Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Tragedi Kolam ikan


__ADS_3

Sesuai Ucapan mama mertuanya tadi,Sera pun kini sudah berada di tepi Kolam renang yang ada didalam rumahnya.


Di Rumah ini terdapat ada dua kolam,yaitu kolam khusus untuk berenang dan juga kolam khusus untuk memelihara ikan.


Dan pekerjaan Sera di mulai dengan membersihkan Kolam untuk berenang,meski sangat menguras tenaga dan pastinya berkeringat,tapi Sera merasa bangga pada dirinya sendiri.ternyata mengerjakan pekerjaan dengan hati yang Ikhlas dan senang malah membuat pekerjaan menjadi ringan.


Usai membersihkan dan menguras kolam renang,kini Sera beralih ke area belakang rumah,dimana terdapat kolam ikan dengan beberapa air mancur dan beberapa jenis tanaman rumput hias mengitari area kolam ikan tersebut.


Dengan Hati hati Sera mulai memindahkan ikan ikan peliharaan milik mendiang orang tuanya itu pada bak penampungan bersih lalu diisi dengan air bersih juga.


Setelah memastikan ikan ikan tersebut sudah berhasil dia pindah ke bak penampungan.sera pun masuk kedalam kolam dan mulai mengurasnya hingga airnya habis.lalu membersihkan kotoran kotoran ikan yang menempel dengan cara menyikat kolam tersebut.


" Non sera,biar bibi saja yang bersihin non.kolamnya licin awas nanti non sera bisa jatuh terpeleset." Seru bi nurti yang tiba tiba datang menghampiri majikannya itu.


Sera mengulas senyum meski wajah lelahnya sudah menyelimutinya.


" Nggak apa apa kok bi.tinggal dikit selesai kok." Ujar seru sambil memaksakan senyum manisnya


" Tapi Non...."


" Udah bi nggak apa apa,lebih baik Bibi kerjakan tugas yang lain saja,supaya mama ranti nggak marah marah terus bi."


" Tapi bibi kasihan sama non..."


" Heeey ,siapa yang suruh kalian ngegosip hah? Kerja yang becus jangan malah ngobrol ngalor ngidul nggak jelas.." Suara teriakan mama meleking memekakan gendang telinga


Terlihat wanita paruh baya yang dirinya masih sok cantik itu sedang berdiri tak jauh dari mereka sambil berkacak pinggang dan melotot kearah sera dan bi nurti bergantian.


" Heh budek kalian?malah bengong! Buruan kerja...." Teriak mama ranti dengan suara meleking bukan main


" I iya ma." Jawab sera dengan gugup.lalu melirik bi nurti lewat ekor matanya dan memberi sebuah peringatan supaya kembali ke belakang.


Nurti yang paham akan maksud nona mudanya itu,langsung pergi ke belakang mengerjakan pekerjaannya kembali.


Mama ranti tersenyum miring menatap penampilan menantunya yang sudah mulai kucel dan dekil karena bekerja penuh membersihkan dua kolam sekaligus.


Dengan langkah anggun bak seperti nyonya besar,Mama ranti menghampiri sera yang masih saja berkutat dengan pekerjaannya.


Menyikat nyikat kolam ikan yang terlihat begitu kotor karena airnya tadi memang sempat keruh karena memang lagi musim hujan.


Pranggg


Tiba tiba saja Mama ranti menendang Ember yang tadi berisi beberapa ikan Air tawar tersebut.


Terliha beberapa ikan langsung berserakan diatas lantai,dan saling terkapar satu sama lain.

__ADS_1


Namun Sera tiba tiba dikejutkan dengan seekor ikan Lele yang berukuran cukup besar atau Jumbo terbang begitu saja Lalu.


Happp


" Akkhhhhhhhhh..."


Mama ranti berteriak histeris saat ikan Lele itu tiba tiba masuk ke dalam Rok pendeknya.dan menimbulkan kegaduan di rumah besar milik mendiang orang tua sera.


Kedua mata Sera membulat penuh melihat mama mertuanya berteriak histeris sambil menggelinjang dan menghentak hentakan kakinya dilantai.


" Akhhhh Tidakkk ...hiks hiks hiks..." Teriak mama ranti yang mulai terisak." Tidakkk akhhh geli geli...." Sambungnya lagi.tubuhnya sudah menggelinjang bak seperti cacing kepanasan


Sera yang masih shock dia malah bengong dan hanya menatap mama mertuanya itu dalam diam.akal sehatnya mungkin tak bisa mencerna dengan baik.


