
Sepanjang perjalanan, Sally terus bersenandung ria. Dia merasa sangat bahagia karena semua rencananya berjalan dengan sempurna.
"Dia memang tampan, tapi juga menyeramkan," gumam Sally saat mengingat pertemuannya dengan Alex tadi.
Semenjak Alex menolongnya, entah kenapa dia jadi tertarik pada lelaki itu. Lelaki yang selalu terlihat acuh dan dingin ternyata memiliki hati yang hangat, itu sebabnya dia nekat datang menemui Alex walaupun kenyataannya dia takut setengah mati.
"ternyata mereka tidak semengerikan itu, ya." Sally kembali teringat pada semua orang yang bersamanya tadi.
Tidak terasa, mobil Sally sampai juga disebuah hotel mewah tempat di mana pestanya akan berlangsung. Dia sengaja datang ke tempat itu untuk melihat segala persiapan karena tidak mau ada sedikit saja kesalahan.
"Apa semua sudah siap?" tanya Sally pada petugas yang mempersiapkan acara.
"Semua sudah selesai, Nona. Kita hanya tinggal menunggu para tamu datang," jawab laki-laki itu sambil menunjukkannya pada Sally.
Sally terlihat puas melihat aula yang akan digunakan tampak sangat cantik dan indah.
"Nona, teman anda sudah menunggu di sana," ucap lelaki itu kemudian sambil menunjuk tempat di mana Vero dan Samuel berada.
Sally menganggukkan kepalanya lalu menghampiri dua orang sahabatnya itu.
"Itu dia datang," ucap Samuel saat melihat Sally berjalan ke arah mereka. "Dari mana kau?" Dia menatap dengan tajam. "Kami udah nunggu lama tau." Perasaannya menjadi kesal.
Sally hanya senyum saja menanggapi ocehan Samuel, tidak seperti biasanya yang akan ribut setiap bertemu.
"Kau tadi dari mana?" Samuel bertanya lagi pada Sally.
"zaku tadi dari Grazielle group," jawab Sally dengan santai.
"Apa?" Samuel dan Vero kaget mendengar jawaban gadis itu.
"Biasa aja kali," ucap Sally sebal sambil mengusap-usap telinganya.
"Apa yang kau lakukan?" Samuel benar-benar tidak habis pikir dengan tingkah temannya yang satu ini.
"Apa sih, aku ke sana cuma mau ketemu sama Alex aja kok." Lagi-lagi menjawab dengan ringan.
"Apa?" Samuel dan Vero bertambah syok mendengar dia bertemu dengan Alex. Dari sekian banyak orang, kenapa harus Akex?
"Kalian mau buat gendang telingaku pecah?" bentaknya pada Samuel dan Vero yang terus berteriak sedari tadi.
"Apa kau gila, ngapain kau kesana jumpain tuan Ale? Samuel benar-benar geram melihat tingkah ajaib Sally. temannya ini memang sungguh sangat luar biasa.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Vero juga tidak habis pikir dengan sikap Sally, dia takut kalau gadis itu akan membuat masalah.
Melihat respon dari kedua sahabatnya, Sally langsung saja menceritakan semua yang terjadi beberapa hari yang lalu pada mereka.
__ADS_1
Flashback
Setelah selesai melakukan pemotretan, Sally merasa sakit dibagian perutnya. "Aduh, pasti lambungku kambuh lagi." Dia trus melajukan mobilnya menuju tempat tujuan.
Hari ini jadwal Sally cukup padat, sampai-sampai dia tidak punya waktu untuk makan. Padahal asistennya sudah berulang kali mengingatkan.
Ketika melewati minimarket, Sally ingin membeli makanan ringan untuk mengganjal perut. Mungkin saja rasa sakitnya akan sedikit berkurang.
Sally turun dari mobil dan bergegas masuk ke tempat itu. Karena terburu-buru, Sally tidak melihat ada seorang pria yang baru keluar dari mobil.
Brak.
"Aduh, sakit sekali," keluh Sally sambil mendongak untuk melihat siapa laki-laki yang sudah dia tabrak. Seketika dia kaget karena mengenali pria tersebut.
"Anda?" Sally menunjuk ke arah Alex.
"Berhati-hatilah, Nona." ucap Alex sambil berjalan pergi meninggalkan tempat itu.
"Astaga, apa dia tidak bisa membantuku?" gumam Sally saat nelihat kepergian Alex.
