
Setelah masuk kedalam kamar,Sera pun langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi,dia berdiri didepan cermin besar dan membasuh wajahnya berulang kali.
" Ya Allah sakit,kenapa sakit sekali diabaikan suami sendiri." Gumam Sera yang terus saja menekan dadanya berusaha menghilangkan rasa sesak yang menelusup didalam hatinya
" Hahh...." Sera sampai berkali kali menghela nafas kasarnya dan membuangnya secara kasar.sedangkan Buliran krystal bening tak luput turun dari sudut kedua mata indahnya
Malam ini adalah malam tangisan seorang Sera Amariliz,yang hanya mampu menahan sesak dan rasa perih dalam hatinya.mungkinkah Sera sudah mulai membuka hati untuk suaminya,atau sekedar rasa cemburu saja sesuai fitrahnya sebagai seorang istri.
Ceklek
Sera sempat terkejut saat mendapati Suaminya sudah berdiri didepannya,tepatnya didepan pintu kamar mandi yang barusan dia buka.sepertinya suaminya itu menunggunya keluar dalam kamar mandi.
Dengan emosi yang masih tersisa,Sera hanya melongos melewati suaminya tanpa sepatah katapun.namun sebelum dia pergi Yudha terlebih dulu mencekal pergelangan tangannya.
" Lepasin mas.!" Sentak Sera dengan suara tertahan,semantara yudha masih menatap tajam istrinya itu.
" Aku bilang lepasin mas.!" Lagi lagi sera menggaduh meminta yudha melepaskan cekalan tangannya,namun sepertinya pria itu seolah olah menulikan pendengarannya.
" Aku ingin bicara sebentar sama kamu.!"
" Soal apa?" Sera balas menatap suaminya dan balik tanya
" Soal sahabatmu,Liana.!"
Sera memutar bola matanya jengah,tak taukah suaminya itu luka yang baru saja dia torehkan belum menyurut,kini dengan tidak tau dirinya ingin membubuhinya lagi dengan membahas soal wanita yang sudah membuat mereka bertengkar tengah malam.
" Aku tidak ada waktu jika harus membahas soal wanita itu mas.!"
" Tapi ini penting !" Yudha tak kalah ngototnya
" Aku mau tidur,ngantuk." Sera menyentak cekalan tangan dari suaminya lalu berlalu melewati suaminya begitu saja
Yudha yang merasa terabaikan menatap kesal pada istrinya itu.
" Dengar ya sera jangan sampai gara gara kamu berlaku tidak sopan terhadap sahabatmu yang datang sebagai tamu,imbasnya pada perusahaan kita.!" Kini suara Yudha mulai meninggi membuat sera menoleh dan mengeryit heran
" Maksud kamu apa mas?" Tanya Sera
" Aku hanya tidak ingin ada berita pengaduan dari surat kabar majalah bisnis jika ' Seorang istri pebisnis muda dilaporkan kepolisi oleh seseorang atas tindakan sudah berbuat hal yang tidak menyenangkan.!" Ucap Yudha penuh penekanan diakhir kalimat
Sera terkekeh geli mendengar ucapan suaminya itu,yang dirasa cukup Lebay maksimal,menurutnya suami itu terlalu paranoid jadi orang atau justru terlalu naif.jujur sera tidak habis pikir dengan pemikiran dangkal Seorang 'Yudha Mahendra'
__ADS_1
" Ucapanmu sungguh menggelitik dihatiku mas."
" Sera.!" Sentak Yudha
" Ya Ya Ya,aku minta maaf kalau ucapanku barusan keliru,tapi jujur Aku benar benar tidak habis pikir dengan pemikiranmu yang kurasa sangat dangkal itu mas,bisa bisanya kamu berpikiran seperti itu,seoalah olah Liana adalah ancaman terbesarmu."
" Kamu jangan pernah menyepelekan sesuatu,jika pengetahuanmu soal dunia bisnis sangat minim.!" Sembur Yudha dan langsung saja menyurutkan senyum sera yang tadi nampak tenang.
Sera yang tadi duduk diatad ranjang sampai berdiri dan berjalan menghampiri suaminya.
" Apa kamu Lupa dengan posisimu sebelumnya mas Yudha Mahendra.?" tanya Sera dengan sorot mata yang begitu dalam seolah sedang menelisik Netra hitam pekat pria yang kini menjadi suaminya itu.
Yudha terlihat menyungginggkan senyum di bibirnya lalu berkata." Sayangnya aku sudah Lupa itu sera sayang,yang ku ingat sekarang Akulah Direktur utama di A'Era group,aku balik ingatkan itu padamu jika kau lupa hal itu." Cetus Yudha disertai seringai licik dibibirnya sambil menepuk nepuk pelan pipi putih mulus istrinya.
Sera tertegun mendengar ucapan Suaminya itu yang justru terkesan ingin meremehkan balik dirinya,entah mengapa perasaannya kali tidak enak,atau dia hanya sedang lelah jadi fikirannya mudah sekali negative thinking sama sama orang termasuk suaminya sendiri.
