
Baik Ibra maupun Rendy masih diam membisu,otak mereka benar benar blank mendapat pertanyaan tak terduga dari si dokter cantik itu.
Melika yang merasa aneh dengan kedua pria didepannya itu,akhirnya memilih untuk mencairkan suasana,meski dia sendiri sangat penasaran dengan apa yang barusan dia dengar yang keluar dari mulut kedua pria itu.
" Heiii...Kok malah pada bengong sih,mana wajahnya sama sama tegang gitu hmm?ada yang salah ya sama pertanyaan aku.?" Tanya melika
Rendy yang terlebih dulu sadar dari lamunannya pun menyenggol lengan Ibra,hingga membuat pria itu kembali menarol kesadarannya.
" Ehmm.." Dehem Ibra lalu kembali bersikap Normal." Mungkin kamu tadi salah dengar mel,kami dari tadi tidak membicarakan soal pernikahan." Sambung Ibra mengelak memberi Alasan supaya Melika tak kembali menuntut pertanyaannya lagi.
" Oh gitu ya...kirain siapa tadi yang mai nikah." Balas Melika dengan wajah sedikit ditekuk.jujur dia memang merasa was was jika mendengar kabar sang kakak akan menikah,namun setelah di pikir pikir jika memang Sang kakak akan menikah tentu saja dia akan menentang keras jika sang kakak menikahi wanita lain,karena sejujurnya dia pun tak rela pujaan hatinya itu jatuh kepelukan wanita lain,meski dia sadar dia dan sang kakak tidak akan mudah bersatu jika kedua orang tua mereka masih menjalin status pasangan suami istri.
" Emm ngomong ngomong tumben kamu hari weekday datang kesini?memangnya nggak ada jadwal praktek.?" Tanya Ibra memecah kecanggunggan diantara mereka
Melika pun tersenyum manis lalu berjalan mendekat kearah Ibra,dan bergelayut manja dilengan kokoh ibra yang terbalut dengan Jas miliknya.
" Jadwal praktekku udah selesai kak,aku datang kesini mau ngajakin kak ibra makan bareng diluar soalnya aku lagi pengen banget makan sushie nich.mau ya kak please temenin aku makan.?" Ucap Melika dengan nada merengek dan memohon.
Ibra menghela nafas,kepalanya tiba tiba berubah pening,dia paham betul jika melika sudah memintanya untuk ditemani,wanita itu tidak bisa ditolak jika tidak pasti moodnya akan berubah jelek,dan pulang ke rumah dalam keadaan uring uringan,dan pastinya akan melampiaskan kekesalannya pada sang ibu,karena sejatinya melika memang belum sepenuhnya menerima ibunya sebagai ibu sambungnya.
Sedangkan Rendy yang mulai di landa rasa panas karena cemburu memilih untuk memalingkan muka lalu memilih pamit keluar dari ruangan bos yang membuatnya merasakan hawa panas.
" Kalau begitu saya permisi dulu tuan muda." Potong Rendy berpamit keluar tanpa menunggu jawaban iya dari sang atasan.
Dan kini tinggal Menyisakan Melika dan Ibra saja yang berada diruangan tersebut.
" Kak...Please.." Ucap Melika dengan nada memohon dan tatapan menampilkan puppy eyes nya.membuat Ibra mau tak mau harus menyanggupi permintaan Sang adik sambungnya itu.
" Oke baiklah kalau begitu." Jawab Ibra
" Yess..." Seru Melika dengan kegirangan yang langsung saja spontan mendaratkan kecupan singkat di pipi pria tampan itu
Cup
" Makasih kakakku tersayang,kalau gitu aku tunggu didepan ya..." Ucap Melika sambil mengedipkan mata sebelum akhirnya keluae dari ruangan Ibra,meninggalkan Ibra yang masih tergugu karena terbelalak dengan sikap dan tindakan adik sambungnya itu.
*
*
Sedangkan Disisi Lain Yudha terus saja uring uringan tak jelas setelah insiden pertemuannya dengan sera,dia sering marah marah dan melampiaskan kemarahannya pada Liana.
__ADS_1
" Eh lihat sayang aku kemarin habis lihat lihat souvenir dan kartu undangan pernikahan kita lhoh,semuanya bagus bagus dan lucu lucu kamu pasti suka deh pilihanku." Seru Liana dengan segala kehobahannya,sedangkan Yudha sama sekali tak menghiraukannya bahkan pria itu malah fokus dengan ponsel pintarnya.
" Satu lagi aku juga udah pesen gaun untuk pernikahan kita Lhoh,setelah kamu resmi cerai,kita bakal langsung ada jadwal pemotretan buat acara Preweading kita,aduh sayang aku benar benar nggak sabar buat nunggu moment itu say-----" Ucap Liana yang tiba tiba menggantung saat menoleh kearah yudha yang ternyata tak fokus dengan pembicaraannya,malahan yudha terlihat sedang fokus dengan ponselnya.
