
" Tidaaaaaak...."
Suara teriakan Sera yang melengking mengisi sudut ruangan,membuat Yudha yang baru saja tiba langsung berlari kearahnya.
" Sera..." Seru Yudha
" Mas Yudha.." Lirih sera yang langsung menghambur ke pelukan Yudha.sedangkan Yudha menoleh ke kanan dan ke kiri,seperti sedang mencari sesuatu.ya tentunya mencari sosok pria yang tadi melarikan istrinya ke rumah sakit ini,membuat rencananya kacau berantakan.
" Apa yang terjadi sera?kamu kenapa?kenapa wajahmu begitu ketakutan.?" tanya yudha setelah mengurai pelukannya lalu menangkup kedua pipi istrinya itu
" A aku takut mas,di dia.." Jawab Sera terbata bata dan tak sanggup mengatakan apa yang baru saja dia mimpikan
" Tenang ya sayang ada aku disini.kamu aman." Ucap Yudha sembari mendekap tubuh sera kembali sambil mengusap punggung istrinya itu supaya tidak histeris lagi.
Sedangkan di sisi lain,sosok pria berkaos putih yang tadi membawa sera ke rumah sakit ini,sedang berdiri tak jauh di balik kaca jendela ruang inapnya sera.sembari menatap tajam pada dua insan yang saling berpelukan satu sama lain,karena sebelum Sera benar benar sadar,secepat kilat dia pergi dan bersembunyi tak jauh dari ruang inapnya sera.
Sosok pria itu bernama 'Ibraksa Narendra' atau yang biasa di sapa Mas ibra oleh sera. yang tak lain adalah Mantan suami Sera Amariliz.
Terlihat sorot kedua mata ibra menatap tajam kearah Sera,mantan istri yang masih sampai ini bertahta dihatinya meski saat ini wanita itu juga membuat hatinya hancur.karena sudah menggantikan posisinya dengan membuka hati dengan pria lain yang entah siapa dia pun tidak tau itu.yang jelas ibra yakin jika pria yang saat kini sedang bersama sera bukanlah orang baik.dan mempunyai niat buruk pada sera.
Mengingat Kejadian beberapa saat tadi,ibra yang tadinya ingin pergi,tiba tiba saja mengurungkan niatnya.
Dengan langkah kaki lebar,dia memutuskan untuk masuk kembali ke ruangan sera,sambil mengepalkan kedua tangannya.
Tanpa basi basi lagi,pria tersebut langsung menarik baju Yudha dari belakang,dan langaung melayangkan bogeman mentah pada wajah yudha,hingga pria tersebut jatuh tersungkur ke lantai.
BUG.
" Mas yudha.!" Pekik Sera ketika melihat suaminya tiba tiba saja tersungkur di lantai.
" Bangsadt, Lo.!" Hardik Yudha,dia pun langsung bangkit berdiri dan balik menyerang Ibra.
Namun Dengan cepat Ibra dapat menghindar dari serangan balik yudha,dan malah sebaliknya justru Ibra yang balik menyerang kembali dengan memelintir pergelangan Yudha hingga pria tersebut meringis kesakitan.
Krekkkk
" Arggggghhhh..." Teriak Yudha ketika merasa tangannya serasa patah karena di pelintir kuat Oleh ibra.
" Lebih baik sekarang juga akuin semua perbuatanmu.!" Sentak ibra sambil menatap tajam pada yudha yang tengah merintih kesakitan
" Maksud Lo apa bangsadt!" Bentak yudha sambil meringis
Krekkkk
" Arggggghhh."
__ADS_1
Dan lagi lagi Ibra memelintir tangan Yudha lebih keras lagi,membuat pria tersebut tambah meringis kesakitan.
" Cepetan Ngaku.!"
Krekkk
" Arghhhhh." Yudha semakin mengerang ketika Ibra lebih kencang lagi memelintir pergelangan yudha.
" Stop berhenti.!" Teriak sera yang ikut histeris melihat suaminya kesakitan didepan matanya.
Dengan cepat sera mencabut selang infus yang ada di tangannya,lalu berjalan sedikit tertatih menghampiri dua pria yang kini masih beradu kekuatan itu.
" Lepaskan dia." Lirih sera dengan suara penuh penekanan.
Namun nampaknya ibra menulikan pendengarannya dan balik menatap sera dengan intens.
" Tolong Lepaskan dia kataku.!"
