
Beberapa kali Bahu sera serasa tergencung oleh tepukan seseorang itu,dan betapa terkejutnya sera saat kedua matanya sudah terbuka mendapati pemandangan yang begitu mengejutkan dirinya.
Sosok Pria tampan yang beberapa hari lalu sempat menolongnya,dan membawanya ke sebuah apartemen mewah ,dan pria tersebut Ngekost di apartemen mewah milik temannya.
" Mas Ibra..." Lirih Sera usai membuka kedua matanya dengan sempurna.
Pria itu mengulas senyum manisnya kearah sera yang masih tertegun menatap tak percaya,sedangkan suasana di ruang karyawan itu mulai sedikit riuh karena para karyawan sedang berbisik bisik membicarakan CEO mereka malah melempar senyum hangat dan bersikap tak wajar pada karyawan baru itu,padahal Ibra selama ini dikenal sebagai pimpinan yang dingin,pendiam dan orangnya sedikit kaku,meski tidak kejam dan sombong tapi hanya beberapa orang tertentu saja yang bisa bersikap akrab pada Ibra.
" Kamu terlihat kecapekan sekali." Ujar Ibra dengan suara lembut dengan tatapan memuja.
" A a aku .." Sera kehabisan kata kata,serasa tenggorokannya tercekat,namun selanjutnya dia membuka suaranya kembali." Ka kamu ngapain disini mas..?" Tanya Sera dengan tatapan selidik namun Ibra malah terdiam dan terus menatapnya dalam,hal itu membuat sera jadi salah tingkah
" Ja jawab mas?ke kenapa kamu malah melihatku seperti itu.? La lalu se sedang apa kamu disini?"
Dan lagi lagi masih terdiam,sedangkan beberapa banyak pasang mata semakin berdesas desus dan saling bisik bisik tentang apa yang dilakukan sera saat ini.
" Apa kamu sedang mengikutiku?"
Ibra tersenyum penuh Arti,lalu sedikit mencondongkan tubuhnya untuk lebih mendekat ke arah sera,kedua tangan kokohnya menumpu di kedua sudut meja kerja sera,hal itu membuat sera terbelalak bukan main.sampai sampai wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus karena menyadari jika semua teman teman sedivisinya terlihat menatap ke arahnya semua.
" Mas jangan begini..." Pekik sera tertahan,namun tanpa sengaja pandang mereka satu sama lain sebelum akhirnya Suara pria yang ada dibelakang ibra mengintrupsi jika Ibra harus segera ke ruang meeting karena ada pertemuan dengan Klien.
" Maaf tuan muda,anda sudah di tunggu di ruang meeting,anda harus segera kesana karena klient penting sudah datang." Ucap seorang pria bernama rendy yang tak lain adalah asisten pribadi Ibra.
Ibra mengulas senyum penuh arti,lalu perlahan mengusap Pipi sera dengan lembut lalu berkata."Kayaknya kita memang di takdirkan untuk berjodoh.buktinya kita selalu dipertemukan dengan cara yang berbeda beda bukan?" Ucapnya setengah berbisik membuat tubuh sera.." Selamat datang kembali wahai Calon istriku." Imbuh Ibra diiringi dengan seulas senyum menggoda,lalu kembali menegapkan tubuhnya dan setelah itu pergi meninggalkan ruangan tersebut.
" Ayo kalian semua bubar bubar,lanjutkan pekerjaan kalian." Rendy memperingati para karyawan yang menyaksikan keintiman Ibra dan Sera untuk segera bubar dan melanjutkan pekerjaan kembali,sebelum akhirnya dia menyusul bosnya itu masuk kedalam ruangan meeting yang tempatnya masih satu lantai dengan ruangan ini.
Berulang kali sera mengerjabkan kedua matanya,mencoba menarik alam bawah kesadarannya supaya terkumpul kembali,ternyata apa yang dia alami barusan bukanlah kenyataan tapi hanyalah sebuah mimpi dan bunga tidur saja,namun anehnya kenapa di dalam mimpinya itu harus melibatkan mantan suaminya yang berperan sebagai dewa penyelamatnya padahal dia tidak pernah memikirkan pria itu,tapi kenapa malah dia muncul di mimpinya tadi.
" Hai kamu tidak apa apa.?" tanya seorang gadis muda berparas ayu,tampak jika usianya masih muda darinya.
