Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Airo Gamon.??


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


..._________________...


Pagi ini Al tidak akan sekolah karena harus menemani Dewi, walaupun dia baru berangkat satu hari tapi dia tidak akan tega meninggalkan istrinya yang masih terpuruk setelah kejadian kemarin.


Al turun kebawah untuk menemui orang tuanya dan meminta mereka untuk mengizinkan Al dan Dewi ke sekolah kalo mereka tidak akan berangkat.


Semua guru sudah tau kalo Al dan Dewi sudah menikah dan mereka tetap diam karena sekolah itu 80% milik Al sendiri. 20% nya.? Tentu milik ayah Al.


"Pagi bunda, ibu" Sapa Al yang melihat kedua wanita paruh baya itu yang sedang menyiapkan sarapan.


Kemana bi Surti.? Dia ada di belakang karena pekerjaan bi Surti hanya bersih-bersih jika bunda ada dirumah tapi kalo bunda tidak ada dirumah ataupun sibuk, bi Surti juga akan memasak untuk mereka.


"Pagi" Ucap bunda dan ibu bersamaan.


"Bun, minta tolong ya bilang sama pihak sekolah kalo hari ini Al nggak berangkat, Al nggak tega ninggalin Dewi" Ucap Al.


"Iya boy, nanti bunda sampein" Ucap bunda.


"Dewi udah bangun belum Al" Tanya ibu.


"Belum bu, Al nggak mau bangunin, biar dia tidur dulu bu" Jelas Al.


"Ya udah, ini bawa buahnya, nanti kalo Dewi bangun suruh dia makan buah dulu ya nak" Ucap ibu.


"Iya bu, Al keatas dulu ya" Ucap Al.


***


Al duduk disamping Dewi yang masih tertidur dengan nyenyaknya, dia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik Dewi.


"Kamu wanita kuat sayang, aku tau kamu bisa melewati ini semua" Al mengecup kening Dewi penuh kasih sayang.


"Emmhh, Al" Dewi mulai terusik, dia bahkan belum membuka matanya tapi bibirnya sudah menyebutkan nama Al dengan lugas.


"Apa sayang" Al mengelus kepala Dewi lembut.


"Hmm" Dewi hanya mengubah tidurnya menjadi miring. Al tersenyum melihatnya.


"Kamu belum mau bangun hmm" Ucap Al sambil memainkan rambut Dewi.


Bukannya bangun, Dewi malah memeluk Al yang duduk disampingnya, dia sedang mencari posisi yang nyaman. Al hanya tersenyum melihatnya, dia kemudian berbaring dan memeluk Dewi agar dia bisa tidur lagi dengan nyaman.


"Beneran belum mau bangun" Tanya Al, Dewi hanya menggeleng, dia kembali menyembunyikan wajahnya didada Al.


Drettt...Drettt...Drettt....


Ponsel Al berdering, menganggu saja. Al pun mengambil ponselnya yang dia letakkan diatas nakas.


"Halo" Ucap Al setelah mengangkat telpon.


"Pagi bos" Ucap Reno dari sebrang sana.


"Pagi, kenapa" Tanya Al.


"Nggak, ini gue ada sedikit info tentang Fariz dan gengnya" Jawab Reno.


"Kenapa, apa udah ada tanda-tanda" Tanya Al lagi.


"Iya, katanya kemarin ada yang lihat salah satu anak buah geng kobra berkeliaran di mall" Jawab Reno.


"Dan kita udah cek cctv mall itu" Lanjutnya.


"Hasilnya gimana" Tanya Al.


"Hmm, ya dia emang salah satu anak buah geng kobra, karena dia pakek ikat tangan cap geng mereka" Jawab Reno.


"Ah ya, dan satu lagi, wanita itu ngincer Dewi, dia sempet lihat lo sama Dewi lagi jalan bareng" Ucap Reno.


"Lebih ketatkan lagi penjagaan, Dewi lagi nggak fit" Ucap Al, dia sangat khawatir kalo istrinya sampai terluka lagi.


"Loh, Dewi kenapa" Tanya Reno, ya karena Al belum memberitahu anggotanya.


"Dewi keguguran" Jawab Al lirih.


