Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Istri Dekil, Kumal dan kusut.


__ADS_3

...*Wanita Baik dan Tulus saat ini sangatlah sulit untuk ditemukan,bagaikan jarum tertumpuk dengan ribuan bahkan juta'an jerami....


^^^Namun terkadang kamu harus mencurinya dari tangan laki laki ceroboh dan tidak bersyukur ,dengan apa yang telah dimilikinya.^^^


...Jadi jagalah selagi masih ada bersamamu,jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari, ketika ada tangan kokoh lelaki lain yang datang untuk merebut wanitamu*....


 


Dan disini lah mama ranti berbaring tergolek lemah tak berdaya,usai insiden perang dengan Ikan Lele,hehehe.


beberapa saat lalu papa wirya juga sudah memanggil Dokter untuk datang memeriksa istrinya.


" Gimana dok keadaan istri saya?baik baik saja kan dok?" tanya papa wirya dengan wajah paniknya.


Dokter Cantik yang biasa disapa dokter Melika itu pun mengulas senyumnya." Alhamdulilah keadaan Istri bapak baik baik saja,tadi saya sudah memberikan obat pereda anti nyeri supaya lukanya tidak infeksi.beliau hanya butuh istirahat saja,sebentar lagi juga istri bapak akan sadar."


Papa wirya menghela nafas lega." Syukurlah kalau begitu,terimakasih banyak dok kalau gitu." Ucap papa wirya sambil menyelipkan sebuah amplop kecil saat berjabat tangan dengan dokter wanita itu.


" Sama sama Pak.kalau begitu saya permisi dulu." Pamit dokter melika


" Iya dok silahkan." balas papa wirya


Dokter melika pun keluar dari dalam kamar tamu yang di tempati mertua Sera itu.


Namun langkahnya tiba tiba saja berhenti ketika melihat sosok wanita yang tidak asing baginya.


" Haii...." Sapa dokter melika


Sera yang di sapa merasa bingung dan celingukan,karena memang sera tidak merasa jika disapa oleh dokter itu,sera yang tadi disuruh papa wirya untuk mengambil makanan dan mengantarkan ke kamar mertuanya itu ,sebelumnya tidak tahu kehadiran dokter melika.dan Sera pun juga tidak ingat jika dokter melika juga yang menangani dirinya waktu pingsan dan dibawa ke Rumah sakit oleh mantan suaminya.


" Sa saya dok..?" Ulang sera dan kini dokter melika pun sudah berdiri tepat dihadapannya.


" Hai..Kenalin aku dokter melika,kamu lupa ya sama aku?"tanya dokter melika yang merasa antusias bertemu dengan salah satu kerabat Dari Saudara tirinya itu,lebih tepatnya kakak tiri. Ya Ibraksa Narendra adalah kakak sambung dari Melika Azzalea.


" Ma maaf apa sebelumnya kita pernah bertemu dok.?" tanya Sera sambil menatap bingung wanita cantik yang menjabat sebagai seorang dokter itu


Melika tersenyum hangat sambil mengulurkan tangan kanannya." Perkenalkan Saya Dokter Melika,kamu bisa panggil saya melika saja." Ucap melika


Sera yang masih terdiam kini pandanganya beralih menatap uluran tangan Melika,lalu membalas uluran tangan gadis itu.


" Saya Sera Amariliz,dokter bisa panggil saya sera." Ujar Sera


Dokter Melika terkekeh pelan,usai jabatan tangan mereka saling terlepas.lalu kembali menatap wajah bingung sera.


" Saya sudah tau nama mu sebelumnya sera." Ucap Dokter melika membuat sera terkejut dan bingung.


" Kok bisa dok?emm maksud saya dari mana dokter tau nama saya.?" Ralat Sera mengulang pertanyaannya.

__ADS_1


" Dari kakak saya."


" Kakak ?maksudnya?" Tanya sera dengan penasaran


" jadi gini beberapa hari yang lalu itu kakak saya datang kerumah sakit,bawa seorang wanita yang sedang tak sadarkan diri,lalu saya tanya siapa wanita itu,dan kakak saya bilang wanita itu masih saudara sepupu jauh katanya." Terang dokter melika disertai dengan senyum ramahnya


" Lalu dok hubungannya dengan saya apa?" tanya Sera yang semakin bingung dengan penjabaran dokter cantik dihadapannya itu


Dokter melika Mengulas senyum sambil menyentuh pundak Sera.


" Ya karena wanita itu adalah kamu sera."


" Hah?Saya dok..?" Ulang Sera dengan wajah terkejutnya


" Iya kamu sera,makanya tadi pas saya lihat kamu,saya jadi teringat sesuatu,seperti pernah lihat kamu,soalnya wajah kamu tidak terlalu asing bagi saya,dan ternyata benar saya memang pernah melihatmu dirumah sakit waktu di bawa kakak saya."


" Emmm kalau boleh tau,nama kakak dokter siapa..?"


" Namanya,----"


" Non sera,makanannya sudah di tunggu nyonya dan tuan di kamar." Potong bi nurti yang tiba tiba saja datang dari arah belakang


Hal itu lantas saja membuat Percakapan Antara dokter Melika dan Sera terputus.


" Oh yaudah kalau begitu saya pamit balik dulu ya sera,buruan sana sudah ditunggu orang tuamu." Ujar Dokter melika,sambil berlalu mulai melangkahkan kakinya.


