
Beberapa saat kemudian, mobil mereka sudah sampai di rumah sakit. Vero bergegas keluar dari mobil dan langsung menggendong Liora.
"Apa yang kau lakukan?" Liora memberontak dalam gendongan Vero, tentu saja dia terkejut dengan apa yang laki-laki itu lakukan.
"Diam, jantungmu bisa semakin sakit nanti,"
"Ah, itu-"
Vero langsung mengangkat tubuh Liora tanpa mendengar penjelasan wanita itu dulu, dia segera membawanya masuk ke dalam rumah sakit dan berteriak memanggil Dokter.
"Dokter!"
Suara Vero menggema di tempat itu membuat Dokter dan beberapa perawat langsung menghampiri mereka dengan membawa banker.
"Tolong dia, Dokter. Jantungnya sangat sakit," lapor Vero yang sangat tahu sekali dengan apa yang Liora rasakan.
"Baik, ayo bawa ke ruang IGD!"
Vero ikut membantu para petugas medis untuk membawa Liora ke dalam ruang IGD, sementara Liora hanya diam karena merasa malas dan lelah untuk bicara.
Setelah Liora masuk ke dalam ruang IGD, Vero duduk di depan ruangan itu sambil menunggu hasil pemeriksaan wanita itu. Dia merasa khawatir karena tadi Liora mengeluh tentang jantung, jangan-jangan jantungnya sedang terluka?
"Semoga dia baik-baik saja," gimam Vero sambil berdo'a kepada Tuhan.
Sementara itu, di rumah sakit lain terlihat 3 orang lelaki sedang berdiri di lobi sambil memperhatikan ke arah luar. Sudah hampir 2 jam mereka menunggu kedatangan Liora, tetapi wanita itu belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Kenapa kalian membiarkannya sendiri? Bukankah aku sudah bilang untuk terus bersamanya?" Arya menatap Alex dan Zarga dengan tajam, sementara kedua lelaki itu hanya diam di tempat mereka.
"Cepat periksa dia, aku takut terjadi sesuatu padanya," ucap Ayra kemudian sambil mendudukkan tubuhnya ke kursi yang ada di samping Alex.
"Tenanglah, Dokter. Tidak akan terjadi sesuatu dengan Nona."
Arya mendessah frustasi saat mendengar ucapan Alex. "Aku harap seperti itu, Lex. Tapi kita tetap harus berhati-hati."
__ADS_1
Alex mengangguk paham dan segera mengambil ponselnya untuk memeriksa apakah anak buahnya sudah menemukan sang nona, begitu juga dengan Zarga yang sejak tadi berkoar-koar mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari nona muda mereka.
Beberapa saat kemudian, Alex mendapat telepon dari salah satu anak buahnya. Dengan cepat dia mengangkat panggilan tersebut, dan terlibat pembicaraan.
"Katakan pada Direktur rumah sakit itu untuk bertemu denganku, aku akan segera ke sana,"
"Baik, Tuan."
Tut.
Alex langsung mematikan panggilan telepon itu sambil beranjak bangun dari kursi. "Cepat, kita harus segera pergi."
"Mau ke mana?" tanya Arya yang sama sekali tidak dipedulikan oleh Alex. "Dasar laki-laki itu." Dia merasa kesal lalu segera menyusul langkah Alex dan juga Zarga.
Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya Dokter yang memeriksa Liora ke luar dari ruangan itu membuat Vero langsung menghampirinya.
"Bagaimana keadaannya, Dokter?"
"Keadaan pasien baik-baik saja, Tuan. Kami sudah mengeluarkan peluru yang ada di dalam lengannya, juga sudah melakukan pemeriksaan secara keseluruhan."
"Bagaimana dengan jantungnya?" tanya Vero kemudian.
"Kami sudah memeriksanya, Tuan. Tetapi tidak ada sesuatu yang salah dengan jantung pasien, semua normal dan juga stabil."
Vero mengernyitkan kening heran, bukankah tadi wanita itu mengeluhkan tentang jantung?
"Besok pagi kami akan kembali melakukan pemeriksaan, Tuan. Semoga hasilnya tetap baik."
Vero mengangguk paham. Kemudian Dokter memindahkan Liora ke ruang perawatan VIP sesuai dengan keinginan Vero, tentu saja dia harus menempatkan wanita itu di ruangan istimewa.
Pada saat yang sama, Alex dan yang lainnya baru saja tiba di rumah sakit yang di tempati oleh Liora. Mereka segera turun dari mobil dan berjalan cepat untuk masuk ke dalam tempat itu.
Direktur rumah sakit tampak berlari dengan tergopoh-gopoh bersama dengan para jajarannya setelah mendapat kabar tentang kedatangan Alex, apalagi saat mengetahui jika pimpinan dari Graziell Group sedang di rawat di rumah sakit itu.
__ADS_1
"Selamat malam, Tuan." Lelaki paruh baya bernama Doni menyambut kedatangan Alex dan yang lainnya, begitu juga dengan petinggi di rumah sakit itu yang saat ini sedang menundukkan kepala.
"Di mana nona Liora?" tanya Alex secara langsung, suaranya terasa menusuk jantung semua orang.
"Saya akan mengantar Anda, Tuan."
Doni mempersilahkan ketiga lelaki itu untuk mengikutinya, begitu juga dengan anggotanya yang lain. Mereka lalu menuju ruangan Liora secara bersamaan membuat semua orang yang ada di rumah sakit menatap dengan heran, dan penuh dengan tanda tanya.
"Bawakan hasil pemeriksaannya padaku," ucap Arya saat sudah berada di depan ruangan Liora, kemudian dia masuk ke dalam ruangan itu setelah melihat anggukan kepala Doni.
Alex, Arya, dan juga Zarga bernapas lega saat melihat Liora sedang berbaring di atas ranjang. Terlihat wanita itu sedang tidur dengan nyaman.
"Dasar, membuat orang khawatir saja." Arya mengusap puncak kepala Liora sambil mendudukkan tubuhnya di kursi.
Zarga yang akan duduk di sofa terkejut saat melihat keberadaan Vero, begitu juga dengan Alex dan Arya yang baru sadar jika ada makhluk lain yang sedang berada di ruangan itu.
"Bangunkan dia."
Zarga menganggukkan kepalanya dan segera membangunkan Vero, membuat lelaki itu menggeliat lalu mengerjapkan kedua matanya.
"Siapa kau?"
Vero tersentak kaget dan langsung melompat turun dari sofa. "Si-siapa kalian?"
Alex mengernyitkan kening saat mengenali wajah lelaki yang ada di hadapannya saat ini. "Kau bukannya laki-laki pengantar kopi?"
Vero menganggukkan kepalanya karena mengingat wajah Alex juga, lalu mereka semua menoleh ke arah ranjang saat mendengar suara Liora.
"Nona, Anda sudah sadar?"
•
•
__ADS_1
•
Tbc.