Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Pengakuan Sera


__ADS_3

Setelah Rendy keluar dari ruangan Ibra dan menutup pintu ruangan kembali.Kini sera sudah berada didalam ruangan Ibra,dengan perasaan gelisah tak menentu,perasaannya tiba tiba bercampur aduk karena berada dalam satu ruangan bersama Orang yang pernah menorehkan Luka di masa lalu nya.


" Duduk dulu sera.." Ujar Ibra dengan suara beratnya namun tatapannya terus tertuju pada sera


" Tidak perlu pak,makasih.langsung saja pada intinya kenapa anda meminta saya datang ke ruangan anda pak." Ucap Sera,mati matian dia menahan supaya tak terlihat seperti orang gugup atau ketakutan.layaknya atasan dan bawahan sera berbicara secara formal pada pria yang dulu sempat menjadi suaminya itu.


Ibra sekilas tersenyum sebelum akhirnya senyum itu sirna dan wajahnya kembali serius menatap sera.


" Kenapa waktu itu kamu pergi tanpa pamit terlebih dulu.?" tanya ibra dengan suara sedikit serak


" Apa itu penting buat anda..?bukankah saya sudah meninggalkan secarik kertas di dimeja makan?" bukannya menjawab,sera malah balik bertanya membuat ibra semakin gemas dengan mantan istrinya itu


Ibra terkekeh pelan sebelum akhirnya kembali menatap sera yang juga menatap heran padanya.


" Kenapa ketawa ?apa ada yang lucu dengan perkataan saya Pak ibra yang terhormat.?!" Cetus Sera sambil menekan suaranya


Sedangkan Ibra menggelengkan kepala sembari terus mengukir senyum menggoda di wajah tampannya,membuat Sera semakin kesal dengan pria itu.


" Kamu nggak lucu tapi menggemaskan." Seru Ibra yang langsung saja membuat kedua mata sera melotot tak terima


" Kalau memang tidak ada yang perlu di bicarakan,saya kembali ke ruangan saya pak ibra.!" Tegas sera kemudian memutar tubuhnya dan bergegas pergi,namun sebelum dia membuka pintu tiba tiba saja Ibra meraih tangannya


Hal tersebut lantas sontak saja membuat sera kaget dan menyentak pelan tangan ibra.


hingga ibra melepaskan cekalannya.


" Lepas.!jangan sembarangan sentuh saya.!" Ucap sera dengan tegas


" Oke aku minta maaf." Balas Ibra dengan mengangkat tangannya,tatapan matanya pun nampak terlihat sendu menatap wajah sera


" Permisi."


" Tunggu sera....."


Mendengar suara Ibra menahannya membuat sera mengurungkan niatnya untuk membuka pintu,lalu berbalik menatap ibra.


" Saya perlu bicara sebentar sama kamu."


" Cepat katakan apa yang ingin anda bicarakan,karena pekerjaan saya masih banyak.!" Ucap sera dengan wajah terlihat ketus


Ibra menghela nafasnya sebelum akhirnya kembali membuka suara.


" Kalau begitu ayo duduk dulu."


" Nggak perlu,saya berdiri saja disini,sebaiknya pak ibra segera katakan saja apa yang bapak ingin bicarakan pada saya.." Tolak sera dengan suara yang sudah sedikit rendah

__ADS_1


" Apa aku boleh bertanya sesuatu sama kamu.?"


" Soal apa.?"


" Apa benar saat ini kamu sedang hamil?"


Deg


Jantung Sera tiba tiba berdegub kencang mendengar pertanyaan ibra,dia tak habis pikir dari mana ibra tau soal kehamilannya,dia sendiri bahkan masih merahasiakan kehamilannya meski sebenarnya dia juga takut ketahuan,pikirannya saat ini yang lebih penting dia bisa bekerja dulu disini masalah soal kehamilan sera bisa mengatakan pada orang orang dilingkungannya bekerja setelah nanti perutnya sudah mulai membesar.toh sera pun tak menutupi identitasnya jika statusnya sudah menikah dilampiran surat lamaran kerjanya.


Susah payah sera menelan ludahnya,keringat dingin kini mulai keluar dari wajahnya yang kini berubah tegang dan gugup.


" Jawablah sera..jangan takut aku tidak akan memecatmu dari perusahaan ini jika kamu mau mengatakannya dengan jujur." Tegas Ibra sambil terus menatap Sera yang kini wajahnya sudah berubah pias dan gugup


" Baiklah..saya akan berkata jujur,tapi apa saya bisa memegang perkataan bapak.?" tanya Sera dengan memberanikan diri bertanya seperti itu seolah sedang memastikan sesuatu.


Ibra mengangguk pelan." Iya....katakanlah." Pintanya


" Saya akui saat ini memang saya sedang hamil,tapi saya mohon jangan pecat saya karena saat ini saya sedang membutuhkan pekerjaan ini." Jawab sera dengan wajah sendunya


Ibra menatap intens wajah berparas ayu mantan istrinya itu,meski jika dilihat dari beberapa orang penampilan sera mungkin sedikit kampungan namun di mata ibra,sera memiliki aura kecantikan tersendiri di mata ibra,hal tersebut yang membuat ibra sampai saat ini sangat sulit menghapus bayang bayang sera dalam hati dan pikirannya.