Terlihat Sally ingin berdiri tapi seketika kepalanya terasa seperti berputar-putar. Pandangannya pun menjadi buram, jangan ditanya soal perut. Rasanya seperti ada yang *******-***** dengan kuat sampai membuat dia meringis menahan sakit di perutnya.
"Si*al, kenapa disaat kayak gini malah mati sih?" Seperti sudah jatuh ketimpa tangga, disaat dibutuhkan malah ponselnya kehabisan daya. sungguh lengkap penderitaan yang dia rasakan.
"Nona!" Samar-samar Sally mendengar suara seseorang tengah memanggilnya. Kemudian orang itu mengguncang bahunya, membuat dia langsung mengerjapkan mata.
Flashback end
Samuel dan Vero khusyuk mendengarkan cerita Sally, dalam hati mereka berkata kenapa bisa ada kejadian seperti itu.
"Sejak itu aku kepikiran terus dengannya, makanya aku datang ke sana. Aku jugakan harus berterima kasih." ucap Sally setelah selesai menceritakan kejadian dramatis yang dia lalui.
"Tapi, kenapa kau enggak cerita dulu sama kami sih?" Samuel kesal melihat Sally yang bertindak gegabah.
"Aku gak kepikiran." ujar Sally padanya. Memang benar dia lupa untuk menceritakan kejadian itu pada mereka, karena yang ada dipikirannya cuma Alex.
*
*
Leon tampak bergegas untuk membereskan pekerjaannya dengan ditemani Alex. Agenda untuk nanti malam semua sudah dibatalkan, mereka berjalan keluar ruangan untuk pulang ke rumah.
Sama halnya dengan Leon, Liora juga sudah diperjalanan pulang dengan Zarga.
"Kita harus menyiapkan hadiah, Nona." ucap Zarga.
__ADS_1
"Kak Alex nanti yang akan menyiapkannya," balas Leora sembari tersenyum tipis.
Zarga merasa heran, Kenapa harus Alex yang menyiapkannya? memudian dia melihat ke arah Liora. "Tapi kenapa harus Alex Nona?" Dia merasa sedikit bingung.
"Kakak akan tau nanti," jawab Liora sambil menampilkan senyum liciknya.
Setelah sampai dirumah, mereka berkumpul diruang keluarga. semua personil lengkap ada di sana, kecuali Arya yang belum kembali dari rumah sakit.
"Kak Alex, tolong siapkan hadiah untuk Sally!" tiba-tiba Leora bersuara memerintahkan Alex.
"baik nona saya akan menyuruh orang untuk menyiapkannya." jawab Alex cepat sambil mengambil handphone yang ada disaku jas nya.
"harus kak Alex sendiri yang menyiapkannya." ucapnya lagi memberi penekanan.
Semua orang langsung melihat ke arah Alex, biasanya laki-laki itu disuruh untuk menyiapkan hadiah. Apalagi hadiah untuk seorang gadis.
Leon tersenyum melihat kejahilan adiknya, dia juga ingin ikut menggoda Alex.
"Kau harus siapkan hadiah yang sangat spesial untuknya, Alex," tambah Leon membuat Alex semakin bingung.
"Kenapa harus saya?" Alex melihat ke arah Leon dan Liora. Wajah mereka terlihat sangat terhibur dengan apa yang mereka lakukan.
"Siapa yang mau dikasi hadiah?" tiba-tiba Arya datang dan menyambung ucapan mereka.
"Baik, Nona." Melihat kedatangan Arya, Alex langsung pergi dari sana. Dia tau semuanya akan menjadi lebih panjang kalau ada laki-laki itu.
Arya menatap kepergian Alex dengan heran. "loh, mau ke mana dia?" Tunjuknya pada Alex yang mulai menjauh dari mereka.
Leon lalu menjawab pertanyaan Arya, sekaligus mengatakan jika mereka semua akan pergi menghadiri sebuah pesta. Tidak lupa dia juga mengajak laki-laki itu untuk ikut.
"Cih, ngapain? Membosankan, paling juga peresmian perusahaanka." Tebak Arya sok tau.
"kami mau pergi ke pesta ulang tahun nona Sally." Liora langsung mengatakannya pada Arya, membuat laki-laki itu langsung tergelak.
"Ulang tahun? Jangan becanda deh." Arya menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan Liora.
"Ya udah kalau gak percaya."
•
•
•
Tbc.
__ADS_1