
Semenjak Di temukannya kalung Liontin yang bertuliskan Nama Yang mirip dengan nama sahabatnya ' Liana' itu,sera sama sekali tisak bisa tertidur nyenyak.bayangan sekelebatan sekelebatan tentang kecurigaannya waktu Beberapa hari lalu sahabatnya itu menginap dirumahnya itu muncul kembali.
Kecurigaannya yang waktu malam itu mencurigai sahabat dan sekaligus suaminya itu,kini seakan kembali lagi berputar putar di otaknya.di tambah lagi semenjak kejadian itu hubungan Sera dan Liana mulai merenggang.
Meski sera berupaya untuk bersikap biasa jija bertemu sahabatnya itu kembali,tapi nyatanya sahabatnya itu yang terlebih dulu menghindarinya.
Setiap kali Sera menelpon Liana,sama sekali wanita itu tak merespon,bahkan pesan whatupnya pun tidak pernah sama sekali dibalas.dari situlah sera sudah mulai malas untuk berhubungan lagi dengan sahabatnya itu.dia pikir jika memang ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu.
" Ya Allah kenapa perasaanku tiba tiba tidak enak." Gumam sera yang sedari tadi hanya membolak balikan tubuhnya diatas ranjang karena malam ini benar benar tidak bisa memejamkan kedua matanya.
Sera menghela nafas kasarnya,lalu kembali duduk sambil mengambil kembali Kalung liontin yang dia taruh diatas laci samping tempat tidurnya.
" Apa benar kalung ini milik Liana,lalu kenapa bisa nyangkut di salah satu baju mas yudha." Gumamnya sambil membolak balikan Liontin bertuliskan nama sahabatnya itu.sera memang tidak pandai bergaul tapi soal menerka nerka jiwa kedektektivannya bisa langsung saja muncul.
" Aku yakin ini memang kalung Liontin milik Liana,karena aku sempat melihat waktu dia datang pertama kali dirumah ini memakai kalung yang liontinnya sama persis dengan kalung liontin ini." Sambungnya lagi sambil menggenggam erat kalung liontin tersebut
" Pasti terjadi sesuatu diantara mas yudha dan Liana,semenjak kedatangan Liana kemarin,sikap Mas yudha tambah semakin dingin dan menjadi jadi,aku yakin ini semua pasti ada kaitannya dengan Liana,pokoknya aku harus cari tau tentang mereka berdua." Ucapnya dengan yakin d
" Besok aku akan datangi Liana di rumah kontrakannya,semoga saja dia tidak pindah ke tempat kontrakannya yang baru,mengingat cerita darinya kalau dia sekarang sudah jadi model papan atas di luar negeri,meski aku sendiri sedikit ragu dengan ucapannya waktu itu." Ucapnya lagi
Ya Sebelumnya Liana pernah bercerita jika dia bekerja sebagai pelayan,di sebuah Restoran ternama dikota ini,namun beberapa bulan kemudian Liana bertemu dengan seseorang dan memberinya penawaran untuk bekerja sebagai seorang modeling.Entah lah sera tidak tau bekerja sebagai model apa yang jelas hanya itu saja yang diberitahu liana padanya.
Dan Sera bukan tipe seseorang yang kepo dan ikut campur seseorang,bagi dia mendengar Sahabatnya mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari seorang pelayan biasa.
Pagi Ini sera akan bersiap siap untuk pergi ke rumah kontrakan milik Liana.untuk memastikan apa kalung liontin yang dia temukan ini benar milik sahabatnya itu atau bukan,sekaligus menanyakan kenapa kalung itu bisa nyangkut di baju suaminya,jika memang kalung tersebut memang miliknya.
" Heh heh heh...mau kemana kamu?!" tanya mama ranti ketika melihat Sera yang sudah berpenampilan rapi itu turun dari tangga.
Sera yang kini sedang menuruni anak tangga itu hanya menoleh sebentar,sebelum akhirnya menghampiri mama mertuanya yang kini sudah berdiri sambil berkacak pinggang menatap horor dirinya.
Sera menarik tangan kanan mama mertuanya itu menyalaminya." Sera pamit keluar sebentar ya ma ada urusan." Pamit sera usai mencium punggung tangan ibu mertuanya
__ADS_1
" Urusan?urusan apa?alasan aja,pasti kamu mau kelayapan nggak jelas kan! Dasar istri kurang ajar ya kamu,suami nggak ada dirumah malah mau keluyuran." Ketus mama ranti dengan mulut cerocosnya panjang lebar.
Sera menghembus kan nafas kasarnya dan memutar bola matanya jengah." Terserah mama,Sera pamit pergi dulu Assalamualaikum."
" Ehh dasar menantu kurang ajar,mau kemana kamu.?"
