
" Mas ibra..." Pekik sera
Sedangkan pria itu malah mengulas senyumnya sebelum akhirnya berkata
" Hapus Air mata kesedihanmu sera." Ujar pria itu dengan suara serak dan beratnya itu.
Belum juga hilang keterkejutan sera dengan apa yang telah menimpanya barusan melihat suami dan sahabatnya selingkuh,kini dia dikejutkan dengan Sosok pria yang beberapa waktu lalu yang dia pinta untuk menjauhinya.
" Apa yang sedang kamu lakukan disini mas.?" tanya sera dengan perasaan gugup dan campur aduk.
Pria berwajah tampan itu mengusas pipinya dan tersenyum."Sesuai permintaan mu tadi,kamu menyuruh kami untuk menunggumu sampai urusan dengan suamimu itu kelar bukan.?" Seru ibra nada sarkastiknya
Dengan susah payah sera meneguk salivanya sendiri,ketika melihat kedua pria tampan itu sudah sama sama melepas kacamata hitam mereka.
" Astagfirullah jadi mobil ini bukan mobil taksi online ...Ya Allah kenapa aku jadi nggak ngeh gini..." ucapnya dalam hati sambil menggelengkan kepalanya pelan.
" Ma maaf a aku benar benar tidak sadar kalau yang saya tumpangi ternyata bukan mobil taksi online tapi mobil kamu mas" Cicit seru yang langsung saja wajahnya memerah karena menahan rona malu atas kecerobohannya.
Ibra menganggukan kepala,lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.
" Mau cerita.?" tawarnya tanpa menatap wajah mantan istrinya,sorot mata elangnya itu berpendar kemana mana asal tidak menatap wajah sedih wanita yang masih mengisi relung hatinya itu.
Sere tertegun menelan salivanya sendiri,bagaimana dia mungkin dia akan berbagi cerita tentang kesedihannya pada mantan suaminya itu,pasti dia akan sangat malu sekali jika mantan suaminya itu tau jika kenyataanya kehidupan rumah tangganya kali ini juga miris seperti yang dulu dulu.dan tidak lebih baik dari rumah tangganya yang dulu.pasti laki laki itu akan menertawakan dirinya meski dalam hati saja
Sera menggelengkan kepalanya." Maaf mas aku tidak bisa cerita,dan sekali lagi aku minta maaf karena sudah membuat waktumu terganggu hari ini,jujur ku kira mobil kamu memang taksi online,karena sangking paniknya aku sampai tak bisa membedakan." Tolak Sera dengan halus dan lagi lagi meminta maaf untuk keteledorannya kali ini.
Ibra menganggukan kepala sambil menarik sudut bibirnya.
" It's okey tak masalah bagi ku." ucap ibra dan kembali beralih menatap wajah sendu mantan istrinya itu" Tapi jujur bukannya aku lancang ingin tau urusanmu,cuma sekedar ingin bertanya kenapa kamu tiba tiba menangis setelah keluar dari rumah itu,apa suamimu menyakitimu?" bra balik tanya dengan dengan suara lembutnya.
Deg.
Sera terpaku saat mata teduh milik laki laki yang pernah mengisi hatinya itu menatapnya dengan pancaran binar penuh cinta.sera tertegun dan tiba tiba perasaannya jadi tidak karuan saat tatapan keduanya saling bertemu.
__ADS_1
Sera bahkan bisa merasakan Aroma tubuh ibra yang maskulin serta deru nafas Ibra yang beraroma mint seakan menyapu di wajahnya.
Tak ingin berlama lama dengan situasi canggung seperti ini,sera lantas membuang mukanya dan mengedarkan pandangannya ke jendela luar sebelum akhirnya sera ijin keluar karena mobil mereka sudah berhenti tepat didepan rumah Sera.
" Kalau begitu saya permisi dulu.maaf sudah lancang masuk ke dalam mobil kamu mas "Ucap sera
" Kamu belum jawab pertanyaanku sera."
" Yang mana.?" Sera berlagak tidak mengerti maksud ucapan pria yang menjadi masa lalunya itu.
" Soal kamu menangis,apa benarsuamimu menyakitimu.?" tanya Ulang ibra yang membuat sera spontan saja sera langsung kembali menatap kearah ibra yang kini tengah menatapnya dengan intens.
" Bukan urusanmu mas.!" Ketus sera sambil melayangkan tatapan tajamnya kearah mantan suaminya itu.entahlah Rasa ego yang membuncah lebih menekanhnya saat ini,dia tidak ingin terlihat lemah didepan pria yang juga pernah memberinya sejuta luka itu.
