Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami

Di Buang Suami,Dan Di Pungut Mantan Suami
Bukan Pilihan


__ADS_3

Malam Harinya.


Sera yang semenjak pulang dari rumah sakit pun kini hanya mengurung diri didalam kamar saja.Dia pun duduk bersandar diatas ranjang dengan tatapan kosong.bahkan makanan yang dibawa bi nurti untuknya pun sama sekali belum dia sentuh.


Namun tiba tiba saja pintu kamar terbuka disusul dengan kemuncul Yudha,suaminya yang kini sudah melangkah masuk tanpa menutup pintu kamar kembali.


Sera yang melihat kedatangan suaminya itu perlahan menerbitkan senyumnya walau terlihat samar,lantas dia pun beranjak dari duduknya dan berlari kecil menghampiri suaminya.


" Akhirnya kamu pulang juga mas.." Ujar Sera dengan tatapan penuh harapan.meski dalam rasa kecewa yang teramat dalam pun dengan perselingkuhan Yudha,nyatanya wanita itu harus tetap bisa menekan egonya dan tetap bersikap Baik dan berbicara lembut pada suaminya.


Yudha seakan menuli dan tak menanggapi ucapan istrinya yang sedari tadi mengekorinya yang pergi ke ruang ganti mengambil kaos warna hitam dan mengganti kemejanya dengan kaos tersebut


" Ada yang ingin aku bicarakan ke kamu mas."


" Memangnya apa yang Mau Lo bicarain.?!"


Hati Sera mencelos menyadari sikap Yudha begitu dingin begitu juga tatapan yudha terlihat sangat tajam menatapnya.benar benar sudah berubah pikir sera,karena sangat jauh dengan sikap awal awal mereka menikah.dulu sebelum kedua orang tua sera meninggal,Yudha adalah pribadi yang hangat dan perhatian ,bahkan waktu itu dirinya belum bisa menerima pernikahan ini,namun dengan kegigihan hati Yudha untuk merebut perhatiannya begitu tinggi,akhirnya hati sera pun luluh,dan mulai menerima dengan kehadiran yudha.


Dulu kebiasaan yudha sebelum berangkat dan juga pulang dari kerja, pria itu akan selalu memberi pelukan hangat dan juga kecupan manis dikeningnya.namun sekarang terasa sangat berbeda dan begitu sangat hambar,hal itu membuat hatinya sedih dan berdenyut nyeri,menahan rasa kecewa.namun sebisa mungkin sera menutupi rasa sedihnya itu.


Apakah itu semua hanya topeng?dan sebagian dari tipuannya.


" Aku Hamil mas." Lirih Sera dengan mata berkaca kaca menatap nanar suaminya itu.


Yudha mendengkus kasar, lalu dengan cepat dia menarik lengan sera,lalu melesakan tubuh mungil sera,hingga membentur ke dinding lalu mengukungnya di sana.


" Mas apa yang kamu lakukan.?" tanya Sera dengan gugup.


Yudha menatap tajam sera serta dengan senyum smirknya.


" Gue minta gugurkan kandungan Lo sekarang juga.!" Ucap Yudha dengan tegas


Kedua mata sera membulat penuh,tak menyangka dengan ucapan suaminya barusan.


" Mas ini anak kamu ! Darah daging kamu ! Kenapa kamu tega berkata seperti itu.!"

__ADS_1


" Aku tidak peduli,pokoknya gugurkan bayi itu.!" Ucap Yudha dengan lantang.


Air mata sera langsung jatuh deras di pipinya,matanya memerah ,dadanya pun tiba tiba sangat sesak.


" Ya Allah mas..sadar ini anakmu darah dagingmu kamu yang menanamkan benih dirahimku dengan paksa,apa kamu Lupa?dan sekarang kamu dengan gampangnya menyuruhku menggugurkan nyawa yang tak bersalah,dimana akal sehatmu mas?ayah macam apa kamu...!"


Plakkk


Sungguh Sera mengatakan hal itu dengan suara yang bergetar bukan main dengan emosinya yang tak stabil saat ini,kini yang dia dapatkan hanyalah tamparan keras dari suaminya itu.


" Mas kamu benar benar jahat.!"


" Hahahahaha..Lo baru sadar.?" Ejek Yudha


Sera menggelengkan kepala,dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya itu.


" Lo dengar baik baik sekarang gue kasih dua pilihan Ke Lo.." Ujarnya sambil tersenyum penuh arti menampilkan seringai licik


Sera menautkan alisnya." Maksudmu apa mas?"


" Itu bukan pilihan mas.!" Lirih sera dengan suara penuh penekanan.


