
Saat ini Yudha benar benar merasa dirinya seperti cacing kepanasan,tanpa dia sadari hatinya saat ini benar benar terbakar di butakan oleh api cemburu melihat sang istri sedang pergi bersama pria lain.Amarahnya yang seolah olah meledak di ubun ubun.membuat pria itu tanpa sadar mengikuti kemana arah Mobil Ibra pergi.dia pun tak sadar jika mobilnya sudah bergerak dan mengikui mobil ibra dari belakang.
Sama halnya seperti mendapat Karma Instan dalam waktu yang cukup dekat,dia tidak habis pikir kenapa dia bisa secemburu ini melihat sera sedang bersama pria lain.dia tidak menyangka Bakal tersulut api cemburu buta seperti ini melihat Wanita yang dicampakan dan dia siksa lahir dan batinnya itu.
Lebih geramnya lagi,Sera sudah mendapatkan gantinya lebih cepat lagi apalagi penggantinya adalah orang di massalalu sera,padahal beberapa waktu lalu wanita itu pernah mengiba dan memohon padanya karena sedang hamil anaknya.bahkan Dengan pikirannya yang picik itu Yudha pun berfikir jika anak yang dikandung sera bukanlah anaknya,melainkan anak pria lain.benar benar rasa cemburu di hatinya membuat dirinya tak bisa berfikir jernih.
" Bangsadt.kenapa aku jadi marah marah nggak jelas kayak gini melihat sera bersama pria lain.!ada apa dengan diriku ini." Geram Yudha sesaat ketika sudah menyadari kekonyolannya saat ini,namun tak juga menyurutkan niatnya dan terus mengikuti kemana laju mobil didepan pergi.
" Tidak Yudh kamu nggak boleh jadi pria lemah hanya karena melihat sera pergi bersama dengan pria brengsek itu,kamu harus ingat Liana di rumah sedang menantimu bersama calon buah hatimu,ingat Yudh saat ini wanita yang hanya kamu cintai adalah Liana,ya Hanya Liana." Gumam Yudha yang mencoba meyakinkan dirinya." kalau sampa Liana tau kamu sedang mengikuti sera pasti dia akan sangat marah dan kecewa kembali padamu." Imbuhnya lagi sambil sesekali memukul stir mobilnya dan sorot matanya tetap fokus mengikuti mobil didepannya.
Setelah cukup lama Yudha berkutat dengan pikirannya sendiri,akhirnya mobil yang didepannya itu berhenti didepan sebuah rumah kontrakan kecil dan terlihat sangat sederhana,dan kebetulan juga hujan deras tadk sudah mulai mereda bahkan tinggal gerimis saja.Yudha pun menebak jika rumah kontrak tersebut adalah tempat tinggal istrinya itu saat ini.
Entah mengapa tiba tiba rasa iba dan kepingan rasa bersalah tiba tiba menjalar di tubuhnya.rasa bersalah yang amat besar itu tiba tiba begitu nyata di hatinya,padahal saat liana dan dirinya mengusir sera,dirinya pun sampai menalaknya pun tak ada rasa menyesal dan sama sekali tak mencegahnya.
Lalu rasa apa ini?kenapa melihat kondisi sera seperti ini tiba tiba saja dadanya merasa sesak.padahal dia sudah meyakinkan diri tidak akan melibatkan hati dan perasaan pada wanita itu.
*
*
Terlihat Ibra keluar terlebih dulu dari dalam mobil,lalu memutar langkahnya dan membukakan pintu untuk sera.sera pun segera turun dari dalam mobil dan ibra pun terlihat mengekori sera sampai ke depan teras sera,pria itu bahkan mensejajarkan tubuhnya dan berjalan bersampingan guna melindungi sera dari gerimis gerimis kecil yang menerpa pucuk kepala milik sera dengan merentangkan jas miliknya diatas kepala sera.
Menyadari perlakuan Bosnya itu yang begitu manis,sontak saja mendadak Sera menghentikan langkahnya tepat didepan teras rumah.dan pandangan mereka saling bertemu kembali satu sama lain dengan posisi jarak mereka yang terbilang cukup dekat karena Ibra masih dengan setia merentangkan jas miliknya untuk menutupi kepala sera.
Terlihat wajah Sera tiba tiba saja bersemu merah,begitu juga wajah ibra tiba tiba saja memanas,bahkan nafas mereka saling menerpa wajah keduanya masing masing saat jarak diantara mereka mulai terkikis dan hanya menyisakan jarak satu inci saja.
" Ehemm..masuklah ra.." Ucap Ibra dengan suara berat dan serak,sambil berdehem membuat lamunan mereka buyar namun Tatapan Ibra lekat menatap manik mata wanita itu.