" Apa yang membuatmu memutuskan di tempat perusahaan orang lain?bukankah ayahmu juga memiliki perusahaan yang cukup besar?dan juga kamu sudah bersuami,apa suamimu mengizinkanmu bekerja di perusahaan lain.?"


" Dan setahuku juga suamimu saat ini sedang menjabat sebagai direktur juga diperusahaan ayahmu."


Deg


Dan lagi lagi sera sudah kalah telak,apa saat ini saat yang tepat jika harus mengakui semuanya jika keadaan rumah tangganya sedang dalam keadaan tidak baik baik saja,lalu bagaimana jika reaksi Ibra malah menertawakan nasib pernikahannya karena kembali tersakiti.seperti nasib pernikahannya dulu.


" Sera...." Ibra mencoba meraih tangan sera lalu mulai menggenggamnya,sera berusaha menampik tangan genggaman tangan kokoh tersebut namun lagi lagi sera kalah telak.


Perasaannya yang kini sudah berubah tak baik baik saja tak bisa mengelak lagi dari ibra.


Ibra mengangangkat dagu sera supaya wanita itu mengangkat wajahnya dan mau menatapnya.


Dan kini pandangan mata mereka bertemu,dan ibrw bisa melihat jelas jika wanita itu sekarang dalam keadaan yang tidak baik baik saja karena kedua mata sera mulai berkabut dan mulai berkaca kaca


" Sera jawab pertanyaanku apa kamu baik baik saja katakan sera jangan membuatku cemas seperti ini." Desak Ibra dengan wajah yang begitu panik melihat semburat wajah sera terlihat bersedih


" Suamiku selingkuh dengan sahabatku sendiri,bahkan dia juga sudah menceraikanku dalam keadaan aku sedang mengandung darah dagingnya." Ucap Sera dengan lirih membuat Ibra Terkejut bukan bukan main


" Cerai..?" Ulang Ibra dengan wajah tak percaya.


" Iya cerai,dan mungkin beberapa minggu lagi aku bakalan resmi menyandang status janda untuk yang kedua kalinya..." Jawab Sera yang membuat Ibra merasa tertampar keras dengan ucapan sera.

__ADS_1


Sera mengulas senyum getirnya lalu kembali melepaskan cekalan tangan ibra.


" Sangat miris kan nasibku...dua kali menikah dan dua kali akan menyandang status janda,dalam kurun waktu pernikahan yang terbilang singkat meski tak sesingkat pernikahan pertama." Cetus sera seolah menyindir Ibra dan mengingatkan kembali luka lama yang ditorehkan pria itu.


Ibra pun bergeming dan masih terdiam menatap dalam wanita yang masih bertahta dihatinya itu.


" Sekarang pasti kamu senang mengetahui nasibku yang begitu tragis kan?dalam hati kamu pasti kamu tertawa bahagia mendengar penderitaan hidupku yang terasa lengkaplah sudah." Cerocos sera


" Sera...-" Lirih ibra dan kembali di potong ucapannya oleh sera


" Bahkan mungkin kamu pasti akan lebih senang jika aku juga sudah di tendang dan di buang dari rumah peninggalan mendiang ayah ibuku,layaknya sampah yang tak berharga." Ketus sera


" Mendiang?" Alis Tebal Ibra langsung menyatu mendengar sera berkata mendiang ayah ibunya." Tunggu tunggu maksudmu gimana ra aku benar benar tidak mengerti." kali ini ibra jujur.


" Ayah ibuku sudah meninggal kurang lebih setengah tahun yang lalu.dan Suamiku sudah berhasil menguasai seluruh harta peninggalan kedua orang tuaku tanpa menyisakan seperpun padaku. Sekarang kamu sudah puas kan mendengarnya?" Ucap Sera yang langsung sontak membuat Ibra mengepalkan tangannya rahang kokohnya pun sudah mulai mengeras karena menahan amarah.


" Kalau begitu suamimu bukan pria yang baik untukmu sera,dia benar benar pria brengsek yang tega menelantarkan kamu dan juga calon bayimu." Ucap Ibra dengan suara tegas dan lugasnya


Sera tersenyum miring sambil menyeka air matanya dengan kasar.


" Lalu menurut kamu,pria yang baik itu seperti apa Pak Ibra yang terhormat...?"


Glekkkk


Pertanyaan Sera barusan membuat Ibra susah payah menelan ludahnya sendiri,tenggorokannya seakan tercekat saat melihat sera tengah mengulas senyum penuh arti yang membuat dirinya seperti di skakmat oleh wanita di hadapannya itu..


" Apa pria yang baik itu sepertimu....?"


Lagi lagi Ibra tak bisa berkata kata ,seakan suaranya mendadak menghilang,namun tatapannya tak lepas dari sosok wanita di hadapannya .


Sera kembali mengulas senyum tipisnya sedang kedua matanya mulai berembun dan berkaca kaca sebelum akhirnya mengucapkan kata kata keramat yang di tujukan pada Ibra sang mantan suami.


" Pria....yang juga tega meninggalkan istrinya tanpa pesan sehari setelah wanita itu resmi menjadi istrinya...?"


Jleb


Kali ini kata kata sera benar benar menohok sehingga membuat ibra tak mampu berkata kata kata lagi.


_Bersambung_


Jangan Lupa kasih dukungannya jika suka,dengan cara Like,Komen vote dan Tekan tombol suscribenya.


Terimakasih


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2