"Apa" Reno berteriak karena kaget.


"Woy anj... Masih pagi, nggak usah teriak-teriak" Ucap Vanno yang masih tertidur di markas tapi dia dibangunkan dengan teriakan Reno yang sangat keras.


"Sorry bro" Ucap Reno.


"Al, gimana ceritanya" Tanya Reno.

__ADS_1


"Kalian kesini aja, kita kumpul dirumah belakang, gue nggak mungkin tinggalin Dewi dirumah dan nggak mungkin juga bawa dia" Jelas Al.


"Oke, nanti siangan kita kesana" Ucap Reno.


"Hmm, ya udah, gue matiin telponnya" Ucap Al.


"Oke" Al langsung mematikan sambungan telponnya.


***


Siang ini semua anggota inti dan tentu Airo juga ikut, mereka semua kumpul dirumah kecil yang ada dibelakang rumah Al.


"Al, ini tempat apa" Tanya Dewi bingung, karena selama ini Al belum pernah mengajak Dewi kerumah itu.


"Bukan apa-apa sayang, cuma tempat kumpul sama temen-temen" Jawab Al sambil membuka pintu, didalam sudah ada teman-teman Al.


"Udah pada kumpul aja" Ucap Dewi, mereka tersenyum kepada Dewi tapi juga kasihan karena Reno sudah memberitahu mereka.


"Ayo duduk sayang" Ucap Al. Dewi pun duduk disamping Al.


"Jadi..." Ucap Airo memberi isyarat kepada Al.


"Nanti, kita tunggu satu orang lagi" Ucap Al.


"Siapa" Tanya mereka bersamaan.


"Kompak banget sih, nanti kalian juga tau" Ujar Al.


"Siapa yang harus ditunggu Al" Tanya Dewi.


"Saksi mata" Jawab Al dengan tersenyum, Dewi bingung tapi dia hanya terdiam.


Sedangkan diluar rumah itu...


"Silakan masuk non Vio, den Al suruh saya buat anter non kesini" Ucap bi Surti.


"Oke, makasih bi" Ucap Viola yang mendapat anggukkan dari bi Surti dan dia langsung pergi.


"Tempat apa ini, cantik banget" Gumam Viola sambil membuka pintu.


"Itu dia" Ucap Al saat Viola masuk.


"Gue" Tanya Viola bingung sambil menunjuk dirinya.


Mereka semua berbalik menatap Viola.


"Vio"


"Udah saling kenal ternyata" Ucap Al, karena memang hanya Reno yang belum pernah bertemu dengan Viola menurut Al.


"Kenal dong" Ucap Viola, dia mendekati Reno.


"Van, geser dong" Ucap Viola membuat Vanno berdecak tapi juga bergeser.


"Kamu ngapain disini" Tanya Viola.


"Aku sekertaris Al, sayang" Jawab Reno dengan mengusap kepala Viola.


"Sayang" Ucap mereka bersamaan karena bingung sekaligus terkejut.


"Iya, Vio cewek gue" Ucap Reno.


"Vio kenapa nggak bilang" Ucap Dewi dengan cemberut.


"Hehehe, maaf, soalnya gue nggak tau kalo Reno itu sekertaris nya Al" Ucap Viola.


"Hmm, jadi bos galak yang kamu maksud itu Al" Tanya Viola dengan polosnya yang membuat Al langsung melotot sedang Reno menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ren" Ucap Al penuh penekanan.


"Sorry bos, sorry" Ucap Reno dengan cengengesan.


"Hahaha, ternyata Reno kalo sama Al nyalinya ciut ya" Ucap Viola dengan tergelak.


"Ledek aja terus ledek" Ucap Reno kesal.


"Tenang Vi, walaupun Reno kaya gitu sama Al tapi kalo sama lawan dia jagoan" Ucap Dennis.


"Iya gue tau, makanya gue nggak nyangka kalo Reno bisa takut sama Al" Ucap Viola.


"Masih sayang nyawa Vi" Ucap Reno.


"Udah-udah, langsung keintinya aja" Ucap Al.


"Ayo sayang, kita kebelakang lihat pemandangan yang indah" Ajak Al kepada Dewi.


