
***
Sekolah
Dewi benar-benar gugup saat ini, entah karena apa, atau karena dia akan bertemu dengan Al saat ini, seperti yang kalian tau kalo Al itu duduknya tepat dibelakang Dewi, jadi apa yang harus Dewi lakukan.
"Duh, kok gue makin gugup sih, mana bentar lagi pasti si Al datang, semoga Al nggak usah berangkat, gue nggak pengen ketemu Al saat ini, Ya Allah tolong hamba," Batin Dewi.
"Selamat pagi Dewi," Sapa Viola.
"Eh, pagi," Ucap Dewi dengan tersenyum.
"Lo kenapa lagi, ohiya gimana calon lo itu, ganteng nggak, baik nggak, tajir nggak, pinter ngga..." Ucapan Viola terhenti karena Dewi langsung menutup mulut Viola karena Dewi melihat Al masuk ke kelas.
"Hah, lo apaan sih, main tutup mulut gue aja," Ucap Viola saat Dewi melepas tangannya, Dewi memberi kode untuk melihat kearah pintu dan Viola langsung melihat kearah pintu, dia terkejut saat melihat Al berdiri disana. Tak lama Al berjalan mendekat kearah mereka.
"Pagi Vio, Dewi," Sapa Al dengan tersenyum.
"Pagi Al," Ucap Viola dengan tersenyum, sedangkan Dewi? Dia hanya diam saja, dia masih canggung untuk bertemu dengan Al saat ini. Al kemudian duduk ditempatinya.
"Tadi lagi ngobrolin apa, keknya seru banget?" Tanya Al.
"Eh, bukan apa-apa kok cuma ngobrol biasa," Ucap Viola.
"Oh gitu," Jawab Al dengan anggukan.
"Wi..." Baru saja Al memanggil Dewi tapi.
Triing...Triing...Triing...
__ADS_1
Bel masuk lebih dulu berbunyi sangat nyaring.
"Aelah,bel nggak ada akhlak, ganggu aja s*mpah, dahlah nanti aja," Batin Al kesal.
Sedangkan Dewi "Huufff, syukur deh nih bel tepat waktu, jadi si Al itu nggak jadi nanya," Batin Dewi lega. Tak lama guru pun masuk.
***
Istirahat
Saat istirahat tiba, Dewi serasa enggan untuk beranjak dari duduknya, karena dia tau pasti Al juga akan ikut.
"Wi, ayok kantin," Ajak Viola.
"Lo aja, gue titip aja, ntar lo bawa kesini kalo dah mau balik," Ucap Dewi.
"Emm, oke, duit," Ucap Viola sambil tersenyum.
Kemudian Viola keluar sedangkan Al sudah dulu keluar seperti biasa. Dewi saat ini sedang memainkan ponselnya sambil menunggu Viola kembali, saat sedang asik bermain ponsel....
"Wi," Panggil Al.
"Astagfirullah, " Ucap Dewi.
Al mengerutkan keningnya "Kenapa istighfar, kaya liat setan aja,"
Dewi hanya menggelengkan kepalanya.
"Terus?" Tanya Al.
__ADS_1
"Lo ngagetin, ngapain disini," Ucap Dewi tanpa memandang Al. Dia berusaha agar tidak gugup saat ini karena Al duduk di kursi depannya.
"Mau tanya sama lo," Ucap Al. Dewi hanya menjawab dengan deheman.
"Yang semalam benerankan, kagak ngeprank?" Tanya Al.
Dewi menjawab dengan wajah datar saja "Hmmm, Kagak,"
"Berarti beneran dong," Ucap Al antusias tapi Dewi hanya menjawab dengan deheman. Al terus melihat kearah Dewi, Dewi yang terus dilihat seperti itu merasa risih.
"Lo ngapain sih, sana kekantin," Ucap Dewi.
"Nggak mau, calon bini gue aja nggak kekantin masa gue kekantin sendirian," Ucap Al dengan santai kemudian menyandarkan badannya di kursi yang dia duduki saat ini. Iya, benar semalam Dewi menjawab 'iya' tapi dengan syarat.
Flasback On
"Dewi mau aja Bu, tapi dengan syarat," Ucap Dewi.
"Apa sayang," Ucap Ibu dengan antusias karena Ibu sangat senang walaupun harus dengan syarat.
"Jangan sampai ada yang tau tentang ini semua sampai kami lulus sekolah," Ucap Dewi dan semua menyetujuinya.
Flasback Off
"Apa calon istri?!" Ucap sesorang yang baru saja masuk dengan nada yang sangat terkejut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siapa yang masuk tadi hayo, wkwkwk, author kebanyakan gantungin ya.
__ADS_1
Sampai jumpa di eps selanjutnya.
Tata