Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Serba salah


__ADS_3

Mendadak suasana jadi membeku dan hening,sera masih tak percaya jika sosok yang kini sedang berjalan menghampirinya itu kini sudah tepat hadapannya.


Melika berdiri didepan sera yang masih terhalang oleh meja,terlihat tatapan gadis itu pun terlihat nyalang,sera yang melihat merasa bergidik ngeri langsung dia pun bangkit dan berdiri tepat di hadapan melika.


" Melika..ka kamu disini juga.."


Plak


Tanpa menjawab sepatah katapun,gadis itu tiba tiba menampar pipi mulus sera,sontak saja membuat perhatian pengunjung cafe disana,sedangkan della yang merasa tak terima dengan anak dari pemilik perusahaan itu melayangkan protes pada gadis tersebut.


" Apa yang anda lakukan nona?kenapa main tampar teman saya sembarangan.?"


" Diam kamu ! Jangan ikut campur.!"sembur melika dengan melotot kearah della


" jelas saya berhak ikut campur,karena anda yang salah disini,tiba tiba datang malah main tampar orang." Protes della menahan kesal


" Diam.! Atau aku akan membuatmu dipecat dari perusahaan.!" Hardik melika mengancam


" Silahkan anda mengancam saya nona,saya tidak takut,karena yang menggaji saya bukan anda tapi perusahaan papa anda."Balas tak kalah sengit,entah punya keberanian dari mana gadis itu berani melawan putri pemilik perusahaan tempat dimana dia bekarja


" Sialan..." Umpat melika yang langsung kembali mengangkat tangannya dan bersiap menampar della,namun dengan cepat sera menahannya.


" Melika sudah..jangan lakukan itu,della tidak salah apa apa." Ucap sera,dan melika langsung menghempaskan cekalan tangan dari sera dengan kasar


" Semua ini memang salahmu,salahmu.." Ketus melika


" Mel a aku---"


" Cukup sera! Aku nggak nyangka ternyata orang yang selama aku kasihani ternyata adalah wanita yang selama ini ku cari cari." Ujar melika membuat sera mengerutkan keningnya


" Maksud kamu.?"


Melika tersenyum remeh kearah sera yang terlihat sedikit kebingungan mendengar ucapannya." Aku nggak nyangka kalau kamu wanita yang pernah hampir membuat kakak tersayangku mati bunuh diri." Cetusnya dengan tatapan penuh kebencian


" Apa maksud kamu bicara seperti itu mel?"


" Kamu tahu,kalau bukan karena papa aku yang menolong kak ibra dan ibunya,mungkin mereka sudah menjadi mayat.!"


" Apa maksudmu mel?sebenarnya ada apa?"


Kali ini sera benar benar panik dan merasa bersalaah dengan penuturan melika,berbeda dengan gadis itu yang tampak terlihat senang karena puas sudah berhasil membuat sera merasa bersalah dan memprovokasi keadaan.


" Ya karena dirimu,kakak ku hampir menakhiri hidupnya,dulu waktu dia tidak memiliki apa apa kamu buang dia,dia bahkan sampai saat ini tak pernah ingin menikah dengan wanita manapun,sedangkan kamu sudah terlebih dulu menikah dengan pria lain ....lalu setelah kamu kembali bercerai dengan suamimu,kamu datang untuk mendekati kakakku supaya bisa kembali rujuk dengannya,apalagi yang aku tahu kamu saat ini dalam keadaan hamil..dasar wanita picik.caramu benar benar murahan sera.." Cerocos Melika tanpa rem sedikitpun


" Heh jangan sembarangan ya kalau ngomong." Protes della tak terima sedangkan sera mencoba menahan kemarahan temannya itu.


" Heh kamu yang nggak usah nyolot ,main ikut campur urusan orang." Sembur melika tak mau kalah.


" Kamu yang nyolot."


" Kamu.!"


" Kamu.!"


Dan akhirnya melika dan della pun saling adu mulut hingga tiba tiba saja Rendy bersama Ibra datang untuk melerai mereka berdua yang udah mulai dengan aksi jambak menjambak.


Karena kebetulan Ibra meminta rendy untuk mengikuti sera kemana wanita itu pergi dan memastikan wanita itu pergi dengan aman,maka Ibra dan Rendy pun memilih duduk ditempat yang agak jauh dari sera dan juga della untuk memantau kedua perempuan tersebut.


Namun Ibra dan Rendy mulai diserang kepanikan ketika melihat Melika yang juga tiba tiba saja datang dan membuat keributan pada kedua perempuan tersebut,hingga membuat kedua pria itu pun mau tak mau keluar dari persembunyiannya.


Ibra dengan cepat menarik tubuh melika dan memeluknya dari belakang,sedangkan rendy menarik tubuh della bersama dengan sera yang juga ikut menenangkan wanita itu.