Sera terlihat gugup dan salah tingkah mendapat tatapan Ibra yang begitu dalam,membuat dirinya reflek memundurkan langkahnya.
" Eh i iya..aku masuk dulu ya.." Ujar Sera dengan wajah saltingnya.
Ibra tersenyum kecil sambil menganggukan kepalanya." Nggak di tawarin masuk dulu nih?minum minum kopi atau teh gitu.?" Goda Ibra pada sera hanya sekedar ingin memastikan bagaimana reaksi wanita itu padahal dia tak bersungguh sungguh dia juga sadar jika tidak baik bertamu malam malah pada seorang wanita yang hanya tinggal seorang diri apalagi wanita tersebut masih berstatus istri orang lain.
Namun berbeda dengan pemikiran Ibra,wanita itu malah terlihat semakin gugup dan menampilkan gestur sungkan padanya,hal itu sontak membuat Ibra jadi merasa tidak enak telah menggoda wanita yamg kini berada didepannya itu.
" Eh maaf pak,kalau begitu bapak tunggu disini dulu ya,biar saya bikin teh sebentar.." Ujar sera tanpa sadar,dalam pikirannya dia hanya sekedar menghargai Ibra yang telah sudi memberinya tumpangan untuk mengantarkannya pulang.
Ya begitulah sifat asli sera,meski sedang berhadapan orang yang sudah pernah menyakitinya pun akan merasa tak tega'an dan rasa bencinya menguap entah kemana ketika sedang berhadapan dengan orang yang sudah berbuat baik padanya meski hanya secuil saja.
__ADS_1
Sifat sera yang seperti inilah membuat seorang ibra tak bisa berpaling darinya,dan ibra merasa jika sera nya telah kembali hangat seperti dulu.
" Ehh sekarang di tawarin beneran lagi,tapi aku yang jadi nggak enak,apalagi dalam suasana sepi dan malam semakin larut,takut nanti menimbulkan fitnah dan akan ngefek pada sera." Monolog Ibra dengan rasa tak enaknya
" Nggak usah nggak usah,emm kapan kapan saja ya..ini sudah terlalu malam takut menimbulkan fitnah.." Ujar Ibra jujur membuat Sera mengangguk anggukan kepala nya.
" Oh gitu..."
" Iya..gimana kalau sebagai gantinya besok aku jemput kamu lagi dan kita sarapan bareng ?" Tawar Ibra yang merasa tak tau diri pikirnya,terlihat Ibra sangat khawatir membuat mood wanita itu kembali jelek dan bakal menolak ajakannya secara mentah mentah.
Namun Ibra bernafas lega dan tak menduga jika Sera menganggukan kepalanya." Boleh."
" Yes." sangking senengnya pria itu sampai reflek kegirangan layaknya anak kecil yang baru saja dibelikan mainan.
Sera samar samar mengulum senyumnya melihat tingkah absurd pria yang menjadi CEO di kantor tempatnya bekerja itu.
Baru saja mulut Ibra akan terbuka untuk mengucapkan rasa terimakasih karena sera menerima tawarannya,tiba tiba saja pukulan cukup keras mendarat diwajahnya .membuat pria itu mundur beberapa langkah.
" Bangsadt.! Kurang ajar sekali Kau beraninya mendekati Istriku.!" Bentak Pria yang tak kalah tampannya bernama Yudha.
Terlihat Ibra mengusap sudut bibirnya yang terlihat mengeluarkan darah segar,sambil melayangkan tatapan tajam kearah Yudha.terlihat Sera tampak shock dan terkejut
Kedua mata sera membulat menatap pria yang masih berstatus suaminya itu." Mas yudha?sedang apa kamu disini?dan dari mana mas tau aku tinggal disini?" tanya sera dengan penuh selidik.
" Seharusnya aku yang balik tanya sama kamu!sedang apa kamu disini berduaan bersama pria yang bukan suamimu?apa kamu sedang berselingkuh dengan pria ini hah?jawab?!" Bentak Yudha melayangkan makianya yang tengah di selimuti amarah tersebut.sambil mencengkram lengan sera dengan kasar
" Jawab! Bisu Kau.! Jangan diam saja.!" bentak Yudha yang masih tak mendapat jawaban dari sera yang masih terlihat shock dan tergugu dengan kedatangannya yang tiba tiba.
" Dasar ***** wanita murahan.!"
