
Tiba tiba saja Yudha ingin beranjak dari tempat duduknya saat tatapannya tak sengaja bertemu dengan wanita yang masih resmi menjadi istrinya di mata hukum itu
Sera yang sebelumnya juga ikut terkejut dengan kehadiran sosok yudha,akhirnya memilih menundukan pandangannya.
" Jangan bertindak macam macam kamu yudh ! Ingat posisimu sekarang.tetap fokus dan jangan bikin papa malu.!" Ujar papa wirya memperingati putranya dengan membisikan kata kata tersebut pada indera pendengaran putranya.
Yudha yang tadinya ingin beranjak kini mengurungankan kembali niatnya."Tapi pah.---"
" Kamu bisa selesaikan urusanmu dengan wanita itu setelah rapat selesai yudh.Ingat jangan bikin ulah dan bikin papa malu yudh.!" Ucap sang papa dengan tegas.
Dan mau tak mau Yudha pun menuruti keinginan sang papa.
Dan disepanjang jalannya Rapat di mulai hingga selesai, Yudha tak berani banyak bicara,dia kembali fokus menyimak dari penjelasan penjelasan dari CEO Wijaya group tersebut saat Ibra tampil presentasi dengan sangat memukau,lugas ,tegas dan juga impresif.Ibra begitu sangat terlihat berwibawa dan sangat kharismatik,apalagi di samping ibra ada sosok wanita yang dengan sigap menyiapkan apa apa yang menjadi bahan presentasi pria itu didepan investor lainnya.
Hal itu sontak saja membuat Yudha seperti merasakan hawa panas yang menjalar didalam tubuhnya bak seperti cacing kepanasan.apalagi melihat sosok wanita yang belum resmi menjadi jandanya itu sangatlah serasi dan cocok di berdiri di samping Ibra.
Entah kenapa Yudha tiba tiba merasa dirinya berkecil hati,melihat betapa wibawanya rivalnya saat ini yang ternyata tak bisa dianggap remeh sembarangan baginya.
*
*
Setelah Rapat selesai,Yudha pun keluar bersama sang papa dari ruangan rapat tersebut.namun saat melewati ruangan berdinding kaca Yudha pun menghentikan langkahnya dan menyuruh papanya untuk kembali ke mobilnya terlebih dulu.
" Papa bisa ke mobil duluan,nanti yudha nyusul." Ucapnya
Papa wirya mengangkat salah satu alisnya menatap curiga sang putra" memangnya kamu mau kemana yudh?"
" Seperti ucapan papa sebelumnya,yudha mau menyelesaiakan urusan yudha sama sera pah."
Papa wirya mendengkus kesal." Yaudah papa tunggu dimobil.kamu jangan lama lama dan ingat jangan macam macam.!" Gertaknya
" Hmm."
Setelah papanya pergi ,Yudha pun beralih menatap ruangan kaca tersebut.pandangannya pun beralih pada sosok Ibra yang sedang berdiri tak jauh darinya bersama dengan sera yang sepertinya sedang ngobrol yang dia sendiri tidak tau soal obrolan mereka,apa obrolan biasa seputar pekerjaan atau soal pribadi.yang jelas melihat kedekatan Ibra dan sera membuat Yudha kembali terbakar api cemburu hingga ingin sekali yudha menonjok pria yang dia klaim sebagai Perebut bini orang itu.
__ADS_1
Perlahan Yudha mulai berjalan menghampiri mereka berdua hingga menyisakan jarak yang jadi lebih dekat dengan Ibra mau pun sera.
" Apa kabar pak Ibra yang terhormat,saya tadi sempat terkejut Lhoh ternyata anda yang menjadi presdir di Wijaya group..." Seloroh Yudha sambil mengulurkan tangannya pada ibra hanya untuk sebuah basa basi saja.
Namun agaknya Ibra tak sedikitpun ingin menanggapi celotehan Yudha,sehingga tak membalas uluran tangan yudha yang masih menggantung diudara membuat Yudha kembali memasukan tangannya kedalam saku celananya kembali.
" Wah...ternyata saya baru tahu selain Presdir pebinor ternyata anda juga sombong sekali rupanya..." Ucap Yudha dengan nada suara mengejek,sedangkan Ibra yang sudah mulai geram pun mulai mengepalkan kedua tangannya.
" Jaga mulutmu.!" Sentak Ibra dengan mata menyalang menatap Yudha
Yudha pun terkekeh sambil menatap remeh lalu berkata." Saya benar benar tidak menyangka jika sang presdir wijaya group selain pria pecundang ternyata juga seorang pria yang menghalalkan segala cara untuk merebut wanita bersuami ya..." Ejeknya lalu beralih menatap tajam pada Sera yang kini juga ikut menatap dirinya.
