
...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...
...|...
...|...
...|...
...|...
..._________________...
Malam harinya, Dewi dan Al pulang kerumah mereka, tadi mereka juga sempat mampir ke supermarket untuk membeli cemilan. Sekarang mereka sudah berada dikamar.
"Capeknya" Ucap Dewi. Dia membaringkan tubuhnya di kasur.
"Capek ya" Ucap Al yang mendapat anggukkan dari Dewi.
"Bersih-bersih dulu gih, habis itu istirahat" Ucap Al. Dewi duduk, dia melihat Al yang sedang melepaskan pakaiannya.
Dewi melihat punggung Al yang terdapat goresan, dia merasa ngilu melihatnya tapi dia juga merasakan sakit di punggungnya, sepertinya punggungnya juga memar.
Tidak mau berlama-lama, akhirnya Dewi pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan berganti baju, kemudian dia akan tidur. Saat dia keluar dari kamar mandi, dia melihat Al yang sedang menatap laptopnya.
"Aduh, sakit banget sih" Ucap Dewi pelan. Dia ingin meraih punggungnya tapi dia tidak bisa.
"Tangan gue pendek banget sih, masa gini aja nggak nyampe" Keluh Dewi, dia masih berusaha untuk menyentuh punggungnya.
Al yang sedari tadi memperhatikan tingkah Dewi jadi bingung sendiri, dia melihat Dewi yang selalu berusaha menyentuh punggungnya. Al berdiri dan menghampiri Dewi.
"Kenapa" Tanya Al.
"Astagfirullah, kaget" Ucap Dewi.
"Gitu aja kaget, kamu kenapa" Tanya Al lagi.
"Nggak papa kok" Ucap Dewi.
"Sini aku lihat" Al berdiri dibelakang Dewi.
"Eh jangan" Malu dong.
"Nggak papa, nggak usah malu" Ucap Al. Dia menaikkan baju Dewi.
"Ya Allah, ini kenapa" Dewi hanya menggeleng, dia juga lupa-lupa ingat.
"Ini biru banget loh Wi, aku kompres ya" Ucap Al.
"Nggak usah Al, nanti juga sembuh kok" Ucap Dewi.
"Nggak bisa gitu dong, aku ambil air hangat dulu" Dewi hanya mengangguk, Al tuh sekali ngomong nggak akan berubah.
Setelah beberapa saat, Al pun kembali dengan membawa air didalam baskom. Dia melihat Dewi yang sedang menunggu di depan cermin. Al pun akhirnya mengompres punggung Dewi yang memar, dia berpikir apa yang membuat punggung Dewi memar seperti itu.
"Punggung kamu kenapa sih" Tanya Al.
"Aku juga lupa" Dewi sambil berpikir. Dia mengingat-ingat apa saja yang telah terjadi kepadanya.
"Semalem aku ngapain kamu aja" Tanya Al, Dewi mengingat sesuatu, dia melihat kearah nakas disamping tempat tidur. Karena Al yang peka, dia pun mengerti apa yang dipikirkan Dewi.
__ADS_1
"Maaf" Ucap Al.
"Nggak papa kok" Ujar Dewi.
"Ada yang luka lagi nggak" Tanya Al.
"Nggak kok, cuma punggung aku aja yang sakit" Jawab Dewi.
Al menghela napas, bahkan memar itu sangat merah bukan merah lagi tapi sudah menghitam, pasti itu sangat sakit. Al merasa menyesal karena sudah kasar kepada Dewi walaupun itu bukan keinginannya tapi dia tetap merasa bersalah karena itu.
***
Brakkkk....
"Anjing mang oji galak" Latah Daffa karena terkejut.
"Anj lo Ken, ngapain coba dobrak pintu kaya gitu" Kesal David.
"So-sorry bro" Kennan mengambil napas, dia seperti orang yang habis dikejar-kejar sama anjing aja.
"Minum dulu minum" Ucap Daffa. Kennan dengan cepat meminum air yang ada disana.
"Hah, lega gue" Kennan meluruskan kakinya.
"Kenapa lo, kaya abis dikejar setan aja" Tanya David.
"Bukan tapi itu si Al" Ucapan Kennan terpotong oleh pertanyaan Fariz.
"Al apa" Tanya Fariz yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana.
"Astaga, bos lo ngapain ngagetin sih" Kennan mengusap dadanya.
"Hmmm, apa lanjutin yang tadi" Ucap Fariz. Dia duduk disamping Daffa masih dengan muka bantalnya, sudah dipastikan Fariz tadi sempat tidur.
"Nah terus gue ketemu Dewi lagi jalan sama Al" Lanjutnya.
"Wtf.. Yang bener lo" Ujar Fariz.
"Benerlah bos, ngapain gue bohong" Ucap Kennan, dia membuka kancing baju karena gerah sehabis berlari.
