
Dua bulan kemudian,pasca pertemuan kembali dengan Ibra,,Sera tidak pernah bertemu kembali dengan mantan suaminya itu.Hari hari Sera serasa Monoton terlebih lebih akhir akhir ini dia harus menghadapi sikap Yudha,suaminya yang sering uring uringan tidak jelas.
Bahkan Yudha sekarang juga sama sekali tidak mengungkit ngungkit kembali soal meminta dilayani untuk berhubungan badan.jadi sampai saat ini Sera pun belum sama sekali tersentuh oleh siapapun.
Padahal sudah berulang kali sera menyinggung soal nafkah batin,akan tetapi yudha terus saja menghindarinya dengan alasan Capek dan Lelah karena pekerjaannya dikantor banyak.
Ya Tepat satu bulan yang Lalu,Yudha berhasil menempati posisi penting di perusahaan milik Ayahnya sera.yaitu sebagai Direktur utama di A'Era Gruop.perusahaan yang bergerak di bidang properti,meski masih termasuk golongan perusahaan baru berkembang namun ada beberapa juga perusahaan perusahaan lainnya yang ikut gabung menjadi investor di perusahaan yang sudah dibangun bertahun tahun oleh ayah sera.
Dan lebih liciknya lagi,Yudha beserta kedua orang tuanya sudah berhasil menguasai perusahaan milik Ayah sera tersebut.
" Akhirnya Kamu benar benar sudah jadi seorang bos Yudha,papa bangga sama kamu yudh." Ujar Papa Wira sambil menepuk pelan pundak putranya yang kini sedang duduk di kursi kebesarannya itu.
Sudut bibir Yudhi tersungging keatas,menampilkan seringai licik.
" Terimakasih atas pujiannya pah." Seru yudha sambil mengukir senyum pongah
" Hahahaha ." Tawa papa wirya pun menggelegar mengisi sudut ruangan yudha.
" Kenapa ketawa pah?memangnya ada yang lucu?" tanya yudha sambil mengeryitkan dahinya
" Oh tidak,sama sekali tidak putraku.itu sebagai ungkapan rasa bangga papa ke kamu yudh."
" Oh...." Seru yudha sambil mengangguk anggukan kepalanya.
" Lalu sekarang apa rencana kamu selanjutnya.?" tanya papa wirya
" Yudha belum tahu pah."
" Astaga Yudha,kenapa belum tau." Cetus Papa wirya sambil menepuk jidatnya,lalu kemudian mencondongkan tubuhnya untuk lebih dekat dengan putranya." Atau jangan jangan kamu sudah mulai jatuh cinta beneran sama....sera.?" tanya Papa wirya dengan tatapan menyelidik
" Ya nggak mungkinlah pah,papa tau sendiri kan kalau yudha sudah punya kekasih." Seru yudha dengan sedikit kesal
" Ya ya ya papa tau itu,kekasihmu itu teman istrimu sendiri kan.?" tanya papa wirya dengan tergelak
Kedua mata yudha langsung terbelalak mendengar penuturan papanya,karena selama ini yudha sama sekali tidak pernah bercerita tentang kekasihnya selama ini.
" Kok papa bisa tau.?"
" Hahaha yudha yudha didunia ini apa yang papa tidak tau,kalau cuma soal kamu saja." jawabnya dengan santai,kemudian beralih duduk di kursi depan meja Yudha.
" Baguslah kalau papa tau,jadi yudha tidak perlu menjelaskan lagi soal Liana." Ujar yudha dengan cuek
" Tapi semuanya itu tidak gratis." Ucap papa wirya disertai seringai liciknya
" Maksud papa.?" Spontan saja yudha langsung menegapkan tubuhnya mendengar kata kata papa nya barusan
" Papa dan mama akan merestui hubungan kalian,asalkan kekasihmu itu mau menjadi musuh dalam selimut istrimu."
Yudha mengulum senyumnya,hal itu sontak membuat papanya itu heran.
" Papa serius yudha.!"
" Iya terus kenapa pa?"
__ADS_1
" Kok kenapa?kamu jangan balik tanya,kalau kamu mau hubunganmu sama kekasihmu itu papa dan mama kasih restu,kamu harus bisa membuat kekasihmu tutup mulut tentang rencana kita yudh." Ucap papa wirya dengan tegas
" Papa papa.kalau soal itu papa nggak usah khawatir karena Liana mendukung penuh dengan rencana kita pah."
" maksud kamu.?"
" Liana sudah tau semuanya pah,karena sebelumnya aku sudah kasih tau semua rencana awal aku nikahin sahabatnya sendiri itu." Ujar Yudha dan membuat papa wirya merasa sedikit lega
" Kamu yakin kekasih mu itu bisa di ajak bekerja sama.?" tanya nya memastikan
" Sangat yakin pah." Jawab Yudha sambil tersenyum lebar.....
*****
Ting tiong ting tong
" Iya sebentar..."
