Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)

Dia Suamiku (The Bos Is Geng Motor)
Mall


__ADS_3

...❗Jangan Lupa Untuk Meninggalkan Jejak Guys ❗...


...|...


...|...


...|...


...|...


..._________________...


"Yang mana ya yang bagus" Gumam Dewi didepan lemari bajunya.


"Yang biru atau yang ungu" Dewi masih saja terus berpikir didepan lemari baju sampai sebuah tangan melingkar dipinggangnya yang membuat Dewi kaget.


"Astagfirullah, kamu bikin kaget aja sih Al" Ucap Dewi sambil mengusap dadanya karena kaget.


"Hmm, maaf, kamu ngapain sih" Tanya Al karena sedari tadi dia melihat Dewi berdiri didepan lemari baju tanpa mengambil baju satu pun.


"Aku lagi milih baju, aku bingung harus pakek yang mana buat kita jalan-jalan" Jelas Dewi.


"Apapun yang kamu pakek, pasti kamu tetep kelihatan cantik sayang" Ucap Al yang masih memeluk Dewi.


"Gombal banget" Dewi kembali memilih ingin menggunakan yang mana.


"Yang biru aja sayang, pasti gemoy deh" Ucap Al.


"Kamu yakin" Tanya Dewi.


"Iya cantik, yang biru aja" Jawab Al.


"Oke deh" Dewi pun mengambil baju dress selutut berwarna biru muda dipadukan dengan sedikit warna putih. Baju itu memang lucu, Dewi pernah memakainya dan menurut Al itu sangat lucu makanya Al meminta baju yang itu.


"Ayo lepas dulu pelukkannya, aku mau ganti baju" Ucap Dewi.


"Ganti disini aja" Ucap Al sambil mengedipkan matanya.


"Ih genit, astagfirullah, kamu sehatkan" Dewi berbalik dan menempelkan tangannya dikening Al.


"Sayang" Keluh Al.


"Habisnya kamu genit banget sih, ku kira nggak sehat" Ucap Dewi.


"Kamu mah" Al malah memeluk Dewi dengan manja.


"Awas dulu, aku ganti baju dulu" Ucap Dewi.


"Oke" Al melepaskan pelukkannya.


Cup


Sempat-sempatnya Al mengecup bibir Dewi, setelah mengecup bibir Dewi, Al pun pergi dan menunggu Dewi ganti baju. Dewi hanya menggelengkan kepalanya, sifat manja Al itu tidak akan pernah hilang.


Setelah selesai bersiap, mereka pun pergi jalan-jalan seperti keinginan Dewi semalam.


Mereka sudah sampai di mall besar dikota itu, mereka berdua masuk dengan bergandengan tangan. Dewi sangat senang bisa jalan-jalan lagi dengan Al.


"Mau kemana dulu" Tanya Al.

__ADS_1


"Keliling dulu deh, pengen lihat-lihat" Jawab Dewi.


"Oke, ayo" Mereka berdua pun naik keatas.


Saat mereka sampai diatas, mereka tidak sengaja bertemu dengan manager mall itu dan dengan sigap manager itu memberi hormat kepada Al yang membuat Dewi bingung.


"Selamat datang tuan" Ucap manager itu. Al hanya mengangguk.


"Hmm, kenapa bapak ini hormat ke kamu" Tanya Dewi sambil menatap wajah Al. Dia sama sekali tidak tau apa-apa.


"Dia manager disini sayang, dan kenalkan, ini Dewi, istri ku" Ucap Al kepada Dewi dan manager itu. Manager itu tersenyum kepada Dewi.


"Oh.. Bapak ini manager disini" Ucap Dewi manggut-manggut.


"Terus apa hubungannya sama kamu" Tanya Dewi heran.


"Kamu kepo banget sih, yuk ah kita jalan lagi" Bukannya menjawab, Al malah merangkul Dewi dan pergi dari sana.


"Ih Al, jawab dulu" Rengek Dewi. Al tetap diam tapi Dewi terus merengek seperti anak kecil.


"Oke-oke, aku kasih tau" Akhirnya Al menyerah.


"75% saham disini punya aku, paham sekarang" Ucap Al sambil menatap Dewi.


"Waw, 75%" Tanya Dewi tidak percaya, Al hanya mengangguk.


"Ah gila, insecure gue, kenapa laki gue kaya banget sih" Batin Dewi.


"Ayo" Al menggandeng tangan Dewi dan kembali keliling, sedangkan Dewi masih berpikir dan menghitung berapa banyak uang milik suaminya itu yang membuatnya semakin insecure dengan suami sendiri.


"Dihitung dari beberapa tempat yang udah gue tau, mungkin kekayaan Al udah ratusan miliar, belum yang belum gue tau, beh berapa tuh ya" Batin Dewi sambil berpikir.


"Sayang, hei kok bengong sih" Ucap Al karena sedari tadi dia memanggil Dewi tapi tidak ada jawaban karena Dewi melamun.


"Hah, enggak kok" Ucap Dewi, dia memeluk lengan Al.


"Al, aku mau tanya" Ucap Dewi.


"Tanya aja" Ucap Al.


"Emm... Kamu punya saham disini dan itu 75% emang kamu dapet dari mana" Tanya Dewi, Al tersenyum kemudian mengacak-acak rambut Dewi.


