Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Sikap Aneh Yudha


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Sera hanya bisa terdiam tanpa membuka suara sepatah katapun,dia masih bergelut dengan pikirannya,sembari menatap kearah luar jendela.


Sedangkan Ibra,pria yang saat kini tengah duduk dikursi belakang disampingnya itu,terlihat sedikit tidak nyaman karena sedari tadi menahan rasa sakit diarea punggung dan juga bahu kirinya yang masih terbungkus rapi oleh pakaian kerjanya itu.


Rendy yang menatap sang bos dibalik kaca spion yang menggantung diatas itu tahu jika bosnya itu dalam keadaan tidak baik baik saja.


" Ehemmm.mau berhenti sebentar ke klinik nona muda tuan muda?" tanya Rendy memecah keheningan." Sepertinya anda sedang tidak baik baik saja." Imbuhnya lagi sambil tetap fokus mengemudi kereta besinya.


Ibra memberi isyarat lewat kedipan mata bahwa dia baik baik saja dan tak perlu mampir ke klinik adik sambungnya.


" Lanjutkan saja,tidak usah berhenti." Seru Ibra ketika mobil sedang melintas ke sebuah Klinik yang cukup ternama di kota ini


" Tapi tuan muda,sepertinya anda tadi sempat terlu----"


"Pak Ibra?" Potong sera tiba tiba membuat Pria berwajah tampan itu menoleh ke samping,tepatnya kearah sera." Mas kamu baik baik saja?apa ada yang luka?"


Kini sorot mata sera terlihat sangat khawatir sambil menelisik keadaan Ibra,sampai sampai Ibra tergugu melihat wajah cemas wanita disampingnya itu.


" Pak" Panggil Sera lagi yang langsung membuyarkan lamunan ibra


" Hem..aku baik baik saja " Jawabnya dengan mantap


" Serius?" Tanya Sera dengan selidik


Ibra mengangguk sambil mengulas senyumnya." Iya."


Sera mendengus pelan dia tau pria itu berbohong,maka dengan sengaja dia mencubit lengan kiri Ibra,yang diyakini ada bekas luka disana karena menolong dirinya tadi.


" Aduh..sakit tau.." Pekik Ibra menggaduh ketika Sera dengan sengaja mencubit lengan kekarnya.


" Tuh kan sakit,pasti ada yang luka.?" Tebak sera


" I iya sakitlah kamunya cubit lenganku."sangkal Ibra


" Ya makannya mending anda dengerin kata pak rendy barusan,untuk mampir dulu ke klinik buat obatin luka bapak." Cetus Sera dengan serius


Ibra mendengkus kesal bukan karena malah tapi karena kebawelan wanita disampingnya ini,sedari dulu tetap saja cerewet dan selalu semaunya sendiri meskipun dia maksud wanita ini baik untuk dirinya,tapi untuk saat ini Ibra belum siap membawa Sera dilingkungan keluarganya,karena jika Ibra menyetujui ucapan rendy untuk singgah sebentar ke klinik Melika pasti semuanya bisa runyam,karena mau tidak mau Ibra harus mencari alasan Siapa sera sebenarnya,karena dulu Ibra pernah menolong sera dan membawa sera ke rumah sakit dimana Melika dinas disana,pasti Akan menimbulkan beberapa pertanyaan dari melika,karena wanita itu punya sifat kritis dan banyak bertanya jika ada yang janggal dengan hubungannya sama sera,terlebih lagi Posisi sera saat ini masih berstatus istri orang meski beberapa jam lagi akan menyandang status janda kembali dan pasti sera pasti akan mengaku sebagai sekretaris pribadinya juga yang akan menjadi semuanya tambah rumit.


Ibra hanya ingin mengenalkam sera sebagai calon istri kelak jika urusan sera dengan Yudha sudah beres dengan artinya sudah resmi bercerai,bukan situasi seperti saat ini.


" Pak Ibra..." Gemas karena si empunya nama hanya melamun saja,sera pun kembali mencubit lengan ibra membuat pria memekik pelan.

__ADS_1


" Aduh...sakit ra.."


" Makannya ditanyain jangan diem saja." Ketus Sera sambil mencebikan bibirnya


"Pak rendy."


" Ya?"


" Putar arah lagi ke arah klinik yang tadi."


" Tapi bagaimana dengan sidang perceraian anda?apa masih ada banyak waktu?" tanya balik rendy


Sera sekilas melirik Jam tangan KW nya yang melingkar di pergelangan tangan kanannya.


Lalu menganggukan kepalanya.


