Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Dilamar


__ADS_3

Cafe XXX


Seperti kata Al tadi siang, kini Al dan Dewi sudah ada dicafe. Al telah menyiapkan semuanya dengan baik, saat ini jika dirasa mereka seakan sedang dinner romantis saja.



Al sengaja memesan tempat yang ada diluar, katanya biar lebih romantis dan bisa melihat kota dari atas. Romantis sekali Al ini.


"Silakan duduk" Ucap Al sambil menarik kursi untuk duduk Dewi.


"Nggak usah kaya gini juga kali Al, kenapa nggak didalam aja sih" Ucap Dewi kemudian duduk disusul Al yang juga duduk disamping Dewi.


"Nggak papa, biar lebih romantis gitu sambil liat indahnya pemandangan malam hari" Ucap Al.


"Hmmm, tumben lo ngajak gue makan diluar, ada apa" Tanya Dewi.

__ADS_1


"Nggak papa, cuma pengen aja gitu" Ucap Al kemudian dia memanggil pelayan, sambil menunggu makanan mereka datang, mereka berbincang-bincang.


"Emm, Wi" Panggil Al dengan agak ragu, sebenarnya Al saat ini sedang gugup karena ini kali pertama dia mengajak cewek jalan setelah dua tahun.


"Kenapa" Tanya Dewi.


"Menurut lo gimana dengan perjodohan ini" Tanya Al.


"Kenapa lo tiba-tiba tanya kek gitu" Ucap Dewi.


"Ya nggak gimana-gimana sih, gue nurut bonyok(bokap nyokap) gue aja, mungkin ini yang terbaik menurut mereka, jadi gue ikut aja" Ucap Dewi sambil memandangi indahnya pemandangan kota di malam hari.


"Oh" Ucap Al kemudian dia memegang tangan Dewi.


"Wi" Ucap Al, Dewi kaget saat Al memegang tangannya, saat ini jantungnya serasa mau copot entah apa yang dia rasakan saat ini.

__ADS_1


"Ehm, gue pengen ngomong sesuatu sama lo" Ucap Al dengan nada serius.


"I-iya, ngomong a-apa, k-kok serius banget sih" Ucap Dewi gugup. Al semakin menggenggam erat tangan Dewi.


"Gue ngomong ini tulus dari hati gue yang paling dalam, Wi, sebenarnya sejak saat kita bertemu waktu itu, gue ngerasa ada sesuatu yang nggak bisa gue jelas didalam hati gue, dan saat gue tau kita satu kelas, disitu gue bertekad pengen deketin lo dan saat gue tau, gue bakal dijodohin, gue rasanya pengen kabur aja tapi saat nyokap gue nyebutin nama lo, gue berharap banget kalo itu adalah lo Wi, dan ternyata Tuhan mendengar doa gue, Wi, gue suka sama lo and you want to marry me" Ucap Al kemudian dia mengeluarkan cincin yang baru dia beli, Dewi hanya diam saja karena dia masih terkejut saat mendengar Al mengungkapkan perasaannya itu.


"Sorry, ini memang terlalu cepat buat lo and kalo lo belum bisa jawab sekarang itu nggak papa kok, gue bakal nunggu lo siap" Sambung Al hendak menutup kembali kota cincin itu. Tapi tiba-tiba Dewi mencegahnya.


"It's Oke, ini memang terlalu cepat buat gue, gue juga belum ada rasa sama lo, tapi mau nggak mau kita tetap akan nikahkan, jadi..." Ucap Dewi kemudian menarik nafas.


"Gu-gue terima lamaran lo" Ucap Dewi gugup kemudian menunduk karena malu. Al bagaikan baru memenangkan lotre milyaran juta, dia sangat senang kemudian dia memasangkan cincin dijari manis Dewi.


"Ini cincin gue beli buat lo, kalo lo nggak mau pakai juga nggak papa, tapi kalo lo ada kalung ini dipakai buat liontin aja ya, yang penting jangan dibuang, simpen juga nggak papa" Ucap Al dengan antusias sedangkan Dewi hanya menunduk, tak lama pesanan mereka datang, akhirnya mereka menikmati makan malam disertai canda dan tawa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Sampai sini dulu ya.


__ADS_2