Di Ujung Dendam

Di Ujung Dendam
Bab 13. Sama-sama Suka.


__ADS_3

Liora langsung membuka kedua matanya saat mendengar suara seseorang. Dia lalu menoleh ke arah pintu di mana Vero sedang berjalan ke arahnya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Liora dengan tajam.


Vero mendudukkan tubuhnya di hadapan Liora. "Maaf kalau aku mengganggu, aku hanya ingin menemuimu saja."


Liora menghela napas kasar lalu mengambil wine yang ada di atas meja, dia menenggaknya sampai habis tidak bersisa. "Kau ingin menemuiku untuk apa?" Dia menatap Vero dengan sayu.


Vero tersenyum saat melihat wajah Liora, wajah itulah yang beberapa hari belakangan ini selalu dia rindukan. "Untuk bertanya tentang sesuatu yang belum selesai di antara kita."


Liora mengernyitkan kening bingung. Memangnya sejak kapan dia punya urusan dengan laki-laki itu? Selama ini dia hanya berurusan dengan para pengusaha besar, dan tidak pernah berurusan dengan Vero.


Melihat wajah bingung Liora, membuat Vero tergelak. "Aku ingin membahas masalah di rumah sakit waktu itu, Liora. Bukankah kau mengatakan jika jantungmu berdebar keras saat sedang bersamaku?"


Liora menganggukkan kepalanya, kini dia paham dengan apa yang Vero bahas saat ini. Dia lalu menoleh ke arah pintu di mana Alex baru saja masuk, laki-laki itu tampak terkejut saat melihat keberadaan Vero.


"Semua sudah selesai, Nona. Mari kita pulang!" ajak Alex tanpa memperdulikan keberadaan makhluk lain yang ada di dalam ruangan itu.


"Sebentar, Tuan Alex. Aku ingin membicarakan sesuatu dengan-" Vero tidak bisa melanjutkan ucapannya saat mendapat tatapan tajam dari Alex.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengannya, jadi Kakak tunggu di luar saja," ucap Liora membuat Alex langsung melihat ke arahnya.


"Maaf, Nona. Bukankah Anda sudah lelah, Anda harus segera-"


Liora mengangkat tangannya dan membuat ucapan Alex langsung terhenti. "Tunggu aku di luar. Dalam 10 menit pembicaraan kami akan selesai."


Alex menghela napas kasar. "Baik, Nona." Dia terpaksa keluar dari ruangan itu.


Setelah Alex keluar, Vero kembali mengulang pertanyaannya. Dia ingin mendapat jawaban atas rasa penasarannya saat ini, dan ingin memastikan perasaan wanita itu.


"Aku menyukaimu,"


"Apa?" Vero tersentak kaget saat mendengar ucapan Liora. "A-apa kau serius?" Dia benar-benar tidak menyangka jika Liora akan langsung mengatakannya secara langsung, sungguh wanita yang sangat blak-blakan sekali.

__ADS_1


"Aku tidak tahu. Kak Arya yang mengatakan jika jantungku berdebar karena menyukaimu," jawab Liora.


Vero terdiam saat mendengar jawaban Liora. "Arya itu siapa? Apa salah satu laki-laki yang bersamanya waktu itu?" Dia mencoba untuk kembali mengingat kejadian beberapa waktu yang lalu. "Tapi tunggu, jadi dia mengatakan suka hanya karena ucapan Arya? Bukan karena benar-benar suka?"


"Jika tidak ada yang ingin dikatakan lagi, aku per-"


"Sebentar!" potong Vero dengan cepat. Dia berpindah tempat duduk menjadi di samping wanita itu, tentu saja membuat Liora terheran-heran.


Tanpa disangka-sangka, tiba-tiba Vero mendaratkan kecupan singkat ke bibir Liora membuat wanita itu tersentak kaget.


"Kenapa kau menciumku?" tanya Liora dengan wajah yang memerah.


"Sekarang bagaimana, apa jantungmu masih berdebar-debar?" tanya Vero. Dia harus segera memastikannya sebelum waktu 10 menitnya habis.


Liora terdiam. Dia masih mencoba untuk memahami apa yang Vero lakukan, tentu saja dengan debaran jantung yang sangat kuat.


"Aku tidak tau kenapa kau menciumku, tapi jika kau melakukannya lagi, maka jangan-"


"Jawab saja pertanyaanku, Liora. Apa jantungmu kembali berdebar-debar? Apa kau merasa malu?" Vero kembali bertanya, tentu saja dengan mode pemaksaan.


"Ternyata kau benar-benar menyukaiku, Liora. Kalau begitu aku juga sama. Aku juga menyukaimu."


Liora terdiam dengan tatapan tidak mengerti dan tidak percaya, lalu tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dan masuklah Alex ke dalamnya. Ternyata waktu 10 menit sudah habis.


"Aku minta nomor ponselmu, Liora. Aku ingin-"


"Aku yang akan menghubungimu," ucap Liora sambil beranjak pergi dari tempat itu dengan diikuti oleh Alex. Mereka lalu segera pergi dari klub itu menuju rumah.


Vero terdiam di tempat itu. Apakah Liora benar-benar menyukainya? Entahlah, dia menjadi pusing sendiri saat melihat sikap wanita itu.


Mobil melaju dengan kencang membelah jalanan yang tampak lengang menandakan bahwa aktifitas sudah berakhir dan saatnya untuk mengistirahatkan diri.


Jam sudah menunjukkan pukul 00.30 dini hari. Pantas sepanjang perjalanan hanya terlihat sedikit orang yang masih beraktifitas, bahkan para pencari rezeki juga sudah menutup semua usaha mereka.

__ADS_1


Setengah jam telah berlalu. Mobil mewah berwarna putih terlihat memasuki gerbang sebuah rumah yang terlihat sangat megah dan indah.


"Selamat malam, Tuan," sambut penjaga yang tengah bertugas.


Alex hanya menganggukkan kepalanya sambil kembali melajukan mobilnya untuk masuk ke dalam kawasan rumah Liora.


"Kita sudah sampai, Nona," ucap Alex memberitahu kalau mereka sudah tiba dirumah.


Liora yang sempat terpejam segera membuka matanya, sungguh dia sangat kelelahan hari ini. Alex masih memperhatikan Nonanya dari kaca depan, terlihat dia ingin mengatakan sesuatu pada Liora.


"Kayaknya ada banyak hal yang ingin kakak tanyakan padaku, ya." Liora melihat ke arah Alex membuat dia langsung menurunkan pandangannya.


"Nona memang selalu peka ya." Alex tersenyum tipis.


"Apa yang terjadi, Nona?" tanya Alex sedikit ragu, dia takut menyinggung perasaan Liora.


"Aku suka padanya." Liora langsung menjelaskan tepat ke inti pembicaraan.


Alex tidak terkejut lagi saat mendengarnya, karena dia memang sudah tau dari pengakuan Liora waktu itu.


"Katanya dia juga suka padaku," tambah Liora.


Mendengar itu, jelas membuat Alex terkejut. Berani-beraninya lelaki itu menaruh perasaan pada nona mudanya, apakah laki-laki itu tidak tahu siapa mereka?


Alex mencengkram kuat kemudinya. Terlihat dia tengah berpikir keras tentang sesuatu sampai membuat dahinya berkerut, dia masih mempertimbangkan sesuatu.


Liora memperhatikan raut wajah Alex, dia heran apa yang tengah dipikirkan laki-laki itu sampai dahinya berkerut, dan tidak seperti biasanya. Apalagi saat ini mereka sedang membahas sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya.


"Apa nona bahagia?"



__ADS_1



Tbc.


__ADS_2