
Sepanjang perjalanan, tidak ada yang bersuara dimobil itu. Semua kalut dalam pikiran masing-masing. Terlihat Liora menyandarkan tubuhnya sambil memejamkan mata, rasanya sungguh sangat melelahkan.
Setelah berkendara kurang lebih 45 menit, akhirnya mobil mereka sampai di halaman rumah mewah Liora. Alex dan Zarga dengan cepat membukakan pintu untuknya, sementara Kenzie tidak ikut pulang karena harus mengurus Geo sang pengkhianat.
Kepulangan mereka ternyata disambut oleh Leon dan juga Arya. "Kau udah pulang, Sayang?"
Liora sedikit terkejut saat melihat Leon membukakan pintu untuk mereka. "Kakak belum tidur?" Dia bertanya sambil berjalan masuk di samping Leon.
"Kakak sengaja nunggu kalian pulang," jawab Leon sambil berjalan ke arah sofa.
Alex, Zarga dan Arya ikut berjalan ke arah sofa dan duduk bersama Liora dan juga Leon. "Gimana kalau kita makan?" tawar Arya pada mereka semua.
"Aku tidak lapar," jawab Liora dengan cepat. Dia memang tidak bernafsu untuk melakukan apapun sekarang, apalagi yang namanya makan.
"Hem, baiklah kalau gitu kita istirahat saja." Leon mengerti kalau adiknya pasti merasa sangat lelah.
Tanpa menunggu lagi, Liora langsung berdiri dan berjalan ke arah tangga menuju kamarnya dengan diiringi tatapan semua orang. Namun, baru beberapa langkah menaiki anak tangga, dia berhenti dan berbalik ke arah mereka.
"Selamat malam, Kak," ucap Liora sambil sedikit tersenyum. Kemudian dia kembali melanjutkan langkah kakinya.
Leon, Arya, Alex dan Zarga terpaku ditempat mereka saat melihat apa yang Liora lakukan. Apalagi saat mendengar ucapan selamat malam yang sudah sangat lama sekali tidak merwka dengar.
"Dia mengucapkan selamat malam?" gumam Arya yang kaget mendengar apa yang dikatakan Liora.
Sama seperti Arya, semua orang yang ada disana juga kaget mendengar ucapan gadis itu. Padahal hanya ucapan selamat malam saja.
"Apa adikku benar-benar tidak apa-apa?" Leon bertanya saat Ljora sudah tidak terlihat lagi. Dia masih merasa sangat khawatir.
"Nona baik-baik saja, Tuan. Tuan tidak perlu khawatir," jawab Zarga berusaha menghilangkan kekhawatiran tuannya.
"Aku merasa tidak seperti itu," ucap Leon lagi sambil menyandarkan tubuhnya.
"Semua baik-baik saja, Tuan. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan." Alex juga berusaha meyakinkan Leon kalau semua baik-baik saja, karena sikap Liora saat ini sudah jauh lebih baik dari yang dulu.
"Kenapa semua ini harus terjadi pada keluargaku?" Leon benar-benar merasa frustasi. sungguh dia tidak mengerti sebenarnya kesalahan apa yang telah dilakukan keluarganya sampai harus merasakan penderitaan yang tiada henti.
Mereka semua diam mendengar ucapan Leon, karena sesungguhnya mereka semua juga sudah sangat lelah menghadapi setiap permasalahan yang terjadi. Belum lagi selesai masalah 5 tahun yang lalu, sudah datang bertubi-tubi masalah yang lain.
__ADS_1
"Hidup memang seperti itu, selalu dipenuhi dengan masalah. Kita harus tetap semangat dan jangan pernah menyerah, karena hidup tidak akan berhenti walau kita menyerah sekalipun. Hidup tetap akan berjalan sebagaimana mestinya kan," ucap Arya pelan sambil menepuk pundak sahabatnya itu.
"Aku benar-benar merasa tidak berguna. Sampai saat ini aku sama sekali tidak bisa membantu dan meringankan beban adikku, aku merasa hanya sebagai beban berat yang bersandar dipundaknya,"
"Tiidak, Tuan. Jangan berkata seperti itu," potong Alex dengan cepat. "Tuan tidak tau bagaimana pengorbanan dan penderitaan yang telah dilalui oleh nona selama ini, kesembuhan Anda adalah kebahagiaan terbesar yang nona rasakan. Hanya dengan melihat Anda, nona memiliki semangat yang tidak akan pernah padam walau banyak halangan dan rintangan dihadapannya. Jika nona mendengar Anda berkata seperti ini, beliau pasti akan merasa sangat sedih. Karna kehidupan Anda adalah hal yang paling utama bagi nona."
Alex sampai bergetar mengucapkannya. Dia tidak mau kalau Leon sampai patah semangat, karena itu juga akan membuat Liora menjadi lemah. Luka dan penyesalan yang Liora rasakan selama ini akan terbuka kembali.
"Apa yang dikatakan Alex benar. Kau tidak boleh seperti ini, hanya karena kita belum menyelesaikan masalah yang terjadi bukan berarti kita menjadi lemah. Tapi kebalikannya, kita harus menjadi lebih kuat lagi untuk terus melangkah kedepan," ucap Arya menggebu-gebu. Dia sampai lupa bernafas sangking semangatnya.
