
Satu minggu setelah kejadian yang menimpa sera,wanita itu menjadi sangat pemurung,bahkan seperti tak punya semangat hidup.dia benar benar takut setelah ini Yudha bakalan semakin semena mena padanya,karena merasa sudah berhasil memiliki tubuhnya seutuhnya.
Pagi ini Sera yang tetap berusaha melayani kebutuhan Suaminya sebaik mungkin,meski setelah kejadian itu suaminya itu sama sekali tidak pernah meminta hak nya kembali.hal itu membuat sera bingung,tapi ada rasa lega juga karena tak harus was was jika harus melayani suaminya lagi secara sadar.
Terlihat Yudha sudah rapi dengan pakaian kerjanya.memakai kemeja warna putih plus Jas dan juga dasi warna Abu abu lengkap dengan sepatu pantofel yang semakin membuat pria terlihat Tampan maksimal.
" Pagi mas." Sapa sera saat suaminya sudah berada tepat dihadapannya.
Sera mendorong kursi untuk Yudha ,untuk ditempati dan mempersilahkan yudha duduk.
" Besok gue mau pergi ke luar kota." Ucap Yudha membuka suara sambil menyeruput Kopi hitam buatannya.
" Memangnya ada acara apa mas?"
" Nggak usah kepo.!" Ketus Yudha sambil menyatap Sandwich buatan sera,kedua ekor matanya menatap Sinis ke arah sera yang masih terlihat termenung.
" Memangnya kalau bukan kerja,mau ngapain lagi hah?Kencan sama wanita lain.?" Cibir Yudha dan tersenyum miring
Jleb
Dada Sera tiba tiba bergemuruh dan bergetar hebat, mendengar Ucapan suaminya itu.
" Kenapa kamu bicara seperti itu mas.?" tanya sera sambil menatap dalam manik mata suaminya yang terkesan cuek dan tidak perduli itu.
" Memangnya kenapa?ada yang salah dengan ucapan gue.?" Cibir Yudha." Lagian gue juga butuhlah hasrat gue dipuasin,secara gue itu laki laki normal.Soal **** itu menjadi kebutuhan utama.!" Sambungnya lagi dengan nada menyindir.
Deg
Dada Sera terlihat naik turun,bibirnya sedikit bergetar,dan air mukannya pun terlihat nampak murung.
Setelah dia fikir fikir,memang lah benar apa yang dikatanya suaminya itu,Pria memang lebih selalu mengutamakan Soal kebutuhan biologis dan itu sudah naluriah sebagai seorang laki laki normal,beda dengan perempuan yang lebih mengedapankan perasaan saja.
__ADS_1
" Ckk,Wajah Lo kenapa ditekuk kayak gitu? Lo tau nggak wajah Lo itu Bikin eneg kalau Lo tekuk tekuk kayak gitu,sumpah Jelek banget..!" Ketus Yudha diiringi gelak tawanya yang sebenarnya Ucapan itu barusan tadi lain di mulut lain dihati.
Sera menghela nafas kesal,sambil menatap balik kearah suaminya yang masih terlihat mengejek dan mengolok oloknya.
" Oke aku sadar kalau memang wajahku jelek,tapi seenggaknya aku berhasil menjadi wanita yang beruntung karena bisa menjaga sesuatu yang berharga dalam diriku, yang mungkin banyak wanita diluaran sana tidak bisa menjaga seperti yang selama ini ku jag---"
" Ckkk... Percaya diri sekali Lo.!" Potong Yudha menyelak ucapan Sera.
Dengan Cukup keras yudha membanting sisa Sandwich yang dia pegang,hingga menimbulkan suara dentuman sendok dan piring.
Dengan cepat Yudha menyambar segelas air putih yang ada disampingnya sambil meminumnya hingga tandas,tatapan sorot mata tajamnya terus saja tertuju pada sera yang kini juga tengah menatapnya dengan sorot mata yang nanar.
"Lagian tau apa Lo soal perusahaan?Lo lupa Lo itu tak lebih dari seorang gadis cengeng,manja,dan punya otak pas pasan doang !.Elo itu cuma sedikit beruntung saja karena orang tua Lo tajir !" Ketus yudha dan tak lupa dengan tatapan sinis dan remehnya
Sera meremas jemarinya kuat kuat,dia tidak menyangka jika hal yang ditakutkannya selama ini akan menjadi sebuah kenyataan.lagi lagi harus tersakiti setelah berhasil membuka hati untuk pria lain,meski belum seutuhnya.
