Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Ingin Ikut


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


..._______________...


Kringgg......


Alaram dikamar itu berbunyi sudah sejak tadi tetapi sang pemilik tidak kunjung bangun.


Kriiinnggggg....


Sekali lagi alaram itu berbunyi sangat nyaring yang akhirnya membangunkan sang pemiliknya.


"Aduh, berisik banget sih, jam berapa ini" Sambil menyesuaikan dengan cahaya lampu dikamarnya, Dewi mengambil ponselnya.


"Hah, jam tujuh, yang bener aja" Dewi melihat kesamping, disana ada Al yang sedang tertidur dengan nyenyaknya.


Mengingat akan kejadian semalam, Dewi cepat-cepat mengirim pesan kepada Viola untuk membuatkan surat izin mereka berdua. Setelah mengirim pesan, Dewi mendekatkan dirinya kepada Al, mengusap wajahnya menatap sendu, entah apa yang terjadi kepadanya saat pergi, yang dia tau saat Al pulang, dia sudah menggila, untung lah Dewi bisa mengendalikan Al walaupun badannya sakit semua.


"Al, aku nggak tau kamu kenapa, tapi aku ikhlas ngelakuin ini semua demi kamu, karena kamu suami ku dan kamu berhak terhadap aku" Ucap Dewi, dia mencium pipi Al kemudian menatapnya lagi.


Dewi masih merasakan badannya yang sakit, dia kembali berbaring dan memeluk Al dengan terus menatap wajah Al yang tidur dengan sangat tenang.


Tidak beberapa lama, Al pun terbangun, dia memegang kepalanya yang masih sedikit pusing, Dewi hanya diam menatap Al, dia takut kalo efeknya masih sampai saat ini, tapi dia tidak akan mengelak jika Al melakukannya lagi.


"Dewi" Panggil Al dengan suara khas orang bangun tidur, Dewi hanya tersenyum menatap Al.


"Kepala ku pusing" Ucap Al. Dewi menyentuh kepala Al dan memijatnya perlahan.


"Tidur lagi aja" Ucap Dewi yang masih memijat Al.


"Jam berapa" Tanya Al.


"Udah jam tujuh lebih" Jawab Dewi dengan tenang, dia masih memijat kepala Al.


"Loh, nggak bangunin dari tadi" Saat Al bergerak, dia merasakan ada yang aneh, dia melihat kedalam selimut.


"Wi" Panggil Al dengan nada terkejut.


"Iya" Ucap Dewi.


"Kita..." Ucap Al menggantung, Dewi yang mengerti maksud Al pun hanya mengangguk saja.

__ADS_1


"Maaf Wi" Ucap Al, dia merasa menyesal. Dewi mengelus wajah Al dengan lembut, dia tersenyum kemudian menggeleng.


"Nggak papa, kamu punya hak" Ucap Dewi, dia memasang senyuman yang sangat manis. Al menatap wajah Dewi, dia melihat mata Dewi yang sedikit sembab, Al tau pasti semalam Dewi menangis karenanya.


"Aku kasar ya sama kamu" Al menyelipkan anak rambut kebelakang telinga Dewi. Dewi hanya mengangguk tapi tetap tersenyum.


"Maaf Wi" Al merasa sangat bersalah, ini kali pertama untuknya tapi kenapa dia harus kasar dan dengan keadaan yang tak sadar.


"Kamu nggak salah kok" Suara Dewi yang lembut semakin membuat Al merasa bersalah, dia membawa Dewi kedalam pelukkannya.


"Aku tau, kamu pasti kesakitankan, maafin aku" Al masih saja memeluk Dewi, Dewi melepas pelukkan itu dengan pelan, dia menatap Al.


"Nggak Al, aku nggak papa kok, maaf ya" Al mengerutkan keningnya, kenapa Dewi meminta maaf.


"Kenapa minta maaf" Tanya Al.


"Gara-gara aku, punggung mu jadi luka semua" Al langsung meraih punggungnya, dia bisa merasakan kalo banyak luka dipunggungnya.


"Nggak papa, ini belum seberapa sama yang kamu rasain" Dewi hanya diam, dia kembali memeluk Al.


Dreettt.... Dreettt....


Ponsel Al berbunyi menandakan ada yang menelpon, dia sangat malas untuk mengangkatnya tapi Dewi menegurnya agar dia segera mengangkat telpon itu, siapa tau penting. Dengan malas Al pun mengangkat telpon.


"Iya, nanti siang" Ucap Al setelah mendengarkan orang dari seberang telpon itu berbicara tanpa menunggu jawaban lagi, dia mematikan sambungan telponnya dan kembali memeluk Dewi.