Tiba tiba saja suara bel pintu berbunyi,hal itu tentu saja membuat sera yang kini sedang duduk rebahan sambil membaca buku novel kesukaannya mengakhiri aktivitasnya.
" Biar bibi yang bukain pintunya non." Seru bibi Nurti,ART Sera yang baru muncul dari belakang.
" Nggak apa apa kok bi biar saya saja yang buka,bibi lanjutin aja dibelakang." tutur sera dengan lembut
" Baik non,kalau begitu bibi kebelakang dulu ya non."
" Iya bi."
Setelah bi nurti kembali kebelakang,sera pun berjalan menuju ruang utama lalu membukakan pintu.
" Liana.." Seru sera dengan wajah terkejut sekaligus senang melihat kedatangan sahabatnya itu.
" Supriseeeee..." Seru Liana dengan kehebohannya
" Ya Ampun Li,akhirnya kamu datang juga." Tutur sera dan mereka berdua langsung berpelukan seperti teletubies
" Iya sera Maaf ya beb aku baru sempat ngunjungin kamu."
" Iya nggak apa apa Li."
" Kangen tau sama kamu beb." Ucap Liana dengan suara manja." Maaf ya pas kamu nikah aku nggak bisa datang,soalnya urusanku di Prancis waktu itu belum kelar,soalnya waktu itu aku ada kontrak yang benar benar nggak bisa aku batalin ra.dan maaf juga ya aku tidak bisa hadir dipemakama om seto dan tante sarita..." sambungnya lagi sambil menampilkan mimik wajah sedih.
" Nggak apa apa Li,aku paham kok,sebagai model papan atas yang jam kerjanya sudah tinggi aku sangat mengerti keadaanmu Li.santai aja." tutur sera dengan tersenyum hangat
" Ya Ampun sosweet banget sih aku punya sahabat kayak kamu yang sangat mengerti aku..umm makasih ya bebb dan aku juga turut berbela sungkawa atas meninggalnya om dan tante.." ujar Liana dengan menampilkan raut wajah sendunya
" Iya iya,udah yuk nggak usah dibahas ,sekarang ayok kita masuk dulu kedalam,biar ngobrol ngobrolnya lebih enak."
" Iya iya ayukk."
Dan Dua wanita saling bersahabat itu pun langsung masuk kedalam rumah,sera memilih mengajak Liana untuk ke ruang tengah sambil nonton acara tv dan ngobrol ngobrol.
Saling bertukar cerita dan pengalaman.
__ADS_1
" Eh ya ngomong aku penasaran deh sama suami kamu yang sekarang,kira kira orangnya seperti apa sih." Seru Liana
" Diaaaa yang pasti orangnya baik sih." jawab Sera
" Seriuss?"
Sera pun menganggukan kepalanya." Iya serius."
" Boleh lihat fotonya nggak sih,habisnya aku penasaran banger ra,dari tadi aku lihat lihat di ruangan rumahmu kok nggak ada sih foto figura yang terpajang."
" Oh soal foto....emmm." Terlihat sera nampak berfikir,membuat Liana tidak sabar menunggu jawaban sera
" Ada kan Ra?" tanya Liana memastikan
" Ada kok,tadi di belakang."
" Dibelakang?" dahi Liana terlihat mengeryit heran
" Iya soalnya tadi bi nah habis bersih bersih lupa ngembaliin ke tempatnya semula." jawab sera sedikit kaku
Sedangkan tanpa sepengetahuan Sera,Liana menarik sudut bibirnya tanda penuh kemenangan.
" Oh gitu...." Cetusnya
Dan tak lama kemudian tiba tiba saja terdengar suara pintu terbuka,dan ternyata ada suara derap langkah kaki yang menuju ke arah mereka.
" Mas yudha." Panggil sera ketika melihat Yudha yang baru datang dari pulang kerja,dan akan menaiki anak tangga
Yudha pun menoleh kearah dimana sumber suara milik istrinya berada,dan betapa terkejutnya Yudha melihat sosok wanita yang sedang berdiri disebelah istrinya.
" Astaga,,,Liana...ngapain dia kesini." Batinya menahan kesal sedangkan wanita bernama Liana itu melempar senyum penuh arti kearahnya tanpa sepengetahuan istrinya
" Yuk Li,aku kenalin suami aku." Ajak sera dan mendapat anggukan kepala dari Liana.
" Mas kenalin ini Liana,sahabatku aku dan.... Liana kenalin juga ini mas yudha suami aku "
Jlebbb
Rasanya jantung Yudha mau copot,ketika Sosok wanita didepannya langsung mengulurkan tangannya.
" Mas.." Seru sera memperingati suaminya supaya segera menyambut uluran tangan sahabatnya itu
" Yudha."
" Liana..."
Dan sepasang kekasih gelap itu saling berjabat tangan ,saling memperkenalkan diri masing masing tanpa dicurigai sama sekali oleh sera
_Bersambung_
Happy reading
Jangan lupa kasih dukungannya ya kalau suka,biar Othornya tambah semangat nulisnya😄
__ADS_1
Bersambung