
Setelah mengetahui perjanjian antara Liora dan Marvel, Leon tidak bisa lagi menahan diri. Begitu terbangun keesokan harinya, dia langsung membersihkan diri dan bersiap-siap untuk menemui laki-laki itu.
"Alex!" Leon berteriak memanggil Alex sambil mengetuk pintu kamar laki-laki itu.
Sedangkan Alex yang masih berada di kamar mandi samar-samar mendengar suara seseorang memanggilnya. Dia terus menajamkan telinga, memastikan apa benar ada yang memanggil atau tidak.
"Itukan suara tuan muda."
Dengan cepat Alex menuntaskan mandinya dan langsung menyambar handuk yang menggantung disana.
"Tuan muda?" Dengan kecepatan kilat, Alex langsung memakai pakaiannya dan membuka pintu dengan napas tersengal-sengal.
"Pfft, haha!" Leon tampak menahan tawa saat melihat Alex. "Maaf, pasti kau terburu-buru ya." Dia merasa bersalah sambil terus menahan tawa yang akan lepas dari mulutnya.
"Tidak, Tuan muda." Alex menggelengkan kepalanya, tetapi dia tidak mengerti kenapa Leom tertawa seperti itu.
"Hahahahah."
Terdengar tawa keras dari Arya. Dia yang mendengar Leon beberapa kali memanggil Alex langsung terbangun dan keluar dari kamarnya.
Kamar mereka memang berdekatan, memudahkan untuk berkumpul. Hanya kamar Leon dan Liora saja yang tidak ada dilorong ini.
"Astaga Alex, kau- hahahahah." Arya benar-benar tidak sanggup menahan tawa, wajahnya sudah merah padam akibat terlalu banyak tertawa.
Sedangkan Alex sendiri hanya memasang wajah bingung. Sebenarnya apa yang terjadi sampai mereka tertawa seperti itu?
"Itu Alex, kau- pfftt." Leon juga sama saja, dia bahkan sampai membelakangi Alex sangking gelinya.
"Hahaha, haduh. Alex tolong, pfftt, pakai celanamu." Arya menutup mulutnya agar tidak kembali tertawa.
Sontak Alex langsung melihat ke bawah saat mendengar ucapan Arta, dia lalu berbalik dan kembali masuk ke dalam kamar.
Brak.
__ADS_1
"Hahahaha. Haduh, ya Tuhan." Arya sampai terduduk dilantai akibat kelucuan yang sedang terjadi. "Pasti Alex sangat malu sekarang." Dia menyandarkan tubuhnya ke dinding.
Sementara itu, Alex yang ada di dalam kamar merutuki dirinya sendiri. "Sia*l!" Dia merasa malu karena lupa memakai celana. Untung saja tidak ada nona mudanya di sana, kalau sampai ada bisa-bisa dia langsung bunuh diri karena malu.
"Dasar bod*oh," gerutu Alex sambil memukul-mukul kepalanya.
Sangking buru-burunya, Alex sampai lupa memakai celana. Untung dia sempat memakai pengaman untuk asetnya yang berharga, jika tidak mungkin aset itu sudah terbang bebas sekarang.
"Kami tunggu di bawah, Lex," teriak Leon, sepertinya dia ingin memberi waktu untuk Alex menenangkan diri.
Semua orang sudah bubar dari tempat itu. Arya dan Zarga kembali ke kamar untuk membersihkan diri, sedangkan Leon menunggu mereka di ruang makan.
"Pantas tadi Alex masih mandi, rupanya sekarang masih jam setengah 7," gumam Leon saat menyadari kalau memang waktu masih sangat pagi.
Setelah berhasil memakai pakaian dengan baik dan benar, Alex berjalan menuju ruang makan karena dia tahu tuan mudanya sedang menunggu di sana.
"Maaf karena telah membuat keributan, Tuan," ucap Alex saat sudah berada di samping Leon.
"Tidak apa-apa," balas Leon sambil mengibas-ngibaskan tangannya. "Seharusnya aku yang minta maaf, kau pasti sangat malukan tadi." Dia merasa bersalah, karena panggilannya Alex jadi terburu-buru.
"Sudahlah, lupakan itu," ucap Leon sambil menyuruh Alex untuk duduk.
Pelayan lalu bertanya apakah Leon ingin sarapan atau tidak, karena tidak biasanya mereka berada di meja makam saat masih pagi begini.
Leon lalu menjawab nanti karena ingin menunggu yang lainnya. Tidak berselang lama, terlihat Arya mendekat ke arah meja makan dan langsung duduk di sana.
Arya memalingkan wajah saat bersitatap mata dengan Alex, dia masih ingin tertawa karena teringat kejadian tadi. Terlihat dari punggungnya yang bergoyang.
Sedangkan Alex menatapnya tajam seolah berkata aku akan mengoyak mulutmu jika kembalu tertawa.
"Matamu." tegur Arya, dia merinding mendapat tatapan mematikan dari Alex yang ditanggapi dengan acuh.
"Apa kau sudah menghubungi sekretaris pribadi Marvel?" tanya Leon pada Alex untuk mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Saya sudah menghubunginya, Tuan. Dia akan mengabarinya pagi ini," jawab Alex sambil melihat jam yang melingkar ditangannya.
"Baguslah, lebih cepat lebih baik." ucap Leon kemudian.
"Nona?" seru Alex kaget saat melihat nona mudanya berjalan menaiki tangga.
Refleks mereka semua melihat ke arah tangga, terlihat Liora berjalan naik ke lantai 2 ke arah kamarnya.
"Selamat pagi Tuan," sapa Zarga, dia langsung duduk di samping Alex.
"Apa Liora baik-baik saja?" tanya Leon khawatir.
"Nona baik-baik saja Tuan, dan nona akan ke kantor," jawab Zarga.
"Ke kantor?" tanya Leon kembali, dia pikir Liora ingin bersitirahat dulu di rumah.
Zarga menganggukkan kepalanya. "Maaf tuan, nona sedang tidak baik-baik saja." Dia merasa bersalah telah berbohong pada tuan mudanya.
Flashback
Pagi-pagi sekali Zarga sudah bangun dan menunggu Liora tepat di depan kamarnya, sudah 1 jam berlalu. Dia ragu ingin membangunkan nona mudanya atau tidak, tapi tidak lama terlihat Liora membuka pintu.
"Selamat pagi, Nona," sapa Zarga sambil berdiri dari duduknya.
Liora hanya menganggukkan kepalanya menjawab sapaan dari asisten pribadinya itu. "Aku akan ke kantor nanti, kita akan bekerja seperti biasanya." Dia memberitahu karena selama Leon kembali ke kantor, Liora memang jarang bekerja. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.
"Baik, Nona."
•
•
•
__ADS_1
Tbc.