milik kekasihnya itu.
*****
Disisi Lain seorang Pria bertubub tingga tegap sedang berdiri menatap jendela besar ruangan kerja yang ada di gedung perkantoran miliknya.
Memiliki Wajah Tampan Khas bak seperti orang timur tengah membuat siapa saja kaum hawa akan bertekuk lutut padanya.
Pria sejuta pesona itu adalah 'Ibraksa Narendra ' Pria yang pernah punya pengalaman buruk dimasa lalunya.
Dulu dia pernah berulang kali mendapatkan penghinaan dari beberapa orang kaya,karena status sosialnya yang dari kalangan bawah atau biasa dibilang rakyat jelata atau si miskin.
Dia memang anak tunggal dari pasangan suami istri bernama, Zaidd Umar dan Saraswati.
__ADS_1
Zaidd Umar adalah pria keturunan pakistan,sedangkan Saraswati adalah keturunan Indonesia,dulu mereka sempat menikah karena ibunya itu pernah menjadi seorang TKI di negara Turkey.hingga pada akhirnya bertemu dengan seorang pria Pakistan yang ternyata seorang pengusaha kaya raya,namun ternyata pria itu ternyata sudah berkeluarga.
Saraswati waktu itu sangat kecewa karena merasa dibohongi mentah mentah,meski pernikahan mereka hanya secara agama saja atau pernikahan siri.nyatanya dari pernikahan tersebut saraswati mengandung pria itu.
Karena tak ingin mempengeruh keadaan,Saras yang sangat stress dan masih sangatlah labil karena waktu itu usianya masih muda dan merasa tak punya kuasa karena mengerti akan posisinya sebagai pembantu,akhirnya dia menyerah pada keadaan dan memilih untuk kembali keindonesia tanpa memberitahu suaminya itu dan memutuskan untuk berpisah selama lamanya.
Tiga puluh tahun silam itu sudah terjadi,dan ibra pun hanya diberitahu jika Ayahnya sudah lama meninggal waktu bekerja di negari orang.dan hanya itu yang ibra tau.pria itu tak lagi mengungkit lagi siapa ayahnya karena tidak mau membuat hati ibu kembali terluka.
Sudah cukup berat yang dilalui wanita itu,tujuannya saat ini hanya ingin membuat Wanita yang telah melahirkannya itu bahagia di hari tuanya.
Bahkan dia sendiri sudah mengorbankan cintanya,dan juga rumah tangganya demi memilih sang ibunda tercinta.
Tok tok tok
" Masuk." Seru ibra tanpa menoleh kearah seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.
Seseorang itu adalah Rendy Syahreza,Pria yang selalu dibelakang Rendy kemanapun dia pergi,namun pria itu akan berhenti mengikuti kemana pun Ibra pergi jika Ibra sendiri yang memintanya.
Ya Dia adalah asisten pribadi sekaligus merangkup menjadi sekretaris Seorang Ibra Narendra.
" Ada Apa.?" Tanya Ibra Lagi saat pria bernama Rendy itu sudah berdiri epat dihadapannya.
" Tuan besar Arta Wijaya ingin bertemu dengan Anda tuan muda."
" Ya .dimana beliau sekarang.?" tanya ibra setelah membalikan tubuhnya.
" Beliau sudah ada didepan."
" Ya.suruh beliau masuk sekarang."
" Siap Tuan muda." balas Rendy dengan hormat lalu berbalik keluar dari ruangan Ibra.
" Ada perlu apa papa wijaya berkunjung kesini.." Gumam Ibra
_ Bersambung_
Jangan kasih dukungannya jika suka
__ADS_1
Happy reading