
Ibra sama sekali tak melepaskan pandangannya pada sosok seseorang disana,tepatnya pada seorang wanita yang tak asing baginya yang kini sedang bersama dengan seorang pria bandot tua atau om om.
" Kak,kakak Liatin apa sih?" Tanya melika penasaran
Ibra kembali menoleh kearah lalu menggelengkan kepalanya pelan." Aku tinggal ke belakang sebentar ya." Tuturnya pamit dan langsung berdiri dari tempat duduknya
Melika masih bisa melihat jika Ibra ternyata memanggil seorang pelayan pria dan terlihat sedang membisikan sesuatu.setelah itu Ibra pun lanjut melangkahkan kakinya ke belakang,mungkin menuju Toilet.
" Aneh.kenapa sikap kak Ibra tiba tiba berubah jadi aneh begitu,sudahlah mel nggak usah pikir macam macam sama dia,mungkin hanya perasaanmu saja." Putus Melika tak mau ambil pusing dengan menerka nerka apa yang sedang terjadi dengan Ibra
Lalu tak lama kemudian Makanan pesanannya pun datang,dan Ibra pun juga tak lama kembali menghampirinya lagi.
" Sorry ya mel agak lama,tadi tiba tiba saja pas mau balik kesini rendy telpon katanya ada beberapa urusan kecil yang harus ditangani." Ucap Ibra sambil mengulum senyum kecilnya lalu kembali duduk didepan Melika
" Oh iya nggak apa apa kok kak,Makanannya juga baru datang,yuk kita makan." Balas Melika Dan mendapat anggukan kepala oleh Ibra.
Akhirnya mereka berdua pun mulai menyantap menu hidangannya hingga selesai,sambil sesekali Ibra mencuri pandang kearah seseorang wanita didepan sana yang nampak sekali terlihat mesra dengan Pria bandot tua tersebut.
*
*
*
Usai Sampai dirumah kontrakannya,Sera pun lekas Memasak Nasi,beruntung Rumah kontrakannya di fasilitasi satu rice cooker jadi Sera pun bisa lebih Hemat lagi,sebelum pulang tadi Della pun mengajak Sera untuk membeli lauk pauk berupa sate ayam plus bumbunya,tak lupa sera membeli cemilan sehat berupa buah buahan apel dan juga mangga muda karena dari tadi siang dia pingin makan yang segar segar,dan Alhamdulilah maasih bisa keterutan.
Sebenarnya Della ingin main dan singgah terlebih dulu di rumah kontrakan sera namun karena tiba tiba saja ditelepon oleh adik sepupunya yang minta dijemput dari tempatnya bekerja mendadak karena ada urusan penting.akhirnya Della pamit terlebih dulu untuk pulang.
Kini hanya sera sendirian sambil memakan makanannya yang baru saja matang.
" Maaf ya nak,mama harus mengajakmu dalam keadaan serba seadaanya,seharusnya disaat saat seperti ini papamu hadir dan membelaimu lewat perut mama,lalu melantunkan nyanyian sholawat supaya kamu merasa senang dan gembira di perut mama." Gumam sera sambil menghiru nafasnya dalam dalam,buliran bening sesekali menguar begitu saja,namun dengan cepat dia menyerkanya tak mau larut dalam kesedihan,karena setau dia jika dia merasa bersedih makan bayi yang ada dalam kandungannya juga ikut bersedih karena itu adalah kontak batin antara ibu dan sang anak,untuk itu dia harus selalu merasa bahagian dan baik baik baik saja meskipun keadaanya sebaliknya.
" Mama janji sayang,walaupun nanti saat kamu lahir tanpa kehadiran papamu,tapi mama janji akan berusaha menjagamu dan membuatmu bahagia sayang mama janji akan melakukan apapun demi kebahagianmu,jadi mama harap ade' yang pintar ya bantu mama buat melewati ini semua." Imbuhnya lagi sambil terus mengelus perutnya yang masih terlihat rata itu.
" Sera..jangan pergi .jangan pergi sera jangan pergi "
" Seraaaaa...." Teriak Yudha yang tiba tiba terbangun tengah dari mimpinya dan langsung duduk termenung sambil mengacak acak rambutnya karena terlihat sangat frustasi,keringat dingin mulai mengucur di dahinya.
__ADS_1
Liana yang terbaring disebelah yudha pun merasa terusik dengan teriakan Yudha,sehingga dia pun terpaksa ikut bangun tengah malam begini
" Ada apa yudh?kenapa teriak teriak tengah malam begini?" tanya Liana menahan kesal karena dia sempat mendengar teriakan yudha yang memanggil nama sera.
" Gu gu guee mimpi buruk Li." Gumam Yudha merancau sambil berulang kali mengusap wajahnya dengan kasar
" Mimpi buruk?" Tanya Ulang Liana
" I iya gue mimpi'in sera datang nemuin gue sambil gendong bayi..."
Liana mendengkus kesak sambil memutar bola matanya jengah,sejujurnya dia capek jika harus meladeni Yudha,apalagi dia pun juga baru saja pulang larut dan baru saja mejamin mata,apalagi hari ini tubuhnya sangat lelah karena aktivitas sehariannya ini.
Sebab usai dia pulang ke rumah sudah menemukan Yudha tengah mabuk parah diantar oleh salah satu pelayan Club malam dalam keadaan mabuk berat,dan itu menambah pekerjaannya yang juga cukup menguras tenaga,dan sekarang baru saja mengistirahatkan tubuhnya pria itu kembali merepotkan dirinya yang membuat dirinya harus iku bangun tengah malam karena mendengar teriakan pria itu.