Dulu setelah kepergian kedua orang tuanya untuk selama lamanya,dia mengira bahwa suaminya adalah orang yang memang tepat diberi kepercayaan kedua orang tuanya untuk menjaga dirinya,apalagi Yudha waktu itu juga terkesan sangat baik dan perhatian padanya,bahkan pria itu beberapa bulan lalu selalu sabar menghadapi setiap kelakuannya yang mungkin belum bisa menerima kehadiran pria itu sebagai suaminya,ditambah lagi kepergian kedua orang tuanya tambah membuat sera terpukul bahkan hampir depresi.
Dan sekarang apa yang dia dapat,pria itu dengan cepat berubah menjadi suami egois,kasar dan menyakiti hati dan fisiknya,dia tidak habis pikir dengan perubahan sikap pria itu.
Apalagi semenjak pria itu naik jabatan,dan berhasil diangkat menjadi direktur utama oleh beberapa dewan direksi di perusahaan mendiang Ayahnya,kelakuannya semakin menjadi jadi.
Tanpa sepatah kata lagi,Suaminya itu langsung pergi meninggalkan dirinya yang masih diam dengan sejuta pertanyaan dalam pikirannya.
Ditempat Lain nampak seorang wanita Cantik bertubuh seksi sedang berdiri diambang pintu gerbang kediaman rumah yang ditinggali Sera dan Yudha.
Senyum merekah dari bibir sensual wanita itu terbit seketika,ketika melihat sebuah mobil Pajerro Warna hitam keluar dari gerbang.
Mobil itu ternyata milik Yudha,pria itu pun menepikan mobilnya dipinggir jalan,sehingga wanita yang tadi sudah menunggu kedatangannya itu segera masuk kedalam mobil.
__ADS_1
" Kenapa harus nyamperin kerumah segala?Gue kan bisa jemput Lo di kontrakan." Seru Yudha setelah wanita yang menjadi kekasih hatinya itu duduk di kursi sampingnya,dan memasangkan Sealbeat pada tubuh wanita itu.
Liana mengulas senyum penuh Arti dan menatap Yudha dengan senyum mengembang
" Malahan tadi rencananya mau langsung masuk ke rumah Kamu lhoh sayang." Ucapnya diiringi dengan Mengulum senyum
Hal itu sontak saja membuat Yudha yang tengah menyetir sangat terkejut,hingga langsung menoleh kearah Liana yang tengah tersenyum puas karena berhasil membuat wajah kekasihnya itu berubah pucat.
" Kamu jangan sembarangan Lia !...jangan coba coba berbuat macam macam tanpa persetujuan dariku.!" Ucap Yudha dengan tegas meski setelah itu kembali memfokuskan menyetir
Liana tersenyum puas,sambil bergelayut manja di lengan Yudha,lalu sedikit mendekatkan wajahnya diteling Yudha.
" Ingat sayang,aku bisa saja nekat melakukan hal yang tak pernah kamu bayangkan sebelumnya, jika kamu terus menggantung status hubungan kita dengan ikatan yang tidak jelas seperti ini.!" Bisik Liana yang lebih tepatnya terdengar seperti sebuah ancaman
Wajah Yudha tiba tiba berubah tegang,setelah mendengar bisikan kekasihnya itu,spontan saja Langsung menoleh kearah Liana yang sudah saja menarik diri duduk ditempatnya semula.
Wanita itu terlihat lebih tenang,dengan ekspresi yang tak bisa dibaca
" Apa maksud kamu.?" Tanya Yudha yang terkesan menuntut sebuah jawaban
" Kamu tau sendiri kan,kalau aku ini seorang wanita, yang jelas saja ingin meminta kejelasan status tentang hubungan kita selama ini,apalagi selama kurang kebih dua tahun aku selalu memberikan apa yang kamu minta Yudh." Ucap Liana yang juga membalas balik menatap wajah yudha yang terlihat mulai kesal." Bahkan akulah orang yang selama ini memuaskanmu diatas ranjang, disaat kamu tidak mendapatkan kepuasan dari istrimu yang tak berguna itu. menyerahkan tubuhku dengan sukarela untuk kamu nikmati,jadi kini sudah saatnya aku meminta pertanggung jawaban darimu.!" Sambungnya lagi dengan suara yang terdengar sedikit tegas.
mungkinkah kali ini Liana benar benar meminta sebuah pertanggung jawaban dari seorang Yudha atau hanya sekedar sebuah ancaman untuk menggertak yudha supaya segera menikahi dirinya
_ Bersambung_
Jangan Lupa kasih dukungannya jika suka.
Insyallah hari ini aku akan Up Lebih dari Tiga bab,Jika Readers sudinya memberi Like,komen dan juga tekan tombol suscribenya.
Happy reading
__ADS_1