"Siapa" Tanya Dewi.


Dewi mencari tempat nyaman untuk kembali tidur, dia tau tidur pagi tidak baik tapi badannya masih terlalu sakit untuk bangun.


"Ihh, udah bangun kesinganan, nggak sholat subuh, nggak sekolah pula" Kesal Dewi, Al hanya terkekeh mendengar ocehan Dewi, dia mengecup pucuk kepala Dewi.


"Udah-udah, ngomel muluk, kalo masih sakit tidur lagi aja" Ucap Al, dia memeluk Dewi agar dia kembali tidur.


"Hmmm" Dewi kembali memejamkan matanya, Al menatap Dewi masih dengan perasaan bersalahnya, dia tau kalo dia punya hak terhadap Dewi tapi tidak seharusnya dia berlaku kasar seperti itu.


***


"Lo nggak sekolah Han" Tanya Airo.


"Nggak bang" Jawab Rehan.


"Lo bisa lanjutin penelitian lo setelah pulang sekolah, nggak harus sekarang" Ucap Airo.


"Nggak bang, gue mau setelah Al sampai disini gue bisa langsung kasih tau dia" Airo hanya mengangguk, dia tau Rehan itu sangat keras kepala jadi dia tidak mau berdebat.


"Abang nggak kuliah" Tanya Rehan balik.


"Gue masuk siang" Rehan mengangguk, dia kembali melanjutkan eskperimennya.

__ADS_1


"Penjaga lab kemana" Tanya Airo.


"Lagi gue suruh keluar buat beli keperluan yang lain" Jawab Rehan.


"Ooh, pantes nggak kelihatan" Ucap Airo yang hanya mendapat deheman dari Rehan.


Yang perlu kalian tau, markas mereka itu lengkap dengan segala fasilitasnya jadi kalo mau meneliti tidak perlu jauh-jauh pergi ke laboratorium kota, mereka punya sendiri.


"Abang tinggal dulu ya, jangan lupa makan tuh sarapan" Ucap Airo dengan menunjuk sarapan yang dia bawa.


"Oke bang, thank's udah bawain sarapan" Ujar Rehan.


"Santai" Setelah itu, Airo pun pergi dan Rehan kembali fokus pada objek penelitiannya.


***


"Abi" Panggil Genta.


"Iya bentar" Tidak perlu bertanya lagi kalo Genta yang panggil mah, pastinya minta makan, Genta mah gitu selalu aja nyusahin Abimanyu.


Abimanyu membawakan makanan untuk Genta, walaupun dia kesal dengan Genta yang selalu meminta makanan kepadanya tapi Abimanyu tetap menyayangi Genta seperti adiknya sendiri.


"Wih, makanan kesukaan gue nih, ayo makan bareng" Ajak Genta, Abimanyu menggeleng, dia masih punya pekerjaan di dapur apalagi dia tau kalo Al akan datang, kalo tau dapur masih berantakan pasti Abimanyu yang akan kena imbasnya walaupun bukan dia yang buat masalah.


"Ayolah, makan bareng sini" Ajak Genta.


"Nggak Gen, nanti siang bos bakal kesini dan dapur masih berantakan, kalo sampe bos tau bisa abis gue" Ucap Abimanyu. Genta menghela napasnya kemudian menarik Abimanyu untuk duduk.


"Udah makan dulu, ntar gue bantuin" Akhirnya Abimanyu pun makan bersama dengan Genta.


***


Siang hari, Al dan Dewi sedang makan bersama di meja makan, mereka merasa tidak enak dengan bi Surti karena baru turun sedangkan bi Surti tidak mempermasalahkan walaupun dia tidak tau apa yang terjadi.


"Al" Panggil Dewi, Al pun melihat Dewi.


"Aku ikut ya" Al meletakkan sendoknya, dia menggenggam tangan Dewi.


"Nggak usah ya sayang, kamu dirumah aja" Ujar Al.


"Nggak mau, aku mau ikut" Dewi terus merengek walaupun Al selalu melarangnya.


Al pun akhirnya menyetujui keinginan Dewi dengan alasan Dewi yang masuk akal membuatnya setuju.


Al menelpon Rehan untuk memberitahukan bahwa Dewi akan ikut dan memintanya menyiapkan apa saja keperluan Dewi di markas nanti. Setelah makan siang selesai, mereka pun kembali kekamar untuk bersiap melaksanakan sholat dzuhur, mereka akan berangkat setelah sholat.


..._________________...


Oke guys, sampai jumpa dimarkas.

__ADS_1


Jangan lupa follow akun aku ya.....


^^^Luuffffff❤^^^


__ADS_2