Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Bertemu kembali


__ADS_3

Seperti biasa,Rutinitas Sera sehari hari hanya berdiam diri saja di kamar,setelah kepergian suaminya kekantor.


Sebenarnya Sebulan yang lalu sera bersikukuh ingin ikut bekerja di perusahaan dengan alasan mengusir kebosanannya yang hanya berdiam di rumah,namun ternyata dengan tegas yudha menolak keinginannya itu,pria itu mengatakan jika tugas seorang istri hanyalah melayani suaminya dirumah bukan malah berkeliaran diluar rumah.maka dengan sangat berat hati sera menuruti perkataan suaminya meski dalam hati dia sangat kesal.


" Bosen juga ternyata dirumah terus,nggak ada kegiatan apa apa lagi." Gumamnya sambil membolak balikan Buku Novel yang ada di tangan kanannya.


" Apa sebaiknya aku jalan jalan saja ya dari pada suntuk dirumah." gumamnya lagi karena mendapat ide untuk mengisi kejenuhannya yang seharian saja dirumah tanpa berbuat apa apa.karena pekerjaan rumah semuanya sudah dikerjakan para ART masing masing.


" Yaudah deh baiknya aku keluar aja,jalan jalam sambil cari udara segar biar tidak terlalu stress lama lama diam diri dirumah apalagi memikirkan masalah tadi malam malah bikin aku tambah stress,emmm tapi enaknya jalan jalan kemana ya." Gumamnya lagi setelah menutup buku Novelnya dan meletakan diatas nakas.


Lalu sera bergegas mengganti pakaiannya di ruang ganti.


Sera sudah berada didepan cermin besar meja hiasnya. sambil menatap pantulan dirinya.


Sera memiliki wajah putih bersih,mulus tanpa bekas noda jerawat sedikitpun,ditambah lagi akhir akhir ini Sera selalu racin memoleskan Sckincare yang akan tambah membuat wajahnya semakin cantik dan pastinya Glowing.


Sera memakai Outfit lengan panjang berwarna biru muda,yang dia padukan dengan celana Jeans warna putih,tak lupa dia memakai Sneakers warna putih juga yang senada dengan celanannya.


Wajah sera kini nampak Cantik dan segar,setelah dia memoles sedikit wajah ayunya,tak lupa dia memoleskan liptint warna baby pink sehingga membuat bibirnya yang berwarna merah muda alami itu semakin segar dan enak dipandang.


Rambut panjang Hitam Sera dia kucir kebelakang bagai ekor kuda,sedangkan bagian depan dia kasih Poni yang menambah kesan Imut dan Cute di balik wajah Baby face nya.


Setelah memastikan penampilanya sempurna,sera tersenyum kecil.lalu mengambil toote back miliknya,tak lupa dia memasukan Ponsel dan juga dompet milik ya kedalan toote back nya itu.


" Wah Wah non sera cantik banget mana geulis pisan atuh non,mau kemana atuh non?" tanya bi nurti yang melihat sera menuruni anak tangga menghampirinya


Sera melepar senyum manis dan menawan di bibirnya." Sera mau jalan jalan keluar sebentar bi cari angin biar nggak jenuh." jawabnya


" Sendiri apa diantar Tuan Yudha non?"


" Sendiri bi,kan Mas yudha masih dikantor."


Sera bisa menangkap perubahan raut wajah bi nurti yang terlihat tak tenang dan gelisah.


" Bibi tenang aja tadi saya sudah minta izin ke Suami saya,kalau saya akan pergi jalan jalan keluar sebentar." Terang sera dan disambut dengan senyum lebar pembantu itu


" Non sera berangkat sendiri apa diantar supir Non.?" tanya bi nurti memastikan

__ADS_1


" Berangkat sendiri aja ya bi,sekalian nanti mau pergi ke pemakaman ayah sama bunda."


" Nggak diantar supir aja non.?" tanya bi nurti dengan khawatir


Sera tersenyum dan menggeleng." nggak usah bi,tadi saya sudah pesan taksi online bentar lagi juga nyampek."


" Oh gitu ya non."


" Iya bi,kalau gitu saya pergi dulu ya bi,taksinya udah dateng.titip rumah ya bi.Assalamualaikum." Pamit sera


" Walaikumsalam non ati ati dijalan."


