Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Gugurkan.


__ADS_3

Dokter Melika kembali menenangkan Sera yang masih saja terisak,jika saja Yudha tidak main serong bersama sahabatnya sendiri pun.Liana.mungkin saja Kabar ini bisa menjadi kabar bahagia bagi kedua pasangan suami istri pada umumnya.


" Aku harus bagaimana dokter,aku bingung harus berbuat apa " Lirih Sera


Dokter melika menatap pilu wajah nanar wanita yang dia kira masih ada hubungan kerabat jauh dengan kakak tirinya itu.rasa iba terus menyelimuti hati dokter cantik berusia dua puluh lima tahun itu.


" Saya paham perasaan kamu sera,mungkin di situasi saat ini kamu benar benar merasa bingung dilema,dan juga tertekan.tapi kalau saya boleh kasih saran sebaiknya masalah ini kamu bicarakan baik baik dengan suami kamu,siapa tahu dengan hadirnya buah hati kalian,bisa jadi penyelamat untuk pernikahan kalian." Saran dokter melika dengan suara lembutnya.


Memang dokter melika tidak tahu alasan Sera untuk bercerai dari suaminya,tapi dia yakin kalau sera memutuskan untuk bercerai itu tandanya masalah rumah tangga mereka memang dalam masalah besar.untuk itu melika hanya bisa memberi saran saja dan menenangkan sera.


" Pernikahan saya sudah tidak bisa dipertahankan lagi,terlalu sakit jika mempertahankan ini semua." ujar sera dengan serak menahan isakannya.


" Emm sebelumnya maaf ini ya kalau saya harus bertanya lancang sama kamu,emm kalau boleh tau apa yang membuatmu menggugat cerai suamimu,dan kenapa kamu tidak mau mempertahankan pernikahan kalian,padahal ada janin di dalam perutmu yang butuh sosok seorang ayah?!" tanya melika dengan hati hati


" Suami saya berselingkuh dibelakang saya dengan sahabat saya dok.." Lirih sera menahan rasa sesak yang amat dalam


" Apa?selingkuh.?" Pekik melika sampai mulutnya menganga sambil membulatkan Kedua matanya


Dia kaget mendengar perkataan yang keluar dari mulut wanita muda itu,dia tidak membayangkan jika dirinya sendiri yang berada di posisi seperti itu.sudah hamil di selingkuhi pula.


" Kamu yang sabar ya sera,kamu yang kuat aku yakin kamu pasti bisa melewati ini semua." Melika menggenggam erat tangan wanita muda itu menatap penuh dengan iba.


Sera menatap sendu dokter muda yang usianya lebih tua tiga tahun darinya itu.


" Terimakasih atas dukungannya dok,saat ini saya benar benar bingung harus kemana lagi,rasanya beban yang saya tanggung saat ini sangat berat." Ucap sera


" mulai sekarang kamu jangan merasa sendiri sera,ada aku.aku akan selalu ada buat kamu aku mau menerima segala keluh kesahmu jika kamu ingin berbagi cerita padaku aku siap mendengarnya,dan jika kamu butuh bantuanku aku siap membantumu jika aku mampu."


Sera menganggukan kepalanya,lalu perlahan mulai mau bercerita tentang prahara rumah tangganya,tentang perselingkuhan antara suami dan sahabatnya sampai dengan suaminya itu mengambil alih perusahaan dan juga rumah peninggalan mendiang ayahnya dan dia pun terancam terusir dari rumah tersebut,di tambah lagi dengan kedua mertuanya sangat tak menyukai dirinya semenjak kepergian kedua orang tuanya.


" Mereka benar benat sudah keterlaluan.aku jadi ikut geram mendengar ceritamu ra." Celoteh melika yang merasa ikut kesal dengan apa yang diperbuat mereka terhadap Sera


"Itu lah mel,aku sendiri bingung harus berbuat apa mereka semua sudah menipuku dan merampas semua harta peninggalan ayahku tanpa menyisakan sepeserpun padaku,dan sekarang di tambah lagi saat ini aku telah mengandung anak pria jahat itu." Ucap sera dengan suara serak karena terlalu menangis meratapi nasibnya.


