Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Bertemu Melika


__ADS_3

Sera langsung Mengalihkan pandangannya ketika Ibra terus saja menatap dalam manik mata indahnya.dia pun mengusap air matanya yang tadi sempat turun dan jatuh lolos dipipinya.


" Maaf mas,tapi aku belum bisa menjawabnya." Ujar sera lalu menarik tangannya yang sempat di genggam ibra tadi.


Namun Ibra segera menahan tangan sera sebelum wanita itu berdiri dari tempat duduknya tadi.


" Aku tidak butuh jawabanmu sekarang sera,kamu bisa memikirkannya nanti dan aku akan memberimu waktu,tapi boleh kan aku berharap padamu ra." Tutur Ibra dengan tatapan Lembut,tak ada tatapan seorang layaknya Bosy seperti biasanya.


Deg


Jantung sera tiba tiba berdegub kencang mendengar penuturan dari pria yang pernah menjadi suaminya itu.namun sebisa mungkin Sera berpegang teguh pada pendiriannya,kalau dia tidak akan pernah mudah termakan oleh bujuk dan rayuan dari pria yang pernah menjadi bagian dari masalalunya.


" Maafkan aku mas,tapi aku rasa aku tidak bisa,kamu jangan terlalu berharap lebih padaku.."


" Sera...--"


" Maaf aku harus kembali ke tempatku mas,masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan.permisi." Ucap sera pamit keluar dari ruangan Sang presdir.


" Shitttttt..." Umpat Ibra sambil mengusap wajahnya dengan kasar,baru kali ini dia merasa benar benar frustasi dengan penolakan seorang wanita,apalagi selama ini dia belum pernah di tolak,malah sebaliknya dia yang menolak puluhan wanita yang dengan suka rela ingin jatuh kepelukannya hanya demi seorang wanita yang kini malah menolak dirinya.benar benar miris pikirnya.


*


*


Sore Itu setelah sera selesai dengan pekerjaannya,sera pun segera membereskan ruangannya,karena pukul sudah menunjukan jam lima sore,jadi sudah waktunya pulang kerja.


" Ra,aku antar ya sekalian aku pengen tau rumah kontrakanmu,jadi kapan kapan kita bisa berangkat bareng." Tawar della yang baru saja menyusul Sera ke ruangan sera yang baru yang letaknya di lantai atas.


" Della,kamu udah lama disini?" tanya sera setengah terkejut dengan kedatangan teman satu divisinya kemarin sebelum akhirnya naik jabatan sebagai seorang sekretaris presdir


" Enggak kok baru saja.ayo aku antar kamu pulang,kita bisa pulang bareng.?"


" Tapi aku takutnya malah ngerepotin kamu dell."


" Nggak kok aku malah senang ra,jadi aku punya teman buat boncengan." balas della diiringi dengan gelak tawa renyahnya." lagian kan lumayan Lhoh bisa ngirit ongkos buat naik angkot kan?" imbuh della


Dan mau tidak mau sera pun mengiyakan tawaran della,sera pun menganggukan kepalanya,menurutnya apa yang dikatakan della ada benarnya,saat ini memang dia harus benar benar pandai berhemat.


" Oke baiklah kalau gitu,tapi ini kemauan kamu lhoh ya yang maksa..." Ujar Sera merasa tak enak hati


" Iya iya bawel..yuk kita pulang." Sahut della dengan bersemangat,karena sejatinya gadis itu pun tak keberatan menurutnya sera adalah wanita yang baik untuk dijadikan temannya.


Mereka berdua pun bergegas keluar dari ruangan,lalu berjalan menuju Lift,setelah Lift terbuka mereka berdua masuk dan menekan lantai ground.


Ting

__ADS_1


Setelah pintu Lift terbuka mereka berdua keluar dan langsung menuju area tempat parkir.


" Ra kamu tunggu diloby sini dulu ya biar aku ambil motor dulu basment." Ujar Della dan diangguki kepala Oleh Sera


" Oke dell."


Setelah Della pergi mengambil motor diarea parkiran gedung kantor,Sera pun menunggu di loby kantor sambil sesekali menoleh kearah kanan kiri dan mendekap tas selempang miliknya.


Namun Alangkah terkejutnya sera ketika melihat sosok wanita cantik yang baru saja keluar dari mobil mewah dan menyapa dirinya.


" Sera..."


" Melika.."


" Hai sera apa kabar?" tanya wanita cantik bernama melika itu


" Baik mel,kamu?"


