
Bukan hanya Leon yang merasa senang, tapi yang lainnya juga. Terutama Arya, dia yang paling tau bagaimana kondisi Liora. dulu hanya dia sendiri yang harus menanganinya, dan dibantu dengan Alex yang sedikit demi sedikit menarik Leora dari jurang keterpurukan. Tapi sekarang ada Leon yang memang memberikan dampak yang sangat baik bagi mental Liora.
"Sekarang tidak ada lagi yang harus kita tangisi. Kita juga harus hidup bahagia. jangan sedih lagi sayang, nanti Vero tidak mau melihatmu loh." goda Leon. terlihat yang lainnya menahan senyum mendengar ocehannya.
Liora juga sedikit menarik ujung bibirnya membentuk sebuah senyuman. sungguh perasaannya sudah lebih baik sekarang.
"Jadi ... emm apa kakak boleh merayakan hari ulang tahunmu ?" dengan ragu-ragu Leon bertanya padanya.
Yang lain menunggu dengan harap-harap cemas. mereka takut nona mudanya akan kembali merasa sedih. Tapi kemudian mereka merasa senang. Liora menganggukkan kepalanya pertanda kalau mereka bisa mengadakan pesta untuknya. walau hatinya belum sepenuhnya merasa baik, tapi setidaknya dia sudah bisa menerima kematian orangtuanya.
Sementara ditempat lain, terlihat seorang pemuda tengah sibuk di depan laptopnya. tangannya mengotak-atik di sana sini. dan matanya juga melihat ke sana kemari.
Sudah seharian ini dia berkutat di depan laptopz sepertinya ada sesuatu yang sangat penting yang sedang dia kerjakan.
Tiba-tiba getaran ponsel terasa di saku jasnya, tapi dia tetap membiarkannya dan masih fokus pada layar di depannya.
"Ck. siapa sih?" desahnya jengkel karna ada yang mengganggu pekerjaannya.
"Vero." gumamnya. Dia lalu menjawab panggilan masuk itu.
"Kau lagi di mana?" tanya Vero disebrang telepon.
"Aku sedang bekerja. Ada apa?" tanya balek Samuel.
"Ya sudah, aku ke kantormu sekarang," ucap Vero, dia merasa lebih baik kalau bicara secara langsung pada Samuel.
"A-aku sedang tidak dikantor " jawab Samuel gugup. "Aku sedang bekerja di luar kota, besok aku baru pulang." Jelasnya lagi.
__ADS_1
"Ya sudah, aku tutup ya," ucap Vero kemudian dan langsung mematikan panggilan telepon itu.
"Hah, dasar," gerutu Samuel, dia takut kalau Vero tau sedang ada dimana dia saat ini. "Apa ini?" Dia sedikit terkejut melihat hasil dari pekerjaan yang sedang dia kerjakan. "Aku harus menyelidikinya." Kemudian dia bergegas keluar untuk mencaritahu kebenarannya.
Ternyata Samuel sedang berada di negara M untuk menyelidiki dari siapa Geo mendapat kiriman senjata yang digunakannya untuk membunuh Liora, dan hasil dari pencariannya mengarah pada klan nya sendiri.
"Brian, aku butuh bantuanmu," ucap Samuel pada seseorang melalui ponselnya. Setelah mengatakan itu dia menancap gas mobilnya dan melaju kencang membelah keramaian jalanan.
Tidak berselang lama, mobilnya sudah sampai di area parkir sebuah restaurant. Dia bergegas turun dan langsung masuk untuk bertemu dengan seseorang.
"Heey di sini," seru seorang pria sambil melambaikan tangannya.
Samuel segera menghampiri laki-laki itu dengan langkah lebar.
"Wah, sudah lama kita tidak bertemu," ucap Brian. Salah satu sahabat Samuel dan juga anggota dari klan Zander.
Terlihat seorang pelayan menghampiri mereka dan menyajikan 2 cangkir kopi beserta makanan ringan di atas meja, lalu mempersilahkan mereka untuk menikmatinya.
"Bagaimana?" tanya Brian memulai pembicaraan.
"Semua baik-baik saja," jawab Samuel. Dia lalu menyeruput kopinya, dan kembali meletakkan di atas meja.
"Ala kau sudah benar-benar memikirkannya?" Brian terlihat sedikit khawatir. Dia sudah tahu apa yanh sedang terjadi dengan Samuel, karena memang mereka adalah bestie. "Tuan besar pasti akan sangat murka, Sam." Dia kembali mengingatkannya.
"Aku tau," jawab Samuel dengan cepat. "tapi aku tidak sanggup untuk mengkhianati tuan muda." Jelasnya.
Ternyata mereka sedang membicarakan tentang Vero. Samuel menceritakan pada Brian tentang perintah dari tuan mereka, yang membuatnya benar-benar merasa bingung.
__ADS_1
"Tuan muda benar-benar berubah ya, dia sangat jauh berbeda dari yang ku kenal dulu," ucap Brian. Dia terkejut mendengar perubahan besar yang terjadi pada Vero, karena dulu dia sangat dekat dengan laki-laki itu pada saat melayani pimpinan mereka.
"Yah, aku juga terkejut melihat perubahannya. Tapi ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu," ucap Samuel.
Kemudian Samuel mulai menceritakan tentang penyerangan yang di alami Liora dan juga Vero, sampai penyelidikan yang sedang dia lakukan.
"Klan kita?" tanya Brian sedikit terkejut.
Samuel menganggukkan kepalanya. "Benar. Bantu aku untuk menyelidikinya." Pinta Samuel padanya.
"Oke, ayo kita selidiki!" Brian setuju untuk membantu Samuel.
Kemudian mereka beranjak dari sana untuk menyelidiki semua yang terjadi dalam klan mereka, tentunya sesuatu yang berkaitan dengan penyerangan Vano dan Liora.
Setelah melakukan penyelidikan, mereka mendapatkan satu nama yang berhasil mereka ketahui identitasnya.
"Ya, dia salah satu anggota kita," ucap Brian setelah berhasil mengenali wajah pria itu.
"Kita harus menemui nya sekarang juga."
•
•
•
Tbc.
__ADS_1