" Tunggu sera." Ibra mencekal lengan sera saat akan keluar dari dalam mobil
" Lepasin mas.!" sera menyentak tangan ibra hingga terlepas
" Aku tidak akan melepaskanmu jika kamu tidak mau berkata jujur padaku.!" Ucap Ibra dengan tegas namun dengan tatapan yang lembut
" Jangan ikut campur dengan urusanku mas karena kamu tidak berhak tau apa yang jadi urusanku sekarang,lebih baik kamu urus saja urusanmu sendiri." Sambung sera lalu langsung pergi begitu saja meninggalkan ibra yang masih termenung sendirian
" Ya sebenci itukan dia denganku..." Lirih bernama ibra itu
." Sungguh aku hanya tak ingin melihatmu bersedih Ra.." batinnya lagi.
---------
Sera yang baru saja masuk ke dalam rumah pun di kejutkan dengan mama mertuanya yang sudah berdiri didepan ambang pintu sambil bersidekap dada.
" Dari mana saja kamu.?" tanya mama ranti dengan wajah ketusnya
Ya Tuhan bahkan dalam suasana hati sera yang sudah tidak karuan dan berkecamuk seperti saat ini,dirumah dia harus mengeluarkan tenaganya lagi untuk meladane mama mertuanya yang jahat ini.
__ADS_1
Sera menghela nafas kasarnya dan memilih untuk segera melewati wanita paruh baya itu tanpa ingin sekali meladeninya.
" Maaf ma,sera hari ini capek..sera masuk ke kamar dulu ya." Ujarnya sambil berjalan melewati mama mertuanya yang nafasnya terlihat naik turun menahan amarah.
" Lancang sekali kamu..." Dengan cepat mama ranti menarik rambut sera dari arah belakang membuat wanita itu memekik kesakitan
" Akhhh sakit ma,lepasin...."
" Mama tidak akan ngelepasin kamu,sebelum kamu jawab dari mana kamu.!" Semburnya sambil terus menarik rambut sera
" Sera tadi ada urusan ma.." Entah kenapa rasanya sera enggan bercerita pada wanita yang menjadi ibu mertuanya itu,dia pikir akan percuma menceritakan pada ibu mertuanya itu karena hasilnya tetap sama saja wanita itu pasti akan tetap membela putranya.
" Alah bohong kamu,jelas jelas mama tadi lihat kamu diantar pulang seorang pria.!Ayo jawab! Kamu main serong dengan laki laki lain hah?!"
Jlebbb
Sera memejamkan matanya mendengar kata kata pedas dan menyakitkan keluar dari bibir ibu mertuanya itu,wanita itu tidak tau saja bahwa yang sebenarnya selingkuh adalah putranya sendiri,ini malah menuduhnya sembarangan.sera benar benar sudah kehabisan stok kesabaran meladeni manusia manusia tidak tau diri ini.
Dengan Kuat Sera menarik rambutnya dan menyentak tangan mama mertuanya itu hingga terlepas dan mendorong mama mertuanya itu hingga terjungkal ke belakang.
" Dasar menantu Sialan.Dasar anak iiblis,setan kamu ya.berani sekali mendorong mama.!" Bentak wanita itu dengan sumpah serapahnya
" Yang iblis dan setan itu anak mama,tega teganya berbuat bejat dengan sahabatku sendiri,suami macam apa anak mama itu.!" Sera yang sudah kepalang emosi pun tak bisa membendung amarahnya lagi,posisinya sekarang ini serba salah,kalau dia terus saja diam saat di caci maki dan dihina mereka akan semena mena,sementara di rumah sudah tidak ada siapa siapa yang akan membelanya.
Jadi mulai saat ini dia harus bisa bersigap tegas kepada siapapun yang akan menindasnya tak peduli sekalipun itu mertuanya sendiri,dia akan hormat dan baik pada orang jika dia diperlakukan baik oleh orang tersebut,karena mulai saat ini dia punya prinsip dia akan berbuat baik pada orang yang berbuat baik padanya,jika sebalik ya maka dia juga akan bersikap sesuai yang orang itu perbuat padanya.
Intinya Sikapku tergantung sikap anda memperlakukan saya.kurang lebih seperti itu.
" Dasar wanita kurang aja,apa maksud kamu bicara seperti itu.?"Cetus mama ranti dengan wajah memerah menampilkan urat urat yang terpampang diwajah keriputnya itu menyembul keluar
Sera tersenyum miring lalu berkata." Huh..Tanyakan saja pada putra mama nanti,sera yakin apapun yang keluar dari mulut sera tidak akan ada gunanya buat mama."
Setelah bicara seperti itu,sera lekas pergi meninggalkan Mama mertuanya itu yang masih diam mematung
__ADS_1
_Bersambung__
Happy reading