
Dengan Sigab Ibra membopong tubuh ramping sera keluar dari mobilnya,lalu membawanya masuk kedalam Apartemen lama miliknya.
Dengan Hati hati Ibra membaringkan tubuh Lemah sera yang basah tadi kini mulai sedikit mengering diatas ranjang tempat tidurnya.
Tak lama kemudian Ibra pun merogoh ponsel yang ada dalam kantong celananya,dan nampak menghubungi seseorang.
" Hallo,Ga buruan kamu ke apartemenku sekarang juga,sekalian bawa suster."
" Gila..ini sudah larut malam bro..lagian mana ada suster yang mau gue ajak keluar malam malam..memangnya suster ngesot." Cerocos seseorang dari seberang sana
" Aku bayar dua ratus juta Cash.!"
Tuttttttttttttttttttttttt
Dan sambungan Telpon pun terputus,tak lama kemudian Suara Ketukan pintu terdengar pintu menampilkan satu orang laki laki dan satu orang perempuan dari balik pintu dan langsung saja masuk,karena sudah terbiasa.
Dia adalah Dokter Arga Bima Aksara,seorang dokter muda berusia dua puluh sembilan tahun,terkenal ramah dan juga humble pada kaum hawa sangking Humblenya sampai sampai disebut sang Cassanova kelas kakap,namun sampai saat ini statusnya masih single.
" Ck...Gila bener sohib gue yang satu ini ya,tengah malam gini nyuruh orang buat cepat cepat datang kesini." Seloroh Arga ketika baru saja melenggang masuk ke apartemen mewah milik ibra
Ibra Hanya memijit pelipisnya karena merasa pening mendengar selorohan dari sahabatnya itu.
" Udah diem nggak usah bawel,buruan jalankan tugasmu!.ada kan susternya..?" tanya Ibra
" Ada noh suster ngesot." Ketus Arga yang langsung mendapat lemparan bolpoin tepat di keningnya
Ctakk
" Busett Sensitive amat sih Lo Bra...Ada toh diruang depan." Cetusnya sambil mengelus keningnya
" Ngomong Apa kamu barusan..?"
" Iya Sorry Ibraksa Narendra Wijaya yang terhormat..." Ralat Arga sambil berdecih geli
" Buruan panggil sustermu masuk."
" Suster Agnes." Panggil Arga dan sosok wanita muda muncul lalu menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
Terlihat wanita muda bernama Agnes pun sesaat diam mematung menatap wajah tampan Ibra dengan tatapan penuh kekaguman,sedangkan yang ditatap pun tak sedikitpun merespon malah terlihat panik dari raut wajahnya.
Tak lama kemudian Arga dan Suster Agnes masuk ke kamar utama Ibra yang didominasi warna abu abu netral khas pria maskulin.
Ibra meminta dokter Arga untuk menyuruh suster Agnes mengganti pakaian Sera yang tadi basah dengan Kaos oblong warna Biru muda yang pastinya nampak kedodoran.
Usai mengganti baju basah Sera dan melepas semua baju basah yang menempel di tubuh sera,tak lupa juga menyuruh suster Agnes untuk menutupi bagian bawah Sera yang tak terbungkus dengan satu helaian pakaian pun dengan selimut Tebal yang ada di ranjang kingsize tersebut .
Setelah itu dokter Arga dan ibra baru masuk kembali ke dalam kamar,dan Arga mulai memeriksa keadaan sera yang masih belum sadarkan diri,walaupun sebelumnya Arga sangat shock dan terkejut melihat sosok wanita yang kini tengah berbalik lemah ditempat tidur.
Namun Ibra hanya memberi isyarat untuk tidak terlalu banyak tanya dulu sebelum menjalankan tugasnya.
" Gila Broooo Sejak kapan Lo bisa bertemu mantan bini Lo lagi?Roman romannya bakalan ada adegan Cinta lama belum kelar ini...?" Goda Arga dengan senyum jenakanya usai memeriksa kondisi tubuh sera.
" Ehemm..." Ibra berdehem agak keras untuk menetralkan dirinya." Gimana keadaannya.?" Tanyanya dingin sambil melirik kearah suster Agnes yang berdiri tak jauh dari mereka membuat Arga ikut melirik kearah suster muda itu dan kembali bersikap profesional
" Oh..Keadaannya baik baik saja mungkin hanya kecapekan saja.tapi bisa saja karena faktor lain juga ." Ujar Arga Ambigu
" Faktor lain maksud kamu.?" tanya Ibta sambil menautkan Alis tebalnya
" Ini hanya prediksiku saja,kalau dia sedang Hamil muda."
" Iya Hamil..Hamil anak orang." Balas Arga dengan santai dan wajah tanpa beban
Sedangkan Wajah Ibra sudah berubah pisah dengan tatapan matanya yang gusar.