"Loh, gue ditinggal" Tanya Viola.


"Tugas lo, jelasin semuanya" Ucap Al kemudian berlalu bersama Dewi.


"Jelasin apa" Tanya Viola kebingungan.

__ADS_1


"Semuanya Vi" Jawab Airo.


"Aduh bang Ai, ya mana Vio tau, kan Vio baru dateng" Ucap Viola.


"Vi, abang udah bilang, jangan panggil abang kaya gitu" Ucap Airo.


"Bang Ai yang ganteng, kan Vio udah bilang kalo Vio maunya manggil kaya gitu" Ucap Viola yang membuat mereka tertawa.


"Ah terserah, sekarang jelasin deh" Ucap Airo.


"Apa yang harus dijelasin" Ucap Viola.


"Tentang Dewi, sayang" Ucap Reno.


"Oh oke" Viola pun menjelaskan semuanya dengan sangat detail.


***


"Al, sejak kapan disini ada tempat kaya gini" Tanya Dewi.


"Udah lama sayang, tapi kamu emang belum pernah kesini" Jelas Al.


"Oh gitu, kenapa nggak ajak aku, kan ini tempatnya bagus" Ucap Dewi. Dia sedang duduk diantara bunga-bunga yang cantik.


Al tersenyum. "Sekarang kamu bisa kesini sesuka kamu sayang, kapanpun kamu mau" Ucap Al, dia ikut duduk bersama dengan Dewi.


"Hmm, Al, aku mau bunga ini ditaruh dibalkon kamar kita ya, dikit aja, aku janji deh bakal siram tiap hari" Ucap Dewi.


"Iya sayang, biar nanti sore bi Surti yang pindahin" Ucap Al.


"Makasih" Dewi memeluk lengan Al dengan manja.


"Apapun yang buat kamu bahagia, pasti aku lakuin sayang" Batin Al, dia merangkul Dewi agar lebih dekat dengannya.


"Al" Panggil Dewi.


"Iya sayang" Ucap Al.


"Reno orangnya baikkan" Tanya Dewi.


"Iya sayang, emang kenapa" Ujar Al.


"Nggak papa, aku cuma nggak mau Vio sakit hati" Ucap Dewi.


"Tenang aja, Reno orang yang bertanggungjawab sayang" Ucap Al.


"Syukur deh" Dewi meletakkan kepalanya didada Al.


***


"Wanita itu masih aja ngejar-ngejar Al" Ucap Airo geram setelah Viola selesai menjelaskan semuanya.


"Emang dia mantan Al sejak kapan" Tanya Viola.


"SMP" Jawab Vanno.


"Udah lama padahal, tapi kok masih aja ya" Ucap Viola.


"Namanya juga obsesi sayang" Ucap Reno.


"Susah ya kalo orang kaya gitu" Viola meletakkan kepalanya dipundak Reno.


"Vi, bisa nggak jangan nempel muluk sama Reno, bikin iri aja" Ucap Airo.


"Ih, bang Ai iri tuh" Viola malah semakin memeluk Reno membuat yang lain tertawa geli.


"Udah bang, jangan iri, tuh kan ada kak Citra" Ledek Vanno.


"Dih, nggak" Ucap Airo malas.


"Cie bang Airo gamon" Ledek Dennis.


"Hais, kenapa jadi pada ledekin gue sih" Ucap Airo kesal.


"Bang" Panggil Rehan.


"Apa" Tanya Airo.


"Tadi gue ketemu kak Citra, terus dia tanyain abang" Ucap Rehan.


"Lo kesambet apa Han, sejak kapan lo suka ngeledek kaya gini" Ucap Airo.


"Sejak tadi" Ucap Rehan dengan santai.


Mereka semua tertawa dan terus meledek Airo yang gamon dengan mantannya itu. Entah apa yang membuat Airo gamon tapi dia masih sering mengawasi Citra yang nobenya adalah mantan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Guys... Jangan lupa vote cerita ini ya, caranya udah ada di part sebelumnya ya......


Part 57 hilang 😭😭

__ADS_1


Gue lagi coba perbaiki ya guys... Nanti gue usahain biar bisa sama kek yang pertama 😷


__ADS_2