
...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys❗...
...|...
...|...
...|...
...|...
..._________________...
Semua anggota Al saat ini sedang pesta kecil-kecilan untuk merayakan ulang tahun Al sekaligus kehamilan Dewi. Semua orang bahagia, tertawa bersama, tapi...
"Bang, kenapa sih diem aja" Tanya Reno. Airo yang sedang melamun pun kaget karena Reno menepuk pundaknya.
"Nggak apa-apa" Jawab Airo.
"Nggak apa-apa gimana, orang dari tadi ngalamun kok" Ucap Reno.
"Cerita kali, sama adek sendiri juga" Lanjutnya.
"Abang bingung" Ucap Airo.
"Bingung kenapa sih" Tanya Reno. Airo menghela napas berat.
"Beberapa hari lalu, abang ketemu Citra" Ucap Airo.
"Terus" Reno mengambil duduk disamping Airo.
"Dia bilang hal yang sama kaya dulu, dia bilang kalo dia nggak selingkuh tapi abang lihat sendiri dia lagi pelukkan sama cowok itu lama banget" Jelas Airo.
"Terus, apalagi" Tanya Reno.
"Ya abang bilang, kalo abang lebih percaya sama yang abang lihat dan ada buktinya, eh dia malah nyuruh abang buat cari bukti lagi, bukti kalo dia itu nggak selingkuh" Airo menyandarkan tubuhnya di sofa.
"Bisa jadi sih bang kalo emang kak Citra itu nggak selingkuh" Ucap Reno.
"Kalo nggak selingkuh, terus dia pelukkan sama siapa coba" Tanya Airo.
"Kak Citra ada jelasin nggak tuh cowok siapa" Tanya Reno balik.
"Hmm, dia bilang nggak kenal, tiba-tiba dateng terus peluk dia, gitu katanya" Jawab Airo.
"Mau gue bantu bang" Tawar Rehan, dia ikut duduk bersama Airo dan Reno.
"Lo mau ngapain" Tanya Airo.
"Ya cari buktilah, ulas lagi cerita dulu, siapa tau ada bukti disana" Jawab Rehan.
"Gue bingung, dulu waktu gue habis putus sama Citra, gue juga sering lihat beberapa kali tuh cowok nemuin Citra" Ucap Airo.
"Ketemunya dimana" Tanya Reno.
"Nggak pasti sih, pernah beberapa kali abang lihat didepan kampus" Jawab Airo.
"Hai semua" Baru saja Rehan ingin berbicara, tapi Dewi masuk dengan menyapa semua orang.
"Halo bu bos"
"Selamat ya bu bos"
"Sehat-sehat selalu bu bos"
Banyak lagi ucapan orang-orang disana yang membuat Dewi tersenyum.
"Abang" Dewi duduk disofa dekat Airo, Rehan dan Reno.
"Hai, gimana keadaannya" Tanya Airo.
"Baik bang" Jawab Dewi dengan tersenyum kemudian bersandar dipundak Al.
"Pantes ya kemarin minta martabak, mana maksa lagi, ternyata lagi isi" Ucap Airo yang membuat Dewi cekikikan.
"Udah berapa minggu Wi" Tanya Reno.
"Lima minggu, masuk enam sih" Jawab Dewi.
"Wah, udah lama ternyata" Ucap Reno.
"Iya, gue juga nggak sadar" Ucap Dewi.
"Mau" Rehan menawarkan Pizza.
"Wah, mau" Dewi langsung mengambil satu potong Pizza.
"Ini kenapa, kok muka abang kusut gitu" Tanya Al.
"Biasa, abang kan gamon" Ujar Reno.
__ADS_1
"Abwang masih aja gwamon" Ucap Dewi dengan mulut penuh Pizza.
"Sayang, jangan makan sambil ngomong" Tegur Al, Dewi hanya mengangguk.
"Bukan gitu, akh bingung banget gue tuh" Ucap Airo sambil mengusap wajahnya kasar.
Para pria membahas tentang Airo yang super gamon padahal sudah satu tahun lebih mereka putus, sedangkan Dewi asik makan cemilan yang ada disana sambil menyimak.
Kita tinggalkan dulu mereka, mari beralih kepada seseorang yang sedang mereka bahas.
"Udah dong, lo udah empat hari sedih kaya gini, nanti lo sakit kalo kelamaan nangis" Ucap Salma sambil mengusap-usap kepala Citra.
"Hiks... Kenapa abang nggak percaya sama aku, aku udah jujur sama abang tapi abang masih nggak percaya hiks..." Ucap Citra sambil sesenggukan. Salma menghela napas, dia sendiri bingung kenapa Airo tidak percaya.
"Padahal kita udah pacaran dari sebelum aku kesini hiks... Aku bisa kuliah disini juga karena abang tapi kenapa abang kaya gitu" Salma memeluk Citra dengan erat.