" Sama aku juga.emm ngomong ngomong sedang apa kamu disini?" tanya melika dengan ramah


" A aku kerja disini mel." jawab sera


" Oh ya...wah kalau begitu kita bakalan sering ketemu dong." Ujar melika dengan wajah senang


" Iya mel,kamu juga kerja disini..?" tanya sera sedikit penasaran


" Aku disini sering berkunjung,untuk menemui pujaan hatiku sera..." Bisik Melika dengan suara lirih,terlihat jelas wajahnya berubah bersemu merah


Entah kenapa tiba tiba ada perasaan tak enak yang tiba tiba menghinggap di hati sera,namun segera mungkin sera menepis perasaannya.


" Sera..kamu nggak apa apa kan?kenapa?kok diem?" tanya melika ketika melihat sera hanya melamun saja.


Hal itu sontak membuat lamunan sera buyar seketika." Eh i iya maaf mel tadi sedikit melamun,emm iya gimana.?" tanya sera dengan sedikit canggung


Melika mengulas senyum lebarnya dan menepuk pundak sera pelan." Kalau begitu aku masuk kedalam bentar ya,kamu mau ikut?" tawarnya dan dibalas dengan gelengan kepala oleh sera


" Ndak usah mel,aku sebentar lagi juga mau pulang kok." tolaknya halus


Melika menoleh ke kanan dan ke kiri." sama siapa?mau nunggu aku bentar?nanti pulang bareng aku antar sekalian?" tawarnya lagi


" Nggak perlu mel,makasih atas tawarannya,kebetulan saya sedang menunggu teman,yang ngajak pulang bareng juga." tolak sera halus


" Oh..yaudah deh tapi kapan kapan aku boleh kan ke rumahmu?dan emmm boleh minta nomor whatsupnya..?" tanya Melika sambil menyodorkan ponsel pintarnya


" boleh kok mel." Sera pun menerima ponsel melika lalu memasukan nomor wa nya ke dalam ponsel melika.

__ADS_1


" Udah aku save mel." Kata sera sambil menyerahkan ponsel melika kembali


" Oke thanks Ra,kalau begitu aku masuk ke dalam dulu,see you next time" pamit melika


" Iya melika sampai jumpa kembali." Balas sera diiringi senyum manisnya mengiringi kepergian melika yang sudah lenyap dari pandangannya.


Tak lama kemudian della pun tiba dengan sepeda motor maticnya dan berhenti tepat didepan sera.


" Yuk Ra.ini pakai helmnya.." Ujar della sambil menyerah helm satunya pada sera.


Sera pun menerima helm bogo tersebut lalu memakainya,setelah itu dia pun segera naik dan della pun langsung melesatkan motor matic miliknya.


Tanpa mereka sadara ada sosok pria tampan yang tengah mengamati mereka berdua,Siapa lagi kalau bukan Ibra.meski hatinya saat ini merasa kecewa dengan penolakan sera tadi namun melihat wanitanya pulang dengan aman sudah membuat lega perasaannya.


" Sepertinya Anda harus lebih ekstra sabar lagi untuk meraih hatinya kembali tuan muda." celetuk rendy sang asisten membuat Ibra membalikan tubuhnya.


Ibra mengukir senyum smirknya." Kamu benar Ren,aku akan terus berusaha mendapatkan hatinya kembali..!" ucapnya dengan mantap


" Walau beberapa kali mendapat penolakan?anda akan terus mengejarnya?" Balas Rendy dan mendapat tatapan tak suka dari Ibra


" Kau meremehkanku.?" sungutnya


Rendy mengulas senyum kecilnya." Bukan seperti itu maksud saya tuan muda,saya hanya ingin memberi dukungan moril saja." Balas Rendy sekenanya.


" Berani lagi membuatku patah semangat,akan ku nikahkan kau dengan Melika adikku.!"


" Ayooo siapa takut.."Balas rendy dengan senyum pongahnya


Ceklekkk


" Heiii semuanya..lagi pada ngomongin apa sih sepertinya seru sekali.?" Seru Melika yang tiba tiba saja muncul dari balik pintu ruangan.


Ibra dan Rendy yang dibuat terkejut oleh kedatangan Melika yang baru saja datang pun,mereka saling melempar pandang dan saling memberi kode kodenya.


" Astaga kamu ngagetin aja mel." Ujar Ibra membuka suara


" Panjang umur bener nih anak." Gumam Rendy pelan meski melika masih sempat mendengarnya


" Hayoo lagi bahas apa?kok tadi aku sempet denger nyebut nyebut namaku sama nikah nikah gitu?emangnya siapa yang mau nikah?Kak Rendy atau?????" Tanya melika sambil menjeda ucapannya lalu beralih menatap sosok didepannya"........kak Ibra..?" Sambungnya lagi dengan rasa penuh was was


Sontak saja membuat Ibra maupun Rendy membelalak dengan pertanyaan melika barusan,hingga membuat kedua pria tampan itu seakan kehabisan kata kata..


Bersambung


Jangan lupa kasih dukungannya jika suka

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2