
Vero menatap Samuel dengan tajam dan meminta laki-laki itu untuk minggir dan jangan menghalangi jalannya, karena dia harus berbicara langsung dengan Liora.
"Vero, tenangkan dirimu. Ini masih ditengah pesta." Samuel mengingatkan, dia tidak mau terjadi keributan di pesta ulang tahun Liora saat ini
"Kau suruh aku tenang saat kekasihku pergi bersama lelaki lain?" bentak Vero, dia menatap dengan tidak percaya dan benar-benar dibakar api cemburu.
"Hentikan," potong Leon dengan cepat sambil mendekat ke arah mereka, membuat Vero dan Samuel melihat ke arahnya. "Aku mengerti perasaanmu, Vero. Tapi aku tidak mau terjadi keributan di sini." Dia berucap dengan tajam, dia mencoba untuk menenangkan Vero.
Vero diam tidak menjawab, dia langsung beralih pergi ke arah luar. Dia sudah tidak tahan untuk berada di tempat itu yang terasa menyesakkan dada. Bahkan untuk bicara saja pun dia tidak bisa.
"Vero, tunggu!" teriak Sally sambil mencoba untuk mengejarnya dengan diikuti oleh Samuel. Mereka mempercepat langkah kaki mereka untuk menyusul Vero yang sudah menjauh.
Leon menatap kepergian Vero dengan sendu, dia tahu jelas bagaimana perasaan laki-laki itu saat ini, tetapi dia juga tidak bisa membiarkan terjadi keributan di tempat ini. "Maafkan aku, Vero. Tapi kau tenang saja, aku akan mencoba menyelesaikan masalah ini."
Leon lalu beranjak mendekati Alex dan menatap laki-laki itu dengan tajam. "Sepertinya banyak yang harus kau ceritakan padaku, Alex?" Dia berucap dengan dingin dan menusuk, dia tahu kalau Alex menyimpan rahasia tentang hubungan Liora dengan lelaki itu.
Alex memejamkan mata sekilas, kepalanya berdenyut sakit. Inilah yang selama ini dia simpan, kenyataan bahwa Liora sudah terikat pernikahan dengan orang lain. Namun, dia tidak menyangka kalau lelaki itu akan datang malam ini, karena selama ini Marvel tidak pernah menemui Lora, bahkan tidak pernah berkomunikasi dan kata-katanya dulu hanya sebagai candaan saja. Akan tetapi, kenyataannya tidak seperti itu. Marvel tiba-tiba datang dan mengacaukan semuanya.
Sementara itu, Liora yang ditarik Marvel segera menghempaskan tangan lelaki itu saat mereka sudah sampai di balkon. Ternyata Marvel membawanya ke tempat itu.
"Ada apa, Liora? Sepertinya kau sangat tidak suka melihatku," tanya Marvel sambil menatap Liora dengan senyum tipis.
__ADS_1
Liora hanya diam, dia tidak tau harus bereaksi seperti apa. Hatinya terasa hancur dan sakit mendengar perkataan Marvel tadi, tapi dia juga tidak bisa menyangkalnya. Sungguh takdir yang sangat buruk.
"Kau benar-benar cantik, Liora. Sangat cantik." Marvel benar-benar terpukau dengan kecantikan gadis itu, padahal dulu dia sama sekali tidak tertarik.
"Untuk apa kau datang ke sini?" tanya Liora dingin.
"Kenapa? Apa aku tidak boleh bertemu dengan calon istriku sendiri?" Marvel bertanya dengan sinis, terlihat jelas smirik licik diwajahnya.
Liora tidak bisa menjawab, semua yang dikatakan Marvel itu adalah benar. Namun, kenapa harus sekarang? Kenapa disaat hatinya sudah terisi dengan orang lain laki-laki iti datang dan berkata omong kosong seperti ini?
Melihat Liora diam, Marvel malah tertawa gemas. Entah apa yang sedang merasukinya. "Kenapa kau diam? kau takut pacarmu cemburu?" Pertanyaan Marvel langsung membuat Liora menatapnya tajam.
"Lelaki tadi, namanya Cavero Zander. Kau memiliki hubungan dengannya, 'kan?" ucap Marvel telak menghujam dada Liora, sontak gadis itu memancarkan aura yang menakutkan. "Aku tau semuanya, Liora. Tapi aku tidak peduli, putuskan hubunganmu dengannya karena kau akan menikah denganku." Dia berucap dengan tajam, perkataannya mengingatkan Liora tentang perjanjian mereka.
"Aku tidak pernah mengatakan akan menikah denganmu, Marverl,"
"Tapi kau akan berjanji akan melakukan apapun yang aku inginkan, termasuk menikahimu. Apa kau lupa perjanjian kita?" tanya Marvel dengan senyum miring, membuat Liora mengepalkan kedua tangannya dengan erat.
"Kenapa kau melakukan itu?" tanya Liora dengan bibir bergetar menahan emosi.
"Kau tanya kenapa? Karena aku menyukaimu dan akan menjadikanmu sebagai istriku. Jadi kau tidak boleh berhubungan dengan lelaki lain, terutama laki-laki itu," sarkas Marvel dengan tajam. "Dan satu lagi, kau tau 'kan kalau aku bisa melakukan apapun untuk menghancurkannya?" Dia mengancam dengan senyum yang tampak sangat mengerikan.
__ADS_1
Liora langsung membeku, semua perkataan Marvel tidak main-main. Tubuhnya terasa lemas, dan jangan ditanya lagi hatinya, tentu sudah hancur lebur tak bersisa.
Marvel lalu mencium kening Liora yang langsung mendapat tatapan tajam dari wanita itu, sedangkan dia hanya membalasnya dengan senyuman dan berlalu meninggalkan gadis itu.
Seketika Liora langsung menghentakkan kakinya dengan kesal, tubuhnya bergetar hebat hingga air mata sudah hampir tumpah membasahi wajah cantiknya.
"Kenapa, kenapa semua ini terjadi?" Akhirnya, pertahanan Liora runtuh juga, dia menangis dan menumpahkan segala rasa sakitnya.
Saat hatinya mulai merasakan cinta, badai datang merenggut semuanya. Apa yang harus dia lakukan? Apa yang harus dia katakan pada Vero? Lelaki yang sudah memberinya cinta pasti akan sangat terluka karena semua ini.
Rasa sesal terus membuncah dalam hati Liora, dia seharusnya tidak menerima perasaan Vero. Dia seharusnya tidak memberinya harapan yang berakhir dengan luka, dia seharusnya tetap menjaga batasan hatinya agar tidak juga merasa sakit yang teramat dalam.
"Maafkan aku, maafkan aku, Vero."
•
•
•
Tbc.
__ADS_1