" Demi wanita ini apa anda rela mengorbankan reputasi anda pak ibra yang terhormat ?" imbuhnya lagi
" Jadi kamu kesini cuma ingin menyampaikan omong kosong ini.?" Sanggah Ibra dengan ekspresi wajahnya yang sudah berubah datar lagi.
" Kira kira bisa anda bayangkan tidak reaksi orang orang,jika tahu ternyata bosnya adalah seorang pria yang suka merebut istri orang?" Tanya Yudha dengan melontarkan kata kata sindirian terhadap ibra.
Namun ibra bukannya terpancing dengan sindiran yudha,pria itu malah terkekeh yang malah sebaliknya membuat si penyindir jadi malah tersulut emosi.meskipun dalam Hati Ibra ingin sekali menonjok muka pria bernama yudha itu dengan babak belur,namun sebisa mungkin Ibra tetap bersikap Santai dan sangat profesional mengingat situasi dan kondisi yang masih di area tempat kerja,apalagi disampingnya ada wanita kesayangannya,Ibra tidak ingin menjatuhkan harga dirinya lagi di hadapan wanita nya itu.
" Lalu apa bedanya dengan anda sendiri?bahkan anda sendiri saja pria yang suka berselingkuh dan tak punya urat malu merampas harta orang lain?apa itu namanya pria yang lebih baik dariku.?begitu maksudnya...?"
Kali ini sindiran Ibra jauh lebih pedas darinya,hal itu sontak saja membuatnya meradang bukan main,terlihat rahangnya mulai mengetat serta tangannya terkepal erat .
" Apa maksud dari pria bajingand ini?apa Sera menceritakan semua masalahku dengannya pada pria ini." Gumam Yudha dalam hati.
" Anda jangan terlalu ikut campur dengan urusan pribadi saya.!" Sentak Yudha,lalu tanpa basa basi lagi Yudha pun mengalihkan pandangannya pada sera yang sedari tadi berdiri tepat di belakang Ibra
Dengan Kasar Yudha menarik tangan sera dan lekas membawa Wanita itu pergi.
" Sini kamu." Sentak yudha sambil menarik tangan sera hingga wanita itu menubruk dada bidang suaminya itu.
" Au sakit mas lepas."
" Ayo ikut.!"
__ADS_1
Seakan menulikan pendengarannya,yudha pun mengajak Sera keluar dari ruangan tersebut dengan langkah setengah menyeret.sedangkan Ibra tetap tak bergeming menatap wanitanya di paksa keluar dari gedung perkantoran oleh pria yang masih berstatus suami wanita tersebut.
" Apa saya perlu mengejar mereka tuan muda.?" Tanya Rendy setelah Yudha berhasil membawa kabur sera pergi keluar
" Tidak perlu."
" Bagaimana nanti kalau terjadi sesuatu dengan nona sera.?"
" Tenang saja,aku yakin sera bisa bersikap tegas dengan pria itu."
" Apa anda yakin.?" tanya rendy memastikan
Ibra melirik tajam pada asisten pribadinya itu,menatap penuh curiga." Kenapa malah jadi kamu yang repot?" sahutnya dengan tatapan curiga
" Eittsss anda jangan berburuk sangka tuan muda,saya hanya sekedar peduli saja dengan wanita kesayangan anda." Ujar Rendy yang seakan mengerti arti dari tatapan dari sang presdir.
Ibra pun tergelak dengan sikap gugup bawahannya itu,dia hanya sedikit menggoda Rendy saja supaya tidak kaku sekaligus supaya mengubur dan menutupi rasa kekhawatirannya pada sera.
Ibra pun menepuk pelan pundak Rendy lalu berkata." Saya hanya bercanda."
Rendy tersenyum kikuk sambil menghela nafas lega.
" Kamu jangan senang dulu,masih ada tugas menantimu." Seru Ibra dengan tersenyum penuh arti
Rendy mengangguk paham lalu berkata." Tugas apa tuan muda.?"
" Pastikan Pria brengsek itu tak menyentuh apalagi menyakiti wanitaku walau hanya secuil saja.! Kamu paham?!"Ucap Ibra dengan Lugas dan tegas
" Baik tuan muda,kalau begitu saya permisi dulu." Pamit Rendy dan mendapat anggukan oleh Ibra.
Selepas kepergian Rendy,Ibra pun melangkahkan kakinya berjalan menuju jendela besar yang berada dalam ruangannya,kemudian menatap kebawah dan disana Ibra melihat Yudha dan Sera tengah beradu mulut di pelataran gedung perkantorannya.
" Aku tidak akan pernah membiarkanmu menyakiti wanitaku lagi ,jangan Harap kali ini kamu bisa menang dariku.tunggu saja kejutan spesial dariku." .Gumam Ibra sambil tersenyum penuh arti.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa kasih dukungannya jika suka
Happy reading