Teriakan mama ranti tak dihiraukan sera,wanita itu tetap terus melanjutkan langkahnya.
Setelah Ojek online pesanannya datang,Sera lekas naik ke motor ojol tersebut setelah memakai Helm berwarna hijau itu
" Langsung ke alamat tadi ya pak." Ucap sera Dan mendapat anggukan kepala oleh pengendara ojek online tersebut.
Sepanjang perjalanan Sera terus saja tidak fokus,pikirannya benar benar kacau,dan juga gelisah,dia sangat takut hal yang tidak dia inginkan benar benar terjadi.
Dia benar benar tidak siap jika harus menghadapi kenyataan jika keduanya memang terlibat hubungan satu sama lain.belum begitu sembuh luka trauma di masa lalunya,kini malah ditambah lagi jika memang Yudha dan Liana tega menghianati dia dari belakang,padahal Sera sudah mulai membuka hati untuk pria itu setelah pria itu berhasil memiliki dirinya seutuhnya sedangkan Liana dia satu satunya sahabat yang dia miliki sekarang.
Sera tidak bisa membayangkan jika hal buruk benar benar terjadi dengan rumah tangga mereka.
Disela sela lamunannya,tiba tiba saja dia tidak sengaja menangkap sosok yang dia cari saat ini.saat motor yang dikendarainya sedang berhenti tepat di jalanan lampu merah.
" Pak pak cepetan ikutin mobil itu pak." Desak sera pada sang ojol saat lampu hijau sudah menyala dan mobil pajerro berwarna hitam itu sudah terlebih dulu melaju.
" Lebih cepet lagi pak,ikutin mobil itu.itu mobil suami saya." Ujar sera dengan suara heboh membuat si bapak ojek online gugup bukan main
Grett
Grett
Grett
" Yach motornya kenapa kok berhenti pak ?" tanya sera
__ADS_1
Tiba tiba saja motor Honda supra 125 milik pak ojol tiba tiba ngandat dan berhenti tengah jalan.
" Maaf neng motor bapak tiba tiba mogok neng." Seru mang ojek ketika keduanya sama sama sudah turun dari atas motor
" Aduh gimana ini,bisa kehilangan jejak aku pak." Keluh sera yang masih bisa dengan jelas mobil suaminya itu melintas tak jauh didepannya.
" Yaudah deh kalau gitu ini pak ongkosnya." Ujar sera dengan cepat dan tanpa pikir panjang menyerahkan uang seratus ribuan pada mang ojol lalu berlari mengejar mobil suaminya yang masih bisa dia jangkau karena memang jalanan agak sedikit macet.karena rutinitas pagi seperti biasanya yang sering macet di jalanan ibukota ini.
" Neng kembaliannya." Teriak mang ojek
" Ambil buat bapak aja." Balas Sera yang juga berteriak sambil terus memacu langkahnya melewati beberapa deretan mobil dan juga kendaraan lainnya.
" Hah hah hah..dikit lagi sera dikit lagi." Batin sera sambil mengatur nafasnya yang mulai terengah engah.sedangkan dia pandangan matanya masih bisa menjangkau mobil suaminya yang kini hanya berjarak beberapa meter darinya karena memang lampu merah kembali menyala.
" Sekarang kena kamu mas,aku yakin wanita yang ada dimobil bersamu memang Liana,aku yakin itu." Gumam sera seulas senyum dibibirnya terukir ketika merasa yakin akan menemukan suaminya.
Dan disaat langkahnya akan sampai dimobil milik suaminya tiba tiba saja lampu merah kembali hijau,maka mobil suaminya langsung saja melacu dengan cepat.
" Ahh tidak aku tidak boleh ketinggalan jejak." Gumam sera yang langsung memutar otak dan tanpa pikir panjang lagi sera langsung masuk ke dalam sebuah mobil Alpard berwarna putih yang tadi tepat berhenti di belakang Mobil suaminya,tanpa menyadari siapa pemilik mobil tersebut.
" Jalan pak,tolong cepetan ikutin mobil yang ada didepan." Ujar sera dengan nada mendesak.
Tanpa Sera sadari ada sosok pria tampan yang duduk dibalik kursi penumpang bagian belakang.yang langsung mengalihkan pandangannya kedepan dan menatap sera dibalik kacamata hitamnya.
_ Bersambung_
Hai readers Maaf ya hari ini Othor upnya agak Telat.Untuk satu atau dua bab lagi nanti nyusul ya.
Terimakasih untuk para readers yang masih berkenan membaca karya receh othor ini.
Jangan Lupa kasih,Dukungannya dengan cara kasih Like,komen vote dan juga tekan tombol suscribenya biar othor halu ini lebih semangat lagi nulisnya
__ADS_1
Terimakasih
Happy reading