
Sera berjalan mondar mandir didalam kamar sambil menggigit jari telunjuknya,menunjukan jika bahwa saat ini dia tengah berpikir keras,tentang isi pesat Whatsup nomor asing yang mengaku pengirimnya adalah yudha.
" Apa benar nomor ini nomornya mas yudha,tapi kenapa dia tiba tiba memintaku menemuinya di taman siang siang begini,bukannya jam segini dia masih jam kerja." Gumam sera mencoba mencerna pesan tersebut masuk akal atau tidak di dalam analisanya.
Drtt Drtt
Tiba tiba ponselnya pun bergetar kembali,sera pun gegas meraihnya lalu membuka isi pesan tersebut.
" 08123569xxxx : Jangan membuatku menunggu terlalu lama,kalau kamu ingin tahu nasib calon bayi kita."
Sontak saja membuat sera mengatupkan bibirnya,jujur dia sangat terkejut jika Yudha mengajaknya bertemu dengan alasan untuk membahas calon bayi mereka.
Senyum sera perlahan terbit entah kenapa ada rasa yang membuncah di hatinya ketika mendapat sebuah pesan tawaran untuk membahas bayi yang kini di kandungnya.
Memang terasa sangat aneh sih kalau di pikir pikir mengingat beberapa hari lalu Yudha ngotot sekali mengajaknya berpisah dan tak mau peduli lagi dengan anak yang dikandungnya.
Dan sekarang dia tiba tiba mengirim pesan untuk bertemu,jujur meski di selimuti banyak perasangka buruk pada yudha,tapi sera tak mau memungkiri jika dia merasa senang jika akhirnya Yudha mau membahas nasib kelanjutan buah hati mereka,dengan begitu mungkin pikirnya si yudha itu sudah sadar dan menyadari kesalahannya,mangkanya memintanya bertemu,dan bakalan bertanggung jawab sebagai ayah kandung yang di alaminya sendiri.
" Baiklah aku akan kesana,siapa tau dia benar benar mau berubah dan mengakui kesalahannya." Gumam sera yang langsung menyaut Toot bage miliknya lalu bergegas pergi .
*
*
Saat ini sera sedang berada didalam taksi online untuk menuju tempat dimana yudha sudah janjian mengajaknya bertemu.
Tak lama kemudian mobil yang di tumpangi sera pun sudah sampai di depan taman X Yang menjadi tempat dimana sera akan bertemu dengan Yudha.
" Kok sepi ya.mana mas yudha." Ucapnya lirih sambil melangkahkan kakinya masuk kedalam taman.
Matahari yang terlihat masih pagi karena diselimuti mendung,terlihat sama sekali tak menampakan cahayanya.
" Dimana ya dia." Lirih dia,lalu kembali meraih ponselnya yang berada lalu menghubingi nomor tersebut.
Namun tiba tiba saja ada orang membungkam mulutnya dari belakang,lalu kemudian Tak sadarkan diri.
*
*
Sera mengerjab ngerjabkan kedua matanya,usai sadar.entah apa yang sudah menimpanya,dan Hal itu membuat dia sama sekali tidak ingat.
" Dimana ini aku."Lirih sera sambil mengedarkan pandangannya yang sekelilingnya hanya di tumbuhi beberapa pohon ilalang.
" Tolong ada orang nggak disini." Seru Sera berteriak kencang.dia merasa takut karena hanya dialah sendiri di tempat ini.
Tap tap tap
__ADS_1
Tiba tiba ada langkah kaki seseorang yang terdengar dari belakang.spontan saja dia pun langsung membalikan badan.lalu membuatnya terkejut dengan kedua matanya terbelalak sempurna.
" Hai....apa kabar sahabatku sera..." Ujar seorang wanita sambil menyeringai menatap sera,sedangkan di belakangnya sudah ada dua pria bertubuh kekar seperti algojo bak seperti pengawal juga menatap garang ke arah sera.
" Liana...mau apa kamu.!" Teriak sera dengan wajah ketakutan.
Membuat wanita berhati jahat itu tertawa terbahak bahak,melihat wajah tegang sera
" Tentu saja untuk membuatmu Lenyap dari muka bumi ini." Cetus Liana dan kembali menampilkan seringai jahat.
" Jangan Macam macam kamu Li.!" Sentak sera sambil memundurkan langkahnya dengan ketakutan karena Liana terus mendekat diiring dua preman algoco nya.
" Hahahaha..bukankah seharusnya kamu berterimakasih padaku,karena aku sudah berbaik hati untuk mengirimu segera menyusul kedua orang tuamu dineraka sana.?!" Selorohnya membuat sera bergidik ngeri
" Tutup mulutmu.!dasar wanita gila.!"Bentak sera menatap marah pada sahabatnya yang sudah menghina mendiang kedua orang tuanya.
