
...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...
...|...
...|...
...|...
...|...
...__________________...
Keesokan harinya, Al tidak ada niatan sedikitpun untuk berangkat kesekolah dan tidak pulang kerumah, saat orang tuanya bertanya, dia pasti akan menjawab kalo dia hanya ingin tidur diapartemen saja.
"Ayolah Al, jangan pikirin cewek itu lagi" Ucap Al pada dirinya sendiri.
"Hah" Al membaringkan tubuhnya disofa, dia baru saja selesai membereskan apartemennya yang super berantakan karena ulahnya sendiri.
Tok...Tok...Tok...
"Duh, siapa sih" Al pun berdiri untuk membuka pintu.
"Orang ini lagi" Batin Al.
"Kenapa" Tanya Al.
"Gue boleh masuk" Tanya Dina.
"Hmm" Al membuka pintu lebar-lebar agar Dina bisa masuk.
"Ngapain" Tanya Al, dia duduk disofa didepan Dina.
"Nggak papa, gue cuma mau main aja" Jawab Dina dengan tersenyum.
"Oh gitu" Al berdiri untuk mengambilkan minuman.
"Nih minum, gue nggak punya apa-apa, udah habis" Ucap Al, dia memberikan minuman kaleng kepada Dina.
"No problem" Ucap Dina, dia membuka minuman itu begitu pula dengan Al.
"So, kenapa lo semalem marah-marah" Tanya Dina.
"Nggak papa, masalah biasa" Jawab Al.
Drett...Drettt...Drett....
Ponsel Al berdering, Al pun berdiri dan pergi kebalkon untuk mengangkat telpon.
"Kesempatan" Gumam Dina, dia memasukkan sesuatu kedalam minuman kaleng Al.
Setelah beberapa menit, Al pun kembali.
"Btw, lo udah lama tinggal disini" Tanya Dina.
"Nggak, gue kesini kalo mau aja" Jawab Al kemudian dia meneguk minumannya. Diam-diam Dina tersenyum smrik.
"Lo sendiri" Tanya Al setelah meneguk minumannya.
"Gue belum lama sih, baru tiga bulan, makanya gue nggak tau kalo ini apartemen lo" Jawab Dina.
"Oh gitu" Al membuka kancing baju atasnya, dia merasakan gerah padahal ac diapartemen hidup. Sedangkan Dina, dia sedang tersenyum senang saat ini.
...****************...
Al mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan guna menetralisir cahaya yang masuk kedalam pandangannya.
"Duh, kepala gue pusing" Dia memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Jam berapa sih" Al melihat kearah dinding dan terkejut karena sekarang sudah jam tujuh malam.
"Sial, gue ketiduran selama ini, eh" Al merasakan ada yang aneh dengannya, dia pun melihat kesamping.
"Astagfirullah" Al terkejut mendapati Dina tidur disampingnya tanpa menggunakan sehelai benang pun dan hanya terbalut selimut bersama dengannya.
"Apa yang udah gue lakuin" Perlahan Al duduk, dia mengambil celana boxsernya dan pergi ke kamar mandi.
__ADS_1
Beberapa saat, Al pun kembali, dia masih melihat Dina yang tertidur pulas disana. Akhirnya Al lebih memilih untuk duduk disofa.
"Apa yang udah gue lakuin, nggak mungkinkan gue ngelakuin itu sama dia, gue juga nggak ngerasa kalo gue udah ngelakuin itu" Ucap Al bertanya-tanya.
"Seinget gue tadi dia kesini buat main tapi setelah itu gue lupa" Al menjambak rambutnya sendiri.
Pusing mendera, dia tidak habis fikir dengan apa yang baru saja terjadi ini.
"Emhh..." Dina mengeliat, perlahan dia bangun.
"Uh... Badan gue sakit" Gumam Dina.
"Dina" Panggil Al.
Dina sadar kalo sekarang dia masih berada diapartemen Al, dia pun langsung berakting.