"Sebenarnya ini milik alm kakek, cuma kakek warisin ke aku semua, jadi sekarang ini punya aku" Jelas.


"Oh gitu, kamu udah belajar bisnis dari kapan" Tanya Dewi lagi, dia benar-benar kepo.


"Dari kecil" Jawab Al.


"Waw, pantes aja mantan-mantan Al nggak mau lepasin Al gitu aja, ternyata warisan dari kakek bejibun. Wah nggak boleh dibiarin nih, sekarangkan Al suami ku jadi otomatis apa yang jadi milik Al itu juga punya ku, harus dijaga ketat nih si Al biar nggak hilang" Batin Dewi.


"Bodo amat orang mau anggap gue apa, intinya apapun yang jadi punya Al itu punya gue, mau gue dianggap matre atau apalah intinya Al harus tetep jadi milik ku" Lanjutnya.


"Sayang, jangan bengong dong" Tegur Al.


"Eh, hehehe, maaf-maaf" Ucap Dewi cengengesan.


"Kita mau kemana" Tanya Al. Dewi melihat sekitarnya, matanya berbinar saat melihat toko boneka.


"Ayo kesana" Dewi menarik tangan Al masuk kedalam toko boneka, sedangkan Al sendiri hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Saat mereka masuk kedalam toko, mereka langsung disambut oleh penjaga toko itu dengan ramah.


Dewi mengajak Al berkeliling mencari boneka yang dia mau. Dia benar-benar senang melihat banyak boneka yang cantik disana.


"Al, mau" Dewi menunjuk boneka yang cantik dan itu membuatnya ingin memilikinya.


"Ambil sayang" Ucap Al. Dewi pun dengan semangat mengambil boneka itu dan memeluknya.


"Suka" Tanya Al. Dewi mengangguk dengan semangat.


"Makasih" Ucap Dewi dengan tersenyum bahagia.


"Sama-sama sayang ku, ayo ke kasir" Ucap Al.


Setelah membayar boneka tadi, mereka pun kembali berkeliling. Karena terlalu senang dengan boneka yang Al belikan, membuat Dewi selalu memeluknya, bahkan dia tidak mau boneka itu dikemas, dia mau membawa boneka itu sendiri.


"Al, main yuk" Ajak Dewi.


"Ayo sayang" Mereka pun menuju tempat bermain yang ada di mall itu.


Mereka berdua bermain sampai benar-benar puas, Dewi tertawa bahagia saat bermain bersama Al disana. Al pun ikut bahagia karena dia bisa melihat istrinya kembali tertawa seperti itu.


"Udah siang, ayo cari makan dulu" Ajak Al.


"Ayo, Al bawain" Karena lelah, Dewi memberikan bonekanya kepada Al. Al juga tidak keberatan, dia membawakan boneka Dewi dengan senang hati.


"Ini udah dzuhur, aku mau ke mushola dulu ya, kamu tunggu di restoran aja dulu, gimana" Ujar Al.


"Oke, tapi anterin" Ucap Dewi.


"Oke sayang" Al mengantar Dewi ke restoran itu.


Sebelum pergi, Al memberitahu kepada kepala restoran bahwa Dewi adalah istrinya dan meminta agar mereka melayani Dewi dengan baik. Setelahnya, baru Al pergi ke mushola.


"Silakan nyonya, ingin pesan apa" Tanya pelayan disana dengan ramah.


"Pengen es krim, eh tapi nanti Al marah, kan aku belum makan" Gumam Dewi sambil membuka-buka buku menu.


Dewi terus bergumam sambil menggerutu, pelayan yang ada didekat Dewi menahan tawa mendengar ocehan Dewi saat melihat menu itu, apalagi saat dia menginginkan sesuatu tapi saat melihat harganya terlalu mahal, ada juga yang hanya mewah tampilannya tapi tidak membuat kenyang, ada makanan kesukaannya yaitu makanan pedas tapi pasti Al akan marah kalo Dewi pesan itu, Dewi terus mengoceh hingga tidak sadar Al sudah berdiri disampingnya.


"Pesen aja sayang, jangan ngomel-ngomel" Ucap Al. Dewi kaget, dia melihat kesamping dan melihat Al yang sudah berdiri disana.


"Loh, udah balik" Tanya Dewi heran, Al duduk disamping Dewi.


"Udah, kamu kelamaan, soalnya kamu kebanyakan ngomel" Jawab Al.


"Aku tuh mau ini, ini, ini, ini, ini, ini, ini" Dewi menunjuk beberapa makanan yang dia mau.


"Pesen aja" Ucap Al.


"Tapi takut nggak abis" Keluh Dewi.


"Ya pesen aja yang bener-bener kamu pengen" Ucap Al.


"Pengen semua" Ucap Dewi kesal. Al hanya tersenyum melihat istrinya yang bingung ingin memesan apa.


"Ya udah, pertimbangin dulu mau yang mana" Ucap Al sambil mengusap rambut Dewi. Dewi pun mengangguk.


Pelayan itu sampai bengong melihat Al yang sangat sabar menghadapi Dewi yang mood nya suka berubah-ubah. Bahkan makanan yang dia mau pun selalu berubah-ubah sedari tadi.

__ADS_1


__ADS_2