Di Ujung Dendam

Di Ujung Dendam
Bab 24. Suasana Pesta Sally.


__ADS_3

Suasana di aula hotel tempat di mana pesta ulang tahun Sally dirayakan terlihat sangat cantik dan mewah, perpaduan warna gold dan putih menambah kesan elegan dengan dihiasi aneka macam bunga.


Para tamu undangan sudah banyak yang hadir ditempat itu, begitu juga dengan Samuel dan Vero yang terlihat sudah duduk manis dikursi yang sudah disediakan untuk mereka.


"Kau kenapa?" tanya Samuel yang melihat Vero sedang gelisah.


"Menapa lama kali sih?" ucap Vero tanpa menghiraukan perkataan Samuel. Dia melihat ke sana kemari untuk mencari keberadaan seseorang.


"Cih, dasar bucin," cibir Samuel dengan tidak habis pikir.


"Berisik." Vero terus melihat ke arah pintu untuk menunggu orang yang dia cintai. Pucuk dicinta ulam pun tiba, Liora beserta para anggotanya terlihat memasuki ruangan aula pesta itu.


Melihat kedatangan mereka, Vero langsung berdiri diikuti oleh Samuel. Sementara itu, Liora dan para gengnya berjalan ke tempat di mana mereka berada.


"Selamat datang Tuan, Nona," sambut Vero, Samuel juga ikut menyambut kedatangan mereka dengan menganggukkan kepalanya.


"Terima kasih, Tuan Vero, Tuan Samuel," balas Leon dengan ramah, kemudian mereka semua duduk dikursi yang telah disediakan.


Pandangan Vero terus tertuju pada Liora, dia benar-benar merasa terhipnotis dengan kecantikan gadis itu malam ini.


"Kedip woy," goda Samuel yang melihat Vero terus menatap Liora, membuat Vero langsung memukul lengan sahabatnya itu.


"Adikku memang cantik," ucap Leon tiba-tiba membuat Vero dan juga Samuel terkesiap.


Betapa malunya Vero saat mendengarnya, dia tampak canggung dan gugup, sementara Liora hanya menatapnya dengan senyuman.


Acara pun dimulai. Sally terlihat cantik menggunakan gaun berwarna gold yang selaras dengan warna aula pesta, didampingi dengan kedua orang tuanya yang tersenyum ramah pada semua orang.


"Terima kasih banyak saya ucapkan atas kehadiran para tamu undangan semua, saya berharap agar Tuan dan Nona semua dapat menikmati pesta ini," sambutan yang hangat diberikan Sally untuk semua para tamu undangan. Matanya menangkap satu makhluk yang sangat dia tunggu-tunggu sedari tadi, dialah Alex yang membuat matanya enggan untuk berpaling saat sudah melihat laki-laki itu.


Alex yang merasa diperhatikan langsung membuang muka kesal. Bisa-bisanya wanita itu terus menatapnya seperti itu, dia jadi merasa menyesal karena sudah menolong Sally.


Kemudian acara dilanjutkan dengan potong kue seperti mana biasanya. Sally memberikan potongan pertama kue itu untuk kedua orang tuanya. Kemudian dia memotong lagi dan terlihat turun dari panggung, dia ingin memberikan potongan keduanya untuk seseorang.


Semua orang tengah fokus menikmati hidangan mereka masing-masing, ditemani dengan meriahnya musik yang sedang dimainkan di ruangan itu.


Langkah Sally berhenti tepat dihadapan seseorang. Iya orang itu adalah Alex, tetapi laki-laki itu tetap tidak bergeming walau ada seseorang yang berdiri tegak di depannya.

__ADS_1


Semua orang yang ada dimeja itu langsung melihat ke arah Sally.


"Terima kasih karna sudah hadir dipesta saya ini Tuan, Nona," ucap Sally untuk Liora dan gengnya.


"Sama-sama, Nona Sally." Liora menyambut ucapan Sally dengan hangat.


Kemudian semua orang beralih memperhatikan kue yang sedang dipegang oleh Sally, mereka dapat melihat jika wanita itu ingin memberikan kue itu pada Alex.


"Ehem." Leon berusaha menyadarkan Alex kalau ada seseorang yang menunggu, tetapi sayangnya Alex sama sekali tidak peduli.


"Hey." Arya yang sedari tadi mengamati situasi merasa tidak sabar, dia langsung menarik tangan Alex agar melihat ke arahnya.


"Apa?" ketus Alex saat tangannya ditarik oleh Arya, tatapannya sangat tajam bak elang.


