Di Ujung Dendam

Di Ujung Dendam
Bab 51. Merasa Aneh.


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu sejak terakhir kali Liora bertemu dengan Vero. Keceriaan yang mulai singgah dihati gadis itu, seketika lenyap bersama dengan lenyapnya harapan cinta bersama orang yang dia sukai.


Begitu juga dengan Vero yang banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. Dia mengembangkan bisnis kafenya sampai memiliki membuka cabang baru, membuat para karyawannya sangat terkejut melihat perubahan besar pada bos mereka. Namun, mereka juga tidak berani untuk bertanya. Seperti saat ini, jam sudah menunjukkan pukul 1 siang tetapi Vero masih sibuk berkutat dengan pekerjaannya.


"Hey, ayo makan!" ajak Samuel sambil menyelonong masuk ke dalam ruangan Vero.


Vero mendongakkan kepalanya dari pekerjaan. "Kau saja, aku tidak lapar." Dia menjawab dengan acuh, lalu kembali memalingkan pandangan ke arah laptop.


"Ini udah siang, Vero. Kau harus makan," ucap Samuel sambil duduk di hadapan sahabatnya itu.


Vero tidak menanggapi ucapan dari Samuel, dia tetap fokus untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Huh." Samuel menghembuskan napas kasar, dia sudah bingung harus bagaimana lagi untuk membujuk Vero. Lalu, tiba-tiba dia teringat tentang sesuatu.


"Oh ya, semalam aku bertemu dengan nona Liora," ucap Samuel pelan, dia ingin melihat bagaimana reaksi dari sahabatnya itu.


Untuk beberapa detik Vero menghentikan tangannya yang sedang bekerja saat mendengar nama Liora, tetapi kemudian dia melanjutkannya lagi dan kembali bersikap biasa saja.


"Lalu ?" tanya Vero tanpa melihat ke arah Samuel.


"Dia menghadiri pesta bersama dengan Marvel," ucap Samuel dengan nada suara yang lebih pelan, bahkan sangking pelannya dia hampir tidak bisa mendengar suaranya sendiri.


"Oh." hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Vero.


Samuel sampai mengernyitkan keningnya karena merasa heran. Dulu Vero pasti akan langsung berteriak histeris dan langsung merasa sedih, tetapi sekarang, kenapa dia terlihat sangat tenang mendengarnya?

__ADS_1


"Apa kau baik-baik saja, Vero?" tanya Samuel dengan khawatir, dia merasa ada yang tidak beres dengan temannya itu.


"Aku baik," jawab Vero sambil menutup laptop yang sedari tadi membuatnya sibuk.


"Ba-baguslah," balas Samuel dengan canggung.


"Aku rasa kau sedang tidak baik-baik saja Vero, kau terlihat sangat menyeramkan." Samuel merasa merinding hanya dengan tatapan matanya.


"Em ..., kalau gitu aku akan kembali ke kantor dul," pamit Samuel. Entah kenapa dia merasa tidak nyaman berlama-lama di ruangan itu.


"Tunggu," tahan Vero. Sepertinya dia ingin mengatakan sesuatu pada Samuel dan menatap laki-laki itu dengan tajam. "Apa kau pernah berhubungan dengan Marvel?" Dia bertanya dengan penasaran. Dulu Samuel menyembunyikan hubungan kerja sama dengan Liora, mungkin saja laki-laki itu juga berhubungan dengan Marvel.


"Marvel? tidak," jawab Samuel dengan cepat, dia sedikit keget saat Vero menyebut nama laki-laki itu.


"Ternyata dia orang yang cukup berbahaya ya, pantas Liora takut padanya," ucap Vero dengan getir, membuat Samuel menelan salivenya dengan kasar.


"Aku rasa kau juga tau 'kan siapa sebenarnya Marvel itu?" tanya Vero dengan tajam, membuat Samuel sampai tidak berkedip melihat ke arahnya.


Samuel lalu menganggukkan kepalanya, tidak ada untungnya juga dia berbohong. "Yah, aku tahu." Dia menjawab dengan jujur.


Jelas saja, siapa yang tidak kenal dengan Marvel Herious? Pembisnis hebat yang mewarisi kekayaan keluarga Herious, bahkan sang ayah dijuluki sebagai raja bisnis sangking hebatnya memainkan trik dalam dunia pembisnisan. Semua itu tentu menurun pada putra satu-satunya dikeluarga itu, yaitu Marvel.


Bisnis mereka sudah melanglang buana diseluruh penjuru negeri dan juga luar negeri, maka bisa dipastikan kalau mereka punya kelompok tertentu yang menjaga bisnis mereka yang dikenal dengan sebutan the devil dalam dunia mafia.


Mereka memperjual belikan berbagai macam senjata lengkap keluaran terbaru maupun yang lama, tetapi masih sangat diminati. Nama mereka semakin terkenal saat Marvel menjadi pemimpin, dia berhasil mengembangkan bisnis senjatanya sampai ke wilayah-wilayah yang tidak terjangkau oleh yang lainnya.

__ADS_1


"Bagaimana the devil itu? Apa sebanding dengan klan Zander?" tanya Vero penuh makna, tentu saja ucapannya membuat Samuel terkesiap.


"Apa maksudnya? Apa Vero ingin kembali ke klannya dan berperang melawan Marvel?" Samuel menjadi ketar-ketir sendiri saat membayangkannya, mungkinkab itu benar-benar terjadi?


"i-itu ..., mungkin yah sebanding lah," jawab Samuel dengan lirih, hatinya sudah berdebar tidak karuan sekarang.


Kemudian tidak ada balasan lagi dari Vero, entah apa yang sedang dia pikirkan saat ini.


"Apa kau akan melakukan sesuatu?" tanya Samuel penuh selidik, dia harus tahu apa yang sedang laki-laki itu rencanakan.


"Tentu saja," jawab Vero dengan cepat.


"Apa?" Samuel menatapnya dengan serius dan bertanya-tanya.


"Tentu saja membawa Liora kembali padaku," ucap Vero santai, membuat Samuel berdebar saat mendengarnya. "Aku sudah sangat merindukannya." Tambahnya lagi sambil tersenyum, tetapi entah kenapa senyum itu tampak menyeramkan dimata Samuel.


"Dengar, Vero. Kau harus berpikir dulu sebelum melakukan sesuatu," ucap Samuel, dia sudah cemas melihat tingkah aneh sahabatnya itu.


Vero tergelak. "Kau pikir aku mau melakukan apa sih? Aku cuma merindukan Liora, itu saja." Dia terkekeh. "Ayo, kita makan!" Dia lalu mengajak makan dan berlalu keluar dari ruangan itu.


"Apa yang terjadi padamu, Vero? Kenapa sifatmu jadi gini?" Samuel tak habis pikir melihat tingkah Vero. "Aku akan terus mengawasinya."



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2