Plakkk
Tangan Sera bergetar hebat saat baru saja melayangkan tamparannya mendarat di wajah tampan yudha.ulu hatinya tiba tiba saja merasakann rasa nyeri yang tak tertahankan.dan tanpa sadar tangan kanannya menyentak cekalan dari tangan yudha dan langsung mendaratkan di pipi yudha.
" Jaga bicaramu mas.!disini siapa yang murahan diantara kita,aku atau kamu?bahkan kamu lebih parah lagi dengan memasukan wanita ular didalam rumah tangga kita dan merusak semuanya.jadi sudah jelaskan siapa yang murahan diantara kita?!" sembur sera dan membuat yudha langsung saja terdiam membungkam mulutnya.
Namun emosi yang sudah menguasai Yudha tak membuat pria itu berfikir jernih dan malah melontarkan kata kata menohok.
" Ya tentu saja kamu lah ***** ,lihatlah kamu sendiri bahkan membawa pria asing pulang ke rumah,disaat kamu masih berstatus menjadi istriku.apalagi suasana dalam keadaan sepi seperti ini.aku yakin kalau aku tak menghampiri kalian disini pasti kalian sudah masuk kedalam rumah dan sudah berzina! atau emang jangan jangan kamu sedang menjual diri ya....." Ucap Yudha dengan sindiran pedas keluar dari mulut laknatnya itu.
__ADS_1
Tentu saja perkataan Yudha yang terdengar menghina dan Merendahkan sera itu membuat Ibra tersulut emosinya yang sudah meletub letub sampai ke ubun ubun.pria itu lantas menarik tangan sera dan menyembunyikan wanita itu di balik punggung kekarnya.
" Jangan bicara sembarangan kamu! Aku dan Sera tidak melakukan apa yang kamu tuduhkan itu.! Seharusnya kamu bercermin dulu pada dirimu sendiri sebelum memaki orang lain." Sentak Ibra
Tanpa sadar sudah ada beberapa tetangga yang keluar dari rumah mereka masing masing dan melihat kearah dirinya saat ini.
" Jangan ikut campur bangsadt! Bukan Urusanmu.!" Bentak Yudha
Yudha kembali melayangkan bogemannya,namun dengan cepat Ibra dapat menghindar dari serangan yudha,dan balik memberikan serangan balik pada yudha,hingga perkelahian diantara mereka berdua berakhir dengan tersungkurnya Yudha diatas rerumputan hijau yang berada didepan rumah kontrakan milik sera.
" Awas saja kau.! Aku akan perhitungan nanti,tunggu saja pembalasanku.!" Maki Yudha pada Ibra lalu beralih menatap sera dengan tatapan merendahkan." sepertinya keputusanku membuangmu dan memilih Liana sudah tepat,kamu memang benar benar wanita rendahan sera tak lebih dari seorang ****** murahan.! Dasar *****.." Umpatnya lagi.
Setelah mengucapkan kata kata pedas itu yudha pun bangkit berdiri lalu bergegas pergi meninggalkan tempat itu.meninggalkan Sera yang masih diam terpaku dengan kata katanya barusan.
" Ra kamu tidak apa apa?" Tanya Ibra kemudian
Wanita itu menggelengkan tanpa membalas balik menatap ke arah yudha." Aku nggak apa apa." Lirihnya.terlihat cairan bening lolos begitu saja dari matanya,perkataan Yudha barusan benar benar sudah membuatnya terluka.
" Lebih baik sekarang Kamu pergi dari sini mas,nggak enak dilihat orang orang." Ucap Sera yang kini sudah mau menatap ibra kembali sesekali melirik kearah beberapa orang yang tengah menonton dirinya.
" Tapi Ra..."
" Ku mohon mas lebih baik kamu segera pergi." Potong sera dengan cepat." dan lebih baik kita tidak usah bertemu kembali,besok aku akan segera mengajukan surat Resign di kantor." Sambung sera yang membuat Ibra terkejut
"Resign...?"
" Iya.dan sekarang pergilah mas aku mau istirahat." Ucap sera yang langsung saja masuk kedalam rumah lalu menutup pintu itu kembali dan menguncinya tanpa menghiraukan Teriakan Ibra dari luar.
" Sera buka pintunya sebentar,kita perlu bicara sebentar,ra buka pintunya." Teriak Ibra sambil menggedor gedor pintu
Sedangkan Sera dari dalam rumah tak menghiraukan ibra dan tubuhnya langsung luruh didepan pintu tanpa beranjak sedikitpun dari sana sambil terus terisak dari tangisannya.
" Maafin mama ya de' harus membawamu ke dalam situasi seperti ini." batin Sera dengan suara lirihnya.
_Bersambung_
Jangan lupa tinggalkan jejaknya jika suka.
Happy reading
__ADS_1