
Tidak terasa, waktu berputar dengan sangat cepat. Matahari mulai mengarah ke ufuk barat untuk menenggelamkan diri. Siang pun berganti malam, terlihat cuaca malam ini sangat cerah. Pancaran rembulan yang bersinar terang dihiasi kerlap-kerlip bintang-bintang menambah keindahan malam.
Disebuah parkiran minimarket, terlihat seorang gadis sedang berjalan dengan terburu-buru hingga tidak sadar menabrak seorang pria yang baru saja keluar dari mobilnya.
Dug.
"Aw," jerit gadis itu sampai dia terjatuh ke tanah, dia memegangi pantatnya yang sakit.
gadis itu lalu mendongak ke atas untuk melihat siapa yang sudah ditabraknya. Bukannya menolong, laki-laki itu malah berdiri saja di depannya. Seketika dia terkejut karena mengenali lelaki yang ada dihadapannya.
"A-anda?" tunjuknya pada lelaki itu.
"Tolong berhati-hatilah, Nona," ucap Alex yang melihat dengan tajam padanya.
Tanpa menunggu balasan dari wanita itu, Alex berjalan pergi meninggalkan tempat itu karena sedang terburu-buru.
Selesai membeli apa yang dia inginkan, Alex kembali kemobilnya untuk segera pulang menemui sang nona. Namun, sebelum dia sampai ke mobil. Dia dikagetkan dengan seorang gadis yang langsung menabraknya.
Dengan pandangan heran, Alex berjalan melewati wanita itu dengan acuh dan tidak perduli. Namun, ketika membuka pintu mobil Sekilas Alex melirik ke arah wanita itu, dia melihat wajah wanita itu sudah sangat pucat. Bahkan bibirnya sudah tampak membiru. Dia bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
"Nona," panggil Alex dengan sedikit kuat,
dia menjongkokkan tubuhnya dan mengguncang bahu wanita itu.
Wanita itu melihat ke arah Alex dengan mata sayu menahan sakit sambil memegangi perutnya.
Melihat itu, dengan cepat Alex segera menggendong wanita itu dan membawanya ke dalam mobil. Setelah itu dia tancap gas menuju rumah sakit.
"Hah, apa yang aku lakukan?" Alex merasa heran melihat dirinya sendiri. Tadinya dia tidak peduli, tetapi ketika melihat wajah pucat itu hatinya menjadi tidak tega, biar bagaimana pun dia masih punya rasa belas kasihan.
15 menit kemudian, Alex sampai dirumah sakit. Dia segera membawa wanita itu agar bisa diperiksa oleh Dokter.
Arya yang kebetulan akan pergi dari rumah sakit tidak sengaja melihat Alex masuk menggendong seorang wanita. Pikirannya langsung tertuju pada Liora, dia lalu kembali masuk ke tempat tersebut.
"Alex!" panggil Arta pada Alex yang terlihat sedang membaringkan wanita itu, dan.Alex langsung menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Loh, siapa dia?" Arya terkejut melihat wanita yang dia pikir adalah Liora, ternyata orang lain.
"Periksa dia," ucap Alex pada dokter yang ada di sana tanpa menjawab pertanyaan Arya.
Dengan sigap, Dokter dan perawat membawa wanita itu ke IGD untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.
"Hey, siapa dia?" teriak Arya yang sedari tadi tidak dihiraukan oleh Alex.
"Tidak, tau." Alex menjawab dengan cepat.
"Kan kau yang bawa ke sini, gak mungkin gak tau," geram Arya.
Tanpa menanggapi ocehan Arya, Alex malah berjalan ke arah luar meninggalkan laki-laki itu.
"hey, dasar si*alan!" Arya benar-benar merasa kesal sambil berjalan mengikuti langkah Alex.
"Mau ke mana kau?" Arya mencekal tangan Alex membuat langkah laki-laki itu terhenti.
"kita sudah tidak punya waktu, Nona sudah menunggu," ucap Alex menghentikan ocehan Arya.
"Betul juga." Arya langsung berlari ke arah mobilnya sendiri untuk pergi menuju ke rumah Liora.
Niat hati ingin membeli sesuatu di minimarket, malah berakhir dengan mengantar seorang wanita ke rumah sakit. Semua terasa menyebalkan untuknya, dan wanita itu sebenarnya adalah Sally.
