Di Ujung Dendam

Di Ujung Dendam
Bab 11. Club Malam.


__ADS_3

Sementara itu, disebuah pantai. Tepatnya di sebelah timur kota Y, terlihat seorang pemuda sedang berjalan dipinggiran pantai ditemani oleh deburan ombak yang saling berkejaran.


Sudah sebulan sejak pertemuannya dengan seorang wanita, tetapi entah kenapa sampai saat ini dia masih terus teringat dengan sosok gadis cantik tersebut. Gadis sombong dan dingin yang mampu menggetarkan hatinya dengan kepolosan dan keluguannya.


Apalagi sejak pengakuan gadis itu yang berdebar ketika melihatnya. Entah apa maksud perkataan yang membingungkan itu, membuat dia terus bertanya-tanya sampai saat ini.


"Ah, ****. Kenapa aku terus kepikiran dia sih?"


Sebenarnya sudah beberapa kali Vero bertemu dengan Liora secara tidak sengaja. Baik di restaurant, di mall, atau bahkan hanya sekedar dilampu merah. Namun, dia tidak menyapa gadis itu dikarenakan orang-orang yang ada di sekeliling Liora. Dia merasa tidak pantas untuk hanya sekedar bertegur sapa dengan wanita itu.


Drtt.


Drtt.


Getaran dari ponselnya memaksa Vero untuk mengangkat panggilan dari seseorang.


"Kau di mana?" tanya seseorang dari sebrang telpon.


"Kenapa?" Bukannya menjawab, Vero malah balik bertanya pada sang penelpon.


"Datang ke night club sekarang, aku disini bersama Sally," ujar Sam, dia adalah salah satu sahabat Vero.


"Oke." Vero menjawab ucapan Sam dengan singkat dan tepat sambil berjalan cepat ke tempat di mana mobilnya berada.


Kurang dari 40 menit, Vero sudah sampai disebuah klub malam paling besar di kota itu. Suara dentuman musik terasa sangat memekakkan telinga, diiringi dengan lautan manusia yang tengah menikmati minuman maupun menikmati tarian yang disajikan.


Terlihat seorang lelaki di sudut ruangan melambaikan tangan padanya. Dengan langkah panjang, Vero menghampiri lelaki tersebut.


"Kok lama kali sih," gerutu Sam saat melihat kedatangan Vero.


"Macet," balas Vero dengan singkat, padat dan jelas.

__ADS_1


"Hahaha, kau ini kenapa sih?" tanya Sally sambil menyesap minumannya.


"Entah lah." Vero mengambil minuman yang ada di atas meja lalu menenggaknya hingga tandas.


"Eh, bukannya dia nona Liora Grazielle?" seru Sally yang langsung membuat Vero dan Samuel memalingkan wajah untuk melihat ke arah belakang. Mata elang Vero menangkap sosok yang disebut Sally. Yah, itu dia. Wanita yang sudah mengobrak-abrik hatinya.


Seketika mereka semua berdiri. Entah apa yang terjadi sampai mereka seantusias itu untuk bertemu dengan Liora.


Liora yang baru memasuki klub itu berhenti tepat dihadapan mereka. Dia melirik sekilas ke arah Vero yang sedang tersenyum cerah padanya. Dia lalu segera memalingkan wajah.


"Ternyata dadaku masih berdebar ya." Liora seperti habis melakukan uji coba.


Berbeda dengan Liora, Vero malah merasakan jika wanita itu membencinya sehingga untuk melihat saja pun Liora malas.


"Apa dia membenciku?" Mendadak Vero menjadi sedih.


"Lama tidak bertemu, Tuan Samuel," sapa Liora pada Samuel sahabat Vero, membuat Vero terkejut. Samuel dan Alex pun juga terkejut saat mendengar sapaan itu. Hanya satu orang yang tidak terkejut, dialah yang sedari tadi tidak mengedipkan matanya yang tengah berbinar-binar itu, seperti tengah melihat pujaan hatinya. Siapa lagi jika bukan Sally, dia adalah pengagum rahasia Liora.


"Lama tidak bertemu juga, Nona. Apa anda ada urusan ditempat ini?" Samuel menjawab sapaan Liora setelah berhasil mengendalikan keterkejutannya.


"ya, kalau begitu sampai jumpa." Liora yang sudah akan beranjak pergi terhalang oleh suara seseorang.


"Tunggu, Nona." Sally menghalangi Liora yang akan pergi membuat wanita itu menatap heran.


"Nona, bolehkah saya berfoto dengan Anda?" ucap Sally sambil memohon dengan mata berbinar binar.


Astaga.


Dessah Vero dan Samuel secara bersamaan, mereka sudah tahu jika Sally benar-benar mengagumi Liora. Entah kenapa itu bisa terjadi, bahkan sampai sekarang mereka belum tahu alasannya.


Sontak perkataan Sally membuat Alex menggeram marah. Wanita dihadapannya ini sudah sangat lancang dengan meminta foto bersama sang nona. Memangnya nona Liora itu artis apa?

__ADS_1


"Anda sudah sangat lancang, Nona." Alex maju selangkah dengan wajah seramnya. Namun, bukannya takut, Sally malah mengabaikan perkataannya.


"Bolehkan, Nona?" Sally memasang wajah memelasnya membuat Liora menatap heran.


untuk menyudahi kelakukan aneh sahabatnya, Vero maju selangkah lalu menarik tangan Sally.


"maafkan kami yang sudah mengganggu Anda, Nona." ucap Vero sambil menarik tangan Sally untuk mundur, tetapi bukannya mundur Sally malah terlihat tarik-tarikan dengan Vero.


Melihat itu, entah kenapa dada Liora bergemuruh seperti terbakar api yang sedang menyala-nyala. Dia mendekat dan menghentikan dua makhluk yang sedang tarik-tarikan di depannya itu.


Melihat itu, rasanya dunia benar-benar mau runtuh saat itu juga. Betapa tidak, Liora yang selama ini acuh dan tidak peduli pada orang lain terlihat aneh hari ini.


"Ada apa ini? Apa yang terjadi pada Nona?" Alex terus merasa heran melihat sikap nona mudanya akhir-akhir ini.


Samuel juga tidak kalah heran. Dia yang sudah lumayan lama mengenal Liora baru pertama kali melihat wanita itu bertindak seperti demikian.


"Aku akan memperbolehkanmu berfoto, asal simpan untuk dirimu sendiri." Akhirnya kata itu terucap dari mulut Liora, hingga dia juga tidak mengerti sebenarnya apa yang sedang terjadi padanya.


"Nona." Alex yang ingin menghentikan pun mengurungkan niat itu karena melihat Sally sudah bergelayut manja dilengan Keora membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa lagi. cekrek cekrek. dua kali pose sudah berhasil di foto.


"Terima kasih, Nona." Seperti habis diberi hadiah terspektakuler di dunia, Sally terlihat sangat bahagia dengan mata berkaca-kaca.


Setelah itu, Liora kembali melangkahkan kakinya menuju tempat pertemuan dengan rekan bisnis yang sengaja mengajak bertemu di klub itu.


Selama di ruangan, Alex tidak bisa fokus. dia terus kepikiran tentang perubahan yang terjadi pada Liora.


"Apa itu tadi? Bagaimana dia bisa bersikap seperti itu?" Vero merasa frustasi.



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2