*****


Sera terpaksa berbohong sama bi nurti perihal meminta izin sama suaminya,nyatanya dia sama sekali tak memberi kabar pada yudha,untuk meminta izin,toh bagi sera percuma saja meminta izin dari suaminya dalam suasana masih panas begini,pasti suaminya itu tidak akan mengizinkannya pergi dan tetap mengurungnya didalam kamar.


Membuat sera sangat jenuh dan bosan karena seperti layaknya burung didalam sangkar,dia hanya ingin merasakan udara bebas sejenak dari rasa penatnya yang selalu menjadi makanannya sehari hari.


" Berapa pak total uang ongkosnya.?"tanya sera usai mobil taksi yang di tumpanginya mendarat di tempat tujuan utamanya. Yaitu sebuah Mall terbesar berada dikawasan kota jakarta ini.


Sera pun mengeluarkan selembar uang berwarna merah dan menyerahkannya pada supir taksi itu.


" Ini pak,kembaliannya ambil saja." ucapnya lalu lekas membuka pintu dan keluar dari mobil taksi tersebut


" Terimakasih mbak." balas supir taksi tersebut


Setelah itu sera pun berjalan masuk kedalam pusat perbelanjaan itu,kedua mata indahnya menyusuri seisi sudut mall tersebut,banya orang berlalu lalang dengan aktivitasnya.


Merasa tenggorokannya kering,Sera memutuskan untuk ke kedai minuman yang tak jauh darinya.


Dia memilih kedai Es teh indonesia.


Setelah memesan minum,dan pesanannya pun sudah jadi,dia pun segera membayar minuman itu,selanjutnya dia kembali berjalan menyusuri pusat perbelanjaan itu,sambil cuci mata pikirnya.


Namun tiba tiba saja langkah sera terhenti saat dia tidak sengaja menabrak tubuh seseorang karena dia baru saja menerima sebuah pesan dari ponselnya.


Bruk...

__ADS_1


" Aw.." Sera mengaduh ketika merasa tubuhnya menabrak seseorang.


" Anda baik baik saja.?" Suara berat itu terdengar di telinga dan dia merasa tidak asing dengan siapa pemilik suara itu.


Deg


Dan betapa terkejutnya sera saat mengangkat wajahnya dan beralih menatap sosok pria bertubuh tinggi tegap berdiru didepannya.


Kedua mata mereka saling bersiborok ketika tatapan mereka tak segaja bertemu.


Dan kepingan kepingan puzzle masalalu Sera kembali saja terlintas dipikirannya,perasaaan kalut,marah,kecewa,bahkan rindu semua menjadi satu.kenapa dia harus bertemu kembali dengan pria yang mati matian ingin dilupakan dan dia hapus setiap kenangan yang diberikan pria itu.


" Sera." Suara serak pria itu mampu menarik kesadaran sera kembali,sehingga membuat sera cepat cepat beranjak meninggalkan pria itu.


" Maaf saya tidak sengaja,permisi." ucap sera sambil berjalan melewati pria tersebut yang masih diam mematung kehadiran wanita yang masih bertahta dihatinya itu.


Menyadari wanita itu melangkahkan kaki dan melewatinya,cepat cepat pria yang biasa disapa ibra kembali menyusul langkah sera yang terkesan buru buru dan


Grebb


Pria bernama ibra itu berhasil mencekal pergelangan tangan Sera dan menahan wanita itu.


" Lepas ...!" Sera menyentak tangan pria itu dan menatap dengan sorot mata penuh kebencian pada ibra


" Maaf.." Jawab ibra dengan pandangan yang sulit diartikan pada Sera.


" Oh...Jadi gini kelakuanmu dibelakangku,diam diam keluyuran dan malah janjian bertemu sama pria lain."


Dan belum sempat Sera melangkahkan kakinya pergi,tiba tiba saja dikejutkan dengan suara yang familiar untuknya,siapa lagi kalau bukan dari Yudha,suaminya.


" Mas yudha." Pekik Sera yang kini beralih menatap kearah sumber suara dimana suaminya sudah berdiri tepat dihadapannya dengan tatapan sorot mata tajamnya.


Bersambung


Jangan lupa kasih dukungannya biar Othor tambah semangat nulisnya.


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2