" Ayolah yudh stop mikirin wanita itu,kamu harus ingat besok kamu harus menghadapi sidang perdana perceraianmu,kamu jangan lemah gini dong." Seru Liana sambil menahan emosi geram dengan sikap yudha yang mulai menyebalkan
" Ta tapi Lia ----"
" Udah stop cukup.!"
Yudha pun kini dengan mudahnya berhasil luluh dengan kata kata liana barusan,bak seperti anak ayam yang takut kehilangan induknya,pria itu pun mengangguk paham dan menuruti omongan Liana,lalu kembali membaringkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya kembali usap Liana memberi sentuhan dan belaian tak lupa mengecup keningnya dengan sayang.
Merasa Yudha sudah kembali pulas dan tertidur kembali,kini wanita kembali menampakan wujud aslinya.
" Dasar laki laki bodoh.! Kalau saja bukan karena aku masih membutuhkanmu,mungkin udah ku tendang kau dari hidupku huh dasar laki laki menyebalkan." Batin Liana dengan kesal
" Liat saja nanti,apa yang akan aku lakukan pada wanita sialan itu,kalau kamu terus saja tak berhenti memikirkan wanita brengsek itu." Batinya lagi sambil mengurai senyum licik
*
*
Keesokan Harinya terlihat seorang Wanita yang berada didalam mobil sedang mengawasi rumah kontrakan milik sera,wanita itu tak lain adalah Liana.entah darimana wanita licik itu bisa menemukan alamat rumah kontrakan Sera.
Terlihat Sera yang baru saja keluar dari rumah dan menguci pintu perlahan mulai melangkahkan kakinya,dan mulai menyusuri jalanan berpaving yang menuju akses pinggir jalan raya.hari ini sera akan datang ke kantor Pengadilan Negeri untuk menghadiri sidang perceraiannya dengan yudha,karena hari ini sidang putusan Akan di umumkan atau lebih tepatnya ketuk palu perceraiannya bersama yudha.
Dan saat Sera ingin menyebrang jalan untuk menghampiri taksi yang berhenti diseberang jalan.
__ADS_1
Tiba tiba saja dari arah berlawan melintas sebuah mobil avansa berwarna hitam dengan kencang menuju kearahnya.
" Mbak awas....." Teriak salah satu warga disana membuat sera spontan menoleh kearah kendaraan yang melaju kencang ke arahnya
" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa..." Teriak sera saat mobil tersebut bergerak kencang kearahnya dan hanya berjarak beberapa meter.
Namun ada seseorang yang tiba tiba menarik tubuhnya hingga selamat dari insiden tersebut.
Tubuh sera terguling guling bersama seseorang yang tadi berhasil menolongnya di pinggir jalan hingga masuk kedalam rerumputan hijau yang ada di pinggir jalan tersebut.
" Mas ibra..." Lirihnya sambil terpaku melihat sosok pria yang kini sedang berada dibawah tubuhnya,karena posisi sera memang diatas pria yang berstatus menjadi mantan suami sekaligus atasannya dikantor
" Kamu tidak apa apa sera?ada yang luka?" Tanya pria dengan khawatir tersebut dibalik sorot mata teduhnya
Lagi lagi sera terpaku melihat sosok Ibra lah yang lagi lagi menolong dirinya saat dalam kesulitan dan bahkan saat ini rela mengorbankan dirinya guna menyelamatkan nyawanya.
" A a aku baik saja." Gugup sera namun tak juga kunjung berpindah dari posisinya.
Hal itu sontak saja membuat Ibra mengulas senyum manisnya,padahal dia sendiri sedang menahan mati matian menahan rasa sakit di punggungnya karena sempat terbentur dia aspal untuk melindung sang pujaan hati supaya tidak terluka,namun karena merasa bahagia bisa berada sedekat ini dengan sera,pria itu melupakan rasa sakitnya sejenak.meski sempat beberapa kali meringis pelan.namun kembali memasang wajah baik baik saja.
" Syukurlah kalau kamu baik baik saja." Ucapnya lirih sambil terus menampilkan senyum termanisnya yang semakin menambah kadar ketampanan wajahnya
Hingga tanpa sadar pandang mereka bertemu,dan Ibra mulai mendekatkan wajahnya lebih dekat lagi dengan wajah sera,namun tiba tiba saja dibuat merah wajahnya ketika Ibra tiba tiba saja membisikan sesuatu tepat ditelinga wanita itu
" Apa posisi seperti ini sangat membuatmu begitu nyaman?hingga tak ingin beranjak sedikitpun dari atas tubuhku.?" Bisiknya dengan suara yang terdengar sangat seksi
Blusssss
" Eh...." Sera tersentak kaget mendengar apa yang barusan ibra katakan,hingga spontan membuat dirinya mengangkat tubuhnya namun dengan cepat Ibra merengkuh tubuh rampingnya kembali hingga kembali jatuh ke dekapan Dada bidang milik ibra
" Aku antar kamu ke kantor pengadilan sekarang juga,akan ku pastikan semuanya berjalan lancar dan kamu hari ini akan resmi bercerai dari suamimu yang tidak berguna itu.!" Ujar Ibra dengan Lugas dan Tegas
_ Bersambung_
Jangan Lupa kasih dukungannya jika suka
Happy reading.
__ADS_1