"Sudahlah, aku mau istirahat. Kalian juga istirahat lah," ucap Leon kemudian sambil pergi meninggalkan mereka.
Tinggallah Alex, Arya dan Zarga diruangan itu. mereka hanya saling diam ditempat duduk masing-masing.
"Ini tidak boleh terjadi," keluh Arya sambil memijat kepalanya yang terasa sedikit pusing. "Kalau Leon terus berpikir seperti itu, dampaknya akan sangat besar buat Liora." Sambungnya, dia takut kalau Liora akan kembali terpuruk seperti dulu.
"Benar, kita tidak boleh membiarkan itu terjadi." ucap Alex tajam.
"Tapi apa sama sekali tidak ada petunjuk?" tanya Arya sambil melihat kearah Alex.
"Geo benar-benar bersih. Dia tidak meninggalkan jejak sedikitpun, tapi kami berhasil mengetahui informasi tentang pengiriman barang terakhir kali yang diterima olehnya," jelas Alex pada Arya.
"Baiklah, aku percaya kalau kalian pasti akan berhasil. Sekarang istirahatlah," ucap Arya kemudian.
Mereka pun memutuskan untuk istirahat dikamar masing-masing. Sudah cukup pekerjaan yang mereka lakukan malam ini, saatnya untuk istirahat sejenak sebelum pagi kembali menyapa.
Sementara di tempat lain, terlihat seorang lelaki sedang mondar mandir di balkon apartemennya. Malam sudah sangat larut tapi matanya tetap enggan untuk terpejam, dia merasa sangat kesal karena tidak bisa berbuat apa-apa.
"Aarrgghh." Teriakannya terdengar nyaring di tengah sunyinya malam. "Apa Liora baik-baik saja?" Dia merasa khawatir karena tidak tau bagaimana kabar gadis itu saat ini.
"Kenapa aku harus pergi dari sana cobak?" geramnya saat mengingat pengusiran yang dilakukan Alex padanya.
"Sebenarnya apa masalah dia, kenapa kayaknya dia gak suka sama aku?" Vero merasa bingung melihat perlakukan Alex padanya. Sudah jelas terlihat kalau Alex tidak suka akan keberadaannya di samping Liora. "Tunggu, apa jangan-jangan dia suka sama Liora?" Pikirannya sudah terbang ke mana-mana memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi antara Alex dan Liora.
"Aku harus tanya Samuel." Dengan cepat Vero masuk ke dalam kamar untuk mengambil ponselnya yang tergeletak di atas tempat tidur.
Cukup lama Samuel menjawab panggilan dari Vero, sepertinya laki-laki itu sudah tidur nyeyak di atas ranjangnya.
__ADS_1
"Halo," jawab Samuel dengan suara sengau khas bangun tidur terdengar dari sebrang telpon.
"Ada yang mau kutanya," ucap Vero yang langsung mengucapkan tujuannya mengganggu tidur orang lain saat ini.
"Hey, bisa enggak nanya nya besok aja. Ini udah malam tau!" omel Samuel pada Vero. Bisa-bisanya sahabatnya itu mengganggunya yang sedang berselancar dialam mimpi.
"Gak bisa, aku maunya sekarang." Vero tetap keukeh ingin menyelesaikan kegundahan hatinya saat ini juga.
Dengan sangat berat hati, akhirnya Samuel terpaksa meladeni temannya itu. "Apa?" Ketus bertanya karena merasa kesal.
"Apa Alex mencintai Liora?" tanya Vero dengan tajam, tapi hatinya sedikit berdebar menunggu jawaban dari Samuel.
"Alex siapa?" Samuel yang memang sangat malas meladeni ucapan Vero hanya bertanya sekenanya saja.
"Hey, memang kau pikir Alex siapa lagi!" teriak Vero geram melihat ucapan Samuel. sedangkan Samuel sampai harus menjauhkan ponselnya akibat teriakan Vero yang cetar membahana.
"Apa sih kau, maksudmu Alex sekretarisnya?" tanyanya kesal pada Vero. Temannya itu sepertinya ingin membuat telinganya pecah.
"Iya dia, emang siapa lagi sih?" Vero juga sama kesalnya. Sepertinya mereka jadi sama-sama kesal sekarang.
"Apa kau gila?" Bukannya menjawab pertanyaan Vero, Samuel malah mengatainya gila. Dia tidak habis pikir bagaimana mungkin Vero bisa memikirkan hal seperti itu.
"Jawab aja pertanyaanku!" Vero benar-benar merasa gusar. Entah kenapa pikirannya merasa tidak tenang.
"Dasar sinting, udah jangan ganggu aku!"
Tut.
Samuel langsung mematikan panggilan mereka. dia sampai menonaktifkan handphone nya karna malas diganggu oleh makhluk menyebalkan yang menelpon nya tadi.
"Heeey, dasar si*alan." Vero semakin kesal melihat apa yang dilakukan Samuel. Dia benar-benar dibuat panik akan hubungan Alex dan Liora.
•
•
•
__ADS_1
Tbc.