" Maksudmu apa bicara seperti itu mas.?" Tanya Sera yang sudah tidak tahan menanyakan hal yang mengganjal dihatinya.
Yudha tersenyum kecil lalu mengusap bibir istrinya itu dengan memberi tatapan yang tak bisa terbaca.
" Tidurlah,sudah larut malam.jangan lupa bangunkan aku lebih awal." Ucapnya lalu berjalan melewati Sera yang masih bergeming,sedangkan Suaminya itu sudah beranjak naik diatas tempat tidur.
-----
Yudha pun berjalan santai menuruni anak tangga,sambil mengancingkan jas kerjanya.lalu berjalan menghampiri sera yang sudah terlihat sibuk menyiapkan sarapan di meja makan.
Sera yang menyadari kedatangan suaminya itupun langsung menyeret sebuah kursi untuk di buat duduk suaminya.
" Hari ini masak apa bi.?" tanya yudha yang mengabaikan kehadiran istrinya
Bi nurti pun menoleh kearah Yudha yang baru saja duduk di kursinya sambil melihat lihat beberapa menu sarapan yang tersaji diatas meja makan
" Maaf tuan pagi ini semuanya yang masak Nona Sera." Tutur Bi nurti
Hal itu sontak membuat Yudha mengalihkan pandangannya pada sera yang duduk di kursi depannya.
" Tumben?" tanyanya singkat dan padat sambil mengukir senyum simpul
" Lagi pingin aja.!" Jawab sera dengan cuek dan terus saja menyuapkan sendok yang berisi makanan ke dalam mulutnya
Terlihat rahang Yudha mengetat,tanda dia tidak suka dengan sikap acuh istrinya.
__ADS_1
" Apa kamu mulai sengaja ingin mengabaikan hal keci,l tugasmu sebagai seorang istri.?"
Sera yang ingin menyuapkan sendok kedalam mulutnya jadi tertahan,lalu beralih menatao suaminya.
" Apa masih perlu.?" tanyanya wajah tanpa bersalah sambil menaikan alisnya
" Ckkkk !.masih pagi sudah bikin selera nafsu makanku hilang.!" Yudha berdecak kesal dan langsung berdiri dari tepat duduknya.
Sera yang sudah kepalang sakit hatu memilih untutk mengabaikan kepergian suaminya.namun baru saja dia ingin melanjutkan sarapannya,tiba tiba saja dia mendengar percakapan Suami dan sahabatnya itu yang tengah bertegur sapa usai Liana keluar dari kamarnya.
Buru buru Sera menyudahi sarapannya dan berjalan menghampiri suami dan juga sahabatnya itu tengah mengobrol.
" Pagi mas yudha." sapa Liana sambil tersenyum hangat
Yudha yang tadi wajahnya ditekuk langsung saja menerbitkan senyum manisnya.
" Pagi juga Liana,gimana?apa tidurmu semalam nyenyak.?"
Liana tersenyum dan mengangguk kecil." Ya mas."
" Syukurlah. " balas yudha yang dibalas dengan senyuman juga
" Kebetulan pagi ini saya mau langsung pamit balik pulang mas.sekalian ingin mengucapkan terimakasih sama mas yudha dan juga sera karena sudah di izinkan bermalam disini." Ucap Liana
" Sama sama Lia,nggak ikut sarapan dulu sama sera.?" tanya yudha dengan suara lembut dan ramah
Liana menggeleng pelan." nggak perlu mas,takut nanti ngrepotin dan ganggu waktu mas yudha sama sera." jawabnya sambil diiringi lengkungan kecil dibalik senyumnya
" Baguslah kalau kamu menyadari hal itu Li." Sahut Sera yang tiba tiba datang dan memotong percakapan Suami dan sahabatnya
" Sera.!"
" Sudahlah mas ini terlalu pagi untuk kita saling berdebat bukan,lebih baik kamu segera berangkat kekantor supaya tidak telat meetingnya.hmmm." Potong sela dengan suara sengaja dilembutkan lalu memilih menghampiri suaminya dan mulai merapikan dasi milik yudha yang dirasa belum pas dan rapi dimata sera." Dan kamu Liana,sekarang juga kamu bisa pergi dari rumah ini." sambungnya sambil beralih menatap Liana yang terlihat wajahnya menahan kesal dan mengepalkan tangannya.
Terlihat ada seringai kecil dibibir tipis milik sera,ketika menyadari ada kekesalan yang tertahan diwajah wanita yang dibilang sahabatnya itu,sedangkan Yudha hanya bisa menatap diam istri dan juga kekasihnya bergantian karena merasa diperebutkan oleh dia wanita cantik beda gaya penampilan itu.
" Oke aku pergi sekarang." Ketus Liana sambil menghentakan kakinya karena kesal,lalu berlalu pergi melewati Yudha dan juga sera.
Tanpa disadari oleh sera,terlihat yudha menarik sudut bibirnya dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri dan kekasihnya itu.
_ Bersambung_
__ADS_1
Jangan Lupa kasih dukungannya jika suka.
Happy reading