Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Aku bukan istrimu Lagi


__ADS_3

Setelah Yudha berhasil membawa Sera pergi dari restoran tersebut ,tak ada percakapan diantara keduanya didalam mobil yang kini tengah dikendarai oleh Yudha.


Hening hanya itulah suasana didalam mobil.Yudha yang terlihat fokus menyetir namun dengan ekspresi wajah penuh amarah,sedangkan sera yang sedari tadi hanya diam dan membuang pandangannya ke arah luar dibalik jendela kaca mobil tersebut.


Hingga tak lama kemudian mobil yang mereka tumpang sudah mendarat di sebuah rumah yang tak asing bagi sera,rumah yang dulunya menjadi tempat dia singgah,rumah yang bahkan punya banyak kenangan bersama mendiang kedua orang tuanya,yang kini sudah berpindah tangan pemilikan pada pria jahat yang masih berstatus suami di mata hukum.karena secara agama Suaminya itu telah menjatuhkan talak padanya,dan tinggal menunggu ketuk palu saja mereka resmi bercerai dan menyandang status mantan istri dan mantan suami.


" Turun..." Titah Yudha dengan tatapan dingin seolah olah ingin menerkamnya.


" Kenapa membawaku kesini.?" protes sera meski dalam hati merasa ini rumahnya tapi untul saat ini dia tidak mau balik lagi ke rumah ini apalagi harus kembali bersama dengan suami laknat nya ini.


" Turun kataku.!" Sentak Yudha


" Aku nggak mau.!" Bantah sera


" Jangan membuatku bertindak kasar padamu sera.!" Geram yudha karena sudah di liputi rasa amarah bercampur cemburu buta


Sera berdecih dan menatap sinis wajah pria yang masih menyandang status sebagai suaminya itu " Bukannya kamu selalu berbuat seperti denganku?lalu kenapa kamu bicara seperti sekarang.?" tanya Sera diiringi senyum remeh.


Yudha menyeringai menatap sera yang terlihat wajahnya mulai gugup karena nyalinya perlahan mulai meredup di tatap garang oleh yudha.


" Baiklah kalau kamu memang suka dengan cara yang kasar,akan ku turuti maumu." Seru yudha lalu keluar dari mobil dan memutari mobilnya setelah itu membuka pintu mobil bagian depan.


Dengan cepat Yudha menarik tangan sera lalu membopong tubuh sera seperti memanggul karung beras.


" Dasar brengsek kamu mas,lepasin aku.lepasin....!" Teriak sera yang mencoba berontak dari gendongan Yudha ,kedua kakinya pun menendang nendang ke udara sedangkan Yudha seakan menulikan pendengarannya , tanpa menurunkan tubuh sera dan terus berjalan membawa wanita masuk kedalam rumah.


" lepaskan aku...." Teriak Sera yang terus saja meronta namun Yudha tak menghiraukannya dan terus melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga menuju kamar utama nya yang letaknya memang di lantai atas


Ceklek


Setelah pintu kamar terbuka,Yudha pun mambawa sera masuk kedalam kamar lalu kembali menutup pintu kamar hanya menggunakan tendangan kakinya.


Brakk


Dan pintu kamar pun kembali tertutup.Yudha pun berjalan mendekati ranjang tempat tidurnya,lalu melemparkan tubuh sera di atas ranjang kingsize tersebut dengan asal


Brukk


" Aw..." Sera memekik kaget saat tubuhnya dilempat diatas tempat tidur,dia pun lantas menggeser tubuhnya dan beringsut mundur hingga ke sudut tempat tidur sambil memeluk tubuhnya dengan cara mendekap lututnya.


Sedangkan Yudha pria dihadapannya itu kini perlahan berjalan mendekat ke arah ranjang,terlihat pria itu menyeringai dan wajah tampannya itu mulai berubah garang menampilkan rahang kokohnya yang sudah mulai mengetat.

__ADS_1


" Mau apa kamu?jangan mendekat.!" Teriak sera histeris sambil merentangkan kedua tangannya ke depan


Yudha menarik sudut bibirnya ke atas,lalu tangannya menarik ikat pinggang yang tadi melingkah di tubuhnya.


Hal itu sontak saja membuat sera membulatkan kedua matanya,sambil menggelangkan kepalanya.


" Aku mohon jangan sakitin aku." Pinta sera dengan suara lirihnya


" Ini hukuman yang pantas bagi seorang wanita yang masih bersuami bersikap ganjen seperti seorang ****** didepan pria lain.!" Ucap Yudha dengan tegas dan lantas sorot matanya begitu tajam menusuk kearah sera


" Aku mohon mas jangan lakukan itu,jangan sakiti aku lagi.." Lirih sera sambil terus beringsut mundur dengan wajah ketakutan


" ****** seperti kamu pantas mendapatkannya.!"


" Sadar mas saat ini ada janin dalam perutku,darah dagingmu.!" Sera tak kalah berteriak menimpali umpatan yudha


" Hahaha...Aku nggak peduli.persetan dengan bayimu yang jelas kau harus mendapatkan hukuman ini.!"


Ctaaaaaaaarrrrrrr


" Akhhhhhhhhh."