" Masih ada Empat puluh lima menit,jadi masih bisa kalau sekedar mengobati luka tuan muda anda pak rendy." Balas sera sambil melirik kearah Ibra yang langsung mengedarkan pandangannya


" Baiklah kalau begitu."


" Ren.."Protes Ibra


" Saya yakin anda tidak akan mungkin menolak keinginan calon istri anda bukan tuan muda?jadi menurutlah.." ujar Rendy dengan santai sambil mengedipkan salah satu matanya membuat Ibra berdecak kesal dengan tingkah asisten pribadinya.


" Bukan mau melawan atau lupa siapa yang menggaji saya tuan muda."


" Teruss..?"


" Hanya harus membiasakan diri saja,karena sebentar lagi saya yakin secepatnya anda akan menyerahkan hak kendali sepenuhnya pada wanita cantik yang kini sedang duduk disamping anda.." Seloroh Rendy sambil melirik kearah Sera yang wajahnya sudah seperti udang rebus


Ibra pun langsung melotot kearah Rendy yang hanya membalasnya dengan cengiran khas tatapan menggoda


"Kau.....! Berhenti memujinya cantik.!" Protes ibra ,pria itu seakan tak terima dengan cara Rendy menatap pada sang wanitanya tadi


" Lhoh salahnya dimana tuan muda?memang faktanya begitu kan kalau wanita disamping anda cantik.?" Rendy terus menggoda sang bos


" Hanya aku yang boleh memujinya cantik! Jadi kau jangan coba coba memujinya cantik dan menatapnya seperti tadi.!" Ucap Ibra dengan Dingin Membuat Rendy sampai melongo bukan main


" Astaga..Kayaknya ada yang mulai posesive nih.." Celetuk Rendy


" Diam kamu,lakukan saja tugasmu."

__ADS_1


" Asiapppppp." Balas Rendy yang langsung saja Memutar arah mobilnya lagi menuju Klinik Melika kembali.


*


*


Sedangkan disisi lain Terlihat Liana sedang menahan kesal setibanya dia baru saja sampek didepan halaman depan rumah usai pintu gerbang di bukakan oleg petugas keamanan.


Brak


Liana keluar dari dalam mobil lalu menutup pintu mobilnya sengan keras.


" Sialan..aku gagal buat bikin mam*pus itu perempuan brengsek." Umpatnya pelan namun terlihat dadanya naik turun menahan amarah yang menggebu.


" Oke kali ini kamu boleh merasa senang karena bisa lolos dari maut sera,tapi lihar saja nanti setelah kamu resmi cerai dari yudha aku akan bikin perhitungan sama kamu,supaya Yudha benar benar total melupakan kamu."Gumamnya lagi disertai seringai Licik.


Setelah itu Liana pun masuk kedalam rumah,dan berpapasan dengan Yudha yang baru saja menuruni anak tangga,dan sudah berpenampilan rapi.


" Dari mana saja Lo.?" Tanya Yudha dengan tatapan dingin kearah Liana yang terlihat sedikit gugup


" A aku dari----"


" Darimana?" desak Yudha karena Melihat Liana nampak terlihat ragu ragu untuk menjawab


Terlihat sorot mata Yudha terkesan mengintimidasi saat posisi mereka sudah saling berhadap hadapan.membuat Liana semakin gugup dan salah tingkah


" Da dari minimarket." jawabnya berkelit sekenanya.


" Yakin kamu dari minimarket?" Tanya Yudha kali ini tatapannya penuh selidik memindai liana dari atas sampai bawah,membuat Liana bergidik ngeri


" Apaan sih yud,kenapa nanyanya harus seperti itu sih." Cetus Liana menahan kesal


" Aku hanya tidak ingin kamu berbuat macam macam pada sera.!" Balas Yudha yang langsung mencengkram pelan rahang wanita didepannya itu.


" apa maksudmu yudha?" Tanyanya Liana dengan heran


" Hari ini sidang perceraian gue digelar, jadi gue harap Lo jangan berbuat Ulah yang bakal mengacaukan rencana gue, paham Lo.?!" Ucap Yudha sambil menekan ucapannya,setelah itu melepaskan cengkramannya dan pergi meninggalkan Liana begitu saja yang masih tergugu dengan sikap aneh Yudha,kekasihnya itu.


" Dasar Yudha sialan,awas kamu kalau sampai berubah pikiran.aku akan buat perhitungan denganmu." teriak Liana kesal.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa kasih dukungannya jika suka


Happy reading


__ADS_2