Dia benar-benar bingung, karena dia tidak pernah pacaran. Salma tau, Citra dan Airo pacaran sudah sejak zaman Citra masih SMA tapi kenapa juga Airo tidak percaya.
"Hei, selain yang waktu ditaman itu, lo pernah nggak ketemu sama tuh cowok" Tanya Salma. Citra berpikir sejenak.
"Hiks... Pernah, beberapa kali tuh cowok nemuin aku" Jawab Citra.
"Dimana" Tanya Salma.
"Dihalte deket kampus, gang kos, sama depan kampus, itu pun dulu waktu belum lama putus sama abang" Jelas Citra.
"Terus, kalian ngapain aja" Tanya Salma lagi.
"Nggak ngapa-ngapain, dia maksa aku buat pulang kampus sama dia, kadang juga ngajak ketemuan dicaffe, tapi aku nggak mau, aku takut abang tau dan nambah mikir yang nggak-nggak" Jelas Citra.
"Lo tau namanya" Tanya Salma.
"Namanya" Citra sempat berpikir sebantar, karena memang tidak mengingat-ingat tentang orang itu.
"Bagas, kalo nggak salah" Jawab Citra.
"Dia ada jelasin nggak kenapa dia selalu deketin lo" Salma semakin penasaran, karena dia tau, temannya ini sangat setia.
"Dia bilang suka sama aku, tapi aku kan nggak kenal dia, dari mana dia kenal aku coba" Ucap Citra kesal.
"Cup cup, tenang ya" Salma kembali memeluk Citra sambil memainkan ponselnya.
Sisi lain....
Ting
Ting
"Ck, ambil sana, males gue" Ucap Airo. Reno acuh, dia mengambil ponsel Airo.
"Salma" Ucap Reno.
"Ngapain dia" Tanya Airo.
"Entah, gue buka dulu" Jawab Reno.
Salma
Bang, dengerin baik-baik.
Audio 🔊
"Hei, selain yang waktu ditaman itu, lo pernah nggak ketemu sama tuh cowok"
"Hiks... Pernah, beberapa kali tuh cowok nemuin aku"
"Dimana"
"Dihalte deket kampus, gang kos, sama depan kampus, itu pun dulu waktu belum lama putus sama abang"
"Terus, kalian ngapain aja"
"Nggak ngapa-ngapain, dia maksa aku buat pulang kampus sama dia, kadang juga ngajak ketemuan dicaffe, tapi aku nggak mau, aku takut abang tau dan nambah mikir yang nggak-nggak"
"Lo tau namanya"
"Namanya Bagas, kalo nggak salah"
"Dia ada jelasin nggak kenapa dia selalu deketin lo"
"Dia bilang suka sama aku, tapi aku kan nggak kenal dia, dari mana dia kenal aku coba"
Finaly, Airo langsung duduk tegak saat mendengar itu. Pikirannya semakin kacau.
"Ini bener nggak sih" Reno ikutan bingung, dia menggaruk pipinya yang tiba-tiba gatal.
"Coba telpon video" Ucap Al. Reno pun langsung menghubungi Salma, saat terangkat, Salma menyuruh Reno diam karena Citra masih sesenggukan disana.
"Aku mau pulang aja ke Palembang" Ucap Citra tiba-tiba membuat semua yang mendengar langsung kaget.
__ADS_1
Salma memposisikan ponselnya ditempat yang tepat agar Reno dan yang lain bisa melihat dan mendengar tapi Citra tidak tau.
"Heh, lo jangan ngadi-ngadi ya" Ucap Salma kesal.
"Terus aku harus gimana hiks... Aku disini karena abang, aku nggak mau jadi beban dia sedangkan kita udah nggak ada hubungan" Ucap Citra tak kalah kesal.
"Aku mau pulang" Ucap Citra sekali lagi, terlihat bahwa Citra berdiri dan langsung membuka lemari, dia mengemasi barang-barangnya.
"Jangan gila, lo mau pulang sama siap ha, emang lo berani pulang sendiri, lo nggak pernah pulang tanpa bang Airo ataupun Reno, jangan gila Citra" Salma langsung berdiri, dia mencegah Citra yang sedang mengemas bajunya. Salma langsung memeluk Citra.
"Aku mau pulang hiks..."
Tut....
Panggilan terputus oleh Airo, dia dengan cepat mengambil kunci motornya dan jaket, dia akan pergi kekos Citra saat ini juga.
"Woy bang" Teriakan Reno tidak dihiraukan oleh Airo.
"Udah Ren, biarin aja, biar mereka selesain masalah ini baik-baik" Ucap Rehan, Reno kembali duduk ditempatnya lagi.
Airo mengendarai motornya dengan sangat cepat, dia ingin cepat-cepat sampai dikos Citra.
