
Sera masih terisak dan berjalan gontai menyusuri trotoar pembatas jalan.sebisa mungkin dia menguatkan diri untuk tidak terus menumpahkan air matanya karena menangisi Suami laknatnya itu.
Tapi semakin Sera membendung,semakin luruh saja buliran krystal itu jatuh di sudut kedua matanya.dia meyakinkan diri bahwa tangisan air matanya bukan untuk menangisi pria brengsek itu,tapi menangis takdir hidupnya yang seolah olah terus mempermainkan perasaannya.
Kini Sera benar benar hidup sebatang kara,tidak ada sanak family tempat untuknya berkeluh kesah,penderitaan yang bertubi tubi dia hadapi sendiri,meski dalam hati rasanya ingin berteriak dan angkat tangan karena jujur rasanya dia tak sanggup menanggung beban ini sendirian,terlebih dalam kondisi mengandung seperti ini.
Sampai tiba tiba saja langkahnya berhenti di sebuah jembatan yang dibawahnya terdapat aliran sungai yang cukup begitu deras.
Rasa keputus asa' nya malam ini benar benar sudah diambang batas kemampuannya,pikiranya yang kalut ternyata tak mampu membuat otaknya berpikir jernih.
Sera mulai mendekat di pagar pembatas jembatan itu,menatap aliran sungai yang begitu deras diterangi dengan sinar rembulan yang entah mengapa malam ini terasa begitu terang.
Tanpa ku sadari perlahan salah satu kakinya mulai menanjak menaiki besi pembatas jalan tersebut hingga akhirnya kedua kakinya kini sudah naik diatas besi pembatas .sesekali tubuhnya sedikit bergetar karena menahan keseimbangan tubuhnya.sera tidak menyangka jika dia akan melakukan hal yang mengerikan ini.mungkin ini adalah akhir dari segalanya,akhir dari kehidupannya.
Dan membawa anak dalam kandungannya pergi bersamanya meninggalkan dunia yang banyak jejak memberi luka dihatinya.
" Maafkan mama De',mama benar benar tidak tau harus kemana,mama benar benar hancur nak.maafkan mama,mama harus melakukan hal ini." Lirih sera ,dan sebelun menutup mata dia mengusap perutnya,meminta maaf pada anak dalam kandungannya,berharap di surga nanti dia akan memaafkan akhir dari keputusannya ini.Bukan maksud dia tidak memberi kesempatan pada calon bayi yang dikandungnya bertemu dengan calon ayah kandungnya atau sekedar melihat keindahan dunia.namun saat ini dia benar benar sudah berada di titik terendahnya.
" Maafkan aku,ayah ,bunda..maaf karena harus menyusul kalian dengan cara seperti ini." Lirih sera sambil perlahan mulai memejamkan kedua matanya,mengambil udara sedalam dalamnya sebelum akhirnya memutuskan untuk terjun bebas ke dalam sungai deras itu.
Grep
" Akhhhhh...."
Sera tergelonjak kaget saat tiba tiba ada tangan kokoh merengkuh pinggang rampingnya,menarik tubuhnya hingga keduanya sama sama terjerembab di tanah yang berlapiskan aspal jalan raya tersebut.
" Lepasin..lepasin aku..." Sera memberontak sambil terus memukuli dada pemilik dada bidang yang tak asing baginya itu.
" Tenanglah sera tenanglah." Pria tampan yang masih menggunakan setelan baju kerja itu terus mendekap tubuh sera,hingga tubuh wanita itu lama kelamaan pukulannya mengendur diiringi dengan isak tangisnya.
__ADS_1
Ibrw mengurai pelukannya ,menangkup wajah sera dan menatap wanita itu yang terlihat kondisinya sangat memprihatinkan.
" Heii.lihat aku sera,lihat aku..." Ucapnya dengan suara berat,bahkan nafas mereka saling beradu.
" Sera..." Panggil Ibra saat sera tak berani membalas tatapan pria bermata teduh itu
Ibra tau wanitanya itu sedang tidak baik baik saja,pandangannya beralih pada lengan bahu kanan kiri sera yang terlihat meninggalkan bekas warna merah seperti memar.
" Siapa yang berani melakukan ini sama kamu?" Ujar Ibra dengan suara penuh penekanan,tiba tiba saja dadanya bergemuruh Hebat,emosinya sudah meletub letub sampai ke ubun ubun.
