
" Lancang sekali kamu mas.!" Hardik Sera dengan sorot mata tajamnya." Kau pikir aku ini wanita macam apa hah.?!" Sembur sera,wanita itu nampaknya benar benar marah
Sedangkan Ibra tak bisa berkata kata melihat wanita yang hampir bersamanya sejak duduk dibangku sekolah SMA hingga pada akhirnya sempat menikah dengannya itu,meski hanya dalam beberapa itungan jam saja.
" Setelah berhasil membuatku menjadi wanita yang beruntung dan menjadikanku seorang istri,lalu dengan mudahnya kau mencampakanku dan membuangku layaknya sampah tak berguna,kini kamu tiba tiba muncul dengan berbuat sesukamu,kau pikir aku tak berperasaan hah.?!" Emosi Sera benar benar meledak,entahlah bagaimana perasaannya saat ini,sudah diterpa masalah dengan pernikahan keduanya,kini malah datang orang dari masalalunya dan berbuat sangat lah lancang baginya.
Ibra masih diam membisu,menatap nanar wanita yang sempat dia perjuangkan dimasalalu.dia masih ingat betul betapa berat perjuangannya dulu untuk meminang Wanita didepannya itu.
Karena banyak sekali sekat diantara mereka berdua untuk menuju ke pelaminan,namun tetap saja ibra tak bisa mengutuhkan bahtera rumah tangganya dan bertahan hanya sehari setelah acara ijab Qabul selesai.
Dimulai dari perbedaan Status Ekonomi,dan sosial juga Pendidikan. waktu itu pendidikan Ibra hanya tamat SMA sedangkan Sera waktu itu masih melanjutkan kuliah.sudah bisa tamat SMA saja ibra sudah bersyukur sekali, meski dalam menempuh pendidikan SMA,waktu itu bukanlah sangat mudah bagu ibra,dia harus bekerja paruh waktu di warung makan milik pamannya usai pulang sekolah,sehingga setiap datang ke sekolah pun selalu datang terlambat,hal itu membuat Ibra di cap sebagai Siswa yang terkenal berandalan karena punya catatan buruk di sekolah.
Dan orang tua sera yang mendengar kabar tersebut semakin tak menyukai ibra,beruntung Ibra di anugerahi otak yang ecer dan cerdas,sehingga meski sering kali tertinggal mata pelajaran namun ibra masih bisa masuk kejuruan IPA dan mendapatkan Nilai tertinggi saat dia Lulus sekolah.
Namun bagi jaman sekarang, ijazah SMA sudah tidak ada apa apanya lagi jika ingin mendapatkan pekerjaan yang layak.paling paling juga bekerja di Toko atau Office girl jika bekerja disebuah perusahaan.
Dan semua itu sudah pernah ibra alami,sebelum akhirnya menjadi orang sukses seperti saat ini.
Dulu orang tua Sera tidak merestui hubungan mereka kartu status sosial dan ekonomi keluarga Ibra yang sangat pas pasan.
Mereka bisa menikah juga karena melalui proses yang panjang,Sera tetap keukeh dan mendesak orang tuanya minta dinikahkan dengan Ibra meski dulu sempat mengancam akan putus kuliah pada orang tuanya,dan karena tak punya pilihan lain,orang tua sera pun terpaksa menuruti kemauan sera yang notabene nya adalah putri semata wayang mereka.
Ibra masih berdiri dan terpaku sambil menatap intens manik mata Sera yang masih menyorot tajam penuh kebencian.
Sera tersenyum getir saat pria didepannya itu tampak diam tanpa membalas satu kata pun.
" Ternyata benar apa yang dikatakan mereka tentang kamu mas."
Ibra masih tetap bergeming dan menatap Sera dengan tatapan yang tak terbaca.
" PRIA PECUNDANG.!" Lirih Sera dengan menekan suaranya
Mendengar ucapan Sera yang begitu menusuk dan seakan menghujam jantungnya itu,tentu saja Wajah Ibra langsung berubah Memerah seperti menahan amarah,rahang tegasnya pun berubah mengeras,sorot matanya begitu tajam menatap wanita yang baru saja melontarkan kata menyakitkan baginya.
Tangan kokoh miliknya terkepal Erat,ingin sekali menghempas kearah manapun sebagai tanda melepaskan amarahnya,namun untuk saat ini dia masih bisa menahannya meski rasanya ingin meledak ledak.