"Lo jahat Al" Ucap Dina dengan pura-pura menangis.
"Gue nggak tau apa yang terjadi tadi, sumpah gue nggak inget" Ucap Al.
"Bohong, jelas lo yang maksa gue buat ngelakuin itu" Ucap Dina dengan terisak.
"****.... Gue bener-bener nggak inget Din, apa yang udah gue lakuin tadi, gue aja kaget lihat lo tidur sama gue" Ujar Al.
"Hiks... Lo jahat" Dina pun mengambil pakaiannya dan memakainya kembali.
"Gue pulang" Dengan cepat Dina keluar kamar Al.
"Eh Din, tunggu" Al ragu, antara mengejar Dina atau tidak dan akhirnya dia pun memilih untuk duduk disofa dan menelpon Airo kemudian menceritakan semuanya.
Pukul 21:45 Airo datang keapartemen Al, tadi dia ingin langsung datang tapi tugasnya masih banyak dan harus dikumpul besok, jadilah dia baru datang sekarang.
"Al" Panggil Airo saat melihat Al yang terduduk dibawah dan banyak sekali minuman kaleng berserakan disana.
"Hei, udah jangan gini, minum minuman bersoda terlalu banyak nggak baik tau" Airo membuang kaleng yang Al pegang.
"Gue harus gimana bang, gue bingung" Al benar-benar frustasi saat ini, kepalanya kembali pusing.
Al ingin mengambil lagi minuman itu tapi Airo dengan cepat membuangnya. Al bukanlah pemabuk tapi dia akan banyak minum minuman bersoda saat stress seperti ini.
"Lo minum minuman kaya gini terlalu banyak sama aja lo minum minuman alkohol tau" Airo ikut duduk disamping Al.
"Bang, gue nggak ngelakuin itu bang, gue nggak ngerasa ngelakuin itu, suer" Ucap Al.
"Hah... Lo nggak ngerasain karena lo dijebak sama dia jadi lo nggak ngerasain" Ucap Airo dengan santai.
"Maksudnya bang" Tanya Al dengan bingung.
"B*go emang, bisa ya orang b*go kaya lo jadi bos digang gue" Ucap Airo dengan sedikit meledek.
"Bang, jangan menghina terus dong" Ucap Al.
"Yayaya, tadi waktu dia kesini, lo ada tinggalin dia nggak" Tanya Airo.
"Ngg... Eh, gue tinggal sebentar buat angkat telpon" Jawab Al.
"Fiks, itu sih dia ngejabak lo" Ucap Airo.
"Caranya" Beo Al.
"Lo pasti ngasih dia minuman kan" Tanya Airo yang mendapat anggukkan dari Al.
"Terus lo minum juga nggak" Tanya Airo lagi.
"Minum" Jawab Al.
"Nah, prediksi gue sih ini ya, pas lo pergi angkat telpon, dia masukin obat kedalam minuman lo terus tanpa curiga, lo minum aja deh tuh minuman sampe abis" Jelas Airo.
"Hmm... Kayanya iya bang, soalnya pas minuman gue abis, gue ngerasain gerah gitu padahal ac hidup" Ucap Al.
"Ya berarti bener" Airo membuka satu minuman untuk dia.
"Ya walaupun gitu, kalo dia hamil gimana" Tanya Al.
"Tanggungjawab lah" Jawab Airo dengan santai.
__ADS_1
"Abang, bantuin kek" Ucap Al dengan kesal sedangkan Airo malah terkekeh.
"Hahaha, ya lo coba deketin dia dulu lah, cari tau apa maksudnya sampe dia ngejebak lo kaya gini" Ucap Airo.
"Gue yakin, dia punya tujuan tertentu" Lanjutnya.
"Btw, dia tinggal dimana" Tanya Airo.
"Kamar 0237" Jawab Al.
"Hmm... Masih tetangga dong, terus ngapain tadi dia kesini" Tanya Airo lagi.