" Jawab sera kenapa.?" Ibra sedikit mengguncang bahu sera,namun sera tak merasa sakit karena guncangan ibra sedikit lembut
Ibra menatap dalam manik mata milik sera yang sudah di selimuti kabut Air mata itu.
" Apa ini semua perbuatan suamimu yang....bajingadt itu..?!" Ucap Ibra sambil menekan kata 'bajingand' di akhir kalimatnya
Sera tak juga kunjung menjawab,wanita malah semakin terisak,dengan tubuh yang gemetar,tangannya pun mulai sedikit tremor.melihat Wajah nelangsa milik sera membuat pria berwajah tampan itu tak kuasa melihatnya,didekapnya kembali tubuh ramping sang mantan itu,sesekali menciumi pucuk kepala Sera dengan penuh kasih sayang.
Sera juga terlihat sudah tak berontak mendapat perlakuan ibra yang begitu lembut dan membuatnya nyaman dan merasakan ketenangan di dalam dekapan pria yang tujuh tahun lalu pernah menjadikannya ratu sehari,sebelumnya akhirnya ditinggalkan seperti kejadian yang kini terulang kembali dia alami saat ini.
Tanpa mereka sadari ada sosok tak jauh dari mereka,tengah berdiri sambil menatap tajam kearah mereka sambil mengepalkan kedua tangannya.
Ya sosok pria itu adalah yudha,yang diam diam tadi dia sempat mengikuti langkah kemana sera pergi.
Namun saat akan menghentikan aksi sera,langkahnya lebih terurung duluan,karena sudah ada sosok pria lain yang sudah menghentikan aksi sera yang ingin mengakhiri hidupnya.dan detik itu pula Yudha memutuskan untuk memilih pergi,membiarkan Sera berada dalam dekapan pria lain,entah kenapa hatinya merasa sakit melihat wanita yang baru saja dia siksa fisik dan batinnya itu terlihat nyaman di dekapan pria lain.
*
*
__ADS_1
*
Setibanya dirumah yudha harus menghadapi kebawelan Liana yang sedari tadi sudah menunggunya dan langsung melayangkan protes kepadanya.
" Kamu itu kemana saja sih yudha! Enak saja main kabur begitu saja ninggalin aku?dan lagi kenapa kamu malah mengajak Wanita ****** itu bersamamu?dimana dia sekarang?!" Cerocos wanita cantik yang kini sedang hamil juga itu
Terlihat Yudha menghela nafasnya ,dia sudah lelah dengan Semuanya ini ditambah lagi dengan ocehan liana yang malah semakin ingin membuat kepalanya serasa mau pecah.
" Bukan urusanmu !" Jawab yudha singkat dengan tatapan dingin membuat Hati Liana semakin dongkol bukan main.
Pria yang telah dia pacari selama dua tahun lebih sepertinya mulai berubah dan Liana tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi,karena yudha adalah tambang sumber kehidupannya dan mesin atm berjalan satu satunya yang dia punya,apalagi saat ini dia tengah mengandung yang entah benih siapa yang berada dalam rahimnya saat ini,mengingat Profesi asli dia yang sebenarnya selama ini tak pernah di ketahui oleh Yudha,membuat Liana harus ekstra menjerat yudha supaya bisa menyelamatkan kehidupannya.
Liana tersenyuk menggoda sambil bergelayut manja,tangannya pun terulur mulai menjamah perut Rata dan kotak kotak milik Yudha yang masih terbungkus rapi oleh kemeja Casualnya.
" Ya udah deh kali ini aku ngerti perasaan kamu,aku juga maafin kamu kok sayang,tapi please udah dong jangan marah marah terus,kasihan lhoh sama baby kita...hmm?" Seru Liana sambil menarik tangan Yudha dan mengarahkan ke perutnya yang masih terlihat rata.
Yudha tak bereaksi apa apa dia hanya menghela nafasnya,sebelum akhirnya Liana membisikan sesuatu yang mampu membuat Iman Yudha mulai goyah.
" Baby nya pengen di jenguk daddy nya tuh,Hayuuukk kita kekamar "Kata Liana dengan suara lirih dan mendayu dayu
Damn it
Dan tanpa sadar Yudha pun menganggukan kepala,lalu langsung membopong tubuh liana dengan gaya ala brydal style.Liana pun menyeringai akhirnya dia bisa kembali meluluhkan Hati yudha yang mulai beku dengan keahliannya yang sangat jago bermain di atas ranjang panasnya.
Hayoo siapa yang udah mulai Greget ?
Jangan lupa kasih dukunganya jika suka
Happy reading
__ADS_1