" Kalau aku boleh kasih saran,kamu harus tetap pertahankan kandunganmu ra,kamu harus bilang sama suami kamu supaya dia bisa memikirkan ulang,siapa tahu saja dengan hadirnya janin yang ada di dalam perut kamu ,suami kamu itu bisa berubah dan berhenti dengan perbuatan gilanya itu." Ucap Melika dengan mantap


Sera menatap pilu melika dengan wajah sendunya." Tapi bagaimana kalau dia tetap tidak mau berubah mel,sedangkan dia saja sekarang sudah berubah dia tak lagi sama seperti dulu.." Sera pesimis jika suaminya itu bisa berubah,melihat sikap akhir akhir ini suaminya mengingat bagaimana suaminya menghina dirinya meski suaminya tahu jika pria itu yang pertama menyentuh dirinya,namun pria itu malah mengejek dan tak percaya bahkan melontarkan kata kata pedas seakan sebuah keperawanan tidak ada nilai dan harganya.


" Aku yakin kamu pasti kuat,pokoknya kamu jangan menyerah ra,disini kamu istri sahnya kamu tidak boleh kalah dengan wanita perebut suami orang itu.karna kamu lebih berhak atas suami kamu,demi calon anakmu sera." Cetus melika yang terus berusaha menyemangati sera supaya tidak mau kalah dengan Liana.

__ADS_1


*****


Setelah dari rumah sakit sera memutuskan untuk pulang saja dan mengurungkan niatnya untuk mencari suaminya itu di rumah liana.sera pikir apa yang di katakan dokter melika barusan tadi ada benarnya,bagaimana pun saat ini dia istri sah apalagi saat ini dia juga sedang mengandung darah daging Yudha suaminya,jadi sudah sepatutnya dia mencoba mempertahankan rumah tangganya demi calon anaknya.


Dia yakin Yudha suaminya akan berubah setelah mendengar kabar kehamilannya,mungkin saja suaminya kini hanya khilaf dan bisa segera tersadar dari kesalahannya.


" Aku yakin mas yudha hanya khilaf dan mungkin saja bisa berubah jika tau aku hamil,aku harus memberitahukan tentang kehamilanku ini padanya." Gumam sera lalu meraih ponselnya yang ada diatas meja riasnya lalu menghubungi suaminya


Namun agaknya suaminya itu Tidak juga merespon meski berulang kali sera menelpon.dan akhirnya sera terpaksa mengirim pesan Whatsup ke nomor yudha.


Dia pun meletakan Tespeck yang bergambar dua garis merah itu diatas pangkuannya.lalu memotret dengan kamera ponselnya.setelah itu mengirimkan foto tespeck tersebuf ke nomor suaiminya dengan Caption.


Sera : Mas coba lihat ini



Ting


Dan pesanpun berhasil dikirim lalu centang dua.namun sepertinya yang di harapkan sera tidak sesuai kenyataan.jangankan membalss pesannya,membuka pun tidak.


Sera menghela nafasnya,seakan pasrah akan nasibnya.merasa tak mendapat balasan dari yudha,sera pun memutuskan untuk merebahkan tubuhnya ditempat tidur.


Sementara di tempat lain.Liana Mengamuk tidak jelas,kedua matanya memerah dan menampakan kilatan marah ketika membuka isi pesan whatsup dari ponsel milik Yudha.


Lalu wanita itu melirik kearah Yudha kekasihnya itu sedang duduk diatas ranjang tempat tidurnya sambil menatap Laptop yang berada di pangkuannya itu.


Di apun bangkit dari tempat dudukya lalu berjalan menghampiri kekesihnya itu.menatap marah pada laki laki itu sambil menyodorkan ponsel.


" Apa apaan ini Yudh,kenapa bisa begini.?!"Cetusnya marah


Kening Yudha pun mengkerut menatap aneh Raut wajah Liana yang terlihat kesal itu.pria itu pun lantas meraih ponselnya.lalu melihat isi pesan yang dikirim oleh istrinya itu.


