
Kini Sinar mentari di pagi sore sudah berganti dengan Senja disore hari,entah Lebih tepatnya sejak kapan Sera merasa dirinya benar benar tertidur pulas.
Perlahan Sera membuka matanya,sambil mengerjab ngerjab ,menyesuaikan cahaya lampu sebuah ruangan yang tak asing baginya menembus kornea matanya.
Kepalanya tiba tiba sedikit pusing,mungkin efek dia terlalu pulas dengan tidurnya.sera berusaha duduk namun tiba tiba saja dia merasakan sakit yang sangat nyeri dibagian intimnya.
" Aukhhhhh..." Pekik Sera menjerit karena kesakitan. tiba tiba saja dia merasakan perih yang begitu hebat disekitar area Kewanita'annya .
" aduh kenapa sakit sekali,perih juga..." Gumam sera dengan kedua tangannya masuk kebawah badcover untuk memegangi bagian intim miliknya.
Kedua matanya membulat penuh saat melihat ada bercak darah di atas badcover yang menempel.
" Tidakkk...." Jerit Sera tertahan.air matanya langsung saja lolos begitu saja,pikirannya saat ini benar benar kacau.
Seingat dia kemarin Suaminya memaksa dia untuk melayaninya dan memaksanya untuk berhubungan badan.bahkan pria itu meminta haknya dengan cara yang kasar.sehingga membuatnya memberontak tidak mau melepaskan kegadisannya,padahal secara hukum dan agama mereka halal melakukanny namun sera enggan jika diperlakukan kasar seperti itu.
Tapi lihat sekarang apa yang terjadi,sekarang sera benar benar sudah menjadi milik suaminya seutuhnya,dia yakin itu,namun ada sedikit rasa kekecewaan yang mendalam ketika mendapati suaminya menidurnya dengan cara seperrti ini.
" Kenapa Lo nangis kayak gitu?seperti kehilangan keperawanan Lo aja." Cetus Yudha yang tiba tiba saja muncul keluar dari kamar mandi.
Kedua mata Sera yang masih sembab dan basah,pun mengikuti arah dimana sumber suara itu berada.
" Kenapa Mas...?!" Tanya Sera dengan suara lirih namun penuh dengan penekanan,kedua matanya menatap suaminya itu dengan tatapan nanar
" Kenapa apanya maksud Lo.?!" Ujar Yudha dengan santai
Ya Tuhan Lihat lah kini suaminya itu sikapnya berubah cuek dan begitu dingin,bahkan sapa'an 'aku kamu 'sudah tidak terdengar dan malah pakai ' Lo Gue.' Secepat itukah suaminya itu berubah
" Kenapa mengambil mahkotaku dengan cara seperti ini mas?kenapa tidak dengan cara baik baik.?!"
Yudha mengulas senyum remeh." Memangnya Lo yakin masih perawan?"
Deg
Jantung Sera seakan mencelos mendengar ucapan Yudha yang menurutnya sangatlah keterlaluan,bagaimana bisa suaminya itu berkata seperti itu dengan nada terkesan meremehkan,meski dia sudah pernah menikah namun dia sama sekali belum pernah berhubungan badan dengan mantan suaminya.tapi kenapa Suaminya itu dengan mudahnya berucap seperti itu.seolah olah keperawanan tidak ada harganya sama sekali
" Aukhhhh..perih.." Desis Sera yang merasakan sakit ketika akan Beranjak dari ranjang dan menghampiri Suaminya yang kini malah mengulas senyum smirknya.
__ADS_1
" Udah nggak usah sok ackting gitu,gue nggak bakalan kasihan sama Lo." Ujar Yudha sambil bersikap dada dan juga bertelanjang dada
Sera mendongak kearah Yudha dan melayangkan tatapan protes.
" Lebay banget sih Lo,gitu aja nangis.padahal aslinya juga Lo pasti keenakan."
" Mas.!" Desis Sera sambil menatap tajam kearah Yudha yang kini malah tertawa seakan menikmati penderitaan istrinya.
" Hahahaha..."
" Dasar Wanita munafik,sok suci.gue yakin sebenarnya Lo itu mau bilang enak,tapi Lo nya aja yang sok jaim.!"
Yudha Tak menghiraukan Istrinya yang masih merintih di atas ranjang karena menahan sakit dial area intimnya.