" Tapi ini baru prediksiku saja.lebih baik besok kamu bawa saja ke rumah sakit untuk memastikan keadaan dia itu saran saya,biar jelas." Terang dokter Arga
Puk
Arga menepuk Pundak kokoh Ibra yang kini masih tak bergeming." Ini sudah malam bro kalau begiti kita pulang dulu." Pamitnya dan mendapat anggukan kepala oleh ibra
" Oke..Nanti uangnya gue transfer Ke rekening Kamu." Ujar ibra dengan tatapan sendu kearah Sera yang masih berbaring diatas kasur.
" Santai saja bro kalau jodoh tidak akan kemana." Ujar Arga yang langsung mendapat lirikan tajam oleh ibra,lalu dengan gerakan cepat Arga melangkahkan kakinya keluar dari apartemen Ibra diikuti dengan susternya yang mengekorinya dari belakang.
Kini di dalam kamar hanya ada Ibra dan juga sera,pria itu kembali menatap nanar wanita yang masih bertahta dihatinya itu.perlahan mulai mendekat kearah ranjang tempat tidur lalu berdiri tepat disamping ranjang tersebut.
__ADS_1
" Sebenarnya apa yang terjadi sama kamu sera,kenapa kamu bisa seperti ini." Lirih ibra sambil mengelus perlahan wajah putih bersih wanita itu yang sekarang sudah lumayan tidak pucat seperti tadi.
" Apa mungkin yang dikatakan sama Arga itu benar kalau kamu sedang hamil anak pria bajingand itu." Gumamnya lagi meski dia tau kalau Sera sudah menikah kembali dengan pria yang baru baru ini dia ketahui jati dirinya itu,lantas tak membuatnya mengakui jika pria itu adalah suami sera saat ini,mengingat Apa yang pernah dilakukan pria itu beberapa waktu lalu,membuatnya tak sepenuhnya jika pria itu menjadi sosok suami yang baik bagi sera,meski dia pun sendiri bukanlah sosok yang baik juga menjadi suami sera pada waktu
" Mungkinkah Pria bajingand itu sudah menyentuhmu ra?jika Iya berarti kelak nanti suatu saat jika Tuhan masih mengizinkan aku untuk kembali bersamamu Aku bukanlah pria yang pertama menyentuhmu." monolognya dalam hati lalu dengan cepat dia mengusap wajahnya dengan kasar.
" Ayolah ibra kamu mikir apa,ayolah sadar kamu jangan terlalu berharap dan memikirkan yang macam macam." Gumamnya lagi dengan wajah gelisahnya
Setelah lama bergelut dengan pemikirannya,Ibra memutuskan untuk masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket karena aktivitasnya yang seharian cukup melelahkan baginya.
Usia membersihkan diri Ibra pun keluar kamar mandi hanya dengan memakai jubah mandinya.
Dia yang merasa tubuhnya sangat lelah hari ini,bergegas keluar dari kamar lalu menuju Pantry.tak lama kemudian dia kembali masuk kamar sambil membawa secangkir kopi hangat di tangannya.
Lalu dia pun duduk kembali disofa sambil memandangi tubuh Sera yang masih berbaring ditempat tidur.namun baru saja akan menyeruput tiba tiba suara jeritan Sera langsung menggema mengisi sudut ruangan begitu saja.
" Aaaaaaaarkkkkkhhhhhh." Secepat kilat Ibra bangkit dari tempat duduknya dan mendekat kearah Sera yang kini sudah terbangun dengan wajah paniknya.
" Ada Apa..?apanya yang sakit.?" Tanya Ibra sambil menatap sera yang sudah terduduk diatas ranjang sambil memeluk tubuhnya sambil menaikan selimut sampai dadanya.
Terlihat wajah Sera begitu panik dan tegang saat melihat sosok pria yang tak asing berada didepannya itu,apa lagi melihat pria itu hanya memakai jubah mandi saja.lalu pandangannya beralih pada tubuhnya yang ternyata sudah berganti bagian,apalagi mendapati tubuh bawahnya polos tanpa menggunakan sehelai pakai pun dan hanya terbungkus dengan selimut tebal saja dan beberapa perasangka buruh sudah memenuhi pikkran sera.
" Aaaaaaaaaa.mas ib ibra..."
" Tenang sera tenang aku bisa jelasin semuanya.." Ibra mencoba mengelak supaya sera tak berpikiran yang macam macam,namun dugaannya meleset wanita mengamuk dan menjerit histeris
" Aaaaaa aapa yang kamu lakukan mas ibra.! Dasar cowok mesum." Teriak Sera lalu langsung meraih benda apapun yang ada didekatnya termasuk bantuk guling yang kini sudah melayang di wajah tampan Ibra.
Puk
Puk
Puk
_ Bersambung_
Jangan lupa kasih dukungannya jika suka
__ADS_1
Happy reading