Sekitar 30 menit, Alex sampai di rumah Liora. Dia langsung saja menuju ke ruang kerja wanita itu. "Maaf saya terlambat." Alex menundukkan kepala sambil duduk dikursi yang disediakan untuknya.
Tidak berselang lama, Arya juga masuk ke dalam ruangan itu dan duduk di samping Alex.
"Tumben terlambat?" tanya Leon pada Arya, biasanya laki-laki itu orang yang paling cepat datang saat ada pertemuan.
"Tadi aku lama karena-" belum sempat Arya menyelesaikan ucapannya sudah dipotong oleh Alex.
"Mungkin sudah bisa dimulai, Tuan," ucap Alex untuk membungkam mulut Arya. Dia tau kalau Arya pasti mau membeberkan kejadian soal di rumah sakit tadi.
Arya mendengus sebal. "Awas kau?" Dia ingin membalas ucapan Alex.
__ADS_1
Karna semua orang sudah berkumpul, maka Zarga langsung saja menceritakan semua yang sudah dia bicarakan dengan Samuel tadi siang. Leon juga sudah mendengar semua ceritanya dari Alex saat Liora pergi menemui Samuel.
"Sepertinya ada pengkhianat di sini," ucap Leon setelah mendengar semua yang diceritakan oleh Zarga.
"Benar Tuan." Alex membenarkan ucapan Leon.
"Tidak ada yang tau soal pabrik anggur itu selama ini. Apalagi sesuatu yang berhubungan dengan jati diri Bloods, tentu hanya orang-orang kita saja yang mengetahuinya. Tapi ternyata selain kita ada yang tau, yaitu orang yang menyerang kita. Dia memancing tuan Samuel untuk melakukan penyerangan, sementara dia sendiri menyerang aset perusahaan Anda. Dia tau benar semua rahasia kita."
Bloods adalah nama sebutan untuk kelompok Liora. Namanya jelas sudah terkenal didunia mafia, mulai dari kelompok kecil sampai mafia besar sudah tidak asing mendengar nama itu. Tapi dari mereka semua, tidak ada yang tau jati diri Bloods itu sendiri. Siapa pemimpinnya, atau siapa saja orang-orangnya, tidak ada yang tau. Bahkan Samuel yang sudah bekerja sama dengan mereka saja tidak tau kalau bloods adalah kelompok Liora.
Bloods memang tidak pernah bertransaksi narkotika ataupun senjata seperti mafia lainnya. Bloods hanya bergelut di bisnis anggur, mereka melakukannya melalui banyak perantara sehingga jati diri kelompok mereka tetap tertutup rapat sampai saat ini.
"Cari tau pengkhianat itu secepatnya," perintah Liora pada semua anak buahnya. "Tidak ada yang boleh tau soal pertemuan kita ini." Dia memberi penekanan untuk setiap kata-katanya.
"Tapi apa ada seseorang yang kalian curigai?" tanya Arya pada mereka semua.
"Kalau soal itu banyak, Dokter. Siapa saja bisa masuk dalam kecurigaan kami," jawab Zarga padanya.
"Ituu benar, tapi untuk saat ini aku mau kalian selidiki lebih dalam soal anggota kita. Cari tau semua hal mendetail tentang mereka, aku berpikir salah satu anggota Bloods adalah pengkhianat nya," ucap Liora setelah memikirkan semuanya.
"Apa mungkin Nona?" Zarga tidak percaya dengan apa yang dikatakan Liora.
"Ya semoga saja tidak," jawab Liora berharap semua dugaannya tidak benar.
"Tapi apa yang dikatakan Liora itu memang benar. Tidak ada yang tau kalau kalian adalah kelompok Bloods, tapi penyerang itu mengatakan dengan jelas pada Samuel soal kalian. Udah pasti kalau dia tau jati diri kalian yang sesungguhnya." Leon juga mempunyai firasat yang sama seperti Liora.
"Baik Tuan, saya akan menyelidiki ini secepatnya. Saya pastikan saya sendiri yang akan membawa pengkhianat itu," ucap Zarga penuh emosi.
"Saya dan Kenzie juga akan menyelidikinya." Alex juga terlihat emosi. Kalau sampai anggotanya sendiri yang berkhianat, bisa dipastikan dia akan menghancurkannya.
"Semoga semua cepat selesai."
•
•
__ADS_1
•
Tbc.