Dia pun menuju ke Walk in closed untuk mengambil pakaiannya.
Lalu lekas memakai kaos warna Putih dan juga Celana Jeans,tak lupa memakai jaket warna kulitnya.
" Kamu mau kemana mas.?" tanya sera yang terlihat bingung melihat suaminya sudah rapi dan terlihat bersiap akan pergi
" Bukan urusan Lo.!" Ketus yudha sambil berdiri didepan cermin besar menatap pantulan dirinya yang sudah terlihat Sempurna tanpa celah.
" Mass..!"
" Nggak usah ganggu dulu kesenangan gue.!"Ucapnya cuek dan meraih Ponsel dan juga kunci mobil diatas nakas
" Tapi mas...---"
" Ckkk nggak usah bawel deh Lo.!" Sentak Yudha namun entah kenapa pria itu sama sekali tidak mau menatap sejenak istrinya itu
Dengan Langkah Semangat pria itu melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya,meninggalkan sera yang masih terdiam melihat kepergian suaminya itu dengan tatapan nanar.
BRAK
Dengan Keras Yudha membanting pintu kamar,membuat sera sedikit tergelonjak kaget.
" Ayah ibu,Sera nggak kuat...kenapa nasib sera harus seperti ini." Batin sera di iringi dengan tangisannya yang pecah mengisi sudut ruangan.
__ADS_1
*****
Berkali kali Yudha menggelengkan kepalanya,sambil sesekali tersenyum senyum sendiri seperti orang tidak waras,meski saat ini dia sedang dalam keadaan menyetir.
" Oh Shittttt.bisa gila gue kalau seperti ini terus..." Gumam Yudha sambil tetap berusaha untuk fokus menyetir
Sekelebatan bayangan wajah sera tiba tiba muncul didalam ingatannya,bahkan seakan terus berputar putar di pikirannya.
Wajah cantik dan polos sera ketika tidur pulas,sampai dengan rintihan sera yang tanpa sadar keluar dari bibir mungil dan tipisnya ketika beberapa kali dia mencoba menerobos milik sera.
Hingga sampai pada akhirnya Yudha berhasil merenggut mahkota yang selama ini istrinya jaga itu.jujur sebenarnya dia sangat terkejut ketika menyadari jika ternyata dia lah yang pertama berhasil merenggut kegadisan milik istrinya itu.
Dia benar benar tak habis pikir bagaimana bisa istrinya itu menjaga keperawanannya,padahal dia tau betul jika istrinya itu sebelumnya pernah nikah dan jadi seoranh janda.
Yudha juga melihat sendiri ada darah segar keluar dari dalam inti milik istrinya itu.bahkan baru kali ini dia merasakan bagaimana berhubungan badan dengan wanita yang ternyata masih perawan.
Sekalipun dengan Liana,dia pun sebenarnya tak yakin jika kekasihnya itu masih perawan ketika pertama kali tidur dengannya,karena menurutnya tidur bersama Liana tidak sama dengan tidur bersama Istrinya.
Meskipun dalam urusan Ranjang,Yudha mengakui jika Liana lebih Lihai dan Sangatlah Liar jika dibanding dengan sera yang begitu kaku dan tidak bisa sejago Liana.
" Astaga...gue terus kepikiran sera,kenapa denganku.." Gumamnya Sambil memijat mijat keningnya yang terasa pening.
" Oh...Shittt kenapa tubuhnya memabukan,kenapa bibirnya begitu candu." Sambungnya lagi yang tanpa sadar mengusap bibirnya.
" Dan ternyata dia...dia...masih perawan Ya Tuhan..." Gumamnya lagi
" Bangsadt ! Bisa gila gue kalau terus terusan mikirin cewek itu.!" Gerutunya yang langsung menambah kecepatan Gasnya untuk segera sampai tempat tujuannya.
Dan tempat tujuannya saat ini,kemana lagi kalau bukan ke rumah Liana,kekasih hatinya.
_ Bersambung_
Jangan Lupa kasih dukungannya ya,jika suka biar Othornya tambah semangat kalau Nulisnya.
Oiya Maaf ya kalau hari ini othornya agak telat upnya.
Untuk dua bab Lagi menyusul ya..
__ADS_1
Happy reading.
Terimakasih