Di Ujung Dendam

Di Ujung Dendam
Bab 26. Terluka Cukup Dalam.


__ADS_3

Satu peluru berhasil menembus perut Liora membuat dia terduduk dia atas tanah.


.


"Liora." Vero menutup luka diperut Liora agar darah yang keluar tidak semakin banyak.


"Aku tidak apa-apa, fokus saja pada mereka." ucap Liora, Vero segera berbalik dan menatap musuhnya seperti api yang membara.


Disaat bersamaan, datang sekelompok orang yang langsung menyerang musuh-musuh Liora. Vero terus memperhatikan mereka, dia pikir itu musuh lagi tapi ternyata bala bantuan.


Mereka menghajar semua musuh, baik dengan pistol, pisau dan semacamnya. Vero terlihat menghajar mereka dengan membabi buta, dia benar-benar meluapkan segala emosinya dengan Tubuh yang juga sudah banyak terluka. Tidak berselang lama, tampak lah Alex, Zarga, Arya dan Leon berlari ke arah di mana Liora berada.


"Liora!" teriak Leon saat melihat Liora sedang duduk sambil menyandar disebuah pohon.


"Kau tidak papa?" tanyan Leon dengan penuh khawatir, begitu juga dengan yang lainnya.


"Aku tidak apa-apa," jawab Liora sambil menekan perutnya. mereka semua melihat darah yang sudah membasahi baju Leora.


"Baji*ngan!" Alex tampak murka melihat nona mudanya terluka. Dia langsung membabat habis para musuh mereka, tidak ketinggalan Zarga yang juga sudah berubah menjadi iblis untuk melenyapkan mereka semua.


Leon menggendong Liora dan membawanya pergi dari tempat itu bersama Arya. Sepanjang perjalanan, Leon terus menggenggam tangan Liora. tidak lupa dia terus berbicara agar Leora tidak kehilangan kesadaran.


"Bertahanlah, Sayang. Kakak disini." Leon tidak mampu lagi menahan air matanya, dia tidak sanggup melihat Liora menjadi seperti ini.


Liora hanya diam sambil menatap sang kakak. Sesekali dia tersenyum seperti berkata kalau dia baik-baik saja. Lalu kedua matanya terpejam membuat Leon terkesiap.


"Tidak, Sayang. Lihat, kakak ada di sini. Buka matamu," pinta Leona dengan terus memeluk erat sang adik. Tubuhnya sudah gemetar takut terjadi sesuatu pada Liora, membuat Arya yang sedang mengemudi terlihat fokus agar mereka cepat sampai ke tempat tujuan.


Setelah berkendara 30 menit, mobil yang membawa Liora sampai juga di rumah sakit. Leon dan Arya langsung membawa Liora ke ruang operasi karena Arya sendirilah yang akan melakukan operasinya.


"Tolong selamatkan adikku," mohon Leon sambil memegang lengan Arya.

__ADS_1


"Liora wanita yang kuat, dia pasti akan baik-baik aja," ucap Arya memberi semangat untuk Leon.


Kemudian operasi pun dimulai. Leon menunggu di depan ruang operasi, dia terus berdo'a agar operasinya berjalan lancar dan Liora baik-baik saja. 15 menit telah berlalu, terlihat Alex, Zarga, Vero dan Samuel datang menghampirinya.


"Bagaimana keadaan nona, Tuan ?" Alex benar-benar khawatir dengan keadaan nona mudanya.


"Dia masih dioperasi," jawab Leon dengan lirih.


"Nona adalah wanita yang kuat, nona pasti baik-baik saja." ucap Zarga menenangkan Leon. tapi sebenarnya dia sendiri pun sangat khawatir.


Semua orang terdiam di depan ruang operasi. Dalam hati mereka terus berdo'a untuk keselamatan Leora. Seperti Vero yang sedari tadi tidak mampu untuk bersuara. Dia sangat merasa bersalah atas apa yang terjadi pada wanita itu. andai dia tidak mengajaknya pergi, andai dia tidak membawa Leora kesana, dan masih banyak lagi andai-andai yang dia sesali.