" Kalian ini apa apa'an?kenapa bertengkar di tempat umum.?!" Sembur Rendy yang kini posisi berada ditengah tengah kedua wanita tersebut

__ADS_1


" Dia yang mulai duluan pak rendy,dia tiba tiba datang nampar sera,saya sebagai temannya sera jelas tidak terima dong melihat sikap arogan nona melika yang kasar pada teman saya." Ujar Della memberi pembelaan yang menurut rendy dan juga ibra memang bisa diterima oleh masuk akal.


Karena memang Ibra dan juga rendy melihat dengan mata kepala mereka sendiri jika memang disini melika yang salah.


" Diam kamu ! Sudah ku bilang nggak usah ikut campur." Sembur melika yang ingin melangkah maju kembali,namun dengan sigap ibra menahan tubuh adiknya itu


" Tenang Mel,jangan bikin ribut seperti anak kecil." sentak Ibra


Melika menatap tajam kearah Ibra,lalu menghempat kedua tangan kokoh ibra dari pinggang rampingnya." Ayo kita pulang kak,aku butuh penjelasanmu sekarang.!" Cetusnya lalu menarik tangan Ibra untuk pergi dari sana.


Setelah kepergian Ibra dan melika,kini hanya menyisakan Rendy ,sera dan juga della.terlihat sera menatap nanar punggung lebar milik mantan suami pertamanya itu.


" Nona sera apa anda baik baik saja.?" Tanya Rendy memecah keheningan


" Jelas dia tidak baik baik sajalah pak,nona melika datang tiba tiba dan menampar keras pipi sera,ya jelas sakit." Celetuk della bukan sera yang menyahut tapi gadis pemberani itu yang menyaut


" Saya tidak bertanya padamu,tapi saya tanya sama temanmu.!" Ujar rendy dengan sedikit jutek melirik kearah della


" Oh bapak nanyak?bapak bertanya tanyak gitu maksudnya...." Seloroh della,gadis itu nampaknya sudah mulai berani membuat pria jakung itu geram


" Kau..bisa tidak bersikap sopan.!" Hardik Rendy dengan menunjukan wajah kesalnya.hal itu membuat della langsung membungkam mulutnya.


Rendy pun kembali menatap sera yang terlihat masih diam tak bersuara." Sera apa nona melika menyakitmu?" tanyanya lagi memastikan


" Sa saya baik baik saja pak rendy,ma maaf sudah membuat keributan.kalau begitu kami permisi dulu." Balas sera yang langsung menarik tangan Della dan mengajak pergi gadis itu.


Sedangkan Rendy hanya bisa menggelengkan kepala nya,lalu tak lama kemudian kembali menyusul Ibra yang ternyata memberinya pesan terlebih dulu kalau pria itu ternyata balik ke kantor.


*


*


Di Ruangan CEO


" Sekarang juga jelasin ke aku kak.!"


" Penjelasan yang bagaimana yang kamu maksud mel.?" Balas Ibra yang menanggapi dengan kepala dingin karena gadis itu terus saja marah marah


" Kenapa kakak tidak kasih tau aku sebelumnya kalau sekretaris kakak itu sera mantam istri kakak,yang saat ini masih kakak gilai itu.?" Sembur Melika


" Apa semuanya itu penting buat kamu?"


" Ya jelas penting lah." Teriak melika


Ibra menggelengkan kepalanya sambil bersidekap dada menatap wajah adik sambungnya itu yang sudah berantakan karena luapan emosi.


" Kenapa penting?toh selama ini aku juga tidak pernah mengusik pekerjaanmu,bahkan saat papa wijaya memintaku untuk membujukmu supaya kamu bergabung untuk bekerja di perusahaan pun aku tidak pernah menurutinya karena aku tahu kalau kamu pun juga tidak suka dipaksa,dan kamu lebih memilih kariermu sebagai dokter ketimbang membantu papa wijaya di perusahaan." Skakmat Ibra membuat Melika terdiam sesaat.


Terlihat dokter muda beberapa kali menghela nafas kasarnya,dada nya terlihat naik turun menahan amarah.dia kali ini benar benar tidak bisa menjawab jika sudah di skakmat seperti ini.


" Kamu jangan mencari kesalahanku untuk sebuah pembalaan kak.!" Cetus Melika tak mau kalah


" Aku bukannya mencari kesalahanmu,hanya sebuah pembelaan,aku hanya mengingatkanmu,bahwa aku dan sera disini bekerja untuk perusahaan bukan bermain main disini." Tegas Ibra jujur dalam posisi seperti ini dia sangat merasa serba salah.


" Ciuh omong kosong,bilang saja kalau kamu memang sengaja memperkerjakan mantan istrimu disini dengan menjadikannya sekretaris pribadi,semata mata kamu ingin dekat dengannya kembali kan,dan kamu ingin rujuk kembali padanya kan kak?iya kan?jawan kak.?!"


Kali ini teriakan Melika semakin menggema,perkataan melika barusan bukan sebuah pertanyaan saja namun sebuah desakan yang membuatnya harus menjawan asumsinya.


Terlihat Ibra masih bergeming sambil menatap lekat gadis didepannya itu,sebelum akhirnya dia dengan mantap mengutarakan bahwa dia mengakui ucapan adik tirinya barusan.


