Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Resmi Menjanda Kembali


__ADS_3

Jumat 10 Maret


" Dengan Ini kami para hakim memutuskan,bahwa saudara Yudha Mahendra,sebagai pihak penggugat,dan saudari sera amariliz,sebagai pihak tergugat,dengan ini dinyatakan bahwa telah resmi 'bercerai' "


Tok


Tok


Tok


Tok


Terdengar putusan para hakim dan diiringi dengan ketukan palu,menandakan bahwa Yudha dan juga sera kini telah resmi bercerai,dan berakhir sudah rumah tangga Yudha dan jugatu tandanya hari ini sera resmi kembali menyandang status janda untuk yang kedua kalinya,sungguh benar benar miris nasibnya kali ini karena menyandang status janda dalam keadaan sedang Hamil.


Terlihat beberapa kali menghela napas dan membuangnya dalak dalam,meski ada perasaan lega,namun tetap saja terselip rasa sesak mulai menyelimuti hatinya,namun sebisa mungkin sera menahan diri supaya tak sampai menjatuhkan air matanya yang akan menunjukan bahwa dirinya lemah saat ini ,dia harus tetap sabar dan juga strong menghadapi ujian terberatnya kali ini,dia yakin bahwa setelah hujan maka akan muncul pelangi.


Meski untuk masalah hak asuh anak jatuh ditangannya sepenuhnya setelah bayi itu lahir,tetap saja sera harus tetap berusaha kuat dan bisa tegar karena setelah ini pastinya akan banyak tantangan yang lebih berat lagi.


Untuk masalah harta gono gini,masih harus menunggu dan dalak proses mengingat,semua harta peninggalan orang tuanya sudah berpindah tangan ke mantan suami,sebenarnya ibra ingin menawarkan bantuan dengan menyewa pengacara untuk sera mengingat sera butuh sekali pengacara untuk mendapatkan hak nya kembali,namun wanita itu agaknya tetap pada pendiriannya,dia tidak mau menerima tawaran Ibra.yang menurutnya nanti akan berimbas pada yang namanya Hutang budi atau hutang jasa,untuk saat ini sera hanya pasrah menerima putusan sidang,dan mengikuti prosesnya secara mengalir begitu saja.


Sera melirik sekilas pria yang kini tengah duduk disamping nya itu,terlihat pria itu sedikitpun tak menoleh kearahnya,namun tak berlangsung lama dia menoleh kearah sera dan langsung saja dia membuang muka ketika pandangannya tak sengaja bertem dengan sera,,entah lah ada sedikit rasa sesak yang tiba tiba muncul,bahkan tak sesakit dulu sidang perceraiannya dengan mantan suami pertamanya,mungkin karena waktu bercerai dengan Ibra,Ibra sama sekali tak hadir di persidangan dari awal sampai akhir sidang putusan mungkin itu saja yang membedakan pikir sera.


" Selamat Mas,akhirnya kamu bisa bebas dariku,terimakasih atas semuanya." Lirih sera sembari menahan sesak dengan bibir bergetar,entahlah kenapa dia merasa hari ini cengeng sekali,moodnya benar benar hancur begitu saja,atau mungkin karena efek hormon pada kehamilannya yang mempengaruhi suasans hatinya saat ini.


Terlihat Yudha hanya diam saja saat menoleh kearahnya setelah itu kembali membuang muka ,dan tanpa mengeluarkan sepatah kata sekalipun pria itu langsung saja bangkit dan berdiri dari tempat duduknya.


" Jangan Kau pikir semua sudah berakhir sera,belum..bagiku semua belum berakhir." Ucapnya dengan dingin,setelah itu pergi begitu saja meninggalkan sera yang masih berada di ruang sidang dengan berjuta pertanyaan kenapa Mantan suaminya itu berkata seperti itu.


" Apa maksudnya?kenapa dia berkata seperti itu." Gumam sera yang membuat dirinya terus saja berpikir hingga tak sadar bahwa sudah ada dua pria yang menghampirinya.


" Ayo antar kamu pulang." Seru Ibra yang langsung membuyarkan lamunan sera


" Sera..." Panggil Ibra sekali lagi,nampaknya wanita masih melamun


" Seera..."


" Eh iya kenapa.?" Jawab Sera tergagap ketika sudah sadar dari lamunannya


" Kamu kenapa Hm?kamu baik baik saja?" tanya ibra memastikan sambil membungkukan tubuh tegapnya untuk sejajar dengan sera yang masih duduk di kursi


" A a aku baik baik saja ." Jawab sera dengan gugup


" Ayo aku antar kamu pulang ya,kelihatannya kamu butuh waktu untuk istirahat."

__ADS_1


Sera menggeleng lemah." Saya tetap pergi ke kantor pak,saya harus tetap kerja. Nggak enak sama karyawan yang laib jika harus ijin lagi" Keukehnya


" Tapi ku lihat wajahmu sedikit pucat ra,lebih baik kamu beristirahat saja dirumah."