"Ya tuhan, apa-apaan manusia ini?" Semua orang yang ada dimeja itu benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang Alex lakukan.


Arya mengedipkan sebelah matanya memberi kode pada Sally untuk segera memberikan kue yang dia pegang pada Alex.


"I-ini kue untuk Anda, Tuan." Sally terlihat sangat gugup saat memberikan kue itu, membuat suasana yang tadinya meriah menjadi mencekam.


Sally menundukkan kepala saat mendengar ucapan Alex, dia terlihat ingin menangis karena merasa sangat malu membuat semua yang ada disitu pun merasa iba padanya.


"Apa yang kau lakukan?" Arya berbisik ketelinga Alex, dia tidak menyangka jika laki-laki itu akan mempermalukan Sally.


"Lagian kenapa juga sih, harus dikasi ke Alex?" Arya heran melihat Sally, tetapi tunggu. Sepertinya wajah wanita itu tidak asing untuknya, dia mencoba mengingat di mana pernah bertemu dengan Sally.


"Kalau dia tidak mau, untuk saya saja, Nona. Saya sangat suka kue." Leon mencoba untuk mencairkan suasana, dia benar-benar merasa kasihan dengan Sally.


Sally melihat ke arah Leon, wajahnya memerah menahan malu dan kesal. "Te-terima kasih, Tuan."


"Loh, seharusnya saya yang berterima kasih pada Anda," balas Leon sambil melirik ke arah Alex.


"Ka-kalau gitu silakan nikmati pestanya, Tuan, Nona. Saya permisi sebentar," ucap Sally sambil berlalu dari sana, dia ingin menghilang dari bumi saja bila perlu.


Mereka kemudian melihat lagi ke arah Alex. Lelaki itu terlihat tidak seperti habis mempermalukan seseorang, dia tetap santai di tempatnya.


"Kau enggak seharusnya kayak gitu, Lex. Kau lihat dia, dia pasti sangat malu," ujar Leon dengab tajam.

__ADS_1


"Saya tidak melakukan apa pun tuan." Alex menanggapi ucapan Leon dengan wajah tanpa dosa.


"Tidak melakukan apa-apa kepalamu!" Maki mereka semua.


Kemudian mereka mencoba untuk melupakan apa yang baru saja terjadi dengan membahas masalah lain. Tampak Vero dan Samuel juga ikut bergabung dengan obrolan mereka.


Malam semakin larut dan pesta pun tampak akan selesai, mereka memutuskan untuk pulang dan tidak lupa kembali mendatangi Sally untuk berpamitan.


"Selamat ulang tahun, Nona Sally. Smoga Anda selalu dilimpahkan kebahagiaan," ucap Liora mewakili semua anggotanya.


"Terima kasih, Nona. Saya merasa sangat bahagia karna Anda bersedia untuk datang ke pesta saya," balas Sally dengan tersenyum, dia tidak mau melihat ke arah Alex sama sekali karena masih merasa malu dan kesal karna kejadian tadi. "Tolong panggil saja saya Sally, Nona." Tambahnya kemudian.


"Baiklah." Liora menganggukkan kepalanya. "Kak Alex sudah menyiapkan hadiah untukmu." Dia lalu melihat ke arah Alex membuat Sally terkesiap saat mendengar ucapannya, wanita itu lalu menoleh ke arah Alex


Alex langsung memberikan hadiah itu pada Sally, sedangkan yang lain melihat dengan harap-harap cemas. Mereka takut jika Alex akan melemparkan hadiah itu kepada Sally, tetapi ternyata itu tidak terjadi. Alex memberikannya dengan sangat baik walau tidak ada kata-kata yang mengiringi hadiah itu.


"Te-terima kasih." Wajah Sally memerah, dia yang tadi merasa kesal kini berubah menjadi malu dan berbunga-bunga.


Satu persatu mereka lalu mengucapkan selamat untuk Sally sambil berjalan keluar untuk pulang, begitu juga dengan Vero dan Samuel.


"Aku akan pulang dengan Vero, Kak," ucap Liora pada sang kakak, kemudian Leon melihat ke arah Vero.


"Saya ingin mengantar Leora pulang, Tuan. Apa boleh?" tanya Vero dengan harap-harap cemas.


"Tentu saja, hati-hati dijalan," jawab Leon sambil menepuk pelan bahu Vero dan berjalan meninggalkan mereka.


Vero merasa sangat senang karena sepertinya kakak dari wanita yang dia cintai terlihat merestui hubungan mereka. Dia lalu melihat ke arah Liora dengan senyum lebar.


"Ayo, kita pulang!"





Tbc.

__ADS_1


__ADS_2