Merasa kesal di cuekin dan penasaran,Liana pun merampas Ponsel milik Yudha,yang langsung menambah puncak kekesalannya,karena ternyata dari tadi yudha fokus menatap layar ponselnya karena sedang menatap sebuah Foto pernikahan Yudha dan juga Sera.
" Benar benar keterlaluan kamu yudh..." Geram Liana usai berhasil merampas ponsel Yudha
" Apa apaan sih Lo, Lia Balikin Ponselnya.!" Protes Yudha dengan matanya mulai menajam menatap sang kekasih.
" Aku tidak akan mengembalikan ponsel ini sebelum kamu hapus foto sialan ini.!" Teriak Liana histeris
" Kembalikan kataku.!" Sentak Yudha yang sudah mulai terpancing emosi
" Enggak ! Sebelum aku melihat dengan mata kepalaku sendiri kamu hapus foto sialan ini Yudh.!" Tantang Liana
" Nggak usah ikut campur buat ngatur ngatur gue Lia.buruan kembalikan.!" Sentak Yudha dengan Emosi yang sudah mulai menguasai dirinya
" Oke kalau kamu nggak mau hapus foto sialan ini,biar aku yang hapus.!"
Clikk
" Kau ..!" Tuding Yudha sambil menatap tajam Liana
" Apa?kamu nggak terima?mau marah sama aku yudh?" Tantang Liana
Membuat Yudha geram bukan main.
" Argggghhhhhh." Umpat Yudha yang langsung memilih pergi dari tempat itu meninggalkan Liana yang masih diliputi rasa Amarah.
" Sialan rupanya Yudha sudah mulai main hati sama perempuan sialan itu,aku tidak akan membiarkan itu terjadi,sampai kapanpun kamu akan tetap jadi milikku yudh,kamu harus jadi milikku secepatnya.!" Gumam Liana disertai dengan seringai Liciknya." Dan kamu sera tunggu saja aku akan memberi perhitungan padamu karena sudah membuat Yudhaku mulai berpaling dariku." Batinnya
*
*
Sedangkan Yudha kini melesatkan kereta besinya membelah jalanan ibu kota,dan berhenti di sebuah Club yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
Dengan amarah yang menggebu gebu Yudha pun masuk kedalam Club malam tersebut lalu duduk di salah satu bar tender dan memesan beberapa botol Wine pada pelayan.
Setelah Beberapa botol yang berisi minuman keras itu tersaji dihadapannya,Yudha pun tak tanggung tanggung langsung menenggak habis dari botol tersebut
__ADS_1
Sekelebatan bayangan bayangan sera dan juga ibra yang terlihat sangat melindungi sera darinya membuat wajahnya merah bahkan urat urat rahangnya yang keras itu seakan menyembul menandakan betapa marahnya dia saat mengingat kejadian itu.
" Arggggghhh brengsek kenapa rasanya aku ingin marah melihat sera dekat dengan pria brengsek itu.." Umpatnya setengah berteriak karena kesadarannya mulai tak terkontrol lagi
Namun Yudha tak juga menghentikan aksinya,dia bahkan sudah menghabiskan dua botol sekaligus.
" Seraaaa.kenapa kamu tiba tiba saja mengganggu pikiranku,enyahlah kau dari pikiranku wanita ******..."
" Argggghhh.dasar brengsek..." Umpatnya Lagi ditengah tengah rancunya,dan setelah menghabiskan beberapa botol minuman keras itu Yudha pun tak sadarkan diri.
*
*
*
Saat Ini Ibra dan Melika sedang berada disebuah restoran mewah,ya mereka berdua sekarang lagi dinner bareng,bisa dikatakan begitu karena mereka hanya pergi berdua.
" Kamu mau pesen apa kak?"tanya Melika sambil membuka dan membaca buku menu yanh baru saja diberikan oleh pelayan
Ibra yang dari tadi tak fokus karena sedang mengamati seseorang yang tak jauh dari pandangannya disana,membuatnya tak menanggapi pertanyaan Melika
" Kak...kamu mau pesen apa.?" Melika mengulang pertanyaannya.
" Eh iya kenapa?" Ibra akhirnya menoleh kearah Melika,namun pandangannya tetap tertuju didepan sana
" Kakak mau pesan apa?kok malah bengong sih.?"
" Samain aja sama kamu mel." Jawab singkat Ibra namun tetap kembali fokus pada seseorang didepan sana
Melika pun Mengedikan bahunya dan kembali beralih pada pelayan resto." Kalau begitu Sushie nya dua ,jus Alpukat dua sama tiramisyu nya dua ya mbak."
Usai mencatat pesanan melika pun pelayan itu pergi,lalu melika yang penasaran ibra melihat apa pun mengikuti Arah pandangan ibra yang fokus menatap seseorang didepan sana,seorang wanita yang terlihat cukup cantik sedang bergandengan tangan mesra dengan seorang bapak bapak yang bisa dikatakan Om Om.
" Kenapa kak Ibra segitunya lihat Wanita itu sama Om om?apa kak. ibra kenal dengan wanita itu " Batin Melika
Bersambung
Jangan lupa kasih dukungannya jika suka
Happy reading
__ADS_1