" Aku tidak akan melepaskan bajingan ini."
" Kenapa?" Tanya sera dengan tatapan selidik
" Sebelum dia mengakui perbuatannya,aku tidak akan membiarkan bajingan ini bebas.!" Tegas ibra ,sorot mata elangnya begitu menghujam manik mata milik sera
" Maksud kamu apa mas?"
Krek
" Arghhhhh." Pekik Yudha sambil meringis kesakitan
" Apa apaan sih kamu mas,lepaskan mas Yudha.!" Sentak Sera dengan wajah paniknya
Bibir Ibra tersungging keatas." Oh jadi pria bajingan ini namanya Yudha." ucapnya dengan senyum remeh
" Lepaskan dia kataku.!"
" Kenapa kamu bersikukuh membelanya?apa dia orang yang special untukmu?" Tanya ibra dengan nada sarkastik
Sesaat sera diam mematung,mendengar pertanyaan ibra,mendadap otaknya ngeblank.dia bingung harus berkata apa,disisi lain jelas tidak tega melihat yudha kesakitan karena yudha adalah suaminya saat ini,dan disisi lain juga dia tidak bisa memungkiri jika justru pria bernama ibra'lah yang sampai detik ini masih mengisi relung hatinya,meski pria itu juga yang telah menggoreskan luka hatinya
" Kenapa diam saja?nggak bisa jawab.?" tanya ibra dengan tatapan sinisnya.
Krekkk
" Arggghh."
__ADS_1
" Stop berhenti mas ibra ku mohon." pinta sera dengan suara lirihnya.
" Ayo jawab sera,kenapa kamu begitu membela bajingand ini.!" sentak ibra penuh amarah,antara rasa cemburu benci cinta melebur jadi satu.
" Hahaha nggak bisa jawab kamu?asal kamu tau saja sera Amariliz pria ini,-----"
" Seraaaa to tolong mas ser ra.." Saut Yudha yang langsung memotong ucapan Ibra sebelum rahasianya terbongkar
" Mas ibra stop berhenti,kamu bisa membuatnya terluka."
" Aku tidak peduli." jawab Ibra dengan acuh
" Tapi kamu harus melepaskannya."
" Beri aku satu alasan untuk melapaskan bajingand ini.!" Ucap Ibra dengan tegas
" Karena dia Suamiku.!" jawab Sera dengan lantang tanpa keraguan
Deg
Detik itu pula detak jantung ibra seakan ingin berhenti seketika,mendengar kenyataan yang seharusnya tak ingin dia dengar.
" Kumohon lepaskan dia." ujar sera dengan tatapan sendunya menatap pria yang kini tengah berdiri dihadapannya dengan tatapan nanarnya
Perlahan tangan Ibra mulai mengendur,hal itu membuat yudha mempunyai kesempatan untuk melepaskan diri.dengan cepat Yudha kembali menyerang balik ibra,dan berhasil mendaratkan satu bogeman mentah diperut ibra.
BUG
" Brengsek.!" Umpat ibra sambil langkahnya mundur karena mendapat serangan dari yudha.
" Owh jadi rupanya Lo pria pecundang yang pergi meninggalkan istri Lo tanpa pesan." seru yudha disertai seringai licik menatap ibra penuh dengan kemenangan
" Pantesan saja om seto pernah bilang kalau telah menyesal pernah punya menantu pecundang seperti Lo." Ucap Yudha disertai senyum remeh
" Tutup Mulutmu.!" Sentak Ibra dengan dengan kedua matanya yang mulai memerah.kedua tangannya mengepal erat.
" Hahaha selain pecundang ternyata Lo juga nggak tau diri,dulu Lo tinggalin sekarang Lo malah bawa kabur,parahnya lagi Istri orang yang Lo bawa kabur .hahaaha." Tawa Yudha langsung pecah melihat wajah ibra yang sudah merah padam.
Dia merasa diatas Angin karena bisa menjatuhkan lawannya didepan Wanitanya.
" Sayang lebih baik kita pergi saja,dan Lo jangan pernah muncul apalagi lagi sampai ganggu Istri gue.!" Ancam Yudha,yang langsung menarik tangan sera pergi meninggalkan ibra yang masih tidak bergeming menatap nanar mantan istrinya itu.
" Maafkan aku sera.." batin Ibra dengan lirih
Bersambung
__ADS_1
Happy reading