Tiga puluh menit, Airo akhirnya sampai dikos Citra. Masih terdengar pertengkaran antara Citra dan Salma didalam.
"Udah deh, lo jangan nekat, kalo lo kenapa-napa gimana coba" Ucap Salma.
"Aku nggak perduli hiks... Aku mau pulang aja" Ucap Citra.
"Mau pulang, silakan, pulang sekarang, nggak usah balik lagi" Ucap Airo dengan santai, dia berdiri diambang pintu.
"A-abang" Citra benar-benar kaget saat ada Airo disana.
"Pulang sana, nggak usah balik lagi kesini" Ucap Airo dengan nada dingin. Citra tercengang, baru kali ini dia mendengar nada bicara Airo yang sangat dingin, begitupun Salma, dia terpaku ditempatnya.
"Salma, bantu dia beres-beres, biarin dia pulang" Airo dengan santainya duduk kursi kayu yang ada dikos Citra.
Seperti belum percaya, Citra mencubit tangannya sendiri, setelah sekian lama Airo tidak pernah berkunjung dan sekarang dia datang dengan wajah yang sangat datar. Dengan cepat, Citra menghambur kepelukkan Airo.
"Abang hiks..." Citra memeluk Airo sangat erat, sedangkan yang dipeluk hanya diam. Salma, gadis itu malah santai-santai bermain ponsel didekat lemari, dia sangat tau sikap Airo, tidak mungkin Airo membiarkan Citra pulang sendiri.
"Abang, maafin Citra hiks... " Tangis Citra semakin menjadi, dia sangat rindu dengan pelukkan Airo.
"Citra bisa jelasin, semua yang abang lihat itu nggak bener bang, Citra nggak pernah selingkuh" Ucap Citra.
Airo mengangkat Citra dan mendudukkannya dipangkuannya. Salma yang sedang menyaksikan itu pun langsung berpaling, dia tidak mau melihat adegan yang pernah dia lihat beberapa tahun lalu.
"Masih mau pulang hmm" Tanya Airo. Citra menggeleng dipelukkan Airo.
"Kenapa ringan banget, Salma, apa anak ini nggak makan" Tanya Airo.
"Nggak bang, dia cuma makan roti sama minum susu aja sejak kejadian itu" Jawab Salma tanpa melihat kearah Airo. Citra melotot mendengar jawaban Salma, bisa habis dia dengan Airo.
"Oh bagus ya, mau masuk rumah sakit hmm, mau" Airo mengurai pelukkan Citra tapi Citra malah mempererat pelukkannya.
"Nggak mau hiks... Nggak mau" Citra menggeleng kuat dipelukkan Airo, dia sangat tidak suka dengan rumah sakit.
Airo menghela napas, ini yang dia tidak suka dari Citra, dia sangat susah disuruh makan tapi saat disuruh kerumah sakit malah menangis.
"Hari ini udah makan" Citra hanya diam, Salma yang menjawab.
"Belum bang, dari semalem, sampe sekarang, roti yang biasa dia makan aja nggak disentuh sama sekali tuh" Jelas Salma sambil menunjuk meja didekat tv.
"Bandel ya, mau abang panggil dokter sekarang ha" Airo yang kelewatan kesal pun tidak sengaja membentak Citra. Salma sampai menutup telinganya, Citra semakin sesenggukan.
"Nggak mau hiks... Maaf hiks... Maaf, maaf" Citra bisa merasakan Airo sedang mengatur emosinya, jelas sekali dari dadanya yang naik turun.
"Salma, ada nasi nggak" Tanya Airo saat dia sudah bisa mengontrol emosinya.
"A-ada bang, ini tadi gue beli nasi didepan" Jawab Salma gugup, dia mengambil nasi bungkus yang tadi dia beli berserta piring dan sendoknya.
"Ambilin minum Sal" Pinta Airo. Salma mengangguk, dia pergi kebelakang untuk mengambil air minum.
"Sekarang makan, abang nggak mau denger penolakan" Ucap Airo. Citra hanya mengangguk.
Airo dengan telaten menyuapi Citra yang masih duduk dipangkuannya dengan sesekali mengusap rambut panjang gadis pujaannya itu.
"Ya Robb, kapan gue punya pacar, perasaan ini dua orang selalu bikin iri deh" Batin Salma sambil meletakkan air minum didepan Airo.
"Emmm, bang, gue pulang dulu ya" Ucap Salma.
"Iya, hati-hati" Ucap Airo. Salma mengangguk kemudian pulang kerumahnya.
"Hiks... Abang, jangan tinggalin Citra" Ucap Citra.
"Diem, ayo makan lagi" Airo kembali menyuapi Citra, sedangkan gadis itu hanya menurut, saat ini Airo sedang dalam keadaan emosi, dia tidak mau Airo semakin emosi lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Akhirnya terpecahkan juga masalah si babang gamon, hahaha.
__ADS_1