Sera mengerang kesakitan saat mendapatkan satu cambukan cukup keras di tubuhnya,hingga meninggalkan bekas merah di lengan putih mulusnya yang hanya tertutup dengan Dress dibawah lutut dan lengan pendek berwarna biru muda itu.


Ctaaaaaaaaaarr


" Akhhhhhhh..."


Dan satu cambukan lagi kini mendarat di bahu kirinya setelah bahu kanannya tadi mendapatkan cambukan terlebih,dan itu membuat Tubuh sera mengerang kesakitan,sampai tangannya gemetar ,buliran krystal suduh luruh begitu saja mengenangi pipi putih mulusnya.


" Dasar biadap kamu mas,kejam.!" Teriak sera dengan tatapan marah dan benci


" Hahaha aku jadi begini karena kamu terlebih dulu berbuat ulah istriku malang..." Yudha tertawa mengejek dan tergelak menatap wajah sera yang terlihat nanar memandanginya itu.


" Aku benar benar membencimu mas sampai matipun aku tidak akan pernah memaafkanmu.!" Ucap Sera dengan suara yang sudah naik satu oktav


Yudha tersenyum remeh lalu terdiam sesaat menatap wajah sendu milik wanita yang sebentar lagi akan menyandang status sebagai mantan istrinya itu.


Entah kenapa tiba tiba tatapannya berubah nanar dan tiba tiba dalam hatinya merasa ada rasa sedikit iba menatap wajah menyedihkan wanita di hadapannya itu,namun detik kemudian dengan cepat yudha menghapus rasa iba itu.


Sera menatap Yudha sambil tersenyum miring,mencoba melawan yudha supaya tak dianggap lemah oleh pria keparat baginya itu.

__ADS_1


" Apa kamu sedang cemburu? Sehingga menjadi kesetanan seperti ini.?" tanya sera dengan disertai senyum smirknya.


Rupanya perkataan yang keluar dari mulut Sera malah membuat Yudha kembali tersulut emosinya,dan sera sukses membangunkan singa yang sedang tidur.


" Hahaha Lo bilang gue cemburu?Lo pikir Lo siapa hah?" Kelakar Yudha


" Tentu aku sadar aku siapa bagimu,aku bukan bukan siapa siapa lagi bagimu,karena aku sekarang memang bukan istrimu lagi kan?!" Cetus Sera diiringi dengan tatapan remeh pada pria di hadapannya.kali ini dia harus bersikap tegas supaya tidak di tindas kembali dengan manusia laknat ini.meskipun setidaknya dia tidak bisa membalas dengan perlawanan fisik namun dia bisa membalas perlakuan yudha dengan kata kata pedas dan menohok bagi suaminya itu.


Terlihat rahang Yudha kembali mengetat setelah mendengar ucapan sera tadi,entah kenapa ada rasa aneh yang hinggap di hatinya mendengar perkataan sera barusan,ada rasa tak terima tapi memang kenyataannya akan seperti itu Sera bukannlah istrinya lagi dimata agama.


bahkan beberapa hari lagi wanita itu bakal resmi menyandang status sebagai mantan istrinya dengan begitu apa yang di ucapkan sera tadi memanglah sesuai fakta,jika memang wanita itu sekarang bukanlah istrinya lagi,lalu kenapa dia merasa ada rasa kecewa ,marah bahkan dia akui jika dia merasa cemburu melihat kedekatan sera bersama pria lain tadi.


Sera tersenyum puas melihat perubahan raut wajah yudha yang terlihat sedikit muram.


" Jadi biarkan aku pergi dari sini,dan biarkan aku pergi dari hidupmu mas yudha..!"


Sera mulai beranjak dari tempat tidur karena melihat tidak ada respon dari yudha yang terlihat diam mematung dan terpaku ditempatnya.


Dengan langkah gontai sera kembali menegakan tubuhnya meski sedikit meringis merasakan Rasa sakit di lengannya yang terlihat memar akibat cambukan dari yudha.


" Sudah cukup kamu menyakitiku mas,ku mohon mulai saat ini jangan pernah mengusik hidupku lagi." Seru sera dan Yudha hanya terdiam dan menatapnya dengan ekspresi wajah yang tak bisa ditebak


" Anggaplah aku tidak pernah hadir dalam hidupmu,aku akan pergi bersama calon bayi yang saat ini tengah ku kandung." Ucap Sera sambil mengelus perutnya yang masih rata,dan yudha pun melirik pergerakan tangan sera yang tengah mengelus perut nya yang masih terlihat rata itu.


" Terimakasih ,Luka yang kamu beri ini tidak akan pernah ku lupakan seumur hidup.aku pastika aku dan calon bayi kita tidak akan pernah mengganggu dan mengusikmu kehidupanmu." Tutur sera lalu melangkahkan kakinya menuju pintu.


Setelah pintu berhasil dia buka,sera pun bergegas keluar dan pergi meninggalkan Yudha yang masih diam dan terpaku di tempatnya.


Hingga detik berikutnya pria itu mengamuk dan membanting barang barang yang ada didalam kamarnya.


" Argggggggh...Bangsadt...!" Teriaknya dengan wajah frustasi


*Pranggg


pranggg


Pranggg


Pyarrrrr*


Bersambung

__ADS_1


Jangan Lupa masih dukungannya ya readers biar othor tambah semangat lagi nulisnya


Happy reading.


__ADS_2