Air mata menetes diwajahnya, dia bahkan tidak mampu lagi untuk menegakkan kepala. Semua sesal menyelimuti hatinya saat ini.


Samuel menepuk pelan bahu Vero, dia tahu apa yang sedang dirasakan sahabat nya saat itu. "Percayalah kalau nona Liora pasti baik-baik saja." Dia memberi semangat untuknya.


"Semua ini bukan salahmu." Leon bersuara saat matanya melihat betapa sedihnua Vero, lelaki itu benar-benar sangat mencintai adiknya.


"Semua sudah terjadi." Leon menyandarkan tubuhnya, rasanya dia juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Alex menatap tajam Vero. Semua memang bukan kesalahan laki-laki itu, tetapi andai dia tidak membawa Liora pergi, pasti semua ini tidak akan terjadi. Terlihat dia sampai menggeretakkan giginya karena menahan emosi.


"Sudahlah." Zarga tau apa yang ada dalam dipikiran Alex.


Zarga juga sama khawatirnya dengan Alex, tetapi tidak benar juga kalau mereka menyalahkan Vero. Biar bagaimana pun juha, Vero sudah melindungi Liora walau harus berakhir seperti ini.


40 menit telah berlalu. Akhirnya ruangan itu terbuka juga. Keluarlah Arya beserta para dokter dan perawat yang melakukan operasi.


"Bagaimana?" tanya mereka semua.


"Semua baik-baik saja," ucap Arya pada mereka. "Pelurunya tidak sampai mengenai organ vital yang ada ditubuh Liora." Dia menambahkan.

__ADS_1


Akhirnya mereka semua bisa bernafas lega mendengarnya.


"Kita akan memindahkannya ke ruang perawatan,tetapi untuk malam ini jangan ada yang menjenguknya dulu. Biarkan pasien istirahat," jelas Arya.


Kemudian mereka membawa Liora ke ruang perawatan. Vero menatap wajah pucat yang tengah terbaring itu ingin rasanya dia memeluknya dengan erat.


"Apa saya boleh menunggu Liora di sini, Tuan?" tanya Vero meminta izin, dia terlihat sangat berharap bisa menemani wanita itu.


Leon melihat ke arah Vero, betapa berantakannya pemuda itu saat ini. "Sebaiknya obati dulu luka yang ada di tubuhmu." Dia berucap dengan penuh penekanan.


Vero tidak sadar jika dirinya terluka, dia hanya fokus pada Liora. "Saya baik-baik saja, Tuan." Dia benar-benar tidak peduli pada dirinya sendiri.


"Liora akan marah kalau melihatmu seperti itu." Arya datang menghampiri mereka, kemudian mengobati lengan dan punggung Vero yang terkena goresan pisau.


Samuel yang sedari tadi diam pun bersuara, dia mendo'akan kesembuhan Liora.


"Terima kasih untuk bantuan Anda selama ini, Tuan Samuel," ucap Leon yang merasa banyak berhutang pada Samuel, rupanya sebelum Leon dan anak buahnya datang, Samuel sudah datang lebih dulu saat Liora dan Vero terkepung.


"Saya senang bisa membantu Anda, Tuan," balas Samuel, kemudian dia berpamitan pada mereka semua karena harus pergi untuk bertemu dengan seseorang.


"Baiklah, kalian semua harus istirahat. Tidak ada yang bisa kalian lakukan di sini. Liora pun tidak akan sadar karna pengaruh dari operasi," ucap Arya yang melihat wajah lelah dari mereka semua.


Namun, mereka sama sekali tidak beranjak dari tempat itu karena ingin menemani Liora.


"Pergilah ke ruanganku, kalian bisa istirahat di sana," ucap Arya pada mereka semua. "Kau juga, Vero. Biarkan para perawat yang menjaganya. Kita harus istirahat untuk menyambut dia besok." sambungnya lagi memberi tau.




__ADS_1


Tbc.


__ADS_2