Yudha menyeringai lalu berkata." Itu memang bukan pilihan,tapi itu adalah keputusan dan keputusanku sudah bulat !" Tegas yudha sambil menatap dalam manik mata sera


" Tapi ini darah dagingmu mas,kenapa kamu tega ingin membuat darah dagingmu sendiri tak mempunyai sosok ayah.?!"


" Gue nggak peduli.!" Ketus Yudha sambil membuang pandangannya kearah manapun


" Kenapa mas?aku benar benar nggak nyangka,hanya karena wanita gundikmu itu kamu tega mengorbankan istri dan anakmu." Cetus Sera berapi api


" Hahahah..." Yudha kembali menatap sera dengan angkuhnya lalu mencengkram dagu lancip milik sera." Lo pikir Lo itu berarti dalam hidup gue?Enggak Lo sama sekali tidak ada artinya di hidup gue." Ucapnya sambil terus menatap Remeh wajah sera yang sudah menegang


" Asal Lo tau,gue nikahin Lo itu karena Bokap Lo tajir,kalau bukan karena itu,mana mau gue sama Lo janda bekas pria Lain.." Imbuhnya lagi dengan seringai penuh kemenangan


Plakkkk

__ADS_1


Satu tamparan keras langsung saja mendarat di wajah Yudha,bahkan sangking kerasnya tangan sera seakan masih gemeteran karena melampiaskan emosi yang begitu hebatnya.bahkan airmata nya pun kembali lolos begitu saja.


Sakit ya sakit sekali Sera mendengar ucapan yang benar benar menyakitkan itu keluar dari mulut suaminya sendiri,dia tidak menyangka kembali di sakiti dipernikahannga kali ini,bahkan mungkin rasa sakitnya melebih rasa sakit yang dulu.


Dulu dia pernah merasakan dicintai dan mencintai walau akhirnya harus dibuang begitu saja seperti sampah yang tak ada artinya.kini dia kembali dibuang bagai layaknya sampah yang benar benar tidak ada artinya.jika dulu dibuang dengan membawa diri dan luka dihati saja perih dan sakitnya bertahun tahun,bagaimana dengan saat yang di buang dengan seonggok daging yang bahkan belum janin yang didalam rahimnya pun belum di tiupkan ruhnya.sakitnya bukan main pastinya.


Namun dengan tekad dan memantapkan Hati,sera memutuskan untuk bisa terlihat kuat dan tegar dihadapan pria yang sudah menghancurkan hidupnya ini.


Sejenak dia terdiam,membalas tatapan suami yang juga menatap dirinya dengan tatapan tak terbaca,terlihat pria nampak tak bergeming bahkan tatapan matanya pun berubah nanar meski mengandung tatapan intimidasi menatap sera


" baiklah kalau itu kemauanmu mas." Sera berucap sambil menghirup nafasnya dalam seakan akan udara disekitarnya ia rakus begitu hebat.


Yudha memicingkan kedua matanya,dan tetap terdiam menunggu ucapan sera selanjutnya.


" Lebih baik aku yang pergi dan ceraikan aku ! Karena aku tidak sudi satu atap dengan perempuan lain apalagi dengan gundikmu itu.!" Ucap sera dengan tegas mungkin langsung saja membuat dadanya sesak bukan main


Rahang Yudha tampak mengetat,seakan ingin mengatakan sesuatu,namun terurung,karena tiba tiba saja Liana datang dan langsung saja masuk kedalam kamar yang pintunya terbuka,lalu bergelayut manja dilengan kekar yudha.


Yudha pun sempat terkejut dengan kehadiran liana,namun pria itu bisa cepat menormalkan dirinya.beda dengan sera yang sudah melotot kearah pasangan penghianat itu.


" Baguslah kalau Kamu sadar mau pergi dari rumah ini Ra.karena memang seharusnya kamu bersikap seperti itu,mengalah denganku." Sahut liana sambil mengelus perutnya yang masih rata


Membuat sera mengeryitkan dahinya,kedua matanya mengikuti arah tangan liana yang tengah mengelus perutnya sambil menampilkan seriangai licik penuh kmenangan.


" Apa maksudmu.?" Cetus sera


" Karena aku juga Hamil anak Yudha Suamimu."


Jedarrr


Bak seperti petir disiang bolong yang tiba tiba mendapati kenyataan yang sungguh sungguh menyakitkan ini,kaki seakan lunglai lututnya begitu lemas,dan kepalanya tiba tiba saja berat..


Bersambung


Happy reading

__ADS_1


__ADS_2