Namun betapa terkejutnya Yudha melihat isi pesan dari istrinya.mulutnya seakan terbungkam tanpa ekspresi.entah kenapa tiba tiba ada perasaan aneh di dalam dirinya.ada rasa bahagia,senang namun dilema.entahlah saat ini dia benar benar tak bisa menebak perasaannya itu.


" Hamil...." Lirihnya.." Jadi dia....beneran Hamil..." sambungnya lagi


" Kenapa?kamu senang mendengar istrimu itu hamil.?" Ketus Liana sambil menatap marah kearah Yudha yang kini langsung terkesiap mendengar ucapan Liana.


" Aku..."

__ADS_1


" Kenapa yudh! Kenapa istrimu bisa sampai hamil ?!apa kamu sudah bisa menyentuhnya?setelah itu kamupun mengulanginya setiap malam ketika kita tidak bersama?apa kamu benar benar sungguh menikmatinya?sehingga sera bisa hamil secepat ini?jawab Yudhaaa..." Liana terus memberondong pertanyaan pertanyaan yang begitu menohok sehingga yudha hanya bisa terdiam seribu biasa.


Dia sendiri bingung harus menjawab apa,karena semenjak malam panjang itu bersama istrinya ,meski Sera dalam keadaan tidak sadarkan diri namun dia melakukannya berulang kali dan tanpa pengaman apa pun.dia pikir istrinya itu tidak akan hamil meski dia melakukannya berulang ulang dan setelah malam panas itu dia sama sekali tak mengulanginya lagi.


Meski jujur dalam hatinya,selama menikah dengan istrinya,dia memang tak bisa menahan hasrat jika berdekatan dengan sera.untuk itu dia selalu mencari alasan dengan cara membuat kesal sera dengan cara marah marah tak jelas untuk meredam hasratnya supaya tidak kelepasan.


" Kenapa kamu diam aja yudh,ayo jawab.?!kamu benar menikmatinya kan yudh?kamu sudah menyentuhnya kan yudh.!" Bentak Liana ,emosinya saat ini benar benar tak stabil mengingat dirinya juga dalam tengah hamil juga.


" Kalau terus begini apa yang akan kamu lakukan,aku dan sera hamil secara bersamaan itu artinya tidak memutus kemungkinan kamu tidak akan meninggalkan kami berdua begitu maksudmu ?!"


Yudha mencoba mengambil nafasnya dalam dalam guna mengembalikan akal sehatnya yang mungkin sempat hilang.dia pun sendifu bingung dan tidak tau harus berbuat apa sekarang.


" Ma maafkan aku Lia..a aku juga bingung harus berbuat apa.." Ucapnya tergugu


" A aku juga tidak menyangka kalau Sera bisa Hamil.." Imbuhnya lagi


" Lalu apa rencanamu yudh,sekarang istrimu juga hamil,apa kamu akan memilih Istrimu dari pada aku yang tengah juga mengandung anakmu yudha.!"


" Ya tidak begitu juga Lia..."


" Kalau begitu suruh dia menggugurkan kandungannya setelah itu ceraikan dia.!" Pekik Liana dengan kemarahan yang berapi api.


Yudha pun langsung memuluk Liana kedalam dekapannya,sedangkan wanita itu terus saja meraung tak terima dan menangis histeris sambil memukul mukuli dada bidang yudha.


Sesekali dia mengusap rambut Liana,lalu mengecupnya untuk menenangkan wanita itu.


" Tenang dulu Lia,kamu harus tenang,kasian bayi yang ada didalam perutmu." Seru Yudha


" Aku tidak akan bisa tenang sebelum kamu menyuruh istrimu menggugurkan kandungannya,lalu setelah itu ceraikan dia dan nikahin aku secepatnya."


" Iya sayang iya..."


" Pokoknya aku minta kamu lakukan itu secepatnya yudha.!"


Dengan sangat berat hati Akhirnya Yudha menganggukan kepalanya.


" Baiklah nanti setelah aku pulang kerumah akan bicarakan ini sama dia." Ucapnya dengan pasrah.


_Bersambung_

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2