" Eh a aku tidak apa apa kok." jawab Sera dengan gugup plus wajah nya yang masih tegang
Gadis tersebut mengulurkan tangannya sambil memperkenalkan diri." Oh iya kita belum kan tadi,namaku Della." Ujarnya dengan tersenyum ramah
Sera membalas uluran tangan tersebut dengan diiringi senyum yang canggung.
" Aku Sera.."
" Senang berkenalan denganmu." Ujar Della
" Sama sama della." Jawab sera
" Oh iya Betewe kamu memangnya kenal dengan Pak direktur ?" Tanya Della setengah berbisik
Sontak saja membuat Sera membelalakan kedua matanya.
__ADS_1
" Apa kamu bilang? Direktur.?"
Della mengangguk mantap." Pria tampan tadi itu namanya Pak Ibra dia Itu CEO di perusahaan ini."
" CEO..?"
Kepala sera seketika langsung berdenyut sedangkan Della terus saja mengoceh meski dengan suara bisik bisik
" Iya Ra, dia itu CEO kita.tampan kan dia dan Lagi si doi itu duda Lho,sayang sekali ya di usianya yang masih terbilang cukup muda statusnya udah Duda.." Cerocos della
" Du duda..." Sera tercekat mendengar kata kata della barusan membuatnya tak fokus dan tergugu bukan main.
" Iya Ra dia itu si Duda.bahkan ciwi ciwi disini itu nyebutnya duda keren.gimana nggak keren coba udah ganteng,cool,orangnya humble sama semua karyawan disini plus kaya lagi siapa coba yang nggak klepek klepek kalau deket sama si doi..." Ucap Della dengan semangat empat lima,sedangkan sera malah sebaliknya dia terlihat panik,cemas takut bercampur aduk bahkan keringat dingin mulai keluar dari dahinya.
" Tapi ada sayangnya sih.." Gumam della yang membuat Sera mengerutkan dahinya
" Dia itu sulit sekali dideketin wanita,dari mulai wanita wajah B aja sampai ke yang cantik level tinggi pun semuanya dia tolak ra,mulai dari Bu tamara,Bu Angela,Bu Sintia sampai dengan yang cantiknya level tinggi pun seperti miss Celine dan satunya siapa lagi ya emmm si dokter cantik kalau nggak salah itu adik tirinya sendiri itu pun gosipnya juga ada feel lhoh sama si doi tapi entahlah itu benar apa nggak yang jelas semuanya Lewat ra,nggak ada satupun yang dilirik sama Pak ibra,hebat kan dia.." Cetusnya." benar benar duda terhormat " Imbuhnya lagi dengan semangat
Sedangkan sera berulang kali terlihat menghela nafasnya dan membuangnya dalam dalam,membuat della kini menatap aneh dan heran pada rekan kerja yang baru dikenalnya itu.
" Cuma yang bikin gue bingung plus heran kenapa pak ibra terlihat akrab sekali sama kamu ra?apa kamu sebelumnya pernah kenal sama beliau.?" tanya Della dengan tatapan penuh selidik.membuat sera salah tingkah dan gugup sekali
" A aku...?" ulangnya gugup
" Iya kamu?bahkan semua karyawan tadi sempat bisik bisik lho lihat perlakuan pak ibra ke kamu yang terlihat sangat akrab dan aku sendiri juga sempat lihat tatapan pak ibra ke kamu itu lhoh ra aduh bikin meleyot ra,masa kamu nggak sadar sih ra..?" Della memberondong pertanyaan pada sera membuat sera jadi tambah semakin bingung dan panik
" Hah....?"
" Apaan sih del." protes sera saat della memegang keningnya." kamu pikir aku sakit?" imbuhnya dengan mimik wajah menahan kesal
" Gila baru kali ini ada cewek yang nggak terima mendapat tatapan memuja dari Si duren ra,,benar benar waow dan hebatnya lagi si cewek itu kamu..." Seru della sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
" Apaan sih kamu dell,nggak usah berlebihan."
" Shock aja aku ra,andai saja yang di tatap sebegitu dalamnya oleh pak ibra itu aku,mungkin aku udah pingsan dipelukan dada bidangnya yang mungkin aduhai nyaman itu ra..." Cetus della sambil tersenyum senyum berandai andai membuat Sera melotot namun tak juga membuyarkan lamunan gadis ceplas ceplos itu.