" Kalau memang iya kenapa?apa ada yang salah jika aku memang menginginkan rujuk kembali dengan sera,dia wanita yang aku cintai jadi pantas saja bukan aku memperjuangkan cintaku kembali." Jawab Ibra dengan lugas dan tegas.


Dia itu pengakuannya kali ini akan mampu menyakiti perasaan gadis itu,namun mungkin dengan cara seperti ini gadis yang sudah dia anggap layaknya adik sambung itu bisa berpikir kembali supaya berhenti mengharapkan dirinya,sungguh Ibra sebenarnya tak punya niatan memberi harapan palsu pada gadis itu,namun gadis itu sendirilah yang keras kepala akan cinta butanya itu.

__ADS_1


" Ja jadi benar ka kakak berniat u untuk ru rujuk kembali dengan wanita itu.?" tanya Melika dengan bibir sedikit bergetar antara menahan kesal,amarah dan juga kecewa tergambar jelas di wajahnya saat ini.


Ibra menganggukan kepalanya dengan yakin." Iya mel aku akan segera rujuk kembali sama sera,setelah sera melahirkan bayinya."


" Kak..."


" Bahkan besok malam aku berancana akan membawa dia ke rumah,dan memperkenalkan pada pada dan juga ibu kembali kalau sera ini calon istriku." Ucap Ibra dengan mantap


" Tapi kak,bagaimana dengan aku?apa tidak ada sedikitpun perasaanmu padaku?" Cicit Melika yang sudah mulai mengeluarkan buliran krystal di pipinya


"Perasaanku padamu tetap sama seperti waktu pertama kita bertemu saat papa memperkenalkanmu sebagai putri semata wayangnya pada saat melamar ibuku,dan dari situ aku sudah menganggapmu hanya sebatas seorang adik saja,tidak lebih.!"


" Tapi kak,kamu tahu kan kalau aku menyukaimu kak,aku sayang sama kamu kak aku cinta....." Pekik Melika di iiringi dengan luapan kemarahannya sambil terus meraung dan menangis ,seakan mengeluarkan semua unek uneknya


" Maafkan aku mel,aku tidak bisa membalas perasaanmu yang berimbas juga akan melukai kedua perasaan orang tua kita." Terang Ibra mencoba memberi pengertian pada adik tirinya yang keras kepala itu.


" Jahat.kamu jahat kak kamu egois,hanya demi cinta mereka dan cinta butamu pada mantan istrimu itu kamu tega melihat bagaimana perasaanku padamu,kamu acuhhkan dan kau abaikan perhatianku ke kamu selama ini.!"


" Maafkan aku mel maaf..." Lirih Ibra


Melika menyerka air matanya dengan kasar lalu berucap." Aku bersumpah sampai kapanpun aku tidak akan membiarkanmu dengan mudau rujuk kembali sama wanita itu,ingat itu kak camkan itu.!" Seru Melika dan setelah itu dia pun keluar dari ruangan Ibra


Di depan pintu luar ruangan,Melika sempat berpapasan dengan sera dan juga rendy yang barusan tiba.


Melika melirik tajam kearah sera sebelum membuang muka,dan melangkahkan kakinya pergi dari sana,namun Rendy terlihat mengejar Melika dan turut masuk ke dalam lift bersama melika.


" Ngapain kamu ngikutin aku.?!" Ketus Melika


" Hanya memastikan keadaan nona muda baik baik saja." balas rendy


" Ciuh..aku tidak butuh perhatianmu kak! Jangan sok baik kamu.!" Sembur melika


Pria itu pun terkekeh sambil bersandar di lift,kedua tangannya dia masukan kedalam saku kantong celananya,sambil menatap lekat gadis judes didepanya itu yang kini sedang menahan kesal.


" Apa salahnya aku memberimu perhatian nona muda,dari pada kamu mengemis perhatian pada pria yang sama sekali tak mengharapkanmu,itu sama saja menyakiti dirimu.!" Ujar Rendy dengan santai


Sontak saja membuat kedua mata melika mendelik tajam kearah rendy.


" apa maksudmu ?kau mengejekku hah?" Sembur Melika menatap sengit kearah rendy


" Bukan begitu maksudku nona,aku hanya ingin menjaga perasaanmu saja."


" Jangan sok menasehatiku.!" Ketus melika


" Aku begini karena aku peduli padamu."


" Bodoh amat.aku nggak peduli.!"


" Tapi aku serius....aku peduli karena aku.---" ucapan Rendy menggantung ketika mendapat tatapan marah dari sorot mata gadis di hadapannya itu.


" Karena apa.?"


" Karena aku....menyukaimu...."jawab Lirih Rendy


Plak


Plak


Dan Jawaban yang diterima rendy benar benar diluar ekspetasinya,gadis itu menampar kedua pipinya membabi buta secara bergantian.


Bersambung


Jangan lupa kasih dukungannya jika suka

__ADS_1


Happy reading


__ADS_2