Melihat Respon pria tersebut hanya diam saja,Sera lekas membalikan badannya dan berniat pergi,namun sebelum dia benar benar pergi dia berkata." Ku harap Ini terakhir kalinya kita bertemu,jangan pernah muncul didepanku Lagi." Lirih sera tanpa menoleh kearah Ibra yang masih menatap punggungnya.
" Aku benci kamu mas.!"
__ADS_1
Setelah berucap seperti itu,sera pun benar benar pergi meninggalkan Ibra yang masih tetap berdiri mematung.
******
" Argggghhhh...."
Pyarrrrrrr
Prang
" Astagfirullah Ibra kamu kenapa nak..."
Bu Saras berlari tergopoh gopoh saat mendapati putranya yang baru saja kembali,tiba tiba saja mengamuk dan menghancurkan Barang barang didalam ruang kerjanya.
" Ibra...." Teriak Bu saras saat melihat Kepalan tangan ibra penuh dengan darah segar.
Terlihat Pria itu sedang mengatur nafasnya yang memburu karena Amarah dan emosinya sudah tak terbendung lagi.
" Nak,ada apa denganmu?kamu kenapa ibra?jangan buat ibu khawatir nak." Seru Bu saras yang langsung saja menghampiri putranya yang sedang kalut.
Wajah tampannya begitu sangat berantakan,terlihat sekali kedua mata ibra memerah.
Deg
Sontak saja membut bu laras sangat terkejut,perasaannya tiba tiba saja tidak enak,Wanita itu tau betul Seperti apa keras kepala putranya itu untuk menemukan Wanitanya kembali meski berulang kali harus mengorbankan perasaannya.
" Maksud kamu apa Nak.?" tanya bu laras dengan suara lembut.membelai pundak kokoh milik putranya itu
" Aku sudah bertemu dengan sera bu."
Deg
Bu Saras Langsung membungkam mulutnya saking terkejutnya hingga tak bisa berkata apa apa.
" Tapi dia sekarang beda bu." Lirih Ibra dengan suara seraknya
" Dia sudah menjadi milik Orang lain."
" Dia sudah Menikah."
__ADS_1
Bu Laras tetap terdiam ditengah keterkejutannya,dia bingung harus bersikap seperti apa,dia sadar bahwa saat ini putranya itu dalam keadaan tidak baik baik saja,untuk itu dia lebih memilih untuk diam dan mencoba mendengarkan keluh kesah putranya.
" Dan yang lebih menyakitkan buat Ibra...."
" Dia membencikuuu bu..."
" Mereka Sukses membuat Sera membenciku dan menganggapku sebagai Pria Pecundang,Pengecut mereka berhasil.."
Kata demi kata yang keluar dari ibra adalah sebuah ungkapan bahwa betapa kecewanya dia saat ini.
" Lalu...?" Bu saras mulai mumbuka suaranya meski terkesan singkat dan padat,itu karena dia masih bingung harus bagaimana menanggapi putranya
" Dia memintaku supaya menjauhinya,dia sudah tidak ingin melihat ibra muncul dihadapannya bu."
Ibra kembali mengingat kata kata sera ketika wanita itu memintanya untuk menjauhi wanita itu dan itu sangat membuat Hati Ibra sangatlah hancur.
Puk
Bu saras menepuk pelan punggung lebar putranya itu,berusaha menenangkan putranya.
" Saran ibu,mulai sekarang Ikhlas dia,dan lepaskan dia...kamu dan sera juga berhak bahagia nak..meski tidak harus bersama." Ucap bu saras dengan suara lembut,sebelum akhirnya pergi meninggalkan ibra yang masih Tampak bergeming.
****
Ceklek
Sera terkejut saat melihat sosok suaminya itu sudah berada diatas ranjang,yang terlihat memakai jubah mandi.terlihat pria itu menampilkan seringai Licik,bak seperti singa yanh sedang kelaparan dan siap menerkam mangsanya.
" Mas...Yudha..." Pekik Sera di tengah tengah keterkejutannya,dia pikir setelah beberapa jam tak langsung memutuskan pulang kerumah pria itu akan kembali ke kantornya,karena tadi dia yakin jika pria itu berada di mall karena ada acara meeting dengan klien,seperti yang dikatakan sebelum pria itu berangkat kerja.
Nyatanya Sera salah mengira ternyata pria itu tak kembali ke kantor lagi,dan malah berada di hadapannya.
" Sekarang Aku sudah siap Menagih Malam pertama kita yang sempat tertunda istriku..." Ucap Yudha sambil menampilkan seringai wajah mesumnya...
_Bersambung_
Dua bab lagi aku up nanti malam ya.
Jangan lupa kasih dukungannya jika suka
__ADS_1
Happy reading