Hingga sebuah seruan suara tegas mengintrupsi della,suara dari seorang wanita yang tak lain adalah ketua tim divisinya namanya Bu tamara
" Della anggita..Sera Amariliz.!" Teriak wanita yang biasa di panggil bu tamara
" Mampus aku.." Gumam Pelan Della menundukan wajahnya sebentar sebelum akhirnya mengangkat wajahnya menatap sosok wanita berbadan tinggi gemuk yang kini sudah berkacak pinggang di hadapan meja kubikelnya sedangkan sera berulang kali menelan ludahnya kasar,dia baru saja masuk kerja malah harus berurusan dengan atasannya.
" Sa saya bu." Jawab Sera dan della kompak.
" Kalian ini mau kerja apa mau ngegosip!?" Bentak bu tamara
" Ke kerja bu." lagi lagi keduanya menjawab kompak
__ADS_1
" Kalau kerja kenapa harus ngobrol sendiri,kalian pikir kalian ini siapa hah?! Kalian lupa kalau ini waktunya masih jam kerja?mau kalian berdua dipecat ?!" gertaknya membuat nyali dua wanita tersebut nyalinya langsung menciut
" Ma maafkan kami bu." Ujar sera dengan lirih sedangkan della hanya diam seribu bahasa dan sesekali mengeluarkan kata maaf walau pelan
" Maaf maaf,enak saja bilang maaf,udah kerja asal asalan ngobrol ngobrol nggak lihat waktu sekarang enteng sekali minta maaf." Sembur bu tamara lalu beralih menatap nyalang kearah sera." Kamu lagi baru juga sehari kerja udah cari masalah,udah tidur di jam kerja,buat kegaduhan sampai sampai di tegur langsung oleh pak direktur sekarang malah nambahin masalah dengan ngobrol tidak bermutu seperti tadi,kamu mau dipecat dari perusahaan ini hah.?!" Bentak Bu tamara sambil menggebrak meja
Sera sampai berjingkat kaget karena untuk pertama kalinya dia dibentak orang lain didepan umum.
" Kenapa diam?bisu kamu.!" Semburnya membuat sera menjadi gemetar
" Ma maafkan saya bu,sa saya akui sa saya salah,ta tapi sa mohon bu maafkan saya tolong jangan pecat saya." Mohon sera dengan tatapan mengiba sedangkan della menatap sera dengan nanar merasa bersalah pada sera
" Enteng sekali kamu bilang maaf memangnya ini perusahaan milik nenek moyangmu.!"
" Maafkan saya bu,saya akan terima semua konsenkuensinya bu,asalkan saya tidak dipecat dari perusahaan ini." Sera bangkit dari tempat duduknya dan berniat akan berlutut didepan wanita itu,namun langkahnya terurung karena ada suara seseorang yang mengintrupsinya dari arah belakang.
" Hentikan...!" Suara tegas dan lantang itu keluar dari sosok pria yang menjabat sebagai CEO siapa lagi kalau bukan Ibra
Semua mata tertuju pada sosok pria tersebut tak terkecuali sera dan juga ketua timnya itu.
" Pak Direktur..." Ucap Tamara diiringi dengan senyum penuh hormat sedangkan sera hanya diam mematung.
" Bu tamara saya minta ikut ke ruangan saya.!" Ucap Ibra dengan tegas lalu pergi begitu saja diiringi oleh sang asisten pribadinya.
Tamara terlihat mengulas senyum penuh arti lalu kembali menatap ketus kearah sera.
" Awas ya kamu,urusan kita belum selesai." Ancamnya lalu melenggang pergi menyusul sang direktur utama masuk kedalam Lift.
" Ra kamu nggak apa apa kan.?" tanya della selepas kepergian orang orang penting itu dan mendapat gelengan kepala dari sera.
" Maafin aku ya ra gara gara aku kamu jadi dapat masalah sama si wanita gembrot itu."
" Hustt..." ucap sera mengingatkan
" Opps." Ujar Della diiringi dengan membungka mulut sebelum akhirnya mereka tergelak berjama'ah.
" Jadi Ini nyata,Ceo ku mantan suamiku." Batin Sera sambil menarik sudut bibirnya
_Bersambung_
*
*
Maaf ya readers othor baru bisa up soalnya kemarin kemarin lagi ada banyak urusan di dunia nyata othor jadi belum bisa update tapi sekarang alhamdulilah othor bakal sempetin update setiap hari mulai hari ini.
Jadi mohon kasih dukungannya ya jika suka dengan cerita receh othor.
__ADS_1
Happy reading