" Ya kamu benar kalau aku memang udah gila,tapi aku tak punya cara lain untuk menyingkirkanmu dari bayang bayang yudha.membiarkanmu tetap hidup dan calon bayimu sama halnya mengancam posisiku sebagai istri Yudha mahendra.!" Cetusnya dengan lantang.
Sera tersenyum miring mendengar bualan konyol sahabatnya itu." Apa kamu lupa kalau aku dan mas yudha sudah bercerai.?jadi untuk apa kamu merasa posisimu terancam,bahkan mas yudha sendiri kan yang memintaku untuk menandatangani surat perceraian itu didepan mata kepalamu sendiri !" Ucap sera dengan berapi api.
" Tetap saja kamu dan calon anakmu akan menjadi ancaman bagi diriku dan juga calon anakku,yang akan jadi calon pewaris harta Keluarga mahendra dan..... harta peninggalan Orang tuamu.hahaha..." tawanya menggelegar
" Dasar wanita ular,****** tidak tau diri kamu.!" Sembur sera
" Kalian hambisi nyawa wanita sialan itu.!" Seru Liana pada kedua algoconya
Mata sera langsung terbelalak,diiringi dengan tangisnya yang langsung pecah,sambil menggelengkan kepalanya.
Melihat wajah ketakutan sera tergambar jelas,membuat Wanita itu terbahak bahak.
" Penggal kepalanya.!" Titahnya
" Jangan...." teriak sera sambil mengatupkan tangannya dan memohon diiringi dengan langkahnya yang mundur ke belakang.
Namun Algoco itu terus saja maju melangkah menghampiri sera yang kini tubuhnya sudah terbentur oleh pembatas dinding,membuat sera semakin panik,takut kalut semua jadi satu.
" Aku mohon jangan bunuh saya dan juga anak saya..ku mohon Li." Pinta sera dengan tatapan mengiba
Sedangkan Liana menatap sera dengan tatapan penuh kebencian dan tersenyum sinis lalu berkata
" Buruan Penggal kepalanya.!" Seru Liana dengan Lantang sedangkan sera menggelengkan kepalanya diiringi dengan deraian air matanya yang sudah mengucur hebat
Sedangkan salah satu Algoco yang jaraknya sudah sangat dekat dengan Sera,sudah mengangkat kapak yang ada di tangannya,dan bersiap mengayunkan kapak tersebut untuk menebas kepala sera.
" Rasakan ini..."
" Aaaaaaaaaaaaaaa"
__ADS_1
Dor
Dor
Dor
Tiba tiba suara tembakan terdengar begitu saja di indera pendengaran sera,sontak saja membuat sera membuka matanya dengan perlahan.
" Alhamdulilah a aku masih hidup.." Gumamnya sambil takut takut membuka matanya ,ingin sekali dia membuka matanya memastikan siapa sesorang yang sudah menjadi dewa penyelamat hidupnya itu.
Dan betapa terkejutnya sera saat matanya terbuka Lebar melihat pemandangan didepannya,dua Algoco tersebut sudah terkapar di atas tanah bersama wanita licik yang menjadi pemimpinya,siapa lagi kalau bukan Liana yang juga sudah tewas bersimbah darah.
Sera berulang kali meneguk salivanya dengan susah payah,berharap ini mimpi bukan kenyataan melihat orang mati terbunuh didepan matanya meskipun orang orang tersebut juga ingin membunuhnya tapi Sera tidak pernah menduga sebelumnya jika dia harus menyaksikan pemandangan seperti ini didepan mata kepalanya sendiri.
" Siapa dia?apakah dia dewa penyelamatku.?" Tanyanya dengan gumaman pelan.
Namun pandangannya beralih pada sosok pria bertubuh tinggi tegap berdiri tak jauh dari ke tiga mayat yang sudah terkapar ditanah itu.
Dengan mengumpulkan keberaniannya sera pun membuks suaranya meski dengan nada bergetar..
" Si si siapa kamu...?" tanyanya dengan terbata.menatap punggung tegap seorang pria yang kini berada didepannya.
Dan sosok tegap didepanya pun perlahan membalikan tubuhnya,dan betapa terkejutnya sera saat mendapati siapa sosok pria tersebut yang kini sudah berbalik badan menghadap dirinya,sambil tersenyum padanya.
" Mas...Ibra...." Pekik sera tertahan,bibirnya langsung menganga sambil membulatkan kedua bola matanya.
Belum sempat Pria itu mendekat kearahnya tiba tiba suara tembakan terdengar dari arah belakang pria itu.
Bruk
Tubuh Ibra pun langsung jatuh terjerembab ke tanah ,ketika melihat ada seseorang tengah menembak punggung pria itu.
" Tidakkkkkkkkkkkkkkkkk..." Teriak Sera histeris
*
*
*
" Sera,sera bangun ra bangun...."
_ Bersambung_
Jangan Lupa kasih Like dan komennya jika suka.
Happy reading
__ADS_1