" Udah ya kapan kapan kita sambung lagi obrolan kita,saya pergi dulu bye..." Seru dokter melika yang sudah pergi berlalu meninggalkan sera yang masih mematung,hingga sampai akhirnya Punggung dokter melika lenyap dari pandangannya.


Setelah itu Sera pun melangkahkan kakinya menuju kamar tamu sambil membawa sebuah nampan yang berisi makanan.


Ceklek.


" Lama sekali sih kamu ! Dasar menantu Lemot,lelet nggak berguna." Sembur bu ranti yang ternyata sudah tersadar dari pingsannya


" Tahan dulu emosi mu mah,kamu baru saja siuman." Papa Wirya mengingatkan


" Gimana mama nggak kesel tau pah sama dia,gara gara kebodohannya, si Betienya mama dicocol cocol lele jumbo, jadinya kan mendapat luka kayak gini ." Seru mama ranti dengan ekspresi wajah sok sedih dan tersakiti.wkwkwkwk


" I iya mah papa tau,tapi papa minta mama jangan kepancing emosi dulu ya,ingat mama punya riwayat jantung,bagaimana kalau jantung mama tiba tiba kumat,,bisa bisa papa jadi Duda keren dong..." Ucap papa wirya diiringi dengan kekehannya karena merasa geli membayangkan apa yang barusan di ucapkannya.


Dan Langsung saja Mama ranti menjewer telinga papa wirya,membuat pria slengekan itu menggaduh kesakitan


" Aduh mah ampun ma sakit." Protes Papa wirya dan langsung saja dilepaskan oleh mama ranti


" Maka nya kalau ngomong jangan sembarangan.! Enak saja nyumpahin mama kena serangan jantung,bisa mati dong mama,terus sia sia dong gak bisa nikmatin hasil jerih payah putra kita..." Cetus Mama ranti yang sedikit membuat sera melongo dengan ucapan yang keluar dari mulutnya itu barusan.


" Heh kamu..." panggil mama ranti pada sera yang berdiri di ambang pintu." Malah bengong saja buruan bawa sini,kamu pikir mama nggak laper..!" sambungnya lagi

__ADS_1


" I iya ma ." jawab sera lalu mendekat kearah sisi ranjang tempat tidur dimana mama mertuanya itu berbaring.


Brakk


Namun tiba tiba pintu kamar terbuka keras,terlihat Yudha tiba tiba saja datang setelah semalaman dia nggak pulang pikir sera.


" Mas yudha..." Sera menoleh kearah yudha yang langsung saja masuk dan menghampiri ranjang mamanya dengan wajah panik.


" Ma...mama kenapa ma?" Seru Yudha lalu beralih menatap sang papa.?" Mama kenapa pa?kenapa bisa kayak gini.?" Tanya yudha lagi


" Ini semua gara gara istri kamu yang pemalas itu yudha..!" Sahut Mama ranti mengadu pada putranya


" Maksud mama apa.?kenapa dengan sera?apa dia berbuat ulah.?!"


" betul sekali yudha,istri kamu itu kurang ajar. gara gara keteledoran dia waktu menguras kolam ikan,mama jadi di patok ikan." Gerutu mama ranti dengan wajah kesal.


" Hah?dipatok ikan?" Yudha sampai terperangah mendengar pengakuan mamanya itu


" Ahh pokoknya panjang ceritanya yud.yang jelas semua ini gara gara kecerobohan dan keteledoran istri kamu itu yudh,sepertinya istri kamu memang sengaja mau mencelakai mama yudha.." Cerocos mama ranti


Sera langsung menggelengkan kepalanya cepat,saat suaminya itu menatap tajam kearahnya dan melayangakan tatapan seperti mengintimidasi.


"Enggak mas,yang dikatakan mama itu tidak benar,aku sama sekali tidak punya niat nyelakain mama,tadi aku itu memang lagi membersihkan kolam renang dan juga kolam ikam,bahkan mama sendiri yang menyuruhku mas." Ujar sera dengan tatapan memohon.


" Heh dasar menantu tidak punya sopan santun,beraninya kamu memfitnahku yang enggak enggak sama putraku.!" Sembur mama ranti sambil menatap nyalang sera.


" Aku berani bersumpah mas,kalau yang dikatakan sama mama kamu itu tidak benar,itu semua fitnah mas.." Sera mencoba bela dir berharap suaminya itu akan mempercayai ucapannya. namun tampaknya Harapan Sera sia sia,karena sedikitpun yudha tidak akan pernah mau membelanya walaupun di keluarganya sendiri


Plakkk


" Mas.." Protes sera


" Apa?hah?mau lagi?" tantang yudha


" Kamu tega sekali sama aku mas,aku ini istrimu bukan musuh kamu.kenapa kamu tega berbuat kejam sama aku mas?!kenapa?!" Seru Sera dengan wajah yang mulai kalut.


Yudha tersenyum miring,pandangannya kini tertuju pada penampilan sera dari bawah sampai atas.


" Kenapa harus tidak tega sama istri dekil,Kumel kusut lagi.kayak Lo" Cibir Yudha menatap merendehkan pada sera." Bagi gue Elo itu emang pantas untuk tidak dihargai tepatnya di injak injak bagai sampah.!" sambungnya lagi dengan suara penuh penekanan.


" Mas...tega kamu ya.." Lirih Sera sambil menahan isakan tangisnya yang sudah tidak bisa lagi terbendung,menatap nanar sang suami yang terus saja selalu melukai perasaannya itu.


_Bersambung_


Happy reading.


Jangan lupa kasih dukungannya jika kalian suka

__ADS_1


__ADS_2