"Dia denger gue marah-marah jadi dia kesini buat mastiin" Jelas Al, Airo hanya mengangguk saja.
...****************...
Seperti perkataan Airo, selama tiga hari ini Al selalu mendekati Dina dan ingin tau apa motif Dina menjebaknya. Tapi selama tiga hari ini dia belum mendapatkan apa-apa.
"Sial, kenapa susah banget sih" Ucap Al. Saat sedang berpikir, dia mendengar suara langkah kaki yang sangat terburu-buru, Al pun mengintip dari balik pintu.
"Dina, mau kemana dia tengah malem begini" Ucap Al, karena sekarang ini sudah pukul 23:55 dan sebentar lagi jam 12 malam.
"Gue harus ikutin" Al mengambil jaketnya dan mengikuti Dina. Dia turun melalui tangga karena tidak mungkin dia masuk lift bersama Dina.
...----------------...
Al sampai disalah satu club yang tidak jauh dari apartemennya, dia bingung kenapa Dina datang ke club ini. Al terus mengikuti Dina dengan diam-diam dan agar tidak dicurigai oleh petugas, dia pun pura-pura memesan minuman tapi tidak dia minum. Baunya saja sudah membuat dia mual apalagi harus minum.
"Honey, akhirnya lo sampe" Ucap Dina yang bisa Al dengan jelas karena Al ada dibelakang Dina.
"Sorry baby, gue tadi ketiduran" Ucap seorang pria yang kini duduk disamping Dina.
Al pun diam-diam merekam percakapan mereka.
"Gimana baby, dia udah mulai deket sama lo belum hmm" Tanya pria itu.
"Udah honey, tiga hari ini dia selalu sama gue dan nurutin semua yang gue mau" Jawab Dina dengan senang.
"Bagus, manfaatin dia terus" Ucap pria itu.
"Gimana main sama dia hmm" Tanya pria itu kepada Dina.
"Ya lumayan, mungkin karena itu pertama buat dia" Jawab Dina.
"Kalah dong sama gue" Ujar pria.
"Jauh, lo lebih bisa muasin gue" Ucap Dina, dia memeluk lengan pria itu dengan manja.
"Anj... Gue jijik banget sama yang beginian" Batin Al kesal.
Karena kesal dan juga jijik, Al pun akhirnya pergi yang penting dia sudah ada bukti untuk menjauh dari Dina karena bukan dia yang pertama melakukan itu kepada Dina dan Dina juga bukanlah wanita baik-baik.
Keesoka harinya, sepulang sekolah, Al mendatangi apartemen Dina untuk terakhir kalinya karena setelah ini dia akan pulang kerumah.
Ceklek....
Tanpa basa-basi Al langsung membuka apartemen Dina karena dia sudah tau kata sandinya.
"Dina" Panggil Al.
Dina yang sedang menonton tv pun kaget karena Al tiba-tiba masuk dan memanggilnya dengan nada marah.
"Kenapa Al" Tanya Dina dengan lembut.
"Nggak usah pura-pura lagi lo" Al menghidupkan rekaman percakapan Dina semalam dengan seorang pria.
Wajah Dina langsung berubah panik, dia tidak tau kalo Al mengikutinya semalam hingga merekam percakapannya.
"Al, dengerin gue dulu" Ucap Dina.
"Alah, gue nggak perduli, jangan ganggu gue lagi" Al mengambil lagi ponselnya dan bersiap pergi.
"Dan satu lagi, kalo lo hamil, itu bukan anak gue karena lo bi*tch" Ucap Al lalu pergi dan dia langsung pulang kerumah.
Sejak kejadian itu, Al tidak pernah lagi datang keapartemen dan saat lulus SMP dia meminta orang tuanya untuk menyekolahkan dia diluar kota saja. Tapi saat kelas dua SMA Al kembali ke kota asalnya dan dijodohkan dengan Dewi.
__ADS_1
...Flashback Off...