" Akkkkhhh papa tolong....." Teriak mama ranti


" Ada apa sih mah teriak teriak." Seru papa Wirya yang datang dengan langkah tergopoh gopoh menghampiri istrinya seperti bak cacing kepanasan


" Papa tolong mama pa,akkkkhhh..."


Papa Wirya bingung menatap istrinya yang terus saja mondar mandir sambil menggelincang tak karuan,akibat sensai geli geli sedap dari serangan ikan lele yang masuk kedalam rok span pendek berbahan jeans denim itu.


" Ma mama itu kenapa sih ma,udah kayak cacing kepanasan saja." Cetus papa wirya pada istrinya itu


" Apanya sih mah yang geli..?" tanya papa wirya dengan ekspresi bingung


" Ada ikan lele di rok mama pah."


" Apa....? Ikan.?" pekik papa wirya dan spontan saja langsung bergidik geli.membuat mama ranti mendengus kesal


" Pa cepetan dong pah keluarin ,kok malah bengong saja,ikannya udah mulai gigit nih..ihhh geli akkkkkkh.." Seru mama ranti yang terus merancau tak jelas


" Ta tapi papa bingung mah gimana papa keluarin ikan nya ,masa' papa harus mengob*k ob*k Rok mama." Ujar Papa wirya dengan Ragu


" Aduh papa mikirnya lama,buruan nih mama udah nggak tahan pah.aaaakkkkkk...digigit hua..."


Melihat drama yang memuakan didepan mata,membuat sera yang mulai muak itu berjalan menghampiri kedua mertuanya yang masih rempong mencari cara untuk mengeluarkan ikan lele jumbo tersebut.


Dengan cepat Sera pergi ke post satpam sambil menenteng sebuah sarung yang mungkin bekas sarungnya Mang toyip yang dia ambil dari post satpam tersebut.


" Pakai ini ma." Ujar Sera sambil menyodorkan sarung kotak kotak berwarna biru tua yang sudah kelihatan kusut itu kearah mama mertuanya.


" Apa...?" pekik mama ranti sambil melotot tajam ke arah menantunya itu


" cepetan buruan pakai ma,biar sera bantu keluarin ikan lele nya..." paksa sera

__ADS_1


" Udah Gila kamu?! Mama nggak mau..!" Semburnya sambil meringis menahan kegelian bahkan gigitan ulah si lele jumbo itu


" Aduh ma,udah nggak ada waktu buat debat lagi ma,keburu barang mama lecet lho..." Ucap Sera disertai dengan seringai mengulum senyum nya tanpa sepengetahuan kedua orang tua yang sedang panik karena kehebohannya.


" Yaudah buruan sera,nantu keburu mainan papa lecet kan papa juga yang susah." Cetus papa wirya


Tuk


Dengan geram mama ranti menimpuk kepala suaminya karena gemas bukan main mendengar mulut suaminya yang selalu saja nggak bisa ke kontrol itu.


" Kok papa malah di timpuk sih mah,sakit tau mah." Cetus papa wirya sambil meringis


" Makanya jangan sembarangan kalau ngomong.!" Ketus mama ranti lalu beralih menatap kearah sera yang masih setia menyodorkan sarung bekas milik satpam rumah.


" Heh..malah bengong kamu,buruan pakein ke mama sarung itu sera.!" Sembur Mama ranti


"i iya ma."


Dengan cepat sera mulai memakaian sarung itu kepinggul mertuanya,lalu jarinya dengan lincah melepas resleting rok span ketat milik mertuanya hingga melorot kebawah.


Plung


Rok span itu pun jatuh di susul dengan ikan Lele yang juga ikut jatuh kelantai.


" Akhirnya Lega juga..." Desah mama ranti yang merasa bisa bernafas dengan lega karena bisa terbebas dari koyakan Lele jumbo tersebut


Namun tiba tiba saja suasana menjadi tegang setelah beberapa saat hening


Tes


Tes.


Tes


" Ma,apa itu merah merah yang ada dibawah kamu.?" tanya papa wirya dengan entengnya


Sontak saja Mama ranti menyentuh bagian Area dalam intimnya dan betapa terkejutnya saat melihat ada cairah merah hitam hitam pekat di tangannya.


"Akkkhhhh Darah...." Teriak mama ranti yang langsung saja jatuh pingsan tak sadarkan diri.


_Bersambung_


jangan Lupa kasih Dukungannya jika suka.


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2