" Tidak perlu pak,saya masih bisa bekerja pak,biarkan saya tetap masuk kerja hari ini.!"


" Ra kali ini dengarkan kata kataku,kamu sepertinya butuh ---"


" Saya bisa menjaga diri pak,saya harus tetap kerja dan cari uang banyak,buat persiapan biaya lahiran anak saya.kalau saya bolos kerja lagi nanti gaji saya dipotong,sedangkan untuk saat ini saya lagi butuh banyak uang." Ujar Sera dengan keukeh pada pendiriannya


Hal itu membuat Ibra dan Rendy terkejut dan melongo Hebat.


Ibra kembali menundukan tubuhnya dan mengikis jarak diantara mereka,hal itu membuat sera semakin gugup dan terlihat jadi salah tingkah.


Beruntung ruangan sudah sepi,dan hanya menyisakan mereka bertiga saja.


" Dengar ya sera,sudah aku katakan sebelumnya kan,kalau setelah ini aku akan melamarmu dan memperkenalkanmu pada keluargaku bahwa kamu calob istriku,begitu bayimu lahir aku akan segera menikahimu." Ucap Ibra dengan Lugas membuat sera semakin gugup


" Jadi untuk apa kamu susah susah memikirkan soal biaya lahiran,kamu nggak perlu capek capek untuk bekerja,ada aku ra ada aku,bahkan aku akan mendampingimu sampai proses kamu melahirkan.." Imbuh Ibra dengan suara lembut dan menatap lembut wanita yang kini masih bertahta dihatinya itu.


*


*


*


Hingga waktu jam istirahat tiba,sera pun tak kunjung beranjak dari tempat duduknya,hingga tak lama kemudian della,pun datang dan mengajaknya untuk pergi ke kantin bersama.


" Ayo ikut aku ra.."


" Kemana?" tanya sera dengan kening berkerut


" cari tempat aman,aku mau nagih ceritamu waktu itu." Bisik della sambil menarik tangan sera dan mau tak mau sera pun harus mengiyakan permintaan gadis itu,karena memang sejak kemarin dia sudah berjanji akan memberitahu tentang dirinya,namun nggak jadi karena waktu itu della ada urusan mendadak dan mengharuskan segera pulang,bahkan usai sidang perdana nya pun sera tak bertemu lagi dengan della,karena sera tidak kembali ke kantor karena memang sengaja ambil libur.untuk menenangkan diri.


Cafe X Flamboyan


Kini menjadi tempat tujuan pertama Della dan juga sera,selain jaraknya tak terlalu jauh dari kantor,cafe ini terbilang tidak terlalu ramai pengunjung dan pastinya tidak berada di lingkungan kantor,pastinya cocok untuk berbagi cerita pikir della.


" Kamu mau pesen apa ra?" tanya Della sambil membuka buku menu


" Capcay aja deh del."


" pakai nasi nggak?"

__ADS_1


" Nggak usah."


" Minumnya?" tanya della lagi


" emmm jus alpukat saja."


Setelah itu della pun memanggil seorang pelayan dan memesan makanan.


" Selamat siang,ada yang bisa kami bantu?"


" Saya pesan capcay satu,nasi ramesnya satu,minumnya jus alpukat satu sama lemon tea nya satu ya mbak,sama nambah banana roll dan pisang keju nya satu satu semua ya." Seru della


" Baik di tunggu sebentar."


Setelah pelayan itu pergi,della pun kembali mencerca Sera dengan pertanyaan pertanyaan yang sampai saat ini membuatnya penasaran.


" Ayo ra buruan cerita ke aku,sebenarnya ada hubungan apa kamu sama pak ibra.?"


" Dia mantan suami pertamaku." jawab sera dengan singkat seakan tanpa beban,entahlah moodnya kali ini benar benar belum membaik.


" Hah?mantan suami pertama?gimana gimana maksudnya?" Pekik della dengan suara yang langsung heboh dan sedikit mengundang perhatian pengunjung lainnya meski hanya beberapa pengunjung saja


" Sasst jangan keras keras dell dilihat orang." Sera memperingati membuat gadis cempreng itu langsung mengatupkan bibirnya dan kembali memelankan suaranya


" Maksudnya pak ibra itu mantan suamimu yang pertama?memangnya kamu saat ini sudah?"


" Iya mas ibra mantan suamiku yang pertama,karena aku baru saja menyandang status janda kembali dari perceraian dengan suami keduaku ini." Jawab Sera


Prang


Prang


Tiba tiba ada suara benda jatuh tepat tak jauh dibelakang mereka,sontak saja membuat sera maupun della menoleh kearah sumber suara tersebut.


Namun betapa terkejutnya sera saat melihat seorang perempuan cantik yang tak asing baginya,perempun itu terlihat menatap kearah sera dengan tatapan yang sulit diartikan.


" Me melika.." Lirih sera di tengah tengah keterkejutannya.


Bersambung


Kasih dukungannya jika suka


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2