
Ternyata Vero mengeluarkan kotak perhiasan yang menampilkan sebuah kalung indah bertahtakan berlian, ukirannya sangat unik dan indah. Tampilan yang sederhana tapi tetap tampak sangat elegan, siapa pun wanita yang melihatnya pasti akan jatuh hati.
"Kau pasti terlihat sangat cantik saat memakai in, Liora," gumam Vero sambil terus menatap kalung itu.
Kalung pemberian sang ibu ketika dia berusia 20 tahun. Saat itu sang ibu berpesan untuk memberikan kalung ini pada seseorang yang sudah berhasil mencuri hatinya, dan berhasil membuatnya tergila-gila.
Vero sudah memutuskan untuk memberikan kalung itu pada Liora, dia juga berniat ingin berbicara pada Leon untuk meminta izin melamar wanita itu.
tidak terasa hari sudah mulai sore, Vero memutuskan untuk pulang dan bersiap-siap. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kekasih hatinya.
Suasana terlihat sangat ramai dan juga meriah, para tamu undangan juga sudah mulai memadati tempat di mana acara akan dilaksanakan. Alex dan yang lainnya terlihat sangat tampan dengan setelan kemeja dan jas dengan warna senada, sedangkan Leon sedang berjalan untuk menemui sang adik.
"Ya tuhan, kau cantik sekali, Sayang," puji Leon, dia benar-benar takjub akan kecantikan sang adik.
Liora tersenyum mendengar pujian dari sang kakak, wajahnya terlihat merona karena malu. Kemudian Leon mendekat ke arahnya, dan mengeluarkan kotak perhiasan dari saku jasnya.
"Selamat ulang tahun, Sayang," ucap Leon sambil menyerahkan sebuah gelang dengan ukiran L dan dihiasi permata disetiap sudutnya. "Maaf kalau beberapa tahun ini kakak tidak bisa merayakan ulang tahunmu." Dia berucap dengan sendu, terlihat ingin menjatuhkan air mata.
Dengan cepat Liora berhambur kepelukan sang kakak. "Terima kasih Kak, aku sangat bahagia." Dia memeluk erat sang kakak, memberikan keyakinan kalau dia merasa sangat bahagia saat ini.
__ADS_1
"Sudah-sudah, mau berapa lama lagi kalian berpelukan?" seru Arya, dia tampak berdiri di pintu saat ini. "Semua tamu undangan sudah hadir, jadi acaranya akan segera dimulai." Dia kembali bersuara dan memberitahu.
Kemudian mereka membawa Liora menuju pesta di mana semua orang sudah menunggunya. Tatapan kagum terlihat jelas dari semua orang saat melihat Liora. Bagaimana tidak, malam ini dia benar-benar sangat sangat cantik dengan dress model sabrina berwarna silver. Belahan samping yang memperlihatkan kaki jenjangnya semakin menambah kesan elegan dan seksi.
Begitu pula Vero yang seakan terhipnotis dengan kecantikan Liora, matanya bahkan tidak bisa berkedip saat melihat gadis itu.
"Air liurmu menetes tuh," seru Sally, membuat Vero langsung mengusap mulutnya.
Sally langsung tertawa lucu saat berhasil mengerjai temennya itu, sedangkan Vero berdecak kesal melihat kejahilan Sally.
"Selamat malam para tamu undangan semua," sambut Leon sambil sedikit menundukkan kepalanya pertanda menghormati mereka yang ada di tempat itu.
Kemudian acara pun dimulai. Semua merasa haru bahkan berkali-kali air mata lolos dari mata Leon, padahal dia sudah bersusah payah menahannya. Begitu pula dengan Arya, Alex, Zarga dan juga yang lainnya. Mereka merasa sangat bahagia melihat Liora, dan senantiasa mendo'akan agar gadis itu selalu dilimpahkan kebahagiaan.
Liora juga terlihat beberapa kali mengedipkan matanya untuk menahan air mata yang ingin meluncur bebas diwajah cantiknya, !dia memejamkan mata saat MC acara memintanya untuk meniup lilin.
"Mama, papa. Apa kalian sedang melihatku sekarang? Aku merasa sangat bahagia, tapi juga sedih karena merindukan kalian. Aku selalu berharap kalian damai di sana, maaf karena selama ini membuat mama dan papa sedih. I love you mama, papa. I miss you so much."
Kemudian Luora meniup lilin dengan diiringi tetesan air mata.l, tepuk tangan tak henti-hentinya diberikan untuknya. Beberapa orang juga terlihat meneteskan air mata, siapa lagi kalau bukan Leon dan yang lainnya, Begitu juga Vero yang terlihat sedih sekaligus bahagia untuk Liora.
__ADS_1
Acara inti telah selesai, tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati makanan dan minuman yang telah disajikan diiringi dengan alunan musik yang sangat merdu.
Beberapa orang sedang memberi hadiah untuk Liora. Tidak mau ketinggalan, Sally pun mendekat dengan sesuatu ditangannya.
"Selamat ulang tahun, Nona," ucap Sally sambil memberikan hadiahnya untuk Liora.
"Terima kasih, Sally. Nikmatilah pestanya," balas Liora sambil tersenyum dengan hangat.
Dari kejauhan, tampak seorang pria dengan buket bunga besar ditangannya sedang berjalan ke arah Liora. Senyum manis tampak menghiasi bibirnya saat ini, dan kedatangannya menyita perhatian dari semua orang.
Beberapa orang terlihat berbisik-bisik saat melihat lelaki itu, mungkin mereka mengenali siapa yang ada di hadapan mereka saat ini.
Alex terlihat sangat terkejut saat melihat lelaki yang sedang berjalan ke arah mereka, dia sampai terhuyung ke belakang sangking syoknya.
"Alex, ada apa?" tanya Arya yang kaget melihatnya.
Leora juga tidak kalah kaget dari Alex, dia yang baru menerima hadiah dari Sally sampai menjatuhkannya. Dia mengenal lelaki itu, lelaki yang sedang berdiri tepat di hadapannya dengan senyum cerah.
"Lama tidak bertemu, Liora sayang."
__ADS_1