"Jadi tuh obat nggak ada reaksi apapun, sia-sia, buang waktu gue aja" Kesal Fariz.
"Masa sih nggak ada reaksi, tapi abang gue bilang itu obat 100% manjur kok" Ujar David.
"Lo nggak bohongkan" Tanya Fariz.
"Nggak, serius gue, abang gue pernah buktiin dulu waktu di Amrik" Jelas David.
"Jangan-jangan" Ucap Mereka secara bersamaan.
***
Pagi hari. Dewi sudah siap dengan seragamnya walaupun masih jam enam tapi dia selalu siap lebih awal daripada nanti harus terlambat kan.
"Si Al kok belum selesai sih tadarusnya inikan udah mulai siang" Ucap Dewi. Tadi setelah sholat subuh, Al tadarus terlebih dulu seperti biasanya.
"Gue check aja deh" Dewi pun pergi ke tempat sholat yang ada dikamarnya.
"Masya Allah, pantes lama, ternyata ketiduran" Ucap Dewi, dia menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Al, bangun udah siang" Dewi memindahkan al-qur'an terlebih dulu.
"Ayo bangun" Dewi mengguncang lengan Al.
"Hem, iya sayang" Ucap Al masih mengantuk.
"Sana mandi gih, ini biar aku yang beresin" Ucap Dewi.
"Iya" Al keluar kemudian dia mandi.
"Suami gue kalo udah ditempat sholat semuanya dikeluarin, terlalu rajin" Ucap Dewi.
Apa sih yang dikeluarin, ya Al-qur'an, tasbih, kitab-kitabnya ikut keluar semua, Al itu sebenernya sangat rajin ibadah kalo dirumah, cuma kalo diluar ya gitu deh, kaya orang nggak bener, wkwkwk.
Tuk...
Saat Dewi sedang merapihkan kitab milik Al, ada sebuah buku yang terjatuh.
"Apa nih" Karena penasaran, Dewi pun membuka buku itu.
"Oh ini kan buku dia waktu SMP" Saat akan menutup buku, tiba-tiba ada sebuah kertas yang jatuh.
"Boleh dibaca nggak sih, tapi gue kepo, udah lah baca aja" Dengan ragu Dewi membuka kertas itu.
Disana tertulis.
Al, gue bisa jelasin semuanya, ini cuma salah paham, semuanya nggak seperti yang lo lihat. Please, aktifin hp lo lagi ya, gue mau jelasin semua ini, lo juga diajak ketemu susah banget.
^^^Gue nggak perduli, gue udah lihat semua, gue denger semua yang kalian bicarain, gue nggak bodoh ya, dan inget satu lagi, gue bakal maafin semua kesalahan lo kecuali penghiatan dan perselingkuhan, ngerti lo.!^^^
Gue nggak selingkuh, please, dengerin penjelasan gue dulu, kita ketemuan ya. Gue mohon.
^^^Gue nggak perduli anjing...!!!^^^
Ditulisan terakhir itu terdapat coretan yang artinya tidak jadi dikirimkan dan akhirnya dia hanya menyimpan kertas itu.
"Ini dari siapa ya, atau dari mantan Al waktu SMP dulu ya, haduh tuh anak masih bau kencur udah pacaran aja" Dewi akhirnya menyimpan kembali kertas itu didalam buku.
"Sayang, baju aku mana" Teriak Al dari dalan kamar.
"Hadeh tuh anak nggak bisa apa nyiapin sendiri" Gumam Dewi.
"Iya sebentar" Ucap Dewi sedikit berteriak.
"Kamu tuh nggak bisa apa nyiapin baju sendiri" Tanya Dewi kepada Al.
"Nggak, aku maunya kamu yang nyiapin" Jawab Al, dia malah dengan santainya duduk disofa sedangkan Dewi menyiapkan pakaiannya.
"Ada-ada aja, ohiya Al, nanti sarapan dikantin aja ya, aku pengen sarapan dikantin" Ucap Dewi.
"Iya, terserah kamu aja" Ujar Al.
Al pun akhirnya memakai pakaiannya yang sudah disiapkan Dewi sedangkan Dewi sendiri menyusun buku-buku mereka, biasanya Al yang akan menyiapkan buku tapi berhubung mereka akan sarapan dikantin jadi Dewi yang menyiapkan bukunya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sorry, gue hiatusnya kelamaan 😅
Mengcapek guys, pusing aing.
__ADS_1
"Semua kesalahan akan dimaafkan kecuali penghiatan dan perselingkuhan"
Itu adalah prinsip gue di dunia nyata jadi gue jadiin slogan disini. Seribu kesalahan pasti akan dimaafkan kecuali dua kata itu Penghianatan dan perselingkuhan. Cukup itu sih kalo gue mah. Ada lagi, tapi privasi, wkwkwk. Nanti akan muncul sedikit demi sedikit.