
~Menikah bukanlah sebuah mainan semata, penikahan adalah suatu perjanjian yang sakral~
...***************...
Hari yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba, kini saatnya Al dan Dewi untuk melakukan ijab kabul. Saat ini Dewi sedang dirias oleh MUA, Dewi duduk diam didepan cermin sambil melihat dirinya dipantulan cermin, cantik dia sangat cantik dengan dandanan seperti itu. Dia sendiri baru menyadari kalo dirinya berdandan ternyata akan terlihat cantik.
Tok... Tok... Tok...
Pintu kamar Dewi diketuk oleh seseorang dari luar.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka dan masuklah wanita paruh baya yang terlihat cantik dan elegant dengan menggunakan kebaya berwarna hijau muda berpadu dengan putih itu.
"Wah, liat anak ibu cantik sekali" Ucap ibu. Ya yang tadi masuk adalah ibu.
"Terimakasih bu" Ucap Dewi tersenyum malu.
"Hemm, pasti nanti Al nggak bakal berkedip kalo liat kamu kaya gini" Ucap ibu cekikikan yang melihat muka Dewi langsung bersemu merah karena malu.
"Ihh, ibu apaan sih" Ucap Dewi malu karena godaan ibunya itu.
"Hehehe, ya udah kamu selesain dulu sebentar lagi keluarga Al pasti dateng" Ucap ibu kepada Dewi yang dijawab senyuman oleh Dewi.
"Ohiya mbak, ini masih lama nggak" Tanya ibu pada MUA yang sedang merias Dewi.
"Nggak kok bu, bentar lagi juga selesai" Jawab MUA itu dengan tersenyum.
"Oke, ibu tinggal kebawah dulu ya Wi" Ucap ibu dan Dewi hanya mengangguk saja.
__ADS_1
Tak lama terdengar suara mobil, itu adalah keluarga Al dan kerabatnya yang sudah datang. Dewi kini sudah selesai dengan riasannya tapi Dewi masih saja duduk didepan meja rias, dia enggan untuk beranjak dari sana.
Ceklek...
Pintu kamar terbuka membuat Dewi melihat kearah pintu, ternyata itu adalah Viola, gadis itu terlihat bertambah cantik dengan gaun yang elegant itu.
"Aduh aduh, liat, lo cantik banget Wi" Puji Viola membuat Dewi tersenyum malu.
"Njir, bisa malu juga lo" Ejek Viola.
"Sialan lo, gini-gini gue juga punya rasa malu kali Vi" Ucap Dewi kesal.
"Dih, jangan marah-marah ntar cantiknya ilang loh" Ucap Viola yang kini sudah berdiri disamping Dewi.
"Eh, btw keluarga Al sama yang lain udah dateng loh" Sambung Viola.
"Iya, gue tau, gue juga denger suara mobil kali Vi" Ucap Dewi, Viola menemani Dewi dikamar hingga ibu datang menjemput mereka, kemudian mereka turun kebawah.
Saat mendengar suara langkah kaki yang menuruni anak tangga, semua orang yang ada diruang tamu langsung melihat kearah tangga, senyum merekah diwajah mereka saat melihat Dewi, Viola dan ibu menuruni anak tangga, Viola dan ibu berada disamping Dewi menuntun Dewi turun kebawah.
Benar kata ibu tadi, saat Al melihat Dewi, dia tak berkedip sama sekali karena Dewi terlihat begitu cantik dengan make-up yang menghias wajah cantik Dewi. Dewi yang menyadari tatapan Al menjadi salah tingkah, karena dia malu saat Al melihatnya seperti itu. Dewi duduk disamping Al, tapi Al masih saja terus melihat kearah Dewi tanpa mengalihkan pandangannya sama sekali.
"Baik, sekarang waktunya tukar cincin" Ucap pak penghulu membuat Al tersadar dari lamunannya.
Al memasangkan cincin dijari manis Dewi begitupun sebaliknya, senyum Al mengembang saat Dewi memasangkan cincin dijari Al dengan tangan yang gemetar. Setelah tukar cincin, Dewi mencium tangan Al begitu dengan Al yang mencium kening Dewi.
"Astaga, gue beneran dicium" Batin Dewi, karena selama ini dia tak pernah dicium oleh pria yang bukan dari keluarganya sendiri.
"Gue beneran nikah sama Dewi sekarang, ini kaya mimpi" Batin Al.
__ADS_1
Setelah acara tadi, kini saatnya untuk semua orang makan, banyak sekali makanan yang telah disediakan disana. Semua orang tampak tersenyum cerah hari ini karena hari ini adalah hari yang istimewa untuk keluarga mereka. Tak terasa hari semakin sore dan banyak keluarga yang sudah pulang, kini tinggallah keluarga inti dari kedua belah pihak.
"Hari ini kamu tinggal disini dulu, besok baru pulang kerumah bunda" Ucap Bunda.
"Iya bun" Jawab Al.
"Al, Dewi sekarang udah jadi istri kamu, jaga dia baik-baik" Ucap ayah Al.
"Siap yah" Jawab Al semangat 45 dengan tangan hormat layaknya orang yang sedang mengikuti upacara membuat semua orang jadi tertawa tapi tidak dengan Dewi, dia hanya tersenyum saja.
"Ciee, udah punya suami" Goda Viola berbisik kepada Dewi.
"Apaan si Vi, diem" Jawab Dewi.
Akhirnya keluarga Al pun pulang begitu juga dengan Viola, tapi sebelum pulang Viola masih sempat menggoda Dewi hingga Dewi kesal dengan Viola.
"Ya udah, ini udah mau malem, kamu ajak suami kamu kekamar ya Wi" Ucap ibu.
"Iya bu, ayo Al" Ucap Dewi kemudian dia berjalan lebih dulu.
"Emm, Al keatas dulu ya, bu, yah" Ucap Al yang mendapat anggukan oleh ibu dan ayah kemudian Al menyusul Dewi pergi keatas.
...****************...
Hai hai, oppsss, sorry lama nggak up, lagi banyak tugas.
Sampai jumpa next eps guys.
See you.
__ADS_